
Kenan menerima pesan dari Keysha. Setelah membaca, Wajah nya berubah merah padam. Dia meninju tembok sekeras mungkin untuk meluapkan emosi nya.
"Aaaarrrggghhhh....!!!" Erang Kenan sambil terus meninju tembok hingga punggung tangannya terluka dan mengeluarkan darah.
Ibu Sarah yang tadinya ingin mengajak Kenan untuk makan malam pun langsung masuk ke kamar putranya.
"Ken... Stop!! Ken, jangan seperti ini.. Ibu mohon!" pinta Ibu Sarah dengan tangis kecil nya.
Ibu sarah sudah mengetahui semuanya dari Ayah Daru. Tak di pungkiri, dia juga merasa sangat sedih melihat putranya terpuruk.
Jika harus memilih antara Keluarga dan Cinta, tentu saja Kenan merasa sangat berat untuk menentukan pilihannya.
Kedua nya sama-sama penting dalam hidupnya.
Ibu sarah pun memeluk Kenan dari samping, mencoba menghentikan aksi Putranya.
"Jangan sakiti diri kamu sendiri Ken, Ibu juga sedih kehilangan Keysha. Namun semua sudah menjadi takdir kita. Perbedaan di antara kita memang sulit untuk di satukan. Namun jika Tuhan merestui, kalian akan kembali bersama. Percaya dengan Ibu. Kamu jangan lemah, kamu harus kuat. Kamu masih memiliki Ayah, Ibu dan Nana. Kami akan selalu ada untuk mu." Ibu Sarah menatap Sendu sorot mata Kenan. Putra nya saat ini sangat terpuruk dan butuh suport agar kembali bersemangat.
Kenan tak bergeming, entah apa yang di pikirkan saat ini. Tatapannya kosong, seperti orang depresi.
Ibu sarah pun mengambil kotak obat dan mengobati luka tangan Kenan.
Perlahan Ibu sarah membantu Kenan untuk berbaring dan beristirahat.
Setelah Kenan sedikit tenang, Ibu sarah pun meninggalkan kamar putra sulung nya.
.
.
__ADS_1
Sementara di kediaman Graham.
Acara pertunangan Mikel dan Keysha berjalan lancar. Dan mereka akan melangsungkan pernikahan 3 bulan mendatang.
Meskipun hanya keluarga inti saja yang menjadi saksi pertunangan itu, namun tak masalah karena mereka akan menggemparkan dunia dengan pesta pernikahan Mikel dan Keysha yang super mewah yang di gelar di bali dan Disney land, 3 bulan yang akan datang.
Ya, Mikel sudah tidak sabar ingin mempersunting Keysha. Gadis pujaan hatinya.
Keysha pun tersenyum getir untuk menutupi luka hatinya. dan dia lebih banyak diam tak menggubris obrolan semua orang yang ada di sana.
"Sayang.. Kamu ingin melaksanakan pernikahan di mana? Di luar negeri, atau di Bali..?" tanya Mikel yang sedari tadi terlihat paling antusias.
"Terserah kamu saja.." jawab Keysha singkat.
"Baiklah, kita menikah nya di jakarta saja, dan resepsinya akan di adakan di bali dan Disney Land. Kamu setuju?" tanya Mikel lagi.
Keysha hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
Namun dia tak ingin ikut campur masalah ini. Dia pun hanya diam saja.
Sementara Oma Daisy dan Nyonya Cassandra sedang membahas acar pernikahan Mikel dan Keysha.
Dan Tuan Albert tengah sibuk menerima telpon dan membahas pekerjaan.
"sayang, kau ingin mahar nya berapa? Uang dollar atau rupiah?" tawar Mikel sambil menggenggam salah satu tangan Keysha.
"apa saja yang penting ikhlas." jawab Keysha tanpa melihat ke arah Mikel.
"Kenapa? Hmmm? aku akan memberikan semua yang kamu mau Sayang, jadi katakan kamu ingin mahar berapa? Dan ingin hadiah pernikahan apa?" tanya Mikel yang terus memaksa.
__ADS_1
Mikel tak ingin moment penting ini nampak biasa saja. Dia ingin setiap moment, Keysha lah yang paling andil banyak dalam pernikahan merek nanti.
"Aku kan sudah bilang, terserah kamu saja..! Aku sedang tidak ingin membahas apa pun saat ini. Aku lelah, dan ingin beristirahat. Permisi..!" ketus Keysha menjawab pertanyaan Kenan.
Dan itu membuat semua orang terkejut melihat Keysha yang tengah marah.
Sedangkan Keysha langsung pergi dari ruang tamu menuju kamar nya. Dia ingin istirahat dan tak mau di ganggu saat ini.
"Mike, jangan di ambil hati. Key memang tadi pulang terlambat dari kantor. Mungkin dia memang lelah," seru Oma Daisy dengan senyum manis nya. Dia tak ingin keluarga Mikel sampai membatalkan acara perjodohan ini.
"Baik Nyonya Daisy," jawab Mikel dengan senyum yang di paksakan.
"jangan panggil nyonya lagi, kamu kan cucu mantu Oma. Panggil saja Oma." pinta Oma Daisy.
"Baik Oma.." patuh Mikel.
Setelah puas mengobrol, keluarga Albert pun pamit karena malam semakin larut.
"Terimakasih untuk jamuan nya malam ini Nyonya Daisy, kami pamit pulang dulu." ucap Tuan Albert.
"Sama-sama tuan, nyonya.. Saya sangat senang, karena kedekatan kita tak hanya sebatas pekerjaan saja, tapi juga sebagai keluarga." balas Oma Daisy dengan ramah.
Setelah berpamitan, Keluarga Albert pun langsung meninggalkan kediaman Graham.
Oma Daisy bernafas lega, karena akhirnya rencana dia berhasil.
Dan nama baik Keluarga Graham akan terus menjadu panutan dari keluarga konglomerat lainya.
******
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya😘😘