BUKAN JANDA PENGGODA

BUKAN JANDA PENGGODA
pekerjaan


__ADS_3

Hana memikirkan pekerjaan apa yang pas untuknya, uang tabungan makin menipis, kebutuhan semakin banyak untung Rio tidak minum susu Formula jadi lumayan ngirit.


"Nda...Ndaa.." tangan Rio bergerak-gerak diwajah cantik bundanya, Hana tersenyum kemudian menghibur Rio dengan memanyun manyunkan bibirnya, dan mengembungkan pipinya membuat Rio tertawa, apalagi setelah bibirnya dibuat bunyi seperti kentut.


Sambil mencari di Google pekerjaan yang cocok untuk ibu yang masih menyusui, matanya berbinar melihat ide bagus dengan membuka warung kopi tentunya modalnya gak terlalu besar lumayan laaahh.


"Sayaaaang... Bunda sudah menemukan pekerjaan yang pas untuk masa depan kita gak apa-apa hasilnya tidak terlalu besar yang penting cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya ditabung muaach muaach" Hana berbicara dengan Rio yang masih tak mengerti lalu menciumi pipi bakpau Rio.


...


"Hei Hana buat apa itu tukang diterasmu?" tanya bu Lilis tukang kepo dan gosip sambil nunjuk teras rumah Hana yang tak terlalu luas, "Buka warung bu juga pakai WIFI nanti, jadi untuk ibu-ibu gratis ya, kalau yang lain bayar hehe" ucap Hana santai sambil tersenyum memikirkan pasti akan ramai warungnya apalagi akan ada karyawan pembuat makanan masa kini yang lagi viral di Cafe-cafe.


Sedangkan bu Lilis cuma ber oh dan meninggalkan Hana yang masih senyam senyum sendirian.


Sore telah tiba, tukang bangunan sudah 80% menyelesaikan pekerkaannya.


"Bang gimana besok kira-kira sudah selesai gak?" tanya Hana penuh rona bahagia melihat proyek kecil nya akan seperti yang iya inginkan, "besok beres kok neng Hana cantik" ucap tukang sambil menggoda.


Cafe kecil yang akan Hana kasih nama "Bidadari Cafe", bukan tanpa alasan Hana memberi nama cafe itu dengan bidadari karena cafe mininya akan dihias cantik dan berharap banyak pemuda pemudi untuk mengunjungi dan mencicipi makanan yang juga akan tertata cantik yang akan sayang kalau langsung dimakan tentunya akan dicekrek dulu hahaha begitukan masa kini.

__ADS_1


Hana memilah koki yang pas untuk di Cafenya, tapi pilihannya lebih banyak koki laki-laki, mungkin memang benar kalau laki-laki saat memasak, masakannya terasa sempurna dan pas, dibanding perempuan kadang keasinan, atau kurang pas.


"Halooooo..."


"Iya ini siapa?"


"Saya Hana apa benar ini mbak Mita?"


"Iya benar kenapa ya?"


Setelah ngobrol panjang lebar Mita menyetujui agar besok dia kerumah Hana untuk interview, tentu saja Hana merasa lega karena sudah menemukan koki yang pas terlebih dia wanita, karena Hana malas mendengar gosip tetangga jika harus laki-laki kokinya.


....


Hari yang indah matahari menyinari bumi dengan sempurna, banyak harapan pagi dan menyemangati diri sendiri kemudian juga mengaminkan sendiri harapan mereka bahkan di story whats app, facebook sampai instagram banyak kata-kata inspirasi setiap pagi.


"Semangat pagi... Semoga barokah"


"Berfikir positif hari ini akan jadi hari bahagia"

__ADS_1


"Awali pagi dengan positif agar bisa lewati hari ini dengan penuh senyuman"


"Semangat pejuang receh"


Begitulah kira-kira isi dalam hati bahkan di story atau teriak sebelum mandi.


Hana juga berharap dilancarkan pekerjaan yang iya pilih.


"Assalamu'alaikum..." wanita cantik pagi-pagi sudah dirumah Hana, namun masih kalah cantik sama Hana apalagi masalah body, Hana memang sangat ideal meski punya anak satu, tetap tak merusak keindahan wajah dan tubuhnya.


"Wa'alaikum salam" jawab Hana sambil menggendong Rio kemudian membukakan pintu, "ini pasti mbak Mita ya, ayo ayo silahkan masuk, maaf ya berantakan hehe" ajak Hana dengan senyum manisnya, Hana memang memikat hati apalagi saat tersenyum lesung pipinya membuatnya tambah manis.


Mita menganggukkan kepalanya dan melihat ruang tamu Hana yang kecil tapi rapi dan tertata cantik dengan sofa minimalis warna biru.


"Gak usah repot-repot mbak Hana, duuuh lucunya ganteng bnaget anaknya bak, pipinyaaa embuuuul", Mita memuji Rio yang menurut Hana berlebihan, Mita tak ingin Hana repot-repot bikin air apalagi sambil gendong Rio.


"Makasih tante cantik, ini cuma teh saja diminum ya" jawab Hana sopan sedangkan Rio nyengir memperlihatkan giginya yang masih ada delapan.


Kemudian kereka berbicara apa saja yang akan ditugaskan untuk Mita.

__ADS_1


__ADS_2