
Selain dari pedang itu ia juga menyerap jiwa kesatria kegelapan dan mendapat potongan memori dari kesatria kegelapan yang mati dan setalah itu ia pergi kearah pintu, pedang yang iya ambil cukup besar dan ia menyeretnya dan membawanya.
Pintu yang penyok akibat tendangan kesatria kegelapan membuat pintu yang tidak bisa dibuka semula menjadi bisa didorong, saat terbuka terlihat sebuah tengkorak duduk di sebuah kursi dan terlihat juga meja didepannya, ia berjalan menuju kesana terlihat ruangan tidak terlalu besar dan ada beberapa buku diatas meja dan dan rak buku ditempat itu ditembok juga terlihat jelas banyak lukisan dan pas dibelakang tengkorak itu terdapat dena peta yang terpajang didinding.
Pria itu berjalan menuju meja tempat dimana tengkorak itu duduk dan melihat sebuah buku yang dicatat oleh tengkorak itu, judul buku itu adalah "Signs and symbols" atau bisa dikatakan buku mengenai tanda dan simbol, pria itu lalu membuka buku usang itu dan ada beberapa tulisan yang terdapat disana ia membaca buku itu.
Isi buku " kastil Hansenburg adalah kastil terakhir zaman kekosongan yang menjadi penjara bagi orang-orang yang berkhianat dimana juga tempat dimana para kesatria menjaga sebuah tempat khusus di tengah kastil oleh sebab itu kastil didirikan di nagari utara"
"Selain itu kastil ini menyimpan banyak misteri, kastil ini aku tidak tau pasti berapa lama kastil ini dibangun namun yang aku tau kami selalu berada disini untuk menjaga sesuatu, aku telah mencatat dan membaca setiap buku ditempat ini mengenai simbol dan tanda dan bahkan para ekstensi yang berada di dunia ini"
"Aku mencatat ini karena aku sadar ada beberapa hal yang sulit dijelaskan dan mungkin saja ini berguna untuk kedepannya, ruangan ini terdiri dari satu pintu tembok cukup kokoh menahan serangan karena telah diberkati dan diberi sebuah simbol ukuran khusus untuk menjaga ruangan ini, adapun hal yang harus dipahami simbol terbagi menjadi empat yang pertama adalah simbol "Mark Sun and Moon", "Mark of True Lord", "Mark of Fire and Water", dan terkahir yaitu tanda bagi para penjahat yang berada disini yaitu "Mark of Betrayal", semua tanda memiliki maksain yaitu untuk tanda matahari dan bulan yaitu adalah sang pemimpin dari era baru sedangkan tanda kedua adalah tanda raja sejati yaitu orang-orang yang mendukung pemilik tanda matahari dan bulan untuk tanda ketiga yaitu api dan air tanda bagi penjaga perapian dan tanda terakhir adalah tanda untuk orang yang mengkhianati sang pemilik tanda matahari dan bulan"
"Aku tak tau apakah mereka mengetahui makna tanda atau mereka tidak pernah datang kesini untuk melihat arsip ini, karena aku sadar ada beberapa orang yang menutup bukti yang ada untuk kepentingan mereka, aku juga tidak terlalu peduli sebab aku hanya menjaga tempat ini, serangan sering terjadi di kastil ini yaitu serangan dari mahluk humanoid dan kesatria kegelapan namun kami dengan mudah mengalahkan mereka"
"Pemilik tanda yang mengerti makna sebenarnya dari tanda yang ia miliki atau mereka yang berhasil mengaktifkan tanda bisa menggunakan kemampuan selain menyembuhkan dan memperkuat tubuh, mereka bisa menyerap jiwa dari mahluk jahat atau dari jiwa orang-orang yang mati jiwa juga terbagi menjadi empat bagian yaitu merah, biru, hitam, dan terakhir putih, untuk jiwa putih terkadang muncul dari pecahan sebab dan akibat dan itu jarang muncul atau bahkan hanya sebatas teori saja"
"Ternyata jiwa yang aku lihat diatas mayat adalah sebuah jiwa yang bisa diserap oleh orang orang yang telah membangkitkan sebuah tanda atau disebut "Second Awakening" ", ucap pria itu yang membaca buku dan dia lanjut membaca buku lagi.
