
Gadis itu berlari menjauh dari api sedangkan mahluk itu mengejar dengan membabi buta ia bahkan tidak peduli apapun yang ia lewati.
Sedangkan di bagian yang lain mayat hidup itu bergerak menuju perapian ia semakin dekat dengan perapian, gadis kecil itu berlari mengeliling api karena dia lupa bahwa mahluk kegelapan takut dengan aura api karena panik ia tak sempat berfikir hingga mayat hidup itu berteriak kembali.
"Gadis kecil lari lah kearah api mahluk itu tidak akan berani mendekat atau datanglah kepadaku", teriakan dari mayat itu akhirnya tersampaikan yang membuat gadis itu mengambil arah berbeda untuk berlari kearah api, ia membawa mahluk itu kearah api.
"Yah bawa dia kearah ku cepat", ucap mayat itu yang menyaksikan gadis itu dikejar oleh mahluk humanoid.
Gadis yang mendengar perintah dan arahan dari mayat hidup itu berlari mengarah mayat hidup dengan panik, ia sempat berfikir untuk apa ia mengarah ke arah mayat sedangkan mayat itu tidak mampu untuk menyelematkan dirinya namun karena ia terlanjur percaya iya membawa mahluk itu kearah mayat dan menuju perapian.
Gadis itu meloncati mayat itu sedang setelah itu sang mayat mengatakan sesuatu "Gadis kecil menunduk lah cepat dan setelah ia dekat dengan tubuhku maka melompat lah kearah kiri atau kanan", walaupun mahluk humanoid itu terluka oleh aura perapian api biru ia tetap melanjutkan larinya setelah ia dekat dan melihat gadis itu meloncat dan menunduk ia semakin ingin memakannya, tanpa pikir panjang ia makin berlari tanpa berfikir dan akhirnya tersandung oleh mayat hidup dan ia terjatuh.
Sebelum terjatuh gadis itu telah melompat menghindar arah dimana mahluk itu terjatuh oleh karena badanya yang berat yang dimiliki oleh mahluk humanoid sedikit tergeser dan terjatuh dengan mayat tersebut kearah perapian dan mereka berdua termakan dan terbakar dalam sekejap api itu membesar, gadis yang melihat itu mundur dan menjauh dari api yang menyala.
Gelombang api yang semakin kuat membuat ruangan berguncang dengan kuat dikarenakan pengorbanan dua mahluk dalam api biru, seakan-akan akan terjadi sebuah ledakan gadis itu pergi berlari sebelum ledakan dan bersembunyi dibalik tembok yang dijebol oleh mahluk humanoid.
Dari api terdengar suara yang keras teriakan dari mahluk kegelapan yang terbakar oleh api biru.
"Ngoaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh......", suara mahluk humanoid dan dilanjutkan suara dari mayat hidup yang juga terbakar "Panas sekali, ahhhkkkkkkk..... apakah ini pensucian dari api suci, akhhhhh.........", ia berteriak sangat keras dan menggema disekitar ruangan itu dan penjara.
Namun anehnya ia tidak langsung mati, daging dari kulit yang melapisi tulang menghilang dan terbakar dan hanya menyisakan tulang saja dan seluruh bagian tubuh menjadi kerangka namun perlahan daging dan darah dari mayat itu muncul dari bersatu menjadi sebuah bentuk kehidupan, seakan tumbuh dari ketiadaan daging yang menggumpal menempel di tulang dan dilanjutkan oleh urat-urat dan saraf yang muncul kembali dan setiap bagian dari organ tubuh yang terbentuk dan aliran darah yang mulai muncul.
Ia berteriak keras karena kesaktian seakan ia telah dihancurkan dan di remukan berulang kali terus menerus dihidupkan dan dihancurkan dalam waktu yang cepat, "Akhhhhhh........., apa yang terjadi .....akhhhhhhhhh" teriakan terdengar keras.
