
Hana bangun sambil memegang Rio digendongannya, hari sudah pagi, hari ini mulai aktivitas seperti biasa, Hana ingat pak RT akan mengunjungi Cafenya.
Rio sudah mendingan, hanya saja nafsu makannya belum normal seperti biasa, dan tidak aktif juga seperti biasanya. Terpaksa Hana bekerja sambil menggendong Rio, meski Hana Bosnya tapi Hana tetap bertanggung jawab dengan tugasnya.
Pukul 12 siang pak RT dan pak Rudi berkunjung, "Silahkan duduk disana pak, pilih saja menu yang bapak suka, pak Rudi juga jangan sungkan".
Pantas banyak bapak-bapak yang suka Hana memang dia menarik, seksi lagi, kalau istriku tau aku memujinya pasti dia akan marah, tapi kenapa banyak ibu-ibu yang tidak suka padahal dia baik sepertinya. Gumam pak Rudi sambil memandang Hana yang menuju meja kasir.
Tak lama ada pasangan yang sudah terbilang dewasa datang dengan bergandengan tangan, sebelumnya tidak pernah mereka kemari, mungkin baru tau tempat ini pikir Hana.
Pasangan itu duduk bersampingan, pak RT mengawasi setiap yang datang ke Cafe, pak RT langsung merah padam ketika melihat pasangan dibelakangnya berciuman ditempat umum, dia langsung marah, tapi masih ditahan dia ingin menyelesaikan ini secara baik-baik, pak Rudi diperintahkan untuk mempotret pasangan tersebut, kemudian pak RT dan pak Rudi beranjak berdiri.
__ADS_1
"Yes berhasil" bisik wanita itu pada pasangannya, entah siapa dalang dibalik semua ini.
"Permisi mbak Hana boleh saya bicara empat mata?" tanya pak RT tegas.
"Boleh pak RT mariii" Hana mempersilahkan pak RT masuk sedangkan pak Rudi menunggu diluar setelah menyerahkan hasil potret tadi.
...
Hana terkejut dengan foto tersebut, ini foto di ambil baru saja dan di Cafenya sendiri, waktu dan tanggalnya jelas dan juga bukannya ini pelanggan baru yang tadi datang memang saling menggenggam, Hana mengernyitkan dahi mengingat wajah mereka berdua yang tidak begitu jelas karena sedang berciuman.
Cobaan apa lagi ini? Hana menjerit dalam hati.
__ADS_1
"Saya menyetujui ini bukan karena membenarkan apa yang pak RT katakan tapi memang tak pernah ada yang berbuat hal seperti ini sebelumnya, hanya saja tadi itu, mungkin mereka sengaja menjebak saya", Hana menarik nafas panjang, menahan air mata yang akan tumpah.
"Oke kalau saya harus pergi dari sini, saya akan mencari tempat yang jauh dari fitnah dan gosip, dan tidak salah menilai antara mana yang benar dan slaah". Hana sengaja menekan kata-katanya agar pak RT sadar dia bukan seperti apa yang difikirkan.
Pak RT melihat Rio yang digendong Hana, dia merasa iba tapi harus bersikap tegas juga, pak RT menahan salivanya saat tak sengaja melihat dada Hana yang memang berisi, pakaian Hana memang hanya daster, tapi tetap saja lekuk tubuhnya terlihat.
Hana membalikkan badan, pak RT semakin melotot saat melihat bokong Hana, dia kembali menelan salivanya, tatkala Hana berjongkok untuk mengambil mainan yang dipegang Rio jatuh.
"Pantas saja para ibu-ibu membenci Hana mungkin mereka iri dengan kecantikan dan keseksiannya" Gumam pak RT dalam hati.
"Selama ini Hana juga tak pernah menggodaku, atau barusan dia sengaja berjongkok untuk menggodaku ya? hanya saja tidak secara langsung, bahaya kalau istriku tau niiih" pak RT kembali berfikir jernih dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ada apa pak RT? besok saya akan siapkan kepergian saya pak secepatnya saya akan pindah" ujar Hana tegas.
Pak RT tampak bingung, pikiran mesumnya berkeliaran diotaknya.