Blood Crown

Blood Crown
Bagian V : Last Chapter I


__ADS_3

Naga adalah mahluk yang memiliki tubuh dan daya tahan yang kuat melebihi mahluk lainnya selain kuat naga memiliki kecerdasan dan wawasan yang banyak sebab rentang umur mereka pada umunya naga mahluk anti sosial naga hanya mementingkan diri mereka sendiri mereka terlalu malas untuk melakukan hal yang membuang energi mereka namun ada juga naga yang melakukan atau membawa kehancuran kepada sebuah tempat dan naga juga dibagi menjadi beberapa bagian yaitu "Great Dragon God" , "Dragon of Destruction", dan "Wandering Dragon" cara membedakan naga yaitu dari ukuran mereka, selain dari itu naga yang tertinggi atau dewa naga memiliki empat sayap dan memiliki tanduk yang lebih banyak yaitu empat buah tanduk yang panjang dan mereka bisa berubah bentuk sesuka mereka antara menjadi manusia naga, menjadi naga, dan menjadi manusia saja, dalam bentuk naga mereka memiliki kekuatan penghancur yang sangat luar biasa selain itu dalam bentuk manusia mereka memiliki kekuatan yang dikompres tampa menghilangkan kekuatan dalam bentuk naga dan terkahir bentuk humanoid naga dalam bentuk ini ia memiliki kekuatan penghancur yang sangat kuat dan dapat menggunakan sihir maupun mantra , dalam bentuk manusia ia tidak bisa menyemburkan api sedangkan dalam bentuk naga ia tidak bisa menggunakan mantra dan sihir, namun jika dalam bentuk humanoid ia bisa menggunakan keduanya secara bersamaan.


Naga kehancuran pada umumnya memiliki dua sayap dan memiliki tubuh yang sedang atau lebih kecil dari dewa naga dan hanya memiliki dua tanduk, naga kehancuran lebih senang berkeliling dan berburu selain itu Suak membuat mahluk lain merasa terancam bahkan ia suka menghancur apapun yang ia lihat hanya untuk sekedar hiburan, naga kehancuran hanya bisa berubah menjadi bentuk manusia dan kembali dalam bentuk naga mereka tidak bisa berubah menjadi manusia naga dan terkahir yaitu naga pengelana umunya tidak memiliki tanduk dan mereka lebih sering beristirahat ketimbang naga yang lain, naga jenis ini pada umunya hanya menyerang jika mereka merasa terganggu beda dengan dua naga diatasnya yang melakukan apapun sesuka mereka atau bisa di bilang naga pengelana lebih tidak senang suatu kerusuhan dan umunya naga pengelana tidak bisa mengambil bentuk manusia.


Dan yang ia hadapi saat ini adalah "Great Dragon God", kepompong yang berhasil pecah menghasilkan sebuah pasukan tengkorak, ia dengan cepat bergerak menggunakan tombak menusuk, motong, dan menghantam tengkorak itu, namun masalah kedua muncul sang naga itu berubah menjadi bentuk naga kembali lalu ia menarik nafasnya dan memuntahkan semburan api yang panas dari mulutnya dan membuang nafas ke seluruh bagian aula itu, sedangkan pria itu yang baru saja membunuh pasukan tengkorak melihat naga yang menarik nafas ia lari dan bersembunyi dibalik tiang yang besar dan kokoh untuk menghindari semburan api yang panas.


Untung saja tiang baik-baik saja dan tidak hancur karena tiang ini adalah penopang aula besar ini, namun dilihat sekilas hanya lantai saja yang mengalami kerusakan namun kerusakan tidak cukup dalam dan hanya bagian atas lantai sedangkan bagian yang lain walaupun rusak tidak terlalu mempengaruhi aula ini, ternyata aula ini memang telah dipasang sebuah simbol khusus dan mantra untuk menahan naga agar tidak keluar dari aula ini.


