
Gelap, suasana yang dirasakan di bawah ruang bawah tanah begitu mencekam jiwa dari beberapa prajurit yang kini berada disana.
Tempat yang begitu misterius dan membuat rasa cemas menyelimuti suasana.
Prajurit-prajurit itu mengendap-endap di dalam sana sembari membuka satu persatu pintu yang mereka lewati dengan sangat hati-hati. Namun, saat mereka mendapati beberapa orang di balik jeruji besi yang sedang terdiam dengan lemah, prajurit-prajurit itu langsung menghancurkan jeruji besi tersebut menggunakan tembakan peluru dari senjata api yang mereka gunakan.
Jeruji besi pun telah hancur, keberadaan para sandera membuat seorang pria tersenyum puas karena dia berhasil menyelamatkan para sandera tersebut.
Namun, hal yang tidak terduga berada di depan matanya saat pemuda itu mengalihkan pandangannya untuk melapor kepada rekannya.
Sebuah pistol disodorkan begitu saja kepadanya dengan tanpa alasan.
"Qin Chen! Kamu terlalu mengurusi semua sandera yang sudah ku bawa dengan susah payah kemari!" seru seorang prajurit yang dimana, dirinya adalah seseorang yang menodongkan pistolnya kepada seorang prajurit lainnya yang bernama Qin Chen.
"Apa maksudnya ini?" tanya Qin Chen sembari menutup luka tembakan untuk menjaga agar darah yang keluar tidak berhamburan begitu saja.
"Dasar kuno! Dunia ini perlu perubahan dan seorang nasionalis sepertimu tidak akan mengerti akan hal itu!" ketus prajurit itu dengan nada sombongnya.
Pandangan mata Qin Chen mulai buram, tubuhnya sudah mulai melemah. Dirinya telah kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.
Qin Chen pun terjatuh dengan lutut yang membentur lantai dengan sangat kuat. Meskipun begitu, Qin Chen berusaha untuk menggerakkan tubuhnya.
Namun, apa dayanya. Sebuah tembakan kembali diarahkan kepadanya dan tepat sasaran ketika mengenai dahi Qin Chen hingga dunia pun mulai terlihat buram hingga kegelapan muncul setelahnya.
Tidak ada sesuatu di dalamnya, Qin Chen hanya dapat melihat sebuah kehampaan yang tidak dia mengerti sama sekali.
Qin Chen memutuskan untuk berjalan di dalam kehampaan tersebut dengan kebingungan. Dia terus melangkahkan kakinya meskipun tidak ada arah tujuan sama sekali disana.
Hanya suasana gelap dan hening yang membuat sepi di dalam hati Qin Chen mulai melonjak ke dalam kepribadiannya.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang baru saja terjadi?" bingung Qin Chen dan semua ingatan tentangnya mulai samar begitu saja.
Hanya ada sekilas bayangan yang terlihat di dalam benaknya, Qin Chen merasakan haus yang luar biasa sehingga membuatnya merasa bahwa tenggorokannya mulai kekeringan.
Hingga saat tumpahan air yang tepat membasahi tubuhnya, Qin Chen pun tersadar dari kehampaan itu.
"Aku ingat!" seru Qin Chen dengan sedikit berteriak dan membuat orang-orang di sekitarnya merasa bingung.
"Apa yang kamu ingat? Dasar sampah tidak berguna!" seru seorang wanita dengan nada jijiknya.
Qin Chen menyapu pandangannya dengan teliti, dia bingung karena saat ini ada orang-orang yang merupakan aktor dalam pikirannya.
"Kenapa orang-orang itu berpakaian seperti itu? Memang terlihat cantik! Tapi, bukankah di zaman modern ini mereka tidak menggunakannya lagi?" batin Qin Chen masih dengan rasa penasarannya.
Karena Qin Chen tidak menjawab wanita yang sebelumnya bertanya, dia pun akhirnya mendapatkan serangan lagi dari air yang langsung ditumpahkan kepadanya.
Saat ini, perasaan dingin pun dia rasakan.
"Haha? Apa salahnya jika seorang majikan menyiksa budaknya?" ketus seorang wanita dengan tawanya yang terus terngiang di dalam pikiran Qin Chen.
Tiba-tiba saja, sebuah informasi masuk begitu saja ke dalam pikirannya dengan sangat cepat hingga membuat pikiran Qin Chen terasa sedikit kesakitan.
