
Zhou Chen berniat untuk membunuh Qin Aouxue, dia benar-benar kehilangan akal sehatnya untuk saat ini karena perkataan Qin Aouxue yang meremehkan dirinya.
Qin Aouxue benar-benar tidak mungkin bisa menang, dirinya terus mendapatkan serangan yang sangat kuat hingga tiba-tiba saja tubuh Qin Aouxue mulai bercahaya.
"Hei? Apa yang terjadi padanya?" tanya semua orang yang kebingungan.
Bukan hanya semua orang, Qin Aouxue sendiri tidak mengerti dengan apa yang saat ini sedang terjadi. Tiba-tiba seorang kultivator misterius jatuh dari atas langit dengan sangat cepat ke sebuah arena.
Kultivator yang berasal dari sekte Yuan merasa kebingungan, dirinya berniat untuk melawan seorang kultivator yang baru saja turun ke arena. Namun, pergerakannya menjadi kaku untuk seketika.
"Apa yang kau lakukan disini?" teriak kultivator itu dengan kasar.
Kultivator tersebut langsung melirik ke arah Zhou Chen dengan sinis, hanya dalam satu gerakan. Zhou Chen langsung dibanting jatuh ke arena yang mulai hancur karena tekanan bantingan yang sangat besar.
"Kamu berani-beraninya menyentuh Nona mudaku!" ketus kultivator misterius itu yang langsung membunuh Zhou Chen tepat dihadapan semua orang.
"Nona muda?" semua orang kebingungan dengan perkataan tersebut.
Seorang gadis yang mereka anggap sebagai budak itu ternyata merupakan seorang nona muda yang saat ini semakin membuat banyak pertanyaan di dalam pikiran setiap orang.
"Sebenarnya siapa sosoknya yang sebenarnya?" bingung semua orang.
Kultivator itu langsung memberikan sebuah pil yang berwarna emas dan membuat semua orang terkejut karena pil yang diberikan kepada Qin Aouxue merupakan pil yang sangat mahal harganya.
Saat pil itu masuk ke dalam tubuhnya, Qin Aouxue batuk dan mengeluarkan darah yang sedikit kotor.
"Apakah kamu bisa melihatnya? Dia meracuni Nona mudaku!" ketus kultivator misterius itu dan langsung membuat Qin Aouxue menutup matanya.
Kultivator itu melayang di udara dan memberikan tubuh Qin Aouxue ke seorang kultivator yang merupakan seorang tetua dari Akademi Yuan.
__ADS_1
"Aku akan menitipkan Nona mudaku di akademi mu! Jika dia terluka sedikit saja! Lihat saja bagaimana caraku menghancurkan akademi Yuan mu itu!" ancam kultivator misterius itu yang membuat semua orang kebingungan.
Dalam sekejap, kultivator itu telah menghilang keberadaannya dan membuat semua orang terpaku bingung melihat sosok seorang putra mahkota yang telah mati begitu saja di tengah arena.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?" bingung tetua dari Akademi Yuan dengan panik.
"Identitas dari gadis ini sepertinya sangat tinggi bahkan seorang bawahan dengan berani membunuh putra mahkota di kerajaan Zhou! Sepertinya Kamu harus melindungi gadis ini dengan baik!" ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul di belakang tetua yang merupakan seorang paruh baya.
Pertarungan pun kembali dilanjutkan, Su Ruoli dan Xiao Meimei adalah peserta yang terpilih juga untuk menjadi seorang murid di Akademi Yuan, mereka berdua merasa bahagia dan juga merasa penasaran dengan identitas Qin Aouxue yang sebenarnya.
Perjalanan panjang pun dilakukan setelah mereka berhasil menjadi sepuluh orang yang terpilih. Qin Aouxue baru saja bangun dari tidurnya, dia kebingungan karena dirinya masih bisa menggerakkan lengannya.
"Ah, rupanya aku masih hidup! Tapi, dimana ini?" gumam Qin Aouxue kebingungan.
"Kamu ada di kapal Akademi Yuan! Kita saat ini sedang melayang di udara untuk pergi ke akademi Yuan!" ucap seorang wanita dengan penuh hormat.
"Ah? Begitu rupanya, lalu dimana Xiao Meimei dan Su Ruoli?" tanya Qin Aouxue yang semakin penasaran.
