Bukan Kultivator Imut

Bukan Kultivator Imut
Bab 9


__ADS_3

Semua peserta dipanggil satu persatu untuk turun ke dalam arena. Hanya ada sepuluh pemenang yang akan menjadi murid dari akademi Yuan.


Benar, Akademi Yuan lah yang mengadakan ujian ini. Akademi kultivator terbaik di kerajaan Zhou. Meskipun akademi ini tidak masuk ke dalam daftar akademi terbaik di kekaisaran Qinlong, akademi Yuan masih terbilang cukup baik karena seleksi penerimaan muridnya yang cukup ketat.


Satu persatu kultivator dengan ranah penempaan tubuh mulai bertarung. Pertarungan ini adalah pertarungan yang tidak adil karena semua pertarungan dilakukan secara acak.


Semua kultivator di ranah penempaan tubuh telah tereliminasi karena lawan mereka berada satu tingkatan di atas mereka dan saat ini adalah giliran dari Qin Aouxue.


"Qin Aouxue melawan Qin Yue!" seru seorang kultivator yang baru saja membacakan daftar jadwal pertarungan satu lawan satu.


"Itu dia keluarga Qin! Mereka memang curang! Hanya karena harta, mereka mendaftarkan diri mereka dan si budak berambut putih itu pasti kalah!" ujar semua penonton yang langsung mengira bahwa hal tersebut adalah hal yang akan terjadi.


Namun, mereka tidak mengetahui bahwa di tengah arena. Qin Yue tersenyum menyeringai dan berkata, "Tidak dapat ku sangka! Rupanya aku tidak berhasil membunuhmu, Xue'er!" ucapnya dengan nada pelan yang membuat siapapun tidak ada yang dapat mendengarnya.


Berbeda dengan kultivator yang saat ini berada jauh di atas langit, dia menatap tajam ke arah Qin Aouxue dengan perasaan bersalah.


"Xue'er! Maafkan Ayahmu yang tidak bisa menjagamu dengan baik! Kali ini, apapun yang terjadi! Ayah akan ada untukmu!" seru seorang kultivator yang saat ini melayang jauh di atas langit dengan tanpa ada seorang pun yang menyadari keberadaannya.


Qin Aouxue pun tersenyum sinis, "Apakah kamu siap dengan kekalahan mu untuk hari ini, Kakak?" tanya Qin Aouxue dengan nadanya yang meremehkan.


"Apa maksudmu?" tanya Qin Yue dengan tidak senang.


Pertarungan pun terjadi dengan cepat, Qin Yue yang merupakan seorang kultivator di ranah alam fondasi tingkat awal itu sangat percaya diri bahwa dia dapat mengalahkan Qin Aouxue dengan mudah.


Namun, serangan pertamanya dapat dihindari oleh Qin Aouxue dengan begitu mudah dan membuat semua penonton kebingungan.

__ADS_1


"Bukankah gadis berambut putih itu adalah seorang budak? Kenapa dia tidak mengalah?" tanya beberapa penonton yang merasa bingung dengan apa yang saat ini mereka saksikan.


"Ah! Aku juga tidak mengerti ini! Ini benar-benar aneh sekali! Bukankah Qin Yue merupakan Nona muda dari keluarga Qin? Lalu, siapa sebenarnya gadis berambut putih itu? Kenapa mereka berdua memiliki marga yang sama?" tanya penonton lainnya yang juga ikut tidak mengerti.


"Xue'er! Ayah percaya padamu!" ucap seorang kultivator misterius yang berada jauh di atas langit dan mulai bergerak dengan cepat ke arah lainnya.


"Kali ini aku akan membuatmu kesakitan!" teriak Qin Yue dengan percaya diri sembari memberikan setangkaian serangan energi spiritual yang ditembakkan kepada Qin Aouxue dengan jumlah yang cukup banyak.


Qin Aouxue bisa menghindari serangan-serangan tersebut dengan begitu mudahnya. Ketika sebuah kesempatan emas dia dapatkan, Qin Aouxue pun langsung menyerang Qin Yue dengan cepat.


Serangannya tepat sasaran mengenai perut Qin Yue yang membuat gadis itu terhempas jauh keluar arena.