Ia keluar dari dari belakang tiang dan melihat lantai tempat ia pijak hangus terbakar dan ada beberapa cairan seperti lava tergedang dibeberapa tempat, naga itu berubah lagi menjadi bentuk manusia dan lalu melemparkan lagi ratusan tombak energi yang dikompres, ratusan tombak melesat dengan cepat menghujani seluruh tempat ia bersembunyi lagi dibalik tiang tempat ia menghindari semburan api panas.


"Hahahaha, permainan ini cukup menarik, sembunyi lah terus lalu aku akan membunuhmu jika aku melihatmu" ucap naga itu.


Setalah mendengar kata-kata itu ia keluar lagi dari balik tiang besar naga itu telah mengeluarkan mantra pemanggil lagi sebuah cairan dari lantai akhirnya keluar dan membentuk kembali kepompong dan pria itu yang sadar dengan gerakan naga itu langsung dengan sigap menghancurkan kepompong sebelum kepompong itu keluar dari cangkangnya ia menyerap banyak jiwa hingga ia akhirnya bisa menyentuh ambang kebangkitan ketiga dan satu langkah kecil dia akan bangkit.


Naga itu mulai kesal dan ia lalu mengangkat tangannya dan membuat tangannya terbuka seakan ingin mengambil sesuatu pria itu yang baru sudah menghancurkan kepompong tertarik kearah naga seakan-akan ia dihisap oleh sesuatu menggunakan mantra penarikan dan setalah dekat naga itu mengambil ancang-ancang memukul setalah dekat naga itu langsung memukul baju zirah pria itu yang terkoyak dan rusak bekas dari serangan kompresi dari ratusan tombak di serangan pertama.


Ia terlempar karena pukulan naga tersebut dan sebuah gelombang kejut mengikuti pria yang terkena pukulan naga itu, gelombang suara yang cukup keras dan angin dari pukulan naga membuat seisi ruangan bergetar seakan ada gempa kecil sedangkan tubuh pria itu mengalami luka parah saat tubuhnya menabrak lantai namun dengan keberuntungannya dan diantara hidup dan mati ia berhasil menuju "Third Awakening" dan seluruh akumulasi jiwa melewati batas dan menyembuhkan tubuh pria itu.


Pria itu bangkit dari jatuhnya dan armor yang ia gunakan hancur dan jatuh dan hanya menyisakan celana sebab baju dan armor hancur sekarang ia hanya bertelanjang dada, walaupun ia telah mengalami kebangkitan ketiga namun ia masih belum mampu untuk melawan naga, namun setidak ia bisa memanifestasikan api biru menjadi senjatanya, naga itu terlihat tersenyum.


"Semakin menarik dan tidak membuatku bosan kamu telah naik tingkat dan bisa lebih menghiburku, maka aku akan melihat permainan yang menarik" naga itu kembali melakukan pemanggilan prajurit dengan mengeluarkan mantar kuno kali ini bukan tengkorak yang ada didalam kepompong namun mahluk lain yang berbentuk seperti naga yaitu "Lizard Man".


Pria yang melihat kepompong baru langsung bergegas untuk menghancurkan kembali kepompong namun ternyata sebelum tombak itu sampai, kepompong itu telah terbuka duluan dan keluar mahluk manusia kadal, tombak yang masih melesat langsung ditangkis oleh manusia kadal dan terlihat jelas bahwa mahluk yang ia munculkan hanya beberapa pasukan.


"Hahahaha, sangat menyenangkan", ucapnya.