"Menyerap jiwa yang terdapat didalam mayat akan memperkuat kekuatan selain itu ada kemungkinan mendapat sebuah pecahan ingatan dan paling beruntungnya mereka bisa mendapat kemampuan spesial dari pemilik mayat, adapun kebangkitan dibagi menjadi beberapa kebangkitan yaitu "First Awakening" orang orang ini adalah pemilik tanda setelah mereka berhasil mereka harus membakar jiwa mahluk kegelapan dengan api dari perapian untuk mendapat kesempatan untuk menjadi "Second Awakening" orang yang mengalami kebangkitan kedua dapat melihat jiwa yang terdapat pada mayat dan sekaligus tubuh mereka akan dibentuk ulang adapun kebangkitan selanjutnya yaitu "Third Awakening" orang-orang yang mendapat kebangkitan ketiga bisa mengeluar api jantung biru sebagai senjata untuk membunuh mahluk kegelapan dikarena mahluk kegelapan rentan dengan serangan dari jantung api biru cara untuk naik ke tingkat ketiga yaitu dengan cara menyerap banyak jiwa dan pecahan ingatan, mereka akan terakumulasi menjadi sebuah satu kesempatan, dan terkahir yaitu "Perfect Awakening" yaitu mereka yang telah melewati tiga tahap bisa memperbaiki badan mereka dengan cara menyerap jantung api biru untuk menyembuhkan badan mereka bahkan itu bisa membentuk ulang tubuh mereka yang cacat, api biru yang diserap tidak akan padam karena ini seperti pertukaran antara jiwa yang diberikan ke api biru dan api biru memberikan kesehatan kepada orang yang memberi jiwa".
"Ada juga yang mengatakan ada dua kebangkitan setalah kebangkitan sempurna yang hanya dimiliki oleh pemilik tanda "Mark of True Lord" dan kebangkitan ketujuh yang hanya dimiliki oleh pemilik "Mark Sun and Moon", namun karena disini hanya ada sedikit pemilik tanda raja sejati dan mereka hanya sampai ke kebangkitan ke tiga dan kebangkitan sempurna itupun bisa dihitung dengan jari dan ada satu orang yang telah menyentuh ambang kebangkitan kelima namun belum sampai"
"Semua hal yang terjadi memiliki makna era kekosongan sangat kejam membuat kami juga tau bahwa tanda bisa ditingkatkan, aku mungkin juga berfikir bahwa orang dimasa depan semoga juga tau apa yang sebenarnya terjadi, dan aku lupa ada memberi tahukan bahwa ada bola kristal yang berguna sebagai pembuka simbol kuno terhadap pintu khusus"
Setelah membaca buku itu pria itu menaruh buku itu kedalam kantongnya, dan dia pergi untuk melihat dena kastil dan peta, ia melihat bahwa kastil ini sangat luas dan kompleks dan ada jalan keatas menaiki menara setelah mereka menaiki tangga dengan pintu yang terkunci.
Setelah itu ia mencari dan mengambil barang yang ia bisa bawa ia juga mengambil kunci pintu yang berada di laci dan bergegas keluar dari ruangan sebelum keluar ia mengambil baju jirah yang terdapat didalam lemari senjata dan keluar dari ruangan itu iya pun meninggal aula dan bergegas menuju tempat gadis kecil itu selain itu ia mengambil sebuah tempat pedang untuk menaruh pedang besarnya di punggunnya.
"Gadis kecil keluar, aku telah menemukan kuncinya", setelah ucapan itu gadis itu meninggal perapian dan berjalan menuju tempat pria itu memanggil dan merekapun berjalan menaiki tangga ketempat dimana pintu itu terkunci.
"apakah pemilik tanda mengalami kebangkitan?", pertanyaan yang dilontarkan oleh pria itu terhadap gadis itu.
"Seperti apa itu paman yang aku tahu pemilik tanda hanya penjajah perapian saja dan mereka cuma hanya kuat dari orang lain", balas gadis kecil itu.
Dengan mendengar itu pria itu memastikan bahwa orang-orang kemungkinan belum tau tentang proses kebangkitan dan mereka masih diawal kebangkitan atau kebangkitan pertama.
Mereka akhirnya sampai ke pintu yang mana sebelumnya terkunci lalu membuka kunci tersebut mereka menemukan tiga ruangan dan salah satu ruangan tidak memiliki pintu, mereka bergegas menuju ruang yang tanpa pintu dan mendapati ada sebuah tangga menuju keatas dan disana terlihat sebuah cahaya redup dan air hujan yang jatuh dari sana.
__ADS_1
"Gadis kecil naiklah duluan setelah itu aku akan menyusul naik keatas", setelah mendengar itu gadis kecil itu naik keatas dan diikuti oleh pria itu dibawahnya hingga mereka akhirnya keluar mereka ternyata berada diatas menara gadis itu melihat sekeliling dan mendapati tempat dimana ia jatuh sebelumnya.
Sedangkan pria itu melihat seberapa besar kastil tua yang ia tempati, ia tidak fokus untuk melihat gadis.