Gadis yang mendengar itu sampai tidak bisa bergerak dari tempat ia bersembunyi dibagian penjara tempat ia jatuh, ia hanya terdiam dan menutup kedua telinganya.
Setelah itu kulit telah terbentuk kembali melapisi daging yang yang muncul dan bola mata yang tercipta kembali perlahan api biru yang mengamuk meledak dan setelah itu mulai perlahan mereda dan teriakan perlahan mulai berkurang dari sebelumnya proses pembentukan ulang perlahan selesai dan api biru itu mulai padam namun bekas ledakan membuat langit yang rapuh sebab goncangan dari mahluk humanoid dan ledakan api membuat langit-langit runtuh dan membuat cahaya turun menyinari perapian dan ditemani oleh hujan yang ikut bersamanya, api dari jantung api biru telah padam dan seorang pria telah lahir dari api itu, gadis itu yang mendengar teriakan yang telah berakhir menjadi penasaran dengan apa yang terjadi sebab terasa bahwa api itu telah mati.
Pria yang muncul diatas perapian terjatuh dan pingsan, sedangkan gadis itu melihat kearah api dan heran dan melihat seorang pria berada dekat dengan bekas perapian, gadis itu sangat kaget karena api biru telah mati dan gadis itu berjalan menuju pria yang terbaring dimana tempat semula adalah tempat perapian.
"Apa yang terjadi kenapa api itu mati dan ada juga teriakan barusan dan siapa yang tidur disitu", ia terheran-heran dan ia mencari kain untuk menutup tubuh pria itu yang terbaring dilantai yang berdebu dan kotor.
Beberapa menit berlaku sang pria yang tertidur dilantai itu pun perlahan sadar, pandanganya yang gelap mulai rabun dan cahaya terlihat jelas dari matanya, "Di mana aku, bukanya aku terbakar".
Ia terbangun dengan keadaan tidak memakai pakaian dan hanya ada kain kotor yang menutup tubuhnya setelah itu ia memakai kain itu menjadikan sebagai celana dan disebelah ada seorang gadis yang tertidur pulas menunggu ia bangun dari pingsannya.
"Gadis kecil bangun", pria itu membangunkan gadis kecil itu.
Gadis itu terbangun dan menatap sang pria yang ada dihadapannya dan berkata "kamu siapa?".
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis itu, pria itu menjawab "Aku paman mayat itu dan entah kenapa aku seperti ini".
Gadis itu bingung namun dia hanya mengangguk, pria itu berdiri dari tempat ia tertidur dan membawa anak itu pergi kearah penjarah saat mereka sampai ia melihat pintu penjara telah hancur dan mereka keluar dari jeruji besi yang hancur, mereka berjalan disekitar koridor penjara, pria itu melihat sebuah benda yang aneh didekat sebuah mayat yang setengah membusuk ada sesuatu yang mengambang diatasnya terlihat seperti gumpalan jiwa yang aneh, jiwa itu mendekat jiwa dan bergerak terbang mengarah ke pria itu dan memasuk kedalam tubuh pria itu membuat pria itu mendapat sebuah pengalam dari jiwa dari mayat yang ia temukan, namun tidak semua mayat memiliki jiwa.
Hanya pria itu yang dapat melihat jiwa yang berada diatas mayat tidak ada orang lain yang bisa melihat selain dia, itu terbukti saat pria itu bertanya kepada sang gadis "Apakah kamu melihat sesuatu diatas mayat?", ucapnya.
"Aku tak melihat apapun paman", jawab gadis itu sambil kebingungan dengan pertanyaan pria itu.
__ADS_1
Karena ia tidak ingin dianggap gila ia berhenti mencoba untuk bertanya hal yang tidak diperlukan, selain dari itu jiwa yang menyatu dengan pria itu memberi sebuah pengalaman yang instan dan memperkuat pria itu, namun efek dari menerima jiwa yaitu ia akan akan pusing sesaat lalu kembali normal.
