Bocah Mafia Jatuh Cinta

Bocah Mafia Jatuh Cinta
Bab 1 Bad Boy


__ADS_3

Yuda Sasongko remaja berusia 17 tahun siswa di internasional business school tempat para milliuner menyekolahkan anak mereka. Yuda terkenal seantero sekolah karena kekayaan dan ketampanannya. Sebenarnya ia siswa yang pintar dan cerdas hanya saja mungkin pergaulan membawanya ke lingkungan yang salah. imbas dari kesibukan kedua orang tuanya yang sibuk menumpuk harta Yuda jadi kesepian dan bertingkah meresahkan.


Disekolah ia sering membuat onar, mengerjai teman atau bahkan guru. Beberapa kali tuan Pramana Sasongko yang merupakan ayah Yuda di panggil untuk datang ke sekolah. Pria kaya itu hanya mengutus asisten pribadinya ke sekolah Yuda sebagai perwakilan. Seolah tidak peduli dengan kenakalan anaknya ia hanya sibuk dengan hartanya.


Pagi itu Yuda menggeber motornya yang seharga mobil mewah. Ia sengaja melakukan itu karena kesal pada papi dan maminya yang sejak membuka mata sudah membicarakan soal pekerjaan. Di meja makan saat sarapan pun keduanya sibuk dengan ponsel masing-masing. Tidak ada yang menganggap Yuda ada di sekitar mereka.


Motor Yuda melesat di jalanan ramai, ia ugal-ugalan dengan motor kesayangannya itu bahkan beberapa kali Yuda di bawa ke kantor polisi karena menyalahi aturan dan seperti biasa tuan Pramana Sasongko mudah saja membebaskan putranya itu.


Setibanya di sekolah Yuda di sambut gengnya yang sudah berkumpul di parkiran. Anak-anak itu hampir bernasib sama dengan Yuda. Kaya dan kesepian itulah yang menyebabkan mereka nakal di usia remaja.


"Weee...pagi bos Yuda!" sapa Cleon salah satu teman sekelas dan anggota geng Yuda.


Yuda dengan wajah tampan yang masih badmood mengabaikan sapaan Cleon. Ia berjalan memasukan kedua tangannya kedalan saku celana sekolah yang ia kenakan.


"Kenapa bos?" tanya Cleon masih penasaran sebenarnya ia sudah biasa menghadapi tingka laku Yuda yang angin anginan. Kadang seneng kadang badmood. Kadang baik kadang suka seenaknya.

__ADS_1


"Di rumah sedah seperti kuburan! Mami sama papi sibuk sendiri!" omel Yuda.


Cleon yang bernasip hampir sama malah tertawa terbahak melihat Yuda mengomel soal orang tuanya.


"Kenapa harus di pusingin sih Yud santai saja, memang sudah kerjaan kedua orang tua kita seperti itu dari dulu...iya kan?"


Yuda terdiam malas, tiba-tiba senyum terlihat di bibir tipisnya. Matanya menatap seorang siswi berbadan subur yang berjalan memasuki kelas.


"Wah ada mangsa tu bos!" kata Cleon yang mengerti maksud Yuda.


Yuda berjalan cepat memasuki kelas lalu duduk di kursi kosong di samping seorang gadis bernama Keila. Gadis subur itu sedang menikmati sarapannya tiga potong sandwich dan susu coklat hangat yang sengaja ia bawa ke sekolah.


Berbeda dengan siswa lainnya Keila berhasil masuk ke sekolah internasional itu berkat bantuan keluarga Yuda.


Kenapa bisa begitu?

__ADS_1


Itu karena kakek Keila dan kakek Yuda bersahabat akrab sejak muda. Jadilah kakek Yuda yaitu tuan Sasongko selalu membantu kebutuhan sahabatnya itu termasuk pendidikan si cucu yaitu Keila.


"Hai gendut! Badanmu sudah seperti bab* apa kau tidak ingin diet? Bisa-bisa pintu sekolah tidak muat saat kau melewatinya!" kata Yuda yang di iringi tawa satu kelas.


Wajah manis Keila memerah karena malu dengan ucapan Yuda barusan. Ia menelan susah payah kunyahan sandwich di mulutnya. Keila meletakkan potongan sandwich kembali kedalam kotak bekalnya. ia terdiam menunduk.


"Dasar gendut! Jelek! Dekil lagi!" tambah Cleon.


Yuda tersenyum mendengar Cleon mengatai Keila.


"Cukup Cle jangan membuat si cantik ini menangis sedih" ejek Yuda sembari menirukan gaya orang menangis dengan ekspresi berlebihan.


Keila berdiri dari duduknya lalu berlari keluar kelas. Saat Keila berlari semua satu kelas kompak seolah terjadi gempa. Mereka berlagak terhuyung karena hentakan kaki besar Keila.


Yuda tertawa puas pagi itu ia terhibur dengan cara membully Keila teman satu kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2