Blood Crown

Blood Crown
Bagian I


__ADS_3

Seakan mereka memegang dunia digenggaman mereka dan seakan mereka mengontrol dunia dan tidak takut dengan pembalasan yang akan datang kepada mereka.


Mereka berfikir bahwa tanda yang mereka takuti tidak akan datang dan mereka berfikir bahwa tanda akan muncul ketika orang lahir sedangkan mereka sendiri pemilik "Mark of True Lord" diberikan saat mereka dewasa sedangkan tanda "Mark Sun and Moon" juga diberikan bukan saat kaisar pertama lahir namun tanda yang ia dapatkan ia dapat saat ia terjatuh di tebing dan menemukan reruntuhan kuno yang mana disana terdapat sebuah altar khusus yang mana tempat ia mendapat tanda itu.


Hal-hal seperti yang kadang mereka lewati dikarena mereka berfikir bahwa tanda mereka diberikan oleh sang raja dan tanda memang akan muncul di setiap generasi atau anak yang baru lahir namun "Mark Sun and Moon" adalah sebuah tanda khusus yang bisa disebut yaitu "The True Life and Death" yang mengartikan tanda akan muncul ketika kehidupan dan kematian cukup dekat dengan pemiliknya yang berarti tanda itu akan muncul dengan sendirinya, namun yang ia sadari yaitu raja berfikir bahwa tanda yang ia dapat sudah ada sejak ia lahir sebab setelah ritual di altar kuno ia kehilangan ingatannya dan mendapati bahwa ia terlahir sebagai sang terpilih dan pemilik tanda sejak lahir.


Itupun kisah yang diberitahukan oleh sang raja kepada semua rekan seperjuangannya yang membuat sejarah mengetahui tanda bisa muncul dari bayi yang baru lahir ataupun terkadang diwarisi dari pemilik tanda, seperti anak raja yang tak memiliki tanda namun masih memiliki genetik yang pintar dan kuat seperti mendiangnya ayahnya.


Itulah titik buta sejarah manusia hanya tau apa yang mereka dengar dan lihat tapi mereka tidak tau apa yang mereka tidak lihat dan dengar.


Seiring waktu kegelapan semakin pekat dan semakin jauh menyusuri setiap tempat namun dikarena ada tempat yang disebut "Bonfire Place" tempat dimana untuk menyalakan jantung api biru sebagai pengusir kegelapan yang hanya bisa dinyalakan oleh seorang pemilik tanda "Mark of Fire and Water" beberapa tempat atau desa pada umunya memiliki setiap penjaga perapian api biru, umunya api biru dijaga oleh satu atau dua orang dan tidak lebih dan orang-orang yang dimandatkan untuk menjaga perapian akan selalu berdekatan dengan tempat nyala api atau tinggal dekat dengan perapian itu.


Nyala jantung api biru dapat mengusir kegelapan yang mendekat bahkan "The Lord of Darkness and Death" akan terluka jika ia menyentuh api biru itu, namun api yang menyala hanya dapat dinyalakan di satu titik tertentu dan tempat yang memang dahulu pernah dinyalakan api itu.


Sebelum "The Immortal" atau "The Countless Extensions That Create" atau "The Lord of Thousand Life" memberi berkat kepada manusia yang ia mau ia pernah memberi hadiah kepada manusia pada "Era Void" yaitu api suci, dahulu pada "Era Void" atau jaman kekosongan dan sebelum banyak reruntuhan kuno dan sebelum kegelapan datang mereka orang-orang yang pertama datang telah menyalakan api untuk mengusir kegelapan namun pada saat itu belum ada mahluk yang bisa membunuh saat malam sebelum datangnya era kegelapan, saat era kegelapan manusia menjadi bodoh dan tamak dan hanya mementingkan diri sendiri.


Dalam artian tempat pembakaran adalah tempat yang mana pada masa kekosongan dibuat oleh orang-orang yang menyembah "The Lord of Thousand Life" dan mereka dianugerahi "Holy White Fire" yaitu api putih namun api putih mulai padam oleh ketamakan manusia yang menciptakan sisi kejam, sisi kejam yang terkumpul dan terakumulasi dari ribuan pengorbanan, kematian, rasa iri, dan kebencian berkumpul menjadi sebuah ego yang menciptakan "The Lord of Darkness and Death" oleh sebab itu api yang sekarang ada pada jaman kehancuran adalah sisa-sisa api putih, jaman kegelapan dan kehancuran adalah suatu jaman yang sama dimana tidak ada cahaya.


