Bukan Kultivator Imut

Bukan Kultivator Imut
Bab 2


__ADS_3


Qin Aouxue berhadapan dengan seekor harimau yang saat ini telah melompat untuk menerkam dirinya.


Dia berguling untuk menghindari terkaman harimau itu, Qin Aouxue langsung melempari batu ke arah harimau itu dengan kuat.


Meskipun begitu, harimau yang dilempari batu olehnya tidak merasa terancam, harimau itu semakin mengamuk dan kembali melompat untuk mencakar Qin Aouxue.


Hingga saat harimau tersebut mengeluarkan cakarnya, dia mencakar Qin Aouxue yang melompat untuk menghindari serangannya.


Qin Aouxue melihat luka sayatan di tangannya dengan sangat marah.


"Berani-beraninya kau melukai kulit indah ku!" ketus Qin Aouxue dan langsung menjurus ke arah harimau. Saat tabrakan akan terjadi, Qin Aouxue dengan gesit berguling ke bawah harimau dan menendangnya dengan kuat.


Harimau tersebut terlempar ke udara, Qin Aouxue dengan gesit berdiri kembali dan langsung membanting harimau itu dengan sangat kuat ke bebatuan.


Selesai sudah pertarungannya, Harimau yang sebelumnya buas kini telah pingsan karena bantingan dari Qin Aouxue.


"Berani-beraninya hewan sepertimu menyentuh kulit indahku!" ketus Qin Aouxue dan mulai menjilati luka cakaran itu setelah dibersihkan dengan air sungai.


"Darahnya terasa nikmat!" gumam Qin Aouxue dengan penuh kebahagiaan.


Qin Aouxue kembali tersadar, "Tidak! Tidak! Aku tidak boleh seperti ini! Ini benar-benar sungguh tidak normal!" batin Qin Aouxue.


Dia kembali melihat harimau tersebut dengan bingung, membawa batu yang cukup kuat dan mulai membuka mulut harimau dengan sedikit usaha.


"Huft! Tubuh seorang wanita memang lemah!" keluh Qin Aouxue.


Dia memukul gigi taring dari harimau tersebut dengan kuat, bukan gigi harimau yang dia pukuli, Qin Aouxue hanya mencoba untuk mencabut gigi taring yang tajam itu untuk membantunya.


Setelah usahanya yang sangat keras, akhirnya dia bisa mendapatkan gigi taring dari harimau. Qin Aouxue langsung melangkahkan kakinya ke arah sungai.

__ADS_1


Dia masuk ke dalam sungai dengan perlahan, dia diam untuk waktu yang cukup lama demi menunggu mangsanya mendekati dirinya.


Ketika ikan-ikan banyak yang telah berkumpul, Qin Aouxue pun akhirnya menusuk beberapa ikan menggunakan taring yang dia dapatkan dengan sangat cepat.


Malam pun telah tiba, Qin Chen telah membuat api unggun di sana, ikan bakar yang telah matang pun dia cicipi dengan semangat.


"Huft! Akhirnya aku bisa makan ikan setelah lamanya berperang!" gumam Qin Aouxue yang langsung menyantap ikan bakar itu dengan rakus.


Ada banyak sekali ikan yang ditangkap olehnya, Qin Aouxue membakar ikan-ikan tersebut dan langsung melahapnya dengan rakus karena saat ini dirinya merasa sangat kelaparan.


Tiba-tiba saja, suara seorang gadis didapatinya tepat berada di belakang Qin Aouxue.


"Berikan aku makanan mu dan aku akan mengampuni mu!" ancam suara dari seorang gadis yang membuat Qin Aouxue kebingungan.


Qin Aouxue menoleh dengan rendah ke arah gadis yang terlihat sangat cantik meskipun arogan itu.


"Gila! Sepertinya aku hanya melihat gadis cantik! Apa dunia ini adalah tempat khusus untuk gadis-gadis cantik?" batin Qin Aouxue penasaran.


"Hah? Aku perhatikan sepertinya Kamu adalah seorang putri yang telah dibuang itu, bukan? Maksudku, bukankah Kamu telah menjadi seorang budak?" ketus gadis itu dengan nadanya yang tidak mengenakkan.