Sesuatu dari langit datang bentuk manusia humanoid berbentuk kelelawar mengambil gadis kecil itu dan membawanya mengarah kedalam tengah kastil.
"Tolong aku paman", teriak gadis itu, pria itu sadar ketika mendengar teriakan gadis itu namun ia telah terlambat karena gadis itu telah dibawa pergi oleh mahluk kegelapan itu.
Ia yang sadar langsung turun dengan tangga dengan cepat keluar dari tempat ia masuk ia melihat sisi kirinya dimana ada pintu yang tertutup, pintu itu tidak dapat dibuka namun ia akhirnya sadar cara membuka pintu hanya dengan menggunakan bola permata yang ia dapat di aula.
Ia mengambil bola permata didalam kantongnya dan mendekatkan ke pintu secara tiba-tiba sebuah pembatas yang tak terlihat pecah seperti kaca dan menghilang dan akhirnya pintu dapat dibuka dengan mudah, ia bergegas berlari melewati lorong itu dan mendapati sebuah pintu.
Pintu itu tidak terkunci maupun terhalang oleh simbol namun yang menariknya hanya ada satu pintu itu saja, pria itu melihat kembali peta yang ia dapat lalu melihat struktur peta dan tepat hanya ada satu pintu dan dibalik pintu itu terdapat dua ruangan dan satu tangga turun dimana ruangan kiri dan kanan adalah ruangan penjaga dan jalan menuju kebawah adalah lapangan latihan yang terbuka.
Ia membuka pintu itu lalu berjalan dan menuruni tangga setelah itu ia melihat sebuah pintu dan menuju kesana dan membuka pintu itu, disana ada perapian dan seorang kesatria menggunakan jirah perak berlambang singa matahari, kesatria itu duduk dan tidak peduli akan kehadirannya dan terlihat jelas sebuah api biru yang menyala di perapian dan saat itu awan masih mendung dan hujan belum juga redah ia hanya duduk seakan menikmati tetesan hujan yang mengenainya.
Pria itu mendekatinya dan memanggil kesatria itu, dengan posisi bersiap apabila ksatria itu menyerang namun sebelum pria itu menjawab kesatria itu memberi pertanyaan duluan "Jika kamu ingin bertanya silahkan duduk dulu dan aku akan menjawab beberapa pertanyaanmu", ucap kesatria itu ternyata dari suaranya telah memastikan siapa ksatria itu, kesatria itu adalah kesatria wanita.
"Kenapa kamu ada disini aku pikir orang-orang yang didalam kastil telah mati", ucapnya.
"Hmm.., tidak semua orang mati aku sama seperti mahluk mayat yang berhasil mengalami kebangkitan", balasnya.
"Kamu bisa tenang dan duduk didekat perapian ini, jika aku ingin membunuhmu kamu telah lama mati", ucapnya.
Ia akhirnya sadar bahwa orang yang duduk didepannya adalah orang yang cukup untuk membunuhnya jika ia perhatikan baik-baik mungkin saja kesatria yang ada didepannya memiliki tingkat kebangkitan yang lebih tinggi dari pada dirinya atau mungkin telah sempurna.
Pria itu berjalan lalu duduk sebentar dekat dengan perapian, melihat pria itu duduk kesatria itu berkata "Bagaimana caramu bisa sampai kesini?".
"Aku dibangkitkan secara tidak sengaja dan aku sedang mengejar mahluk kegelapan untuk menyelamatkan seseorang, aku harus pergi ketengah kastil" ucapnya.
Kesatria itu membalas perkataan pria itu "Padahal kamu bisa saja pergi namun kamu malah pergi ketempat yang salah".
Pria yang mendengar itu lalu berdiri dari tempat ia duduk dan berjalan meninggalkan lapangan latihan itu menuju pintu didepannya, lalu ia berkata "Aku tidak tau apa yang terjadi namun aku harus menolongnya".
Kesatria itu melihat peria itu menjauh dan berkata "Maka jaga dirimu dan jiwamu jangan sampai kamu kembali menjadi mayat dan mati dengan sia-sia".
Pria itu mendengarkan sarannya namun ia tetap berjalan meninggalkan lapangan hingga wanita itu berkata kembali "Ambil ini, ini bisa menyelamatkanmu satu kali jika kamu dalam bahaya", kesatria itu melempar sebuah cincin yang memiliki lambang naga berwarna putih.
__ADS_1
Pria itu mengambil cincin itu dan memakainya lalu ia berkata "Terimakasih atas bantuannya".