Pria itu bertarung dengan manusia kadal ia belum bisa menggunakan kemampuan khusus seorang kebangkitan ke tiga, namun perlahan ia mulai memahami konsep dari mengendalikan api biru dalam dirinya, ia menyerang senjata saling beradu dan menghindari serang juga dari kelompok manusia kadal, ia berhasil menumbangkan beberapa manusia kadal dan membuat mereka tersisa beberapa saja namun, sang naga langsung kembali mengompres energi sihirnya lalu menembak kembali ratusan tombak energi mengarah pria itu, naga itu tak peduli dengan pasukan yang ia panggil, ratusan tombak melesat membunuh semua pasukan yang ia panggil terlihat jelas mahluk-mahluk yang ia panggil terkena tombak hingga badan mereka hancur dan berhamburan gumpalan dan beserta darah berceceran diatas lantai akibat terkena ribuan tombak energi sedangkan pria itu berhasil menaruh energi api kedalam tombaknya dan menangkis setiap tombak yang datang dan membuat dapat menghalau tombak energi yang mana sebelumnya ia bahkan tidak bisa menghindar dari ratusan tombak energi.


"Sepertinya aku harus mencoba mendekat karena semakin jauh jarakku semakin berbahaya namun juga semakin dekat jarakku bisa jadi lebih berbahaya" ucap pria itu, ia lalu mengeluarkan panah dari cincinnya dan menembak anak panah yang telah dilapisi oleh energi api biru, satu panah melesat dan lanjutkan panah yang lain ia menembak ketitik yang sama.


Naga itu tidak menghiraukan panah yang pria itu tembaki sedangkan naga itu mengeluarkan tebasan energi dan tebasan energi itu melesat dan mengarah ke pria itu, melihat gelombang tebasan energi pria itu menghindarinya dan tetap memanah kesatu titik ia mulai semakin mendekat, naga itu lalu kembali memanggil pasukan seperti sebelumnya carian hitam kembali muncul dari celah-celah dan lubang membuat sebuah kepompong dan mengeluarkan banyak pasukan tengkorak, namun pria itu mengabaikan tengkorak-tengkorak itu ia langsung mengeluarkan pedang kesatria kegelapan lalau melempar dengan kuat pedangnya hingga melesat dalam waktu beberapa saat ia juga mengeluarkan tombak lalu menggunakan tombak untuk melompat setalah ia juga terbang dengan tombak sama dengan pedang yang ia lembar, lalu ia memukul pangkal pedang Dangan besi tombak untuk menambah momentum kecepatan pedang, dikarena naga terlalu fokus dalam mantra panggilan ia dan terlalu percaya akan perlindungan yang ia miliki ia tidak mempedulikan apa yang dilakukan pria itu.


Pedang itu menghantam perisai yang tak tertembus itu hingga membuat perisai itu hancur berkeping-keping dan membuat sebagian dari mantra panggilan dibatalkan, pedang itu jatuh kebawah setelah menghancurkan perisai naga.


Sedangkan kesatria itu langsung mengganti Senjata dengan panah dan menembak beberapa anak panah berharap anak panah setidaknya dapat melukai naga yang sedang dalam bentuk manusia, panah-panah yang dilepaskan melesat dan menyentuh tubuh naga namun panah-panah itu tidak bisa melukai tubuh naga walaupun ia telah dilapisi oleh energi dari api biru.


Naga itu kembali berubah menjadi bentuk naga dan bersiap menyembuhkan api kembali karena jarak yang dekat pria itu tidak bisa menghindari serangannya.


Karena keadaan kritis dan diantara hidup dan mati cincin yang diberikan oleh kesatria di perapian retak dan hancur cahaya putih muncul di langit-langit tepat diatas naga tersebut seorang kesatria dengan lambang singa matahari dan baju zirah berwarna perak turun dari langit langit dan memukul kepala naga yang mau menyebutkan apinya hingga api yang akan keluar itu dibatalkan dan membuat kepala naga itu terhantam kebawah dan menghancurkan lantai yang ada dibawanya.

__ADS_1


Lalu kesatria itu meloncat kearah pria itu setalah memukul kepala naga sedangkan naga itu bangkit kembali dan berubah kembali menjadi bentuk manusia.


"Kau kesatria yang menggunakan baju zirah perak berlambang singa matahari, kalian para manusia rendahan yang mengurungku disini harus mati", ucap naga itu dengan emosi ia sadar bahwa kesatria yang ada didepan adalah pasukan yang menyegel naga ini aula ini dan menahan kebebasannya.


