
Perdebatan antara Qin Aouxue dan monster iblis itu pun terus berlanjut hingga membuat Xiao Meimei kebingungan.
"Hei! Hei!" ujar Xiao Meimei yang terus berusaha untuk menyadarkan Qin Aouxue.
Setelah Qin Aouxue kembali dalam kesadarannya, dia mengerti akan sesuatu tentang monster iblis yang telah diserap olehnya. Dia pun telah berdamai dengan monster itu dengan perjanjian bahwa Qin Aouxue akan membuat tubuh untuk monster iblis itu sedangkan monster iblis itu akan membimbing Qin Aouxue dalam hal kultivasi.
Tiba-tiba saja seekor monster terlihat di depan mereka, Qin Aouxue yang kini telah memiliki sebuah pedang yang diambil sebelumnya dari para pria yang merupakan kelompok dari tunangan Xiao Meimei kini telah dia genggam dengan begitu erat.
Menyadari bahwa Qin Chen menatap terkejut ke belakang Xiao Meimei, dia pun ikut memutar kepalanya dan melihat sosok monster kecil yang ada di belakangnya.
"Kenapa harus ada banyak monster?" batin Xiao Meimei kebingungan.
"Hei, Iblis! Apakah aku bisa mengalahkannya?" tanya Qin Aouxue ke dalam pikirannya.
"Kamu bisa mengalahkannya, monster yang saat ini berada di depanmu hanyalah monster kecil! Setelah kamu membunuh monster tersebut, segera serap jiwa monster itu!" ucap monster iblis yang berada di dalam diri Qin Aouxue.
"Aku mengerti!" ucap Qin Aouxue dan langsung melesat dan berhadapan dengan monster yang ada di depannya.
"Hei! Kenapa kamu sangat pemberani! Kamu bahkan hanya seorang kultivator di ranah penempaan tubuh tingkat awal!" teriak Xiao Meimei yang bingung.
Saat pertarungan antara Qin Aouxue dan monster kecil itu berlangsung, di sisi lainnya tepat di sebuah kuil dengan nuansa kuno terdapat seorang pria yang baru saja membuka matanya.
Cahaya terang melesat ke langit, cahaya berwarna putih yang terang itu membuat semua orang menyaksikan bahwa sebuah keajaiban sedang terjadi.
"Lihat itu! Cahaya putih! Akhirnya ada seorang jenius dari kota Han kita!" seru beberapa orang yang bersemangat tentang kelahiran dari sosok seorang jenius.
Pria yang baru saja menerobos ke alam pengembara itu tersenyum di hadapan keluarganya.
"Bagus! Sangat bagus! Di usia yang muda kita telah memiliki seorang penerus yang sangat berbakat!" seru seorang pria paruh baya dengan bangga sembari melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah pria yang baru saja menerobos.
__ADS_1
"Garis darah apa yang kamu peroleh, Nak?" tanya pria paruh baya itu dengan penasaran.
"Aku mendapatkan garis darah Kura-kura cahaya, Ayah!" jawabnya dengan bangga.
"Bagus! Sangat bagus! Akhirnya keluarga kita memiliki seseorang yang berbakat sepertimu dengan memperoleh garis darah dalam urutan lima garis darah terbaik! Kamu akan menjadi seorang kultivator yang terkuat di kota ini!" seru pria paruh itu dengan bersemangat.
"Itu sudah tentu, Ayah!" ucapnya dengan senyuman yang menyeringai.
Semua orang pun mulai bubar dari sana, menyisakan seorang pria yang saat ini kembali berkutivasi di sana.
"Tuan muda! Sepertinya, Nona Xiao telah melarikan diri dari kediaman Xiao!" ucap seorang pria misterius yang baru saja tiba disana.
"Benarkah? Itu bagus, pernikahannya tidak terjadi dan aku adalah orang yang akan menikah dengannya!" ucap pria itu dengan senyuman penuh kemenangan.
"Lu Fan! Mulai sekarang, Kamu tidak dapat menandingi ku dan kamu saat ini sudah tidak layak lagi berebut denganku!" batin pria itu dan mulai menutup matanya.
"Sedikit lagi, kamu bisa naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi!" ujar monster iblis yang berada di dalam diri Qin Aouxue.