Setalah berjalan menyusuri lorong dan mengambil beberapa jiwa ia akhirnya sadar bahwa seluruh jiwa yang diambil memiliki bentuk dan warna yang beda ia baruh membagi menjadi tiga golongan yang ia tau, yaitu jiwa biru, merah, dan hitam.
Jiwa biru memberi kemampuan bertahan hidup dan menambah sedikit stamina dan wawasan sedangkan berwarna merah menambah kekuatan dan ketangkasan sedikit dan warna terkahir yaitu hitam yang didapat dari mayat mahluk kegelapan memberi ia sebuah kemampuan tertentu, namun keberadaan jiwa yang hitam sangat langka seperti yang mana jiwa merah dan biru yang tidak sering ada diatas mayat dan adapun dengan menyerap jiwa ia mendapat serpihan ingatan dari pemiliknya.
Mereka berdua masih berjalan di lorong penjara perlahan sembari berhati-hati apabila muncul mahluk kegelapan yang lain selain itu kasti itu tidak terlalu gelap karena ada beberapa obor yang masih menyala entah ke apa obor-obor itu seperti mahluk hidup yang mana tidak pernah padam.
"Paman aku ingin bertanya ada sesuatu yang tanda di punggungmu dan aku tak pernah melihatnya", ucap gadis itu kepada pria itu.
"Memang seperti apa tanda yang ada dipunggungku itu ?", balasnya.
"Sepertinya tandanya seperti matahari dan bulan", Ucap gadis itu dan dilanjutkan dengan kata-kata lain "Aku belum tau tanda itu seperti apa yang aku tau yaitu tanda api dan air".
Pria itu juga belum tau apa makna dari tanda yang ia memiliki sebab ingatan yang ia dapat hanya memberi sebagian dari keseluruhan ingatan dan itupun ingatan yang ia dapat belum ada yang berkaitan dengan tanda yang ada pada punggungnya.
Setelah cukup jauh dari bagian penjara mereka berjalan lagi menuju suatu ruangan yang ada dalam ingatan jiwa yang ia serap yaitu ruang penyimpanan disana ia mengambil pakaian dan sebuah pedang, walaupun ada beberapa senjata yang berkata masih ada juga senjata yang masih layak pakai dan cukup beruntung mereka menemukan sebuah kota yang disebut "Storage Box Dimensions" yaitu sebuah kotak ruang yang mana benda mati yang disimpan akan awet didalamnya dan untungnya kotak itu tidak dalam keadaan terkunci.
Mereka membuka kotak dan mendapati ada beberapa daging dan roti yang mereka bisa santap, mereka berdua akhirnya istirahat di ruangan itu membuat api biasa dan memasak makanan yang mereka dapat.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalan dikarena kotak penyimpanan cukup besar dan memiliki sebuah simbol khusus yang mana menandakan bahwa kotak itu tidak bisa dibawa pergi dan hanya berguna disana.
setelah itu mereka menemukan empat lorong dan memutuskan memilih jalan yang mana yang mereka akan lewati, sebelum memilih sang pria mencoba mengorek beberapa pecahan ingatan yang dimiliki oleh jiwa yang ia serap dan akhirnya ia menemukan jalan yang tepat untuk keluar dari dalam kastil yaitu jalan sebelah kanan, mereka menyusuri jalan lorong hingga mereka mendapati jalan buntu yang tertutupi puing-puing bangunan, namun dari arah belakang terdengar beberapa langkah laki.
"Bersembunyi disekitaran puing", ucap pria itu kepada gadis kecil tersebut dan gadis itu menjawab "Baik", setelah gadis itu menjawabnya ia lalu pergi bersembunyi didekat reruntuhan atau puing-puing yang menutupi jalan, suara semakin dekat dan terlihat sekelompok pasukan kesatria tulang memegang sebuah senjata, mereka berlari menuju pria tersebut dan mencoba membunuhnya.