"Kalian masih hidup, tapi ini pertanda yang baik bagiku setelah aku membunuhmu aku bisa membalaskan dendam karena terkurung disini, kamu tidak tau rasa bosan yang aku alami dari jaman kekosongan hingga sekarang", setalah itu naga itu langsung memanggil pasukan kembali dengan sihir pemanggil.


"Kau pergi lawan pasukan yang ia panggil dan aku akan berhadapan dengannya langsung", ucap kesatria itu.


"Baik", balas ucap dari pria itu, ia langsung melawan mahluk yang keluar dari kepompong yang diciptakan oleh naga.


Kesatria itu loncat dengan tinggi dan mengeluarkan senjatanya terlihat jelas pemahaman kesatria itu sangat tinggi karena aura dari api biru yang keluar sangat kuat dan dia bisa memanipulasi aura dengan mudah, ia melapisi seluruh baju zirahnya dengan aura beserta pedangnya yang ia miliki, naga itu melihat kesatria yang mendekat itu lalu mengompres sebuah energi sihir dan memanifestasikan menjadi sebuah pedang lalu mengambilnya dan bentrokan pedang terjadi semua yang ada disana bergetar dikarena aura dan energi saling berbenturan dan saling berganti selama pertarungan itu kedua belah pihak seimbang dari segi serangan maupun bertahan.


Sang pria membantai pasukan tengkorak mengganti senjatanya dengan sebuah panah, ia menembak anak panah untuk menganggu konsentrasi naga sedangkan kesatria itu terus mencari cela dari naga dan menyerang terus sampai naga itu mulai tersudut.


Naga itu mengeluar kemampuan gelombang membuat apapun yang ada didekatnya dilempar mundur dan kesatria terlempar kebelakang bersama pria itu, naga itu mulai emosi dan akhirnya mengambil bentuk terakhirnya.


"Kalian mendesak diriku aku benci kekalahan, aku akan membunuh kalian semua sekarang", naga itu mengambil bentuk humanoid manusia setengah naga dan terasa disekitar ruangan mengalami tekanan aura yang sangat kuat yang dipancarkan oleh sang naga sedangkan kesatria itu meningkatkan auranya hingga warna dari auranya berubah menjadi biru pekat yang awalnya biru biasa.


Naga dan manusia adalah dua mahluk yang egois mereka memiliki ketamakan atas suatu hal yang mereka suka dan mereka hampir mirip mereka ingin selalu dipandang lebih tinggi dari yang lain, naga yang dikurung di aula adalah "Great Dragon Lord" salah satu dari 7 mahluk bencana yang nyata, tempat dimana dragon lord ini tinggal adalah sebuah gua pada awalnya hingga dewa naga ditekan oleh pemilik tanda "Mark of True Lord" mereka adalah kebangkitan tingkat enam.


Perlu beberapa orang untuk menaklukkan sang dewa naga, mereka hanya bisa menaklukan dewa naga dan menyegelnya karena mereka sadar bahwa mereka belum mampu membunuhnya, selain itu mereka juga menanam sebuah simbol pada bangunan yang mana simbol itu mengurangi kekuatan dewa naga, untuk bertahan atau mempertahankan simbol mereka menggunakan sebuah simbol khusus yang mana menyerap energi naga untuk memperkuat ruang namun hari demi hari naga mulai perlahan sedikit melemah hingga sekarang satu kesatria pemilik "Mark of True Lord" bisa menyudut dewa naga itu,oleh sebab itu sebenarnya kastil ini hanya berfungsi untuk mengurung dewa naga, selain itu walaupun bangunan telah rusak namun segel tidak akan bisa ikut rusak karena segel itu bertahan dengan cara menyerap kekuatan dewa naga itu sendiri sebagai sumber energi dari alat segel itu sendiri.