Dikarena api putih tidak bisa muncul dan api biru hanya bisa dinyalakan oleh orang-orang pemegang tanda, oleh sebab itu hanya pemilik tanda yang menjadi penjaga perapian, pembakaran api unggun adalah tempat bekas tersebarnya api putih oleh sebab itu api biru bisa menyala, sedangkan api biru tidak akan bisa menyala selain tempat dimana bekas api putih tidak ada.


Adapun untuk menyalakan api biru dengan cara lain yaitu membakar tanda yang mereka miliki atau membakar jiwa mereka dan membuat tulang mereka menjadi perapian dan darah sebagai minyak dan jiwa sebagai api, jika api di perapian tidak bisa dinyalakan oleh pemilik tanda disebabkan korosi kegelapan maka mereka bisa melakukan cara yaitu menukar jiwa untuk api.


Selain dua cara itu tidak ada cara lain untuk menghidupkan dan menyalakan jantung api biru, maka mengapa raja pertama di jaman gelapan menuju jaman cahaya bisa menang dikarena pemegang tanda banyak melakukan pengorbanan dengan jiwa mereka untuk menyalakan api biru dengan jiwa mereka oleh sebab itu di tengah kerajaan terdapat monumen khusus yang diberi nama "The Final Resting Place of The Soul" atau "Sleeping Soul Monument" tempat dimana nama orang-orang yang yang menyumbang jiwa untuk api tertidur, nama mereka diukir dan menjadi simbol keabadian dan diberikan kepada "The Keeper of The Soul Fire" atau penjaga jiwa api, penjaga jiwa api adalah sesuatu eksistensi yang diciptakan oleh "The Immortal" untuk mencatat api yang telah kembali untuk dilahirkan kembali.


Selain itu adapun mahluk yang mendekati "The Immortal" yang tidak terlalu mengurusi dunia ada dua belas mahluk dan diantara ada tujuh mahluk yang ikut campur selain dari kedua belas mahluk itu yaitu "The Keeper of The Soul Fire" dan "The Lord of Darkness and Death" , yang ikut campur ada tujuh dan netral ada lima, dikarenakan "The Lord of Darkness and Death" dan "The Keeper of The Soul Fire" berada diposisi bawah dari "The Lord of Thousand Life/The Immortal" dan dua belas mahluk mendekati ada diposisi bawah " The Keeper" dan "The Death".


Mereka hidup ditempat mereka dan memiliki peran sendiri sebelum mereka berdua belas ada, yang hanya ada cuma dua eksistensi dibawah "The Lord of Thousand Life" namun setalah api suci padam kedua belas muncul sebagai simbol mahluk luar biasa yang menampakkan diri.


Bahkan sang raja pertama tidak bisa membunuh salah satu dari dua belas mahluk tersebut dikarena ia memang belum memiliki kekuatan untuk melakukan itu walaupun ia di temani oleh pemegang tanda yang lain, bagi orang-orang yang memiliki tanda mereka akan melepas jiwa mereka dan kembali dilahirkan seperti bayi yang suci saat mereka mati.


Selain itu disitu tempat yang gelap di bagian Utara terdapat ngarai yang sangat luas dan dalam disana terdapat beberapa mahluk misterius yang tinggal ditempat itu selain manusia, penjaga perapian yaitu kepala suku dari klan tersebut, setiap anak yang lahir tidak semua mendapat sebutan tanda atau berkah yang diberikan namun mereka yang lahir tetap menjadi manusia-manusia yang kuat dengan kemampuan dan naluri bertahan hidup yang alami seperti seekor singa yang tidak mungkin melupakan jadi dirinya.


Disana terdapat kehidupan yang cukup kompleks walaupun tidak seperti di daerah barat yang dekat dengan hutan kegelapan yang mana di bagian barat lebih banyak mahluk buas kegelapan dan sedikitnya penjaga perapian, sedangkan dekat ngarai sedikit lebih aman dengan tempat yang sedikit terjal sebagai benteng alami bagi beberapa suku untuk menjaga diri mereka dari serangan mahluk kegelapan.


Kehidupan penjaga api biru hanya duduk dan tetap menunggu dan menjaga api agar tidak padam tapi bukan berarti mereka harus selalu tetap berada dengan api namun jiwa mereka telah terhubung secara langsung yaitu ketika mereka merasakan sesuatu yang tidak biasa mereka harus kembali kepada tempat perapian api biru agar api itu tetap menyala.

__ADS_1


Namun penjaga api punya kemampuan tergantung tanda yang mereka miliki "Mark Fire and Water" dibagi menjadi dua yaitu "Mark of True fire" dan "Mark of True Water".