"Gadis kecil kau bisa keluar, ini sudah aman", ucapnya setelah itu gadis itu keluar dari tempat ia bersembunyi.
Mereka pun melanjutkan perjalan, mereka kembali ketempat dimana sebelum mereka mengambil jalur kiri dan kembali pergi memilih jalur didepan merekah sebab tinggal dua arah yang belum mereka lewati yaitu jalan kiri dan depan dan jika mereka mengambil jalur kanan mereka akan kembali ke arah penjarah.
Setelah jalan lurus mereka melewati jalan itu dengan perlahan walaupun di beberapa tempat yang mereka lewati mereka bertemu dengan pasukan tengkorak namun itu adalah salah satu keberuntungan karena mereka belum bertemu lagi dengan mahluk humanoid, setelah perjalanan yang cukup jauh mereka mendapat sebuah aula yang cukup besar disebelah kanan mereka ditutupin oleh pagar besi yang kuat dan segel yang tertanam dalam pagar tersebut.
"Paman lihat disana ada aula yang besar walaupun banyak kotoran disana", ucap gadis kecil itu.
"Iya ada aula disana, tapi tidak jalan masuk kearah sana, kita haru teru berjalan", Ucapnya.
Mereka lanjut berjalan menyusuri lorong itu ada beberapa pintu disekitar lorong mereka sangat berhati-hati untuk membuka dan selalu memastikan didalam tidak ada sesuatu yang berbahaya, setelah itu mereka menemukan dua jalan yaitu tangga keatas dan tangga kebawa, mereka memilih tangga keatas sesampainya mereka diatas mereka mendapati sebuah jeruji besi yang masih cukup kokoh dan mereka tidak bisa membukanya selain itu mereka tidak bisa merusak pintu sebab akan datang mahluk kegelapan apabila mereka membuat suatu kebisingan.
"Sepertinya kita harus kebawah", ucap pria itu dan mereka pun bergegas turun kembali ketempat semula dan memilih jalan menurun setelah menuruni tangga mereka menemukan tempat yang cukup luas dan pintu yang besar terlihat jelas itulah adalah bagian depan sebelum pintu masuk aula, sedangkan disana banyak tumpukan tulang mahluk kegelapan dan kesatria.
"Kau sembunyi dulu aku akan memeriksa mereka, aku takut bahwa mereka adalah prajurit tulang dan mahluk kematian", setelah ucapan pria itu gadis kecil itu bersembunyi di tangga naik dan pria itu mencoba mendekati perlahan hingga sampai kepada beberapa tulang.
Ia memukul kepala beberapa tulang hingga hancur namun tidak disangka beberapa tulang yang lain bangkit dari tanah dan beberapa mayat juga ikut bangkit, terjadi pertarungan yang cukup singkat sebab mahluk yang pria itu lawan cukup lemah adapun mayat hidup tidak memilki pergerakan yang terlalu cepat, mereka dengan mudah disapu.
"Gadis kecil kemari ini sudah aman", ucapnya dan gadis kecil yang mendengar itu langsung berlari mendekati sang pria.
Didepan aula terdapat dua pintu yang pertama pintu aula dan kedua adalah pintu didepan aula, mereka menuju pintu didepan aula dikarena cuma hanya satu pintu sang pria itu langsung saja memukul gagang pintu dengan gagang pedang hingga patah dan berhasil membuka pintu terlihat disana ada sebuah bekas perapian.
__ADS_1
"Paman kata kakek bahwa pemilik tanda bisa menyalakan perapian api biru coba paman lakukan", ucap gadis itu.
"Ide yang menarik kita harus mencobanya", setelah itu pria itu mendekati perapian dan menjulurkan tangan dan menutup mata seketika ruang yang sedikit gelap itu mulai terang perlahan dan berkat telah datang, percikan terjadi didekat perapian kayu membuat sebuah api kecil berwarna biru mulai menyala hingga akhirnya ia menyala dan sebuah gelombang seakan sebuah pelindung terbentuk didalam ruangan itu apinya juga tidak seperti api yang didekat penjara yang kecil api yang di nyalakan oleh pria ini cukup besar dan gelombang yang dihasilkan juga kuat.