Pria itu hanya bisa melihat dari kejauhan kata ia sadar ia tidak mampu untuk melawan atau ikut campur dari pertarungan dari dua monster yang ada didepannya yang sedang bertarung.


Naga itu mendorong kesatria kembali lalu menyembur api panas kepada kesatria itu, kesatria itu langsung membela nafas api dengan pedang energi, bentrokan serangan terus menerus terjadi, sampai akhirnya naga itu melihat pria itu dan memiliki ide untuk membunuh pria itu, kesatria mencoba menendang naga namun naga itu mengelak lalu mengambil kaki kesatria dan melempar kearah tiang, ia terhempas dan membalikan badanya dan membuat tiang menjadi pijakan terlihat jelas tiang yang ia jadikan lonjakan retak sebab menahan tekanan dan momentum dari pijakan kesatria itu, sedangkan naga datang bergerak dengan cepat menuju pria itu selain itu ia juga memanggil mahluk panggilan berupa ratusan mahluk kegelapan berbentuk serangga kearah kesatria.


Pria itu yang melihat naga yang terbang melesat lalu mengumpulkan energi pada tombaknya bersiap untuk membelah naga yang datang, sedangkan naga itu mengulur tangannya seakan-akan menangkap pria itu, pria itu lalu mengangkat tombaknya dan menebas secara vertikal kearah kepala naga,sambil ia bergerak mundur untuk menghindari apabila serangnya tidak berhasil, ternyata benar serang dari ujung tombak yang menyentuh kepala naga terpantul dan tombak yang ia gunakan terlempar sedangkan naga itu masih mencoba menangkap pria itu kurang beberapa meter sebelum sang pria itu akhirnya bisa ditangkap dan ditemukan dengan tangannya.


Dilain sisi sebelum kejadian kesatria itu sedang melawan ratusan mahluk panggilan yang dikirim oleh naga namun dengan indah seperti sekan menari diatas udara ia membela setiap mahluk yang datang menyerang seakan ia memotong sebuah daun yang jatuh dari pohon pedang yang ia gunakan ia lempar kearah depannya melesat dengan energi yang melapisi pedang tersebut membela semua mahluk yang ada didepannya dan membuka jalan bagi kesatria untuk menyelamatkan pria itu , ia mengumpulkan energi pada kedua kakinya dan memijak udara dan mendorong dirinya dengan energi yang membentuk sebuah pijakan ia melesat dan sekan menghilang mengambil momentum disaat sang naga mencoba untuk menangkap pria itu, ia muncul kembali seperti saat ia menyelamatkan pria itu dari atas ia memukul kembali kepala naga hingga naga itu jatuh kelantai dan membuat sebuah gelombang kejut kembali seluruh apapun yang ada didekat tempat terjadi pukulan itu terhempas dan pria itu juga terhempas dari tempat ia berdiri.


Naga yang terjatuh kembali menjadi bentuk naga lagi, kesatria itu lalu memanggil senjatanya yang ia lempar, lalu mencoba untuk membela kepala naga yang mana posisi kesatria itu sekarang berada diatas kepala naga, naga yang awalnya berbentuk humanoid dan kembali kebentuk monsternya tersadar dan langsung menghindari tebasan energi yang mengarah ke bagian leher, naga itu langsung menghindar namun tak terduga mata kanannya terkena serangan dari tebasan kesatria, yang membuat ia marah dan memukul kesatria itu dengan ekornya dan membuat kesatria itu terlempar karena terkena hantaman dari ekor naga itu.


"Kalian sudah cukup membuatku kesal, hanya dua mahluk rendahan membuat aku marah", naga itu marah sangat marah.


Mata dari naga itu meneteskan cukup banyak darah yang jatuh kelantai mata kirinya terluka namun itu tidak membuat ia tidak dapat melihat namun itu adalah penghinaan bagi naga yang dijuluki "Great Dragon God" ia langsung menggunakan sebuah mantra dan sihir khusus membuat semua yang ada di ruangan itu dan tidak bisa bergerak dalam beberapa detik namun dengan menggunakan kemampuan ini pemiliknya juga tidak dapat bergerak, sedangkan ia telah membuka mulutnya sebelum ia mengeluarkan mantra itu.


