Bocah Mafia Jatuh Cinta

Bocah Mafia Jatuh Cinta
Bab 3 Surat Cinta


__ADS_3

Pagi itu di sekolah sebelum jam pelajaran Keila terlihat bersembunyi di balik rak perpustakaan. Ia memandang dengan malu-malu seorang siswa kelas 3 bernama Radja. Diam-diam Keila menyukai Radja sejak pertama kali melihat siswa itu. Radja salah satu yang populer di sekolah ia pandai main basket dan juga mantan ketua osis. Berbeda dengan berandalan macam Yuda yang kerjaannya membuly setiap hari.


Keila memandang surat di tangannya, dengan jantung berdebar ia ingin memberikan surat itu untuk Radja. Ia sedang menunggu Radja melewati lorong di mana Keila berdiri sekarang. Dengan wajah merona malu dan menunduk Keila mengacungkan surat cinta itu dengan kedua tangannya. berharap Radja akan menerima surat darinya lalu membacanya dengan sepenuh hati jiwa dan raga.


"Binggo!"


Keila tersentak lalu mendongakkan wajah menatap sosok menjulang di hadapannya yang tentu dia bukan Radja tapi...Yuda!


"Hah kau?!" Keila berusaha sekuatnya merebut kembali surat cinta itu. Ia melompat-lompat untuk meraih surat yang sengaja di pengang Yuda keatas.


"Kembalikan padaku Yuda!" Keila terus saja mencoba merebut surat itu hingga ia menubruk tubuh jangkung Yuda dan terjatuh.


"Heghhh!" suara tertahan Yuda saat beban 70kg menindih tubuhnya.

__ADS_1


Keila menatap wajah Yuda, sangat dekat dan intens.


Dia tampan sekali, kenapa aku baru menyadari...


"Hei gendut! Aku bisa mati!" teriak Yuda. Para siswa dan siswi langsung mengerubungi keduanya termasuk Radja yang melihat Yuda sedang terlentang di lantai ditindih oleh Keila.


"Sedang apa mereka?" bisik para siswa.


"Beruntung sekali si gendut bisa dekat-dekat dengan Yuda"


Keila yang panik langsung berusaha bangkit dari atas tubuh Yuda. Ia berdiri merapikan seragamnya dan melirik malu ke arah para siswa dan siswi yang memandangnya dengan hina.


"Sejak aku melihatmu pertama kali...." Yuda mulai membaca surat cinta Keila untuk Radja.

__ADS_1


Keila menghentikan langkahnya dengan wajah semakin memerah karena malu. Ia menatap tajam ke arah Yuda sembari memperingatkan agar Yuda tutup mulut. Tapi percuma, dengan rasa senang yang luar biasa Yuda meneruskan membaca surat cinta Keila.


"Sejak pertama aku melihatmu aku terpesona dan ku akui aku jatuh hati padamu! ijinkan aku dekat dengan mu. Aku akan berusaha meluluhkan hatimu....Yuda!"


"Wuuuuuuuu!! huuuuuuuu!!"


Suara para siswa bergemuruh menyoraki isi surat Keila. Rupanya Yuda sengaja mengganti nama Radja menjadi namanya. Keila memejamkan matanya menahan malu. Ia mengepalkan keduan tangannya sembari berlari menangis ke toilet sekolah.


"Wah si gendut nekat juga ya! Dia menyukai Yuda hingga menulis surat cinta!" kata Cleon pada Amanda yang terlihat kesal.


***


Siangnya sepulang sekolah Yuda berada di barisan depan dengan motornya yang mahal. Ia memimpin gengnya untuk berkelahi dengan sekelompok preman yang sengaja memberi tantangan pada mereka. Yuda dengan antusias menggeber motornya. Tatapannya tajam dan penuh amarah. Ia segera tancap gas diikuti gerombolan gengnya termasuk Cleon yang tepat ada di belakangnya.

__ADS_1


Yuda tiba di lahan kosong tempat para preman menunggunya. Ia turun dari motor mengeluarkan tongkat baseball dari dalam tas ranselnya. Ia memulai perkelahian dengan para preman yang sangat di takuti di ibu kota. Yuda dan gengnya babak belur tapi mereka berhasil mengalahkan dan memukul mundur para preman yang kerjanya setiap hari hanya memalak para pedagang kecil dan anak sekolah.


__ADS_2