BUKAN JANDA PENGGODA

BUKAN JANDA PENGGODA
Tertarik


__ADS_3

Jay merasanga sangat tersaingi dengan sepupunya tapi mau gimana lagi Han memang sempurna meski terkenal sombong padahal hatinya baik.


"Aaaauuuw" Han kaget karena minuman tumpah yang mengenai bajunya.


Hana menggendong Rio dan menghampiri meja yang ditempati Han.


"Maaf kak aku tidak sengaja" Ucap gadis muda yang sangat merasa bersalah. Han hanya diam menahan kemarahannya, untung hari ini hari minggu, tapi dia akan ada pertemuan sebentar lagi.


"Maaf atas kerusuhan ini, kalau mas merasa tak nyaman bisa bersihkan dikamar mandi" ucap Hana sopan.


Han mengangguk "Dimana kamar mandinya?" tanpa menatap Hana disampingnya.


"Mari saya antar" ajak Hana, "Aku mau ikut ya mbak cantik" goda Jay, Hana cuma balas semnyuman.


"Mereka saudara atau bukan sih? beda banget sombong banget nih orang" gumam Hana.


Han yang mengikuti Hana merasa tertarik dengan Rumah minimalis yang tertata cantik seperti orangnya, "jadi dia sudah punya anak kenapa masih terlihat seperti perawan sih" gumam Han.


"Kalau mas butuh celana atau baju ganti saya ada peninggalan almarhum suami saya" tawar Hana.


Hah? jadi suaminya meninggal, kenapa aku ingin jadi penggantinya yaa, gimana yaa cara dekati cewek ini, aku bodoh soal wanita. Han diam membuat Hana heran.

__ADS_1


"Jadi gimana mas?" tanya Hana yang sedikit kesal karena merasa tak dihiraukan.


"pa.. pa.. paa.. pa..." Rio ikut berbicara, "ini om sayang bukan Papa" jelas Hana.


seketika Han mencium Rio yang menurutnya menggemaskan, Rio malah minta gendong, jarang sekali bisa langsung mau pada orang asing, padahal banyak bapak-bapak yang mendekati Hana dengan mendekati Rio dulu tapi Rio malah menangis.


...


Jay heran karena sudah menunggu cukup lama sampai iya bosan dan kekenyangan menghabiskan semua pesanannya tadi.


Apa aku susul sana ya kak Han.


...


Hana diam sungguh dia teringat suaminya, perawakan Han mirip suami Hana, tapi tidak dengan mimik wajahnya, suami Hana murah senyum dan ketampanannya masih kalah dengan suami Hana.


"Kenapa diam? apa kamu tidak ikhlas meminjamkan aku pakaian milik suamimu" tanya Han.


"Maaf mas aku hanya teringat suamiku" jawab Hana sendu.


"Lama sekali kak Han, ini bukan baju yang tadi deh kayaknya, ini baju dan celana siapa kak?" tanya Jay heran.

__ADS_1


yang ditanya tidak menjawab malah langsung berjalan langsung ke arah parkiran, beruntung Hana membeli rumah dengan sedikit lahan kosong disampingnya, ternyata sekarang berguna untuk area parkir.


Hana hanya memperhatikan dengan wajah datar tak menyangka iya merelakan pakaian suaminya untuk orang asing itu.


"Aku rindu kamu mas" lirih Hana dengan air matanya yang tak bisa dibendung lagi.


Bang Udin melihat Hana dari kejauhan kenapa tiba-tiba Hana menangis, padahal setiap harinya dia selalu ceria.


Tak terasa sudah petang, besok Hana minta libur karena iya ingin mengajak Rio ke makam ayahnya, setelah kejadian kemaren dia sangat ingin pergi ke makam suaminya.


Dengan becak Hana menuju jalan raya.


Blouse hitam pas body, dan rok span hitam panjang membuat Hana tambah terlihat cantik dan seksi.


*Dasar janda gatel pakaian kok kayak gitu sih?


Mau kemana Hana pasti mau godain laki orang?


kenapa Hana berpenampilan seperti itu? dasar janda penggoda*.


Begitulah isi ceramah ibu-ibu tetangganya, padahal Hana biasa saja dan tak ada niatan appapun apalagi sampai menggoda laki-laki.

__ADS_1


__ADS_2