Setelah itu ia pergi dari lapangan dan memasuki sebuah koridor ,namun dari sisi tembok koridor terdengar sebuah suara kecil dan beberapa getaran terjadi, kumpulan kelelawar yang ada didalam mulai terbang kearah luar dan menyerang pria itu, pria itu menebas kelelawar dengan pedang yang ia miliki adapun beberapa kelelawar yang hanya memilih untuk melewati pria itu, semakin dekat dengan ujung koridor semakin keras juga suara yang berada dibalik tembok dan semakin keras juga guncang dari tembok, saat ia telah sampai diujung koridor ia akhirnya perlahan membuka pintu hingga terjadi sesuatu yang berbahaya.
sebuah mahluk berbentuk banteng dengan badan seperti manusia ia adalah mahluk humanoid berbentuk banteng dengan mata yang merah dan sebuah palu besar yang dapat memecahkan kepala seseorang, menerobos tembok dan merusak tembok tersebut dan berniat untuk menabrak pria itu, namun dengan sigap pria itu langsung membalikan arah serudukan dan membuat banteng itu menembus tembok yang ada didepannya, pria itu mundur dan bersiap sedangkan suara dari banteng itu lumayan terdengar keras Muooooooooo......"
Banteng itu mulai keluar dari puing-puing yang rusak oleh hantaman badanya dan berdiri pas didepan pintu dan hanya ada satu cara yaitu membunuh mahluk itu untuk melanjutkan perjalan.
Pria itu telah bersiap untuk menyerang dan banteng itu berlari kembali kearah pria itu lalu mahluk itu mengambil posisi memukul dengan cara ia mengarahkan kan martil kebelakang untuk meningkatkan momentum pukulan yang akan ia lakukan, setalah menarik martil dari belakang ia melesatkan pukulan dari belakang menuju keatas dan melesat ke depan secara vertikal ditambah lagi posisi mahluk itu bergerak ke depan dengan cepat menambah momentum dari ayunan hantaman yang ia luncurkan yang berfungsi untuk menumbuk pria itu hingga hancur menjadi tanah.
Namun melihat gerakan mematikan itu pria itu memanfaatkan kecepatan dari mahluk itu dan menunggu hingga ayunan itu mengenainya setelah ayunan itu menuju kearahnya ia langsung menghindar kearah kanan untuk mengelak hantaman, hantaman yang cepat memukul tanah kosong dan membuat sebuah bekas pukulan yang cukup dalam dilihat dari pijakan yang retak akibat ayunan senjata dan benturan namun karena itu juga senjata dari mahluk itu sedikit tersangkut dalam momen itu pria langsung memotong secara horizontal bagian leher mahluk itu dari samping hingga terlepas dan mahluk itu langsung tersungkur dan mati sebab kepalanya telah meninggalkan tubuhnya.
Ia telah sadar bahwa jika ia selalu berusaha untuk menahan serangan yang lebih besar dari kemampuan ia menahan itu hanya akan merusak atau mematahkan tulangnya dengan itu iya sekarang menggunakan beberapa atau kemampuan bertarung yang iya dapat dari pecahan-pecahan ingatan yang ia dapat.
Setelah menyerap jiwa dari mahluk itu ia hanya mendapat sebuah kekuatan saja tidak ada pecahan ingatan atau kemampuan yang ia dapat, namun itu tidak masalah sebab itu bisa membantunya menerobos ke kebangkitan selanjutnya.
Ia melanjutkan perjalanannya menuju pintu yang hendak ia lewati sebelumnya, ia membuka pintu itu dan terlihat jelas ada tiga pintu yang mengarah ke kiri, ke kanan, dan arah depan, ia mengambil arah depan setelah itu ia masuk dan menemukan ruangan terbuka saat ia hendak berjalan kumpulan panah melesat menembakinya untung saja ia memiliki insting dan dengan sigap mengindari panah dan kembali masuk kedalam ruangan dan menutup pintu.
"Ruangan terbuka itu ternyata banyak pemanah, namun itu bukan manusia lebih tepatnya seperti mahluk yang ada di catatan yang disebut "Bloody Archer" ". ucapnya.
pemanah darah adalah sebuah mahluk yang berbentuk seperti mayat hidup namun mereka menyerang dengan cara menembakan panah yang telah dilumuri oleh darah mereka yang beracun dan berbahaya mahluk ini umumnya takut dengan api karena mereka akan menguap jika dekat dengan api dan kembali dalam bentuk tulang lagi selain itu mereka juga sama seperti kesatria tulang bagian kepala mereka juga bisa menjadi kelemahannya atau bisa saja langsung memotong bagian tulang punggungnya.