"Kamu bisa beristirahat disini aku akan memasuki aula besar ketika aman, aku akan memanggilmu", ucap pria itu sambil memasang kepala gadis kecil itu.
"Baiklah paman", balas gadis kecil itu.
"Dan coba cari sesuatu disekitar sini mungkin ada kotak penyimpanan", setalah itu pria itu meninggalkan ruangan dan berjalan menuju pintu aula yang cukup besar itu ia mendorong pintu yang besar, dorongan yang ia lakukan menghasilkan bunyi yang sedikit nyaring dari dua pintu itu dikarena mereka hanya melihat dari atas aula mereka tidak bisa melihat tepat apa yang terdapat didalam aula namun sekarang ia dapat melihat dengan jelas apa yang ada didalam aula.
Disana terlihat seseorang memakai baju zirah hitam yang sedang melakukan upacara penghargaan kesatria sambil memegang pedang dengan kedua tangannya, pedang itu menancap kedalam lantai aula sedangkan disekitar aku terdapat beberapa tiang cukup besar ada empat tiang besar, kesatria memakai jirah hitam itu memiliki badan yang besar mungkin ukuran beberapa lebih besar dari pria itu dikarenakan hanya menunduk saja ia sudah hampir sama tinggi dengan pria itu.
karena penasaran ia mendekati kesatria itu dan melihat ada sesuatu yang ada didekat tempat kesatria situ memberi hormat yaitu sebuah tiang kecil yang diatasnya terdapat sebuah kristal berbentuk bola dan sekan didalamnya ada sesuatu.
Setalah ia dekat ia juga tidak mencurigai apapun yang ada disana, ia mulai mencoba mengambil bola itu setelah ia mengambil bola itu ia berjalan menuju sisi lain pintu masuk aula untuk mencari kunci penjara, setalah ia dekat dengan pintu didepannya sebuah guncangan terjadi.
Ia berusaha membuka pintu namun pintu itu tak terbuka dan sebuah pedang berwarna hitam melesat dari belakangnya dan menancap di samping pintu, pria itu kaget dan langsung berbalik melihat kebelakang dan ia terkejut bahwa kesatria yang tak bergerak itu mulai berdiri, kesatria yang membungkuk dan memberi penghormatan didekat tiang itu berdiri dan mulai berlari.
"Berani sekali mahluk rendahan memegang kristal itu, aku akan mengambil kembali kristal itu dan beserta kepalamu", ucap kesatria kegelapan itu.
"ini tidak bagus", balas pria itu ia memasukan kristal itu kedalam sebuah kantong yang berada didekat celana, sedangkan kesatria kegelapan berlari dan langsung menendang kearah pria itu.
Melihat tendangan itu ia menghindar kearah kanan arah berlawan dimana pedang kesatria kegelapan menancap, tendangan itu menghantam pintu membuat pintu besi itu remuk dan bengkok lalu kesatria itu mengambil pendang yang menancap dan mengayunkan pedangnya untuk membela pria itu.
Pria itu menghindari serangan itu dengan beberapa gerakan adapun semua yang dilewati oleh pedang kesatria kegelapan hancur terkana hantaman pedang, pria bergegas dan berlari menghindari sampai ia sadar berlari hanya akan menghabiskan tenaganya saja, ia mengeluarkan pedangnya yang berada dibalik sarung pedangnya.
Kesatria hitam mengangkat pedangnya dengan tinggi lalu melakukan potongan mengarah lurus kebawah, pria yang melihat itu langsung mencoba menahan sebuah tebasan itu dengan pedang dan kedua tangannya, namun dengan perbedaan ukuran tubuh dan senjata tebasan itu melesat dengan cepat membuat sang pria langsung bertekuk lutut karena menghadang tebasan kesatria kegelapan.
