
Gadis yang bernama Xiao Meimei itu pun akhirnya menendang Qin Aouxue dengan kasar, "Menyingkir dariku!" teriaknya dan langsung berdiri dengan sembari menepuk pakaiannya agar bersih.
Qin Aouxue terjatuh, sedangkan para pria itu mulai mengelilingi Xiao Meimei dengan serius.
"Sekarang kamu sudah tidak bisa melarikan diri lagi! Jadi, kembalilah bersamaku!" ucap salah seorang pria dan mengulurkan tangannya kepada gadis yang kini merasa waspada.
"Ada masalah apa dengan mereka? Sepertinya gadis itu terlihat tidak senang?" pikir Qin Aouxue yang mulai menerka tentang apa yang sedang terjadi.
Menyadari bahwa Qin Aouxue memperhatikan mereka, pria yang telah mengulurkan tangannya itu langsung mengepalkan tangannya dengan kuat.
Dia menatap sosok gadis yang kini duduk dengan pakaian yang lusuh memperhatikan mereka, gadis itu benar-benar membuat pria itu kini semakin jijik.
"Apa yang kamu lihat kaum rendahan?" ketusnya dengan jijik.
"Pergi dari hadapanku atau aku akan meminta bawahanku untuk membunuhmu!" lanjut pria itu yang langsung mengancam Qin Aouxue.
Saat pria itu akan memegang lengan dari Xiao Meimei, tiba-tiba saja sebuah batu melesat dengan sangat cepat dan melukai tangan dari pria itu. Qin Aouxue baru saja melemparkan batu itu dengan senyuman yang bahagia.
Namun, saat pria itu marah. Sebuah aura misterius membuat Qin Aouxue menelan ludahnya, "Apa-apaan itu?" batinnya yang saat ini terfokus untuk melihat sebuah sosok yang belum pernah dia lihat di kehidupannya yang sebelumnya.
"Apakah itu yang dinamakan aura dari energi spiritual? Mungkin begitu ya?" gumam Qin Aouxue dan langsung menghindari serangan dari pria yang tiba-tiba saja melesat menyerangnya.
Pria itu membulatkan matanya seakan-akan dia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Bagaimana mungkin? Aku bahkan tidak merasakan bahwa dia adalah seorang kultivator! Apa-apaan dengan ini?" pikir pria itu yang masih tidak percaya.
"Hanya beruntung! Aku akan membunuhmu!" ujar pria itu dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.
Namun, perkataannya sama sekali tidak sesuai dengan tindakannya karena saat ini Qin Aouxue telah melompat ke arah pepohonan dan membuat sebuah momentum dari kakinya yang mendorong dirinya agar mendapatkan gerakan yang cepat untuk melesat ke arah pria di depannya.
Satu pukulan kuat berhasil mendarat tepat di wajah pria itu yang kini telah terjatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.
"Sepertinya dia telah pingsan?" gumam Qin Aouxue dan kembali menatap ke tiga pria lainnya dengan menatap rendah.
__ADS_1
Qin Aouxue langsung bergerak dengan cepat sedangkan Xiao Meimei hanya terkejut dengan aksi seorang gadis lusuh itu.
Hanya dalam beberapa saat saja, Qin Aouxue berhasil menumbangkan semua pria itu.
Qin Aouxue langsung mengambil sisa ikan bakar miliknya dan menarik lengan Xiao Meimei untuk membawanya pergi dari sana.
Di dalam perjalanannya, Qin Aouxue memberikan Xiao Meimei beberapa ikan bakar untuk dimakan sedangkan Xiao Meimei hanya bingung dan malu terhadap budak yang menyelamatkan dirinya.
"Hei! Sebenarnya siapa mereka itu?" tanya Qin Aouxue yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya pada dirinya sendiri.
"Dia adalah tunanganku! Aku tidak mau menikah dengannya, itulah penyebab aku pergi dari rumah!" ucap Xiao Meimei yang mulai menjelaskan.
"Oh! Bukankah dia tampan? Kenapa kamu tidak menginginkannya?" lanjut Qin Aouxue yang semakin penasaran.
"Kamu aneh sekali! Padahal kamu seorang perempuan, tapi kenapa kamu mempertanyakan hal itu? Perempuan tidak hanya melihat dari ketampanan!" seru Xiao Meimei dengan sedikit meningkat nada bicaranya.
"Oh! Itu artinya kamu menginginkan pria yang kaya?" tanya Qin Aouxue yang masih penasaran untuk yang kesekian kalinya.