Yang memiliki tanda api akan mendapat kemampuan yang diluar batas manusia yaitu badan yang kuat dan sehat dan dapat mengendalikan api sedangkan yang memiliki tanda air akan dianugerahi kemampuan untuk merawat dan menyembuhkan beberapa luka, penyakit, dan mengendalikan api.


Setiap saat kepala suku selalu mengecek dan memberikan petunjuk dan mengajari orang-orang dan anak-anak tentang arti tanda dan mengajari cara menggunakannya, jika mereka memilikinya sebagai pemilik tanda anak-anak itu akan tinggal dekat dengan perapian.


Malam yang datang tidak terlalu mencekam dikarena mereka terlindung dari mahluk yang menyerang mereka anak-anak tidak keluar dan wanita juga, para kesatria suku akan menjaga gunung dan daerah yang diwaspadai akan muncul serangan mahluk kegelapan.


Di suatu tempat dekat dengan ujung ngarai jauh dari kumpulan manusia dan suku terdapat sebuah benteng yang cukup besar dan megah terdapat banyak mahluk kegelapan didalamnya walaupun benteng itu besar dan luas namun itu adalah benteng yang terbengkalai nama benteng itu adalah "Hansenburg Castel", mereka terkurung didalam benteng itu anehnya mahluk-mahluk itu tidak keluar seakan ia terkurung.


Disisi lain tempat seorang anak dari kejauhan didalam hutan dimana tempat perapian api telah padam dikarena suku itu tidak memiliki tanda, ia berlari dari desanya seorang anak gadis yang kecil dengan baju terbuat dari kulit binatang berlari dengan baju robek dan tanpa alas kaki, saat itu hujan membuat para serigala berjalan lebih lambat saat hujan anak itu juga bisa menghilangkan jejak aromanya dari penciuman para serigala, ia berlari seakan ia akan mati jika berhenti.


Anak gadis itu sedikit berbeda ia ditemukan ditengah hutan oleh kepala sukunya dan terlihat disekitar terdapat kereta kuda yang belum pernah dilihat oleh orang-orang suku tersebut dan banyak juga mayat kesatria dan serigala malam saat itu, sebagai pertanda kepala suku membawa pulang gadis berambut putih dan berwarna perak itu dan membesarkan sebagaimana ia membesar anaknya, ia telah dianggap anak sendiri.


Ia masih berlari hingga kadang ia terjatuh namun ia masih berusaha lari dari kejaran serigala sampai dimana ia melihat sebuah kastil besar yang megah walaupun ia harus turun dari ngarai itu untuk menuju kastil tersebut, ia berada didekat jurang dan dibawanya ada ngarai yang dalam dan air yang menyusuri dibawahnya, ia berdiri dekat dengan ujung jurang para serigala telah dekat dan berdiri dan melihat tajam kearah gadis itu.


"Sang tuhan tolong hamba kecilmu aku telah dilindungi oleh orang-orang yang aku cintai dan mereka memberi aku jalan untuk hidup namun aku akan mati pada hari ini", tangannya saling memegang erat ia berdoa sambil menatap langit hujan yang deras juga membasahi wajahnya dengan tetesan air hujan.


Serigala itu mulai berlari dan menerkam gadis itu, anak itu pun melepas badannya dan melemparkan diri kedalam ngarai dikuti oleh serigala-serigala yang ingin memakainya, mereka semua terjatuh kedalam ngarai bersamaan.


Ia melihat ke kiri dan ke kanan dan mengangkat tubuhnya yang lemah untuk bertahan hidup gadis itu memakan bangkai serigala yang tenggelam itu, walaupun mahluk kegelapan adalah mahluk jahat namun beberapa bagian dari tubuh mereka masih bisa dikonsumsi layaknya mahluk yang belum terkontaminasi.


Setelah makan ia langsung berjalan dengan perlahan karena badannya yang lemah ia menengok kebelakang dan melihat kearah atas dan melihat sisi atas ngarai yang cukup tinggi bahkan kabut telah menutup ujungnya, ia kembali berjalan ke depan dan terus berjalan memasuki hutan ia berjalan melewati setiap mahluk dengan perlahan sebelum itu ia membasahi atau mengoleskan badanya dengan lumpur agar aroma tubuhnya tidak tercium oleh mahluk buas, setelah beberapa saat dia akhirnya sampai didepan gerbang raksasa yang menjulang dimana ada kastil besar diatasnya ia hanya sampai di bagian bawah ia mencari jalan masuk dan akhirnya menemukan celah untuk masuk dikarena disamping kiri dan kanan pintu terdapat jurang yang cukup dalam atau mungkin sangat dalam bahkan ujungnya saja tidak terlihat.


