
Han mengantar Hana kerumahnya, Hana melambaikan tangan setelah mengucap terimakasih, Han tidak mau diajak mampir, karena dia lapar dan ingin segera makan, bahkan tadi perutnya sudah berbunyi lumayan nyaring, hingga Hana mendengar suaranya, membuat Hana tak nyaman juga karena dirinya perut Han sampai keroncongan.
Tiba-tiba ada pak RT mengetuk pintu, baru saja Hana merebahkan Rio dikamarnya.
"Tok..tok..tok Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam" Hana menjawab sambil terburu-buru membukakan pintu karena takut membangunkan Rio yang sedang tertidur pulas.
Untung rumahnya minimalis jarak antar kamar, ruang tamu, kamar mandi, dapur serba dekat.
"Silahkan masuk pak RT, duduk dulu" ucap Hana sopan.
Hana kedapur untuk membuat teh, untung punya persediaan air panas ditermos, Pak RT ternyata berdua dengan tangan Kanannya yang bernama Rudi.
"Silahkan diminum pak"
__ADS_1
Pak RT melihat sekeliling rumah Hana, dan kagum dengan kebersehian dan kerapian tata an perabotnya hingga terlihat cantik seperti pengguninya, ehh.
"Kok repot-repot dek Hana, maaf jika kedatangan kami mengganggu, karena saya lihat dek Hana baru pulang tadi diantar mobil, sama pacarnya ya?"
"Maaf pak itu cuma teman saya, kebetulan tadi saya ke makam suami saya, ternyata dia juga ke makam, pulangnya saya bingung cari ojek, makanya dia nganterin saya pulang katanya kasian, Rio kepanasan". Hana menjelaskan dengan detail agar tak ada salah faham.
"Alasan" gumam pak Rudi.
"Oh iya pak RT ada apa ya kemari? emm eh maksud saya karena pak RT biasanya selalu ada kepentingan kalau kerumah warganya" tanya Hana dengan santai dan tersenyum dengan lesung pipi yang membuatnya terlihat lebih manis.
Setelah pak RT menjelaskan panjang lebar, Hana mengerti, rupanya ada yang membencinya disini hingga dia difitnah membangun Cafe pelanggannya pada berbuat zina, padahal Cafenya terbuka mana mungkin pelanggannya berzina di Cafe, dan lebih parahnya Cafe akan ditutup sementara, tentu saja Hana tidak mengizinkan, kasian bang Udin dan 2 karyawan lainnya, kalau Hana sendiri tak menghawatirkan dirinya, karena unagnya masih cukup untuk beberapa bulan kedepan.
Setelah pak RT menyetuji permintaan Hana, pak RT pamit dan akan kembali besok sesuai janji.
Hana bernafas lega, entah siapa yang tega memfitnahnya, sudahlah lebih baik tak usah difikirkan.
__ADS_1
...
"Nda..Nda.. huwaa huwaaa" Rio menangis ditengah malam tak biasanya iya seperti ini, biasanya hanya merengek dikasih ASI langsung tidur kembali.
Hana bangun dan menggendong Rio, "Sayang kenapa badanmu panas sekali, ditengah malam begini bunda bingung harus bagaimana?"
"huwaaa huwaaa huwaaa"
Rio menangis kencang, Hana mengompres keningnya, dan mengambil minyak telon, untuk dikulkas ada persediaan jeruk nifis.
Hana memeras jeruk nifis dan dicampur minyak telon untuk dikurap pada Rio, tetap saja Rio menangis, dan akhirnya Hana membawa Rio keluar rumah untuk ditengkan.
"Ada apa dek Hana kenapa anakmu menangis?" tanya pak aryo tetangganya, "badannya panas pak mau dibawa kedokter sata takut malam-malam begini" Jawab Hana sambil menepuk2 pantat Rio pelan.
Sekitar Jam 2 dini hari Rio baru tertidur di gendongan Hanapun turut tidur duduk dikursi sambil menggendong Rio.
__ADS_1
Begitulah ibu dia yang akan selalu ada untuk melindungi anaknya.
Tidak salah jika syurga dibawah telapak kaki ibu, walau banyak juga seorang ibu membuang anak kandungnya sendiri, mungkin hatinya sudah tak ada.