Pria itu pergi mengambil arah kirinya dan pergi keruangan yang memiliki pintu juga dan melihat ada sebuah panah dan perisai didalam ruangan ini dan disitu juga banyak senjata lainnya yang mengartikan tempat ini adalah gudang senjata setalah mengambil panah dan anak panah dan perisai ia menaruh anak panah dipunggung beserta panahnya, dan perisai yang ia ikatkan di punggungnya dan menaiki tangga keatas dikarenakan lebih beresiko untuk lewat bawah karena menjadi target yang lebih muda di aula yang terbuka.
Setalah mencapai puncak ia melihat dua pemanah darah yang sedang berdiri dekat ujung tempat penjagaan dan membelakangi pria itu, setalah mengetahui ada dua mahluk itu ia bergerak lebih pelan dan sunyi hingga ia berhasil keluar dari menaiki tangga dan berjalan, suara hujan mempengaruhi suara yang ada ia mengambil sebuah pedang dilantai dan bersiap menembak kedua titik kelemahan mahluk itu, setalah dekat pria itu langsung membela dua mahluk itu lalu menusuk tengkorak mereka hingga hancur.
Namun karena suara yang cukup keras dari arah berlawan pasukan pemanah yang dibagian atas menara penjaga juga menyadari ia, ia ditembaki lagi dengan panah namun ia menunduk untuk bersembunyi di tembok pelindung.iang mengeluar panah dan merangkak memindah posisi hingga ia tidak dilihat oleh mahluk itu, lalu ia membidik bagian tengkorak kepala mahluk itu setalah dapat posisi yang cukup bagus anak panah dilepaskan dan meluncur cukup cepat dan menembus tengkorak dan membuat mahluk itu langsung mati sedangkan mahluk yang dibelanya menemukan dimana lokasi pria itu dan menembakan Kembali anak panah kearah pria itu.
Pria itu menunduk kembali dan merangkak menuju tempat berbeda dan melakukan hal sama dan membuat sekiranya semua pasukan pemanah darah tumbang ke lantai setelah itu ia berdiri dan berjalan melewati jembatan penghubung antara menara satu ke menara lainnya, ia bergerak cepat namun dibeberapa mengarah pengintai banyak juga pemanah darah dan kesatria tulang yang harus dia bunuh.
setalah melewati hingga tiga menara pengawas ia menemukan jalan turun yang ada di sebelah kanannya yaitu tangga yang mengitari sisi luar menara, ia pergi menuruni tangga disana terdapat pintu untuk masuk kebagian dalam setalah ia masuk terdapat satu pintu dan tangga turun, sejenak ia berhenti dan membuka peta untuk memastikan jalan yang harus ia ambil.
Setalah memastikan jalan yang dia ambil ia berencana turun kebawah kembali, namun sebelum itu pergi ke ruang yang ada di sebelahnya yang menunjukan sesuatu yang ditandai pada peta.
Peta yang dimiliki oleh pria ini adalah peta dengan simbol kuno yaitu simbol berlapis yang buat peta itu bisa melihat lebih detail suatu tempat, seakan satu peta bisa mewakili banyak dena tempat oleh sebab itu ia dapat lebih mudah memilih jalan yang lebih efisien namun ada beberapa tempat yang tidak ada atau hilang.
Karena penasaran dengan apa yang ada di peta yang dia lihat dia berjalan mengarah pintu dan mengeluarkan pedangnya dan perisai, ia mendorong pintu dan melihat ada mahluk yang menjaga sebuah peti harta yang berwarna gelap.
__ADS_1
Dalam buku yang ia baca ada yang menjelaskan tantang peti itu, peti itu adalah peti khusus yang disebut "Unknown Space Chest" yang terdiri dari tiga macam peti yang sementara ini diketahui peti pertama yaitu peti tingkat rendah umunya berwarna sedikit gelap, kedua gelap, dan terkahir ketiga yaitu sangat gelap, sedangkan peti yang ia lihat adalah peti tingkat kedua umunya isinya juga acak dan jika beruntung bisa mendapat sebuah benda yang bagus, semakin tinggi tingkat peti semakin tinggi juga mahluk yang menjaga, mahluk yang menjaga peti disebut dalam buku yaitu "The Knight of Destruction" atau kesatria kehancuran mereka setara dengan "Dark Knight" umumnya mereka memakai tombak atau panah dan ada juga yang mengunakan pedang, yang paling berbahaya dari mereka yaitu pengguna panah karena panah yang mereka gunakan adalah panah aura yaitu panah yang langsung menembus jiwa yang bisa mengakibatkan kematian instan, namun yang menjaga peti didepannya hanya menggunakan tombak.