ia masuk dan mendapati sebuah tangga yang menuju keatas disana juga terlihat banyak tulang mahluk kegelapan dan kesatria dengan simbol matahari dan bulan, ia berjalan melewati tulang-tulang itu hingga tiba-tiba tulang-tulang itu bangkit dan berjalan dengan pedangnya mengejar anak itu, mahluk itu disebut "Bone Knight" ia mengejar anak itu, anak itu berlari menaiki tangga ia juga melempar beberapa baru yang membuat kesatria tulang terjatuh namun mereka tetap bangkit sebab kesatria tulang tidak akan mati kecuali kepalanya hancur.


Ia terus berlari hingga ia mulai lelah ia berbelok menuju beberapa tempat bangunan didalam benteng, ia melihat kearah sana dan terlihat jelas ada ada sebuah tanggah untuk naik ia naik ke atas tangga dan beberapa mahluk lain juga mengikuti gadis itu, ia memanjat tangga dengan cepat untung saja badannya tidak terlalu berat karena tangganya juga terlihat rapuh dan mudah patah, saat pasukan tengkorak naik menggunakan tangga, tangga itu hancur dan membuat kesatria tengkorak itu jatuh gadis itu masih panik dan berlari hingga ia jatuh dari atas bangunan sebab bagian atas bangunan itu rapuh.


Ia terjatuh didalam penjara yang gelap, cahaya dari tempat ia jatuh menyinari sekeliling tempat ia jatuh dan air hujan yang jatuh lewat dari celah lubang dimana ia terjatuh, ia pingsan dan tak sadarkan diri.


Saat ia tersadar dari pingsan ia melihat sekeliling tempat itu ia sadar ia berada dalam kurungan atau penjara, ia melihat keatas tepat ia terjatuh namun tidak ada cara untuk naik keatas, gadis itu melihat sekeliling dan hanya ada tengkorak yang dirantai ia takut bahwa tengkorak itu akan bergerak namun tengkorak yang berada dalam penjara tidak bergerak, ia memeriksa bagian penjara tempat ia tersekap dan memastikan ada kunci untuk membuka pintu penjara itu, saat itu ia tidak sengaja menemukan sebuah kain yang menutupi sesuatu dan ia penasaran dengan apa yang ada dibalik kain itu.


"Haruskah aku membuka kain ini", ujarnya dalam hati ia memberanikan diri membuka kain itu dan menemukan mayat hidup yang terikat yang mana kedua tangannya diborgol dan kakinya juga diborgol, mata dari mayat kering itu menyala berwarna biru, ia adalah seorang "wandering Soul", mayat itu bergerak membuat gadis itu kaget dan terjatuh.


"Jangan takut bocah, aku tak akan memakan mu coba pikirkan lagi, aku yang dirantai di bagian tangan dan kaki bagaimana caraku untuk memakan mu, hahahaha", mayat itu berkata dengan suara yang agak seram yang membuat gadis itu takut.

__ADS_1


"Siapa kamu, kenapa kamu masih bisa hidup?", gadis itu memang takut namun ia tetap melontarkan sebuah pertanyaan kepada mayat itu.


"Aku seorang jiwa yang tersesat, aku menunggu sang The Keeper of The Soul Fire untuk mengambil jiwaku namun ia tak pernah datang seakan aku ditakdirkan berada diantara kehidupan dan kematian", ia berkata kepada gadis itu namun mulut dan dagunya tak bergerak sama sekali.


"Jadi bagaimana cara aku keluar dari kastil ini?", ucap gadis itu sambil perlahan bangun dari tempat ia terduduk.


"Aku sudah lupa berapa lama aku disini dan aku juga lupa siapa diriku ataupun dimana ini yang aku tau hanya nama-nama dewa, namun aku mengingat beberapa hal, coba kau gadis kecil bantu aku mengumpul sesuatu, kau lihat di arah sana ada tembok yang sedikit rapuh coba kau hantam dengan sesuatu mungkin kau akan menemukan apa yang kau butuhkan, lalu kembali kemari"


Setalah mendengar ucapan mayat hidup itu, gadis itu mengikuti perintah sang mayat sebab ia tau hanya mayat itu yang cukup tau tentang kastil ini dan bagaimana cara keluar, karena tidak ada yang bisa ditanyakan selain gadis itu, gadis itupun pergi mengarah kesebuah tembok yang terlihat retak dan rapuh dimana pria itu tunjuk, ia bergerak mencari benda keras untuk memukul tembok.