"Mahluk rendahan berfikir bahwa mereka mampu", setelah ucapan itu kesatria kegelapan langsung menendang pria yang menahan tebasan kesatria kegelapan dan membuat pria itu terlempar.
Pria itu terlempar karena tendangan yang kuat dari kesatria kegelapan hingga ia terbentur kearah salah satu tiang besar.
"Ughttt....., sangat sakit" ucapnya, seakan tulang punggungnya akan patah dengan hantaman keras ia ke arah tiang, ia mencoba bangkit kembali sedang kesatria kegelapan itu telah berlari dengan cukup cepat menuju pria itu.
Kesatria kegelapan itu langsung menebas kembali secara horizontal mencoba membagi dua badan pria itu, pria itu yang tertahan di tiang melihat sebuah tebasan yang datang kembali berfikir dia belum mampu untuk menangkis tebasan itu dengan kekuatannya yang sekarang namun ia sedikit memiringkan pedangnya berharap tebasan itu akan bergeser, namun ternyata prediksinya cukup tepat tebasan dari kesatria kegelapan meleset dan malah tertancap kearah tiang besar itu, melihat kesempatan itu pria itu langsung menusuk jantung kesatria kegelapan itu.
"Apakah kau pikir dengan serangan selemah ini kamu bisa membunuhku?", ucap kesatria kegelapan.
Dada kesatria kegelapan yang memakai jirah tertembus namun tidak ada efek yang terjadi, ia pria itu mencabut pedangnya dan mulai bergerak kesini lain sedangkan kesatria kegelapan itu berhasil mencabut pedang dari Giang terlihat jelas tiang itu bergerak dan bergeser sebab hantaman dari tebasan kesatria kegelapan itu.
Sepertinya sang pria itu memiliki ide untuk membuat sang kesatria kegelapan itu untuk menghancurkan tiang dan membuat tiang itu jatuh menindihnya, dikarenakan kekuatan penghancur yang kuat dari kesatria hitam itu.
Pria itu bergegas berlari dan menuju tiang berikutnya yang terlihat lebih rapuh dari tiang yang lain, kesatria itu mengejarnya pria itu merapatkan dirinya kearah tiang mengambil posisi bertahan, sang kesatria kegelapan yang berlari mengambil ancang-ancang menusuk dan ia langsung mendorong pedangnya dengan segenap kekuatan yang ia miliki kearah pria itu hingga pedangnya menancap kearah tiang.
Sebelum pedang menancap pria itu langsung menghindar kearah yang berbeda untuk menyelamatkan dirinya dari tusukan itu karena jika ia tak menghindar ia akan langsung mati ditempat ia berdiri.
Pria itu langsung mengambil posisi dibelakang kesatria hitam sedangkan kesatria langsung saja mencabut pedangnya dengan kuat membuat tiang yang rapuh itu ambruk dan jatuh mengarahnya, pria itu yang melihat tiang yang jatuh dan kesatria yang mencoba menghindar langsung menebas kedua pergelangan kaki kesatria itu hingga kesatria kegelapan bertekuk lutut lalu ia meloncat kearah samping untuk mengindari tiang yang besar yang jatuh kearah mereka berdua.
__ADS_1
Seketika tiang itu menindih kesatria kegelapan dan membuat ia remuk dan seluruh bagian dari armor dan tubuhnya berserakan, setelah itu kabut yang menutupi sebagian ruangan mulai menghilang dan disana hanya terlihat sebuah pedang hitam yang terlempar dekat dengan tiang bangunan yang jatuh, karena pedang yang pria itu gunakan telah rusak parah ia mengambil pedang kesatria kegelapan dan berjalan perlahan menuju pintu yang mana ditendang oleh kesatria kegelapan sebelumnya.