Naga itu mengumpul energinya dan mengompres sebuah bola energi didepan mulutnya energi perlahan berkumpul dan menjadi satu didalam satu titik energi itu berwarna hitam pekat dan mereka yang berada disana tau apabila energi itu dilepas mereka akan langsung mati dalam sekejap.


Dilain tempat gadis kecil itu masih bermain dan meminum teh dengan dewi, hingga ia sadar bahwa ada yang ia lupakan.

__ADS_1


"Dewi dengan kemampuan bisakah aku minta tolong", ucap gadis itu.


"Hmmm..., aku akan menolong mu jika kamu memberi tahu aku dulu, batuan yang kamu inginkan", Dewi itu meneguk lagi segelas teh hangat.


"Tolong aku ingin melihat dimana temanku berada", ucapnya.


"Baiklah", ucap sang dewi, setalah ucapnya sebuah energi muncul diatas meja membentuk sebuah bola kristal yang bening dan dewi itu memunculkan sebuah sinar kecil dari jari telunjuknya dan meletakkannya diatas bola.


Bola kristal bening itu yang transparan berubah dan menunjukkan sebuah kejadian dan terlihat jelas dari bola itu pertarungan yang dilakukan pria dengan naga dalam bola tersebut.


"Apa itu kenapa pria itu melawan naga besar", ucap gadis itu.


"Ia melewati monumen dan langsung ke aula besar karena ia pikir kamu berada disana gadis kecil", ucap dewi itu kepada gadisnya.


"Dewi bisa kamu membantuku untuk menyelamatkannya?", ucap gadis itu.


"Tenang saja ia akan dibantu kesatria tapi aku akan membantu jika dia dalam bahaya", balas dewi kepada gadis itu.


"Baiklah dewi, tapi dewi berjanji kan?", ucap gadis itu.


"Iya gadis kecil", balas dewi itu.


Disana tempat pertempuran ternyata mereka telah terpojok oleh naga itu, ia bersiap untuk melempar bola energi yang dikompres ledakan dari bola energi itu cukup untuk menghancur sebagian benua jika dilepaskan.


Naga itu lalu mengigit bola itu dan dimana bola itu digigit mantra pembeku yang mengehentikan kedua orang itu telah terlepas namun mereka tidak bisa atau tidak memiliki waktu untuk menghindar, jika mereka bisa menghindar mereka tetap akan terkena ledakan itu.


Tiba-tiba sebuah cahaya terang muncul sebelum naga itu melepaskan sebuah ledakannya, sesosok mahluk superior keluar dari cahaya yang terang dan menyilaukan orang-orang, dibalik cahaya itu adalah "Goddess of Moonlight".


Ia langsung melenyapkan bola energi yang dikompres semua mahluk yang ada di sana langsung terdiam dan kesatria itu langsung memberi hormat kepada dewi yang didepannya sedangkan naga itu juga hanya melihat dan pria itu juga memberi hormat.


"Oh pria pemilik tanda, orang terpilih yang akan membawa cahaya bagi umat manusia lagi, aku menolong mu sekarang dan menyelamatkanmu". ucap dewi itu.


"Kau pemegang tanda, jika aku tau aku akan membunuhmu langsung", ucap naga yang dalam keadaan diam.


Kesatria itu berkata "Pemilik tanda", ucapnya.


Maka dewi itu menyegel kembali naga itu sedangkan dua orang itu dipindahkan bersama gadis kecil.


"Selamat tinggal gadis kecil, kita akan ketemu kembali nanti ya", dewi itu berkata, sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan membalas dendam sedikit lagi aku akan keluar dari tempat ini dan membunuhmu pemilik tanda dan kesatria!!!", ucap naga itu.


__ADS_2