"Hei! Apakah tidak masalah jika aku baru saja menerobos lalu menerobos lagi hanya dalam waktu satu hari?" tanya Qin Aouxue dengan kebingungan.
"Itu tidak masalah! Memang kenapa kamu bertanya tentang hal aneh itu?" jawab iblis itu yang kembali bertanya kepada Qin Aouxue.
"Bukankah proses kultivasi itu sangat lama?" tanya Qin Aouxue yang mulai kebingungan.
"Itu benar! Hanya saja, karena saat ini kamu masih di ranah penempaan tubuh. Masih cukup mudah untuk terus naik tingkatan!" ucap iblis itu yang mengatakan bahwa karena tingkatan Qin Aouxue saat ini masih rendah, dia mampu untuk terus meningkatkan kultivasi dari Qin Aouxue.
"Baiklah jika seperti itu!" gumam Qin Aouxue dan langsung mendapatkan pelukan lagi dari Xiao Meimei.
"Kamu benar-benar hebat! Hanya seorang kultivator di ranah penempaan tubuh bahkan bisa mengalahkan banyaknya monster! Hei, sebenarnya apakah kamu benar-benar seorang budak?" tanya Xiao Meimei penasaran.
__ADS_1
"Apakah Kamu penasaran? Kamu bisa membeli informasi ini dengan harga tubuhmu!" ujar Qin Aouxue dengan bersemangat.
"Aneh sekali! Seharusnya itu ucapan dari seorang pria! Tapi, jika kamu menginginkan tubuhku, aku tidak masalah sih! Hahaha!" jawab Xiao Meimei dengan gembira.
Perjalanan mereka berdua cukup lambat dikarenakan monster-monster yang terus menjadi penghambat mereka. Oleh karena itu, kini empat orang pria kembali muncul tepat berada di belakang Qin Aouxue dan Xiao Meimei.
Ketika sebuah serangan tembakan diarahkan kepada Qin Aouxue, dia tanpa sadar langsung refleks menghindar dari serangan tembakan pisau itu.
Melihat ada yang menyerang dari belakang mereka, Xiao Meimei menajamkan pandangannya dan berkata, "Orang yang menyebalkan ini terus saja menggangguku! Kita harus melarikan diri dari sini segera!"
"Kenapa harus pergi? Bukankah sebelumnya aku telah mengalahkan mereka bertiga dengan mudah?" tanya Qin Aouxue kebingungan.
"Yah, itu tidak dapat disangkal! Memang kamu telah mengalahkannya, mungkin dia ceroboh sebelumnya! Kali ini kita harus berhati-hati!" seru Xiao Meimei yang memperingati Qin Aouxue.
"Kamu tenang saja! Aku akan bertarung melawannya!" sanggah Qin Aouxue yang membuat Xiao Meimei kebingungan.
"Hei! Apakah Kamu tidak mengerti? Dia berada di ranah golden core tingkat akhir sedangkan kamu hanya seorang kulti akan yang baru saja menerobos ke tingkatan penempaan tubuh! Tingkatan mu dan Lu Fan benar-benar jauh! Kita harus segera pergi dari sini!" ujar Xiao Meimei dan langsung menggenggam lengan Qin Aouxue dengan erat.
"Xiao Meimei cantikku! Kamu tenang saja!" ucap Qin Aouxue yang membuat Xiao Meimei tersipu malu.
"Apa yang baru saja terjadi? Kenapa aku malu hanya karena perkataan dari seorang perempuan? Tidak, aku masih normal!" ketus Xiao Meimei.
Sedangkan Qin Aouxue telah berlari untuk menghadapi Lu Fan dengan percaya diri.
"Hanya karena telah menjadi seorang kultivator, bukan berarti kamu bisa melawanku dengan mudah dasar tidak tahu malu!" ketus Lu Fan sembari mengarahkan pukulannya mengarah tepat ke perut Qin Aouxue dengan serius.
Saat pukulannya hampir mengenai Qin Aouxue, dia terkejut karena Lu Fan tidak berhasil memberikan serangan kepada gadis lusuh di depannya.
"Bagaimana bisa ini terjadi untuk yang kedua kalinya? Bukankah aku sudah bergerak dengan cepat?" bingung Lu Fan dan sebuah sayatan menggores pipi dari pria tampan itu.
__ADS_1