Semua penonton dibuat terkejut karena bakat bela diri dari seorang kultivator di ranah penempaan tubuh awal yang mampu mengalahkan seorang kultivator di ranah alam fondasi awal dengan tanpa terluka sedikitpun.


Pemenangnya telah ditentukan, Xiao Meimei langsung berlari dan memeluk Qin Aouxue dengan sangat bahagia.


Pertarungan terus berlanjut, saat pertarungan Su Ruoli, dia dapat dengan mudah mengalahkan lawannya dengan sekali serangan karena Su Ruoli berada di ranah alam fondasi tingkat menengah sedangkan lawannya adalah seseorang yang berada di alam fondasi tingkat awal.


Meskipun perbedaannya hanya berbeda satu tingkatan saja, kekuatan yang diberikan itu jauh berbeda dari apa yang telah diperkirakan.


Su Ruoli menang dengan tanpa rasa bangga sama sekali, semua orang hanya berpendapat bahwa Su Ruoli adalah seorang gadis dingin yang menyeramkan.


Sedangkan di dalam hati Su Ruoli, dia bahagia bukan main.


"Wah! Hebat sekali aku ini!" serunya sembari berjalan dengan dingin dan dirinya melihat Qin Aouxue dengan penuh kebanggaan, "Bagaimana dengan kemampuanku ini, Xue'er? Bukankah aku adalah orang yang pantas menjadi kakakmu?" teriak Su Ruoli di dalam hati dengan nada percaya dirinya dan kesombongannya.

__ADS_1


Qin Aouxue tidak membalas tatapan dari Su Ruoli, itu benar-benar membuat gadis itu kini marah di dalam hatinya.


Qin Aouxue saat ini menatap sosok seorang pemuda yang pernah ditemui olehnya, pria itu adalah pria yang sebelumnya pernah mengajak Xiao Meimei berbicara di tengah kota Han.


Ketika pembawa acara menyebutkan nama dari seorang gadis, senyuman menyeringai pun mulai terlihat di wajah pria yang saat ini sudah menunggu di bawah arena.


"Haha! Aku akan membunuhmu!" ketus pria itu sembari menatap Qin Aouxue dengan tajam.


Qin Aouxue langsung melompat ke bawah arena, dirinya sedikit bingung karena pria itu langsung meminta agar Qin Aouxue bersujud dan memohon maaf kepadanya karena dia telah berbuat salah.


Namun, Qin Aouxue tidak merasa pernah berbuat salah sama sekali.


"Untuk apa aku melakukan itu?" tanya Qin Aouxue dengan meremehkan.


"Apakah kamu bodoh? Saat ini lawanmu adalah aku! Kultivasi ku berada di tingkatan yang sangat jauh denganmu? Percaya atau tidak, mungkin saja aku akan secara tidak sengaja membunuhmu?" ucap pria itu dan membuat semua orang berpendapat sama.


"Hee, memangnya siapa kamu ini? Dasar sombong sekali!" ujar Qin Aouxue yang masih tetap tidak mempercayai perkataan dari pria di depannya.


Pria di depannya bernama Zhou Chen, dia merupakan seorang putra mahkota dari kerajaan Zhou yang saat ini merupakan seorang kultivator jenius karena di usia mudanya dia bahkan telah mencapai ranah alam pengembara yang merupakan tingkatan yang cukup tinggi.


Sedangkan Qin Aouxue hanyalah seorang kultivator di alam penempaan tubuh, awal dari kultivasi. Dia tidak mungkin bisa menang melawan pria yang saat ini berada tepat di depan matanya.


"Bagaimana pun juga, aku tidak pernah bersalah dan aku tidak mungkin bersujud memohon ampun kepada mu dasar konyol!" seru Qin Aouxue yang langsung mengejek.


Tiba-tiba saja, mendengar sebuah penghinaan. Zhou Chen langsung melesat dengan cepat tanpa disadari oleh Qin Aouxue sama sekali. Tubuhnya langsung remuk karena serangan pertama dari Zhou Chen.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa melihat pergerakannya?" batin Qin Aouxue kebingungan.


"Aku akan membunuhmu!" ancam Zhou Chen.


__ADS_2