Bocah Mafia Jatuh Cinta

Bocah Mafia Jatuh Cinta
Bab 5 Kemarahan Keila dan Kekalahan Yuda


__ADS_3

"Kei tunggu!" Yuda meraih lengan Keila dan menahannya agar tidak berjalan pergi. Dengan wajah marah Keila mendongak menatap Yuda.


"Puas Yuda?! Setiap hari kau membulyku seperti ini apa kau bukan manusia?!" mata Keila kembali berkaca-kaca.


"Kei bukan aku pelakunya tapi Aman..."


"Sudahlah!" Keila menghentakan dan menepis tangan Yuda yang sedang memegang pergelangan tangannya.


"Kei tunggu! Sungguh bukan aku pelakunya!" Yuda mencoba mengejar Keila untuk memberi penjelasan. Amanda dan Cleon melihat dari kejauhan.


"Cle mungkin tidak kalau Yuda suka sama si gendut itu?!" tanya Amanda. Feelingnya sebagai perempuan tidak bisa bohong ia tahu dari cara Yuda mengejar Keila itu terlihat berbeda.


"Tidak mungkin Yuda suka dengan Keila, dia itu hanya tidak mau siswa lain merebut mainannya itu saja"


Tapi Amanda masih tidak yakin, ia merasa ada yang berbeda dari sikap Yuda pada Keila.


***


Semua siswa dan staff pengajar International Business School berkumpul di aula sekolah. Sebentar lagi akan ada pengumuman siapa ketua yang akan menjadi ketua Osis.

__ADS_1


Yuda dan Farel berdiri di depan memberi sambutan. Sementara di sela sambutan Farel Yuda melihat ke arah pintu disana ada asisten pribadi ayahnya sedang mengamati situasi. Senyum hilang dari wajah Yuda. Ia mengepalkan kedua tangannya. Pasti ayahnya sudah mendengar tentang kompetisi pemilihan ketua osis dan Yuda yakin ayahnya ikut campur dalam kemenangan ketua osis yang sudah pasti Yuda lah yang akan menang.


"Tunggu! Mulai dari detik ini saya mengundurkan diri menjadi calon ketua osis dan Farel adalah pemenangnya!" kata Yuda yang membuat semua tercengang termasuk Keila.


"Apa maksud Yuda?" bisik semua siswa.


"Begini teman-teman kemenanganku pasti sudah diatur oleh ayahku, bukan begitu Mr. Shan?" Mr. Shan adalah ketua yayasan sekolah. Ia pasti melaporkan tentang pencalonan Yuda menjadi ketua osis pada tuan Pramana.


"Jadi Farel adalah pemenangnya!" kata Yuda lalu pergi meninggalkan aula.


Keila terdiam memandang Yuda yang berjalan pergi. Ia mendekati Farel untuk memberi selamat.


"Aku hanya pemenang pengganti Kei, pemenang yang sesungguhnya itu adalah Yuda. Dia rela mundur ketika tahu ada kecurangan. Jiak Yuda mau mudah saja ia mengalahkanku atau siswa lainnya tapi ia tidak melakukannya"


Keila terdiam ia sedang menghalau pikiran positifnya tentang Yuda. Karena Keila tahu setelah hari ini Yuda akan kembali bertingkah membuly dirinya lagi.


Keila menghela napas ia berjalan menuju kelas. Yuda terlihat meraih tas ranselnya lalu berjalan pergi meninggalkan kelas.


"Mau kemana Yud?" tanya Keila.

__ADS_1


"Bukan urusanmu!" jawa Yuda sabil berjalan pergi.


"Hei gendut! sadar diri jangan bernai mendekati Yuda!" Amanda mendorong bahu Keila.


"Siapa yang mendekati Yuda?"


"Jangan bohong gendut kau terlihat selalu mencoba mencari perhatian Yuda! Iya kan?"


"Aku tidak tertarik pada Yuda, dia boleh untuk mu saja!! Aku tidak peduli!" kata Keila pada Amanda.


Sepulang sekolah Keila mencari alamat rumah Yuda. Ia ingin mengembalikan jaket yang Yuda pinjamkan untuknya saat bajunya basah kemarin.


Taxi online yang Keila naiki berhenti di halaman rumah keluarga Sasongko. Pagar itu menjulang tinggi mengelilingi rumah yang luas. Di depan gerbang tampak dua orang berpakaian serba hitam dengan wajah kaku yang jauh dari kata ramah.


"Mencari siapa?!" tanya seorang pria berbaju hitam itu pada Keila.


"Yuda ada?"


"Tuan muda tidak bisa di ganggu, ada urusan apa?"

__ADS_1


"Ini kalau begitu tolong berikan saja pada tuan muda" Keila menyerahkan tote bag berisi jaket Yuda yang sudah ia loundry. Keila permisi pergi. Ia berjalan kaki sembari menunggu taxi online yang ia pesan.


__ADS_2