
Tiba-tiba Han datang ke rumah Hana, "Rupanya ada tamu ya?" tanya Han.
"Kekasih Hana" Han memperkenalkan diri pada pak RT.
"pak RT", jawab pak RT dengan tegang
Apa mungkin dia melihat mata jelalatanku tadi ? , gumam pak RT dalam hati.
Hana malah terkejut dengan pengakuan Han.
"Jadi pak RT untuk apa kesini?, kerumah kekasih saya?" tanya Han tegas.
Setelah pak RT menceritakan kejadian sebenarnya, Han mengangguk mengerti.
"Kalau menurut saya pak RT tidak bisa langsung menutup Cafe atau mengusir Hana dari sini"
Han menarik nafas panjang
"Hana ini seorang janda bukan karena bercerai pak, tapi suaminya meninggal, dan dia harus membiayai hidupnya juga hidup anak yatim ini".
Han bangun sambil mencium Rio, kemudian kembali menjelaskan lagi pada pak RT.
"Ok kalau Cafe ini akan ditutup, karena ada bukti, tapi tentang fitnah bagaimana pak RT, kalau hanya berdasarkan katanya tanpa bukti bagaimana menurut pak RT?"
__ADS_1
Han tak memberi kesempatan pada pak RT untuk berbicara, sedang pak RT terlihat diam dan berfikir, dia memikirkan bagaimana jika istri dan anaknya ad adiposisi Hana? menurutnya Hana perempuan yang kuat dan mandiri, bisa melewati masa sulit seperti ini.
Mungkin orang hanya melihatnya dari luar saja terlihat tanpa beban, tapi nyatanya, sama saja dengan para istri lainnya ketika suaminya meninggal.
"Pak RT, bukankah kita harus menyayangi anak yatim, apalagi ini masih sangat balita".
Han kembali mencuium Rio, mengelus rambut Rio dengan kasih sayang yang tulus.
Hana malah bingung dengan sikap Han yang sok kenal dan sok dekat.
"Hemmm maafkan saya dek Hana, benar kata nak siapa tadi?"
"Han"
"Iya nak Han, maaf atas segala kesalahan saya, mulai sekarang Cafe saya tutup, tapi dek Hana tetap tinggal disini nanti saya kasi modal agar bisa buat usaha yang lain". Pak RT meminta maaf dengan tulus, Hana bisa melihat itu.
"Yasudah pak RT pulang saja, urusannya kan sudah selesai" Han menimpali ucapan Hana.
Apa-apaan mas Han, gumam Hana
"Permisi dek Hana dan dek Han", Pak RT berdiri dan keluar dari rumah Hana.
Pak RT mengajak pak Rudi untuk pulang dan menjelaskan tentang ceramah Han barusan.
__ADS_1
Sampai dirumah pak RT langsung memeluk anaknya yg masih umur 7 tahun bermain di halaman, kemudian mencari istrinya, yang ternyata ada di dapur, lalu langsung dipeluk juga istrinya yang sedang menggoreng ikan. Istrinya heran, pasalnya suaminya sudah tak pernah romantis lagi beberapa tahun kebelakang ini.
Cintaila istrimu, puji masakannya, puji rupanya, jika ada gaji lebih bebaskan dia jalan-jalan dan berbelanja, sungguh mudah membahagiakan hari istri kan para suamiii?
....
"Terimakasih mas Han, atas bantuannya barusan", Ucap Hana.
Han berlalu pergi tanpa pamit.
Dasar aneh... Gumam Hana.
.....
Hana memberitahukan kepada semua para pekerja di Cafe, semuanya turut sedih, dan semuanya tampak curiga karena ini benar-benar ada yang aneh, setelah pak RT ke Cafe baru ada yang melakukan hal seperti itu, begitulah fikir mereka.
Tapi mereka tak berani bicara, membunag fikiran negatif, ambil saja hikmahnya, akan ada pelangi setelah hujan kan?.
Mereka tau kepribadian Hana, jadi mereka yakin Hana takkan lemah.
Semuanya kini membereskan Cafe, dan sudah ada tukang yang membongkar Cafe dengan rapi.
Hari semakin sore, Rio hanya gendong saja, hingga bahu Hana terasa sakit karena Berat badan Rio yang semakin bertambah.
__ADS_1
Hana menidurkan Rio dengan hati-hati, kemudian iya renntangkan tangannya dan memijat bahunya.
Rasanya sakit semua badanku.... Gumam Hana