Hening, suasana di dalam hutan dan di sepanjang perjalanan mulai terasa hening saat gadis itu berpikiran akan kata cinta.
Sedangkan Qin Aouxue saat ini tengah berjalan dengan menatap kosong ke depan, dia masuk ke dalam pikirannya dan kebingungan akan siapa seseorang yang dia cintai.
Informasi-informasi mengenai ingatan tentang kehidupan masa lalunya mulai terlihat, mulai sedari kecil Qin Chen hanya mengenal tentang senjata dan kematian.
Tidak ada yang dia ketahui lebih banyak karena dirinya di besarkan oleh seorang tentara dengan Qin Chen yang pada saat itu tidak diketahui keberadaan dari orang tua yang telah membuangnya.
Qin Chen terus berlatih, di gunung, di hutan, di udara bahkan dirinya telah berlatih di kedalaman lautan.
Hari-harinya hanya tentang masalah pelatihan, pertumbuhan diri agar dirinya menjadi seorang prajurit terbaik di masa depan. Itulah mengapa hingga saat ini Qin Chen tidak mengerti tentang hal percintaan.
"Tubuhku sekarang seorang perempuan. Jadi, apakah aku akan mencintai seorang laki-laki? Tidak! Aku tidak mau!" batin Qin Aouxue yang berpikir bahwa dia harus memiliki seorang pria.
"Memangnya tipe tipe pria seperti apa yang kamu sukai?" tanya Qin Aouxue penasaran.
__ADS_1
Xiao Meimei mengentikan langkah kakinya, dia terpaku menatap langit dan mulai memikirkannya. Angin berhembus, daun-daun berterbangan di udara dengan Xiao Meimei yang mulai menjawab, "Mungkin, pria seperti seorang pahlawan!"
"Seperti seorang pahlawan, ya?" gumam Qin Aouxue sedikit takjub.
"Seandainya kamu pria, mungkin kamu adalah cinta pertamaku? Haha! Aku bahkan bisa berpikiran bahwa orang rendahan bisa menjadi seseorang yang aku cintai!" batin Xiao Meimei.
Tanpa disadari, seekor monster yang sangat besar telah berada di hadapan mereka. Qin Aouxue dan Xiao Meimei merasa terancam.
Monster yang tingginya telah menyamai ukuran pepohonan di dalam hutan itu kini menatap sosok Qin Aouxue dan Xiao Meimei dengan serius.
"Tubuh itu! Tubuh itu adalah milikku! Tubuh itu hanya boleh untukku! Aku menginginkan tubuh itu!" batin dari sebuah jiwa yang bersemayam di dalam tubuh monster itu.
Monster yang mengeluarkan aura berwarna merah api layaknya seperti seekor monster iblis terus-menerus menatap Qin Aouxue dengan tajam.
Qin Aouxue dan Xiao Meimei yang panik langsung melarikan diri bersama-sama.
Namun, baru saja mereka berdua berlari. Sejumlah energi spiritual mulai melesat ke arah mereka berdua dari monster itu dan membuat ledakan yang kuat terjadi disana.
Xiao Meimei terlempar cukup jauh dan kepalanya membentur sebuah pohon hingga dirinya tak sadarkan diri.
Berbeda dengan Qin Aouxue yang saat ini tubuhnya melayang di udara atas kendali dari monster yang kini matanya mulai berubah menjadi merah.
Monster itu membawa Qin Aouxue ke depan kepalanya dan fokus akan penglihatannya itu semakin ditingkatkan.
Secercah cahaya berwarna emas mulai terlihat dari atas dahi monster tersebut yang mulai keluar secara perlahan.
Saat cahaya itu keluar dari tempatnya, cahaya merah itu langsung melesat begitu saja dan masuk ke dalam tubuh Qin Aouxue yang langsung sebuah rasa hancur dirasakan olehnya.
Tubuhnya tidak bisa dia gerakkan sama sekali, "Aku baru saja merasa bahagia memiliki tubuh cantik ini! Tapi, apa-apaan ini? Kenapa aku harus mati secepat ini?" batin Qin Aouxue yang mulai kehilangan kendali atas kesadarannya.
Tiba-tiba saja, cahaya merah itu menampilkan sebuah ingatan yang samar di dalam pikiran Qin Aouxue. Ingatan yang benar-benar membuat keduanya kebingungan.
"Aku akan mengambil alih tubuhmu!" ucap cahaya merah itu dengan suara yang mulai menggema di dalam tubuh Qin Aouxue.
__ADS_1