"Kenapa perlakuannya begitu sopan terhadapku? Sepertinya ada yang salah! Tunggu dulu! Aku baru ingat, musuhku adalah seorang pria yang terlihat sangat luar biasa! Apakah mungkin sekarang jiwaku masuk ke dalam dirinya?" batin Qin Aouxue penasaran.
Dia pun langsung menyentuh pangkal pahanya untuk memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang aneh terjadi lagi padanya.
"Huft! Ternyata masih tidak ada! Aku benar-benar bingung dengan tubuh cantikku ini! Hahaha!" batin Qin Aouxue yang merasa sangat bahagia.
Setelah hal itu, wanita yang sebelumnya bersikap sopan itu mengundang beberapa pria tampan.
"Bagaimana dengan pria-pria ini, Nona?" tanya wanita itu penasaran.
"Apa maksudnya dengan pria-pria ini?" tanya Qin Aouxue dan beberapa pria tampan langsung melangkahkan kakinya mendekati Qin Aouxue.
__ADS_1
"Kami akan memberikan mu kenikmatan, Nona muda!" ujar seorang pria tampan yang langsung mengusap kepala milik Qin Aouxue.
Merasa terancam, Qin Aouxue langsung berlari dengan cepat ke arah luar kamar tersebut dengan ketakutan.
"Apa yang terjadi? Aku diculik? Tidak! Ini sangat berbahaya!" gumam Qin Aouxue dan dirinya mulai pergi keluar kapal.
Qin Aouxue terkejut karena saat ini dirinya berada jauh di atas langit dengan sebuah kapal yang melayang di udara.
"Kenapa kapal ini bisa melayang di udara dan bagaimana sekarang caraku untuk menyelamatkan diri dari tempat semacam ini? Kenapa aku harus berakhir dengan seorang pria! Ahhhh!" teriak Qin Aouxue yang ketakutan.
Sedangkan di sisi lainnya, seorang pria paruh baya baru saja berdiskusi dengan beberapa orang misterius.
"Apakah kalian benar-benar mampu untuk membunuh seorang nona muda yang dikatakan oleh orang-orang itu? Ingat, aku ingin gadis itu mati! Berani-beraninya di dalam kompetesi melakukan hal yang seperti itu pada putraku! Siapa sebenarnya orang itu! Aku benar-benar ingin membalaskan dendamku!" geram seorang pria yang saat ini duduk di sebuah singgasana.
"Tenang saja, Yang Mulia! Kami akan membunuh gadis itu dan membawa mayatnya ke hadapanmu! Jika perlu, kami akan membunuh orang yang telah membunuh Tuan muda!" ujar beberapa kultivator misterius yang saat ini berlutut ke arah seorang raja di Kerajaan Zhou.
Zhou Chen benar-benar marah dengan apa yang baru saja terjadi. Dia telah mengirimkan sebuah pesan terhadap putra satunya yang ternyata merupakan seorang kultivator yang juga murid dalam di Akademi Yuan.
Surat yang dia kirimkan berhasil sampai di akademi Yuan, sedangkan para kultivator yang saat ini berniat untuk pergi mengejar kapal Akademi Yuan tempat dimana Qin Aouxue berada, mereka semua tidak mungkin bisa pergi ke sana karena saat ini sosok dua orang kultivator telah muncul di hadapan mereka.
Seorang wanita berteriak ke arah sang raja saat menyadari sosok yang baru saja dia kenal berada tepat di depan matanya.
"Yang Mulia! Itu dia yang membunuh putra mahkota!" seru wanita itu yang mengarah kepada sosok seorang pria yang saat ini berada di samping pria satunya.
"Diam!" teriak pria satunya yang membuat semua orang tidak mampu bergerak karena terkejut.
"Wei Pan! Kenapa kamu membunuh putranya?" tanya pria misterius kepada sosok seorang kultivator yang sebelumnya membunuh putra mahkota.
"Karena dia telah meracuni Nona muda!". ucapnya dengan percaya diri.
__ADS_1
"Ho! Apakah kamu mendengarnya? Putramu telah meracuni putriku dan kematian memang pantas untuknya! Saat ini, aku ingin kamu bekerja untukku!" seru pria misterius itu kepada sang raja.
"Apakah Kamu gila? Tentu saja aku menolaknya!"