
Tengah malam tiba, angin diluar terasa dingin menusuk tulang belulang. di tanah kosong jauh dari kota segerombolan anak muda ramai memacu kendaraaannya di soraki kumpulan penonton. suara bising kenalpot motor meraung, asap kendaraan itupun mengepul menimbulkan polusi. Yuda memacu motornya dengan kecepatan tinggi ia tidak ingin di dului oleh peserta balap liar lainnya.
"Bos Yuda!! Ayo pasti menang!" teriak Cleon yang setia di pinggir lapangan.
Dari belakang susul menyusul motor dengan kecepatan yang juga tinggi mencoba menyalip Yuda untuk mengalahkannya. Yuda dikenal sebagai bos balap liar. Ia selalu menang dengan siapapun ia bertanding motor. Yuda tidak menginginkan hadiahnya yang memang menggiurkan ia hanya ingin menaklukkan jalanan dan mendapat pengakuan itu saja.
Grung...grung...grung!!
Suara deru kenalpot saat balapan mulai mencapi finish. Yuda melambatkan laju motornya sembari mengangkat tangan untuk selebrasi kemenangan. Cleon terlihat senang melonjak bahagia berlari ke arah Yuda di ikuti gerombolan gengnya. Mereka mengelu-elukan nama Yuda.
"Bos Yuda memang top!" kata salah seorang anggota geng.
Cleon menepuk bahu Yuda memberi selamat atas kemenangannya di trek balap liar malam itu.
Sementara di rumahnya Keila sedang belajar mati-matian agar nilainya tidak turun dan beasiswanya tetap bertahan di tangannya. Besok ada seminar kewirausahaan yang ia dan Farel akan presentasikan di hadapan pengajar dan para pemegang saham yayasan.
__ADS_1
Keila melirik jam di dinding kamarnya. Sudah larut malam ia juga sudah mengantuk. Keila memutuskan untuk segera tidur agar besok saat presentasi ia terlihat segar dan tidak mengantuk.
***
"Wah hebat sekali ya...." para siswa Internasional Business School terlihat bergerombol di sudut kelas. Mereka sedang menghaksikan potongan video balap liar tadi malam. Keila sama sekali tidak penasaran ia pergi ke kelas sebelah untuk menemui Farel.
"Keila coba lihat ini!" kata Farel menyodorkan ponselnya pada Keila.
Keila menatap layar ponsel yang memperlihatkan Yuda sedang memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
"Yuda menang balap liar tadi malam makanya pagi ini ia di elu-elukan para siswa. mereka kagum sama Yuda"
"Balapan liar kan berbahaya apanya yang di kagumi?!" kata Keila kesal sembari menyerahkan ponsel itu kembali ke Farel.
"Oh jadi kau tidak terkesima melihatku?" Yuda menempelkan kedua tangannya ke dinding mengunci Keila yang berdiri bersandar dinding kelas.
__ADS_1
Keila terlihat gugup, ia berada sangat dekat di depan hidung Yuda yang menunduk memandang matanya.
"Bukan...bukan begitu tapi balap liar memang berbahaya Yud" kata Keila ketakutan. Hidung mancung Yuda hampir menyentuh kulit pipinya. Keila memejamkan mata mencoba mendorong dada Yuda sekuat tenaga.
"Yud sudahlah lepaskan Keila, sebentar lagi kita ada presentasi" kata Farel menepuk bahu Yuda.
Yuda melirik Farel tidak suka. Tapi ia menuruti kata-kata Farel mengingat presentasi itu penting untuk keberlangaungan Keila agar tetap ada disekolah sampai lulus.
"Oke, silahkan tuan putri gendut semoga sukses dan kau tetap ada di sekolah ini biar aku bisa bermain-main denganmu!" kata Yuda diiringi tawa gengnya.
"Sudahlah Kei ayo kita bersiap" kata Farel sambil menarik lengan Keila.
Pemandangan yang sangat Yuda tidak suka, Farel berani sekali memegang lengan Keila di hadapannya.
Cari mati Farel! untuk apa dia memegang lengan keila? Dasar ganjen!...
__ADS_1
Sementara Farel yang tahu sebenarnya Yuda menyukai Keila diam-diam sengaja menggoda Yuda agar cemburu. Farel menganggap Keila sahabat terbaiknya ia tidak memiliki perasaan apapun pada Keila kecuali persahabatan.