"Tidak ada sesuatu yang cukup keras", ucap gadis itu.


"Apakah kau bodoh?, ambil saja tengkorak kepala yang ada dipenjara ini yang berada di sekelilingmu dan benturkan saja ke tembok", ucap dari mayat itu karena melihat gadis kecil itu yang kebingungan.


"Maafkan aku tuan namun aku akan meminjam kepalamu sebentar", ucap gadis itu dan mengambil tengkorak kepala dari sebuah tulang dan langsung membenturkan tengkorak itu ke tembok hingga tembok itu hancur dan debu keluar dari celah yang hancur dan muncul sebuah cahaya yang cukup terang dari celah tembok yang hancur.


"Perapian jantung api biru", gadis itu kaget karena ia menemukan tempat perapian api biru, setelah itu ia sadar bahwa ruangan dari penjara itu terhubung dengan ruang api biru namun terlihat banyak pintu disekitarnya tertutup oleh puing-puing bangunan yang besar yang membuat tidak ada jalan keluar.


"Hey, apa kamu menemukan sesuatu disana anak kecil, kamu bisa memeriksa laci atau apapun disana dan bantu aku melepaskan rantai ini", ucap mayat itu dari balik tembok yang lain.


"Paman mayat aku menemukan jantung api biru disini, aku akan mencari kunci untuk membuka gembok mu", gadis itupun mencari gembok di semua tempat yang ada di ruangan perapian dan akhirnya dia menemukan dua kunci dan bergegas kembali kedalam penjara melewati retakan tembok yang ia buat, ia segera ketempat mayat itu namun ia berhenti dan berfikir kembali apakah yang ia lakukan adalah hal yang benar atau salah karena dia belum tau apa niat dari mayat itu.


Namun karena ini hanyalah satu-satu pilihan ia pergi membuka borgol yang melekat di kaki dan tangan dari mayat itu, setelah borgol terlepas mayat itu berkata "Bisakah kamu membantuku ke tempat perapian?", ucapnya.


Gadis itu mengangguk dan menarik mayat itu hingga melewati lubang, untung saja lubang cukup besar untuk dilewati oleh mereka berdua setelah sampai mayat itu berkata kembali "Oke kerja bagus nak, biarkan bergerak sendiri".


Mayat itu berangkat menuju perapian dan anak itu mencoba mencari jalan keluar karena mungkin dia terlewatkan satu tempat atau jalan, namun sebuah getaran terjadi didalam ruang itu dan mereka tersadar bahwa getaran itu berasal dari balik lubang tempat mereka lewati yaitu lubang penjara, getaran itu semakin kuat.


"Nak cepat sembunyi di manapun aku tau dan teringat sebuah mahluk pemakan mahluk hidup, ia mencium baumu", setelah ucapan mayat itu gadis itu langsung bergegas sembunyi karena ia sadar bahwa tempat yang ia datangi sejak awal adalah tempat yang sangat aneh.


Mahluk dibalik tembok itu bergerak cepat dan memukul tembok hingga hancur terlihat puing-puing bangunan yang berserakan dikarenakan pukulan dari sebuah besok yang cukup besar, mahluk itu berbentuk humanoid dengan kaki kuda dan badan manusia yang besar dan dua kepala banteng dan memiliki tanduk dan ekor panjang, ia mengendus mencari sumber bau manusia, namun ia juga kaget karena didepan terdapat perapian api biru yang membuatnya segan untuk bergerak.


Mayat itu tetap berusaha mendekat kearah api sedangkan mahluk itu berjalan melewati pinggir tempat agar ia tidak terkena oleh aura yang dipancarkan dari jantung api biru, perlahan ia berjalan dan mendekat disebuah kotak yang berukuran besar mahluk itu menghirup udara dari kotak itu, dibalik kotak itu gadis kecil itu sedang menahan nafas namun karena tidak tahan ia akhirnya menghembuskan nafasnya.


"Nggraaaaaaaaaaaahhhhhhhh......, heeeeeeeeeeerrrggg......", Suara mahluk itu setelah itu ia langsung memukul kotak itu dengan sebuah besi besar kearah kotak, gadis yang sadar karena ketahuan berlari keluar dari kotak sebelum pukulan dari mahluk itu tepat menghancurkan kan kotak.

__ADS_1


"Gadis kecil pergi mendekat ke api ia tak akan berani mendekat ke api", ucap tengkorak itu namun karena panik dan tidak mendengar gadis itu malah lari ketempat yang berbeda dan malah menjauh dari perapian sedangkan mahluk itu mengejar gadis kecil itu.


__ADS_2