
Pagi itu Yuda masuk sekolah dengan wajah lebam bekas berkelahi. moodnya sedang tidak bagus karena papi baru saja memarahinya tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah. Kebetulan di tepi lapangan basket Yuda melihat Keila sedang berbicara sembari tersenyum cerah dengan Farel anak kelas Ekonomi bisnis.
"Kemarin Radja sekarang Farel dasar genit!" gumam Yuda. Ia meraih sebuah bola basket lalu melemparkan dengan keras ke arah kepala Farel hingga Farel terhuyung dan jatuh.
Keila menoleh ke arah Yuda sembari ternganga kaget.
"Yuda?!"
"Gendut kau juga genit rupanya!" omel Yuda di dekat Keila.
"Genit apa?! Aku sama Farel sedang membahas pencalonan ketua osis!"
Kening Yuda berkerut ia menunduk memandang Keila yang terlihat sangat kesal. Keila membantu Farel untuk berdiri.
"Kau baik-baik saja? apa ada yang luka?" tanya Keila cemas.
"Kalau begitu aku akan ikut pencalonan ketua osis" kata Yuda mantap.
"Apa?" Keila dan Farel sama-sama terkejut. Siswa seperti Yuda biasanya tidak akan tertarik dengan hal yang berbau organisasi formal seperti ketua osis dan lainnya.
"Apa aku tidak salah dengar Yuda?" tanya Farel.
"Tutup mulutmu karena kau akan menjadi lawanku! Kita lihat siapa yang akan menang dan jadi ketua osis" kata Yuda sembari menarik kerah baju Farel.
__ADS_1
"Yuda lepaskan!" Keila yang prihatin melihat Farel di aniaya Yuda langsung mendorong tubuh Yuda hingga melepaskan cengkramannya di kerah baju Farel.
Siangnya setelah jam istirahat Yuda dengan seenaknya mengumpulkan para siswa di aula. Ia memberikan ultimatum pada para siswa agar memilihnya menjadi ketua osis.
Cleon dan Amanda sampai tidak habis pikir dengan Yuda.
"Bos kenapa harus mencalonkan diri jadi ketua osis? Nanti kita tidak bebas bolos sekolah dan berkelahi kita juga tidak bisa seenaknya lagi menggertak para siswa di sekolah ini secara bos jadi ketua osis!" bisik Cleon di dekat Yuda.
"Tenang, aku tidak bilang ingin jadi ketua osis aku hanya ingin tahu siapa yang lebih unggul aku atau cecunguk Farel!" kata Yuda sembari tersenyum licik melirik ke arah Keila berdiri yang juga sedang melihat kearahnya.
Kita buktikan saja Kei siapa siswa yang paling pantas jadi idola di sekolah ini termasuk jadi idolamu, sudah pasti cuma aku!
"Rel kau pasti menang di kompetisi ini jadi tenang saja aku mendukungmu!" kata Keila pada Farel.
"Sudah biarkan saja dia, Yuda memang begitu bukan? Sok kuasa dan tidak mau kalah dari siapapun!"
"Iya kau benar, padahal Yuda kan di luar sana sudah jadi mafia kecil" kata Farel yang spontan langsung menutup mulutnya.
"Apa tadi kau bilang? Mafia kecil?" Keila terkejut dengan apa yang ia dengar brusan.
"Yuda itu gemar berkelahi di luar sekolah Kei, lihat saja wajahnya lebam semua begitu. Kemarin aku dengar Yuda memukuli preman yang biasa memalak para pedagang dan anak sekolah yang lewat di dekat sekolah kita"
"Oh ya?" Keila tidak habis pikir ternyata leban di wajah Yuda hasil berkelahi dengan preman.
__ADS_1
"Yasudah aku ke kelas dulu ya Kei" Farel kembali kekelasnya. Sementara Keila ia juga berjalan memasuki kelas. Saat pintu kelas terbuka,
Byur.....! Seember kecil tepung tumpah mengguyur Seluruh badan Keila termasuk rambut dan wajahnya. Keila berdiri mematung mencerna apa yang menimpa dirinya.
"Wuuuuuuuuuuu genduttttt!"
Seisi kelas menyoraki Keila yang susah mirip badut sekarang. Ia berlari ketoilet.
"Pasti semua kerjaan Yuda! Memang ya dia tidak ada puasnya!" Keila menangis di toilet kali ini cukup lama ia menangis hingga tidak ikut pelajaran sekolah. Sementara Yuda yang membolos untuk merokok di kantin langsung di datangi Cleon yang terlihat senang sembari tertawa terbahak.
"Ada apa?" tanya Yuda ia mematikan rokoknya sebelum ketahuan pihak guru.
"Bos tahu nggak? Si gendut baru saja di kerjai dengan tepung. Sekarang dia sudah mirip roti gulung! Hahaha!"
"Keila di kerjai lagi? Siapa yang melakukannya?!"
"Amanda Bos, kenapa kok kelihatan tidak suka bukanya ini bagus untuk hiburan?"
Yuda mendorong kasar bahu Cleon ia berdiri dari duduknya.
"Dengar ya di sekolahan ini hanya aku yang boleh mengerjai Keila selain aku kalian jangan coba-coba padanya! Mengerti?!" Yuda memukul wajah Cleon dengan sekali hantam. Darah segar mengalir dari hidung Cleon.
"Kenapa Yuda marah?! Apa istimewanya si gedut sampai kita tidak boleh mengerjai dia?!" guam Cleon saat melihat Yuda berlari ke toilet siswi.
__ADS_1
Yuda menunggu Keila keluar dari toilet. Ia bersandar dinding sembari terdiam. Tidak lama Keila keluar dari dalam toilet setelah membersihkan diri meski masih ada sisa tepung di rambutnya.