Qin Chen menjatuhkan dirinya, dia menekan kepalanya karena terasa seperti sengatan yang kuat dan menyiksa kepalanya untuk waktu yang entah sampai kapan berhenti.
"Sudahlah! Tidak perlu mengurusinya lagi! Sebaiknya kita tinggalkan saja dia di hutan ini agar binatang buas yang memangsanya!" ucap seorang wanita yang memberikan saran kepada teman-temannya.
Angin menerpa pepohonan, sejuk terasa di dalam tubuh seorang gadis yang kini telah merasa bahwa pikirannya telah damai.
Gadis itu mengusap lengan satunya dengan lengan lainnya untuk merasakan sensasi lembut dari kulit yang dia miliki.
"Putihnya!" gumam gadis itu dengan rona merah yang menghiasi wajahnya.
__ADS_1
Gadis itu kini mulai mengintip ke bagian dadanya. Namun, dia sedikit kecewa karena tubuhnya tidak memiliki aset yang cukup memuaskan. Meskipun begitu, gadis ini kini tersenyum kebingungan.
Dia melihat sebuah sungai yang terletak tidak jauh dari sana. Gadis itu melangkahkan kakinya dengan lemah untuk segera sampai di sungai yang terlihat tenang.
Setelah beberapa saat, gadis itu kini bercermin di aliran sungai dan keterkejutannya sungguh membuatnya semakin bingung hingga menelan ludahnya dengan paksa.
Dia mengusap wajah cantiknya, dia melihat rambut panjangnya yang berwarna putih dengan mata indahnya yang berwarna merah.
Gadis itu kini benar-benar merasa bahwa dunia sedang bercanda terhadapnya. Tapi, ini adalah kenyataannya.
"Aku masuk ke tubuh seorang gadis cantik?" batin Qin Chen dengan sangat terkejut.
"Ini pasti bercanda bukan?" batin Qin Chen dan mulai mengarahkan lengannya ke benda pusaka yang biasanya dia dapat rasakan yang berada di antara kedua pahanya.
Saat dia melakukan hal itu, wajahnya kembali memerah karena dia tidak menemukan benda yang tidak asing itu disana.
Qin Chen kembali meneguk ludahnya dengan kasar, dia pun akhirnya berteriak sekencang-kencangnya di dalam hutan itu.
Tiba-tiba saja, mendengar suara teriakan dari Qin Chen. Beberapa binatang buas melesat dengan cepat yang mengarah ke arahnya. Qin Chen tidak menyadarinya sama sekali, dia hanya terus bingung dengan dirinya yang telah menjadi sosok seorang gadis yang sangat cantik.
"Padahal aku sama sekali belum pernah menikah! Tapi, kenapa aku harus bereinkarnasi menjadi seorang gadis? Memang cantik! Tapi, akuโ"
Qin Chen merasa lapar. Dia bingung untuk mencari makanan, hanya ada air yang berada tepat di depan matanya. Alhasil, Qin Chen hanya meminum air sungai itu hingga merasa cukup puas untuk memenuhi perutnya yang benar-benar kosong.
"Jadi, gadis ini bernama Qin Aouxue? Jiwaku masuk ke dalam tubuhnya ketika dia sekarat?" gumam Qin Chen dengan terus memikirkan tentang ingatan dari pemilik tubuhnya saat ini.
Tanpa terasa, suasana di dalam hutan mulai berubah. Qin Aouxue merasakan keanehan tersebut, intuisi seorang prajurit tetap melengkapi Qin Chen yang sekarang berada di tubuh dari seorang gadis yang bernama Qin Aouxue.
Merasa bahwa dirinya terancam, Qin Aouxue mulai mempersiapkan dirinya. Dia mengambil beberapa batu yang ada di sisi sungai untuk berjaga-jaga.
Tiba-tiba seekor harimau melompat ke arahnya dengan auman yang sangat kuat sehingga para wanita yang telah meninggalkan itu tersenyum puas dengan penuh kemenangan.
__ADS_1
"Itu pasti suara dari seekor harimau! Dia pasti telah mati dibunuh oleh harimau itu! Misi kita sukses! Ayo kita pergi!" seru seorang wanita berambut coklat yang mulai mengajak kepada teman-temannya untuk pergi dari sana karena misi yang mereka kerjakan telah sukses sepenuhnya.