"Terlebih lagi, kamu bukanlah seorang kultivator! Aku bisa melukaimu jika kamu tidak mau memberinya!" lanjut gadis itu dan langsung melompat ke arah Qin Aouxue.


Ketika dirinya hampir memukul Qin Aouxue, pukulannya tidak mengenai gadis yang tetap tenang melahap ikan bakar sama sekali.


"Apa? Kenapa aku tidak mengenainya?" bingung gadis itu dan langsung kembali menyerang Qin Aouxue setelah kakinya telah bertumpu di tanah.


Lagi-lagi serangannya meleset tidak mengenai Qin Aouxue sama sekali, sedangkan Qin Aouxue mulai tersenyum menyeringai.


"Hei! Aku tidak merasa bahwa kamu adalah seorang kultivator! Tapi, kenapa kamu bisa menghindari serangan ku?" tanya gadis itu yang mulai kesal.


"Kultivator? Itu benar, dunia persilatan di dunia ini dimakan dengan sebutan kultivator dan mereka menggunakan metode kultivasi untuk memperkuat pondasi tubuh dan kekuatan mereka! Sedangkan tubuh ini sama sekali tidak pernah berkutivasi karena tekanan yang dia derita selama ini!" batin Qin Aouxue dengan serius.

__ADS_1


Dia menghabiskan ikan bakar di tangannya dan mulai berdiri untuk bertarung dengan gadis yang saat ini kebingungan.


"Kamu mengerti kultivasi, bukan? Jika begitu kenapa kamu tidak mengajarkan tentang kultivasi? Aku akan memberikan mu ikan bakar ini!" seru Qin Aouxue yang mulai bersiap dengan kuda-kuda miliknya.


"Apa maksudmu itu? Kamu berniat bertarung melawanku? Dasar konyol!" ketus gadis itu dan langsung menyerang Qin Aouxue dengan sangat cepat.


Qin Chen dapat membaca gerakan dari gadis yang menjadi lawannya, dia terus menangkis hingga saat sebuah kesempatan terlihat. Qin Aouxue langsung memegang satu lengan dari gadis itu dan langsung membantingnya ke tanah dengan sedikit kuat.


"Bagaimana bisa aku kalah dari seorang budak?" batin gadis itu kesal.


Qin Aouxue tidak sadar, dia baru saja membanting seorang gadis cantik yang kini pakaian dalamnya terlihat dengan jelas di depan matanya.


Pipi merah Qin Aouxue kembali menyebar dan menghiasi wajah cantiknya, dia benar-benar malu dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Ho! Warna putih!" seru Qin Aouxue dengan bergumam malu.


Gadis itu tidak peduli sama sekali, hanya seorang gadis lain yang melihat dal*aman nya bukan berarti sesuatu yang besar. Dia tidak akan pernah menyadarinya, bahwa sosok seorang gadis cantik yang baru saja membantingnya itu adalah seorang prajurit laki-laki yang berusia 32 tahun dan telah mati karena pengkhianatan rekannya saat mencoba untuk membebaskan sandera.


Qin Aouxue menelan ludahnya, dia menarik lengan gadis itu untuk membantunya berdiri. Namun, saat dirinya berusaha untuk membantu gadis itu berdiri, pijakannya saat ini terasa licin hingga dia pun terjatuh tepat di antara dua buah gunung yang membuat pipi Qin Aouxue menjadi memerah.


Tiba-tiba saja, suara seorang pria terdengar dengan jelas di pendengaran Qin Aouxue dan gadis itu.


Ketika Qin Aouxue mendongakkan kepalanya ke atas pepohonan, ada empat sosok seorang pria yang kini berada di dahan pohon.


"Apakah itu yang disebut teknik meringankan tubuh seperti yang terlihat di ingatan pemilik tubuh ini?" batin Qin Aouxue kembali mengingat tentang ingatan yang dia lihat.


Para pria itu turun ke lantai dengan melingkar dan mengepung Qin Aouxue dengan gadis tersebut.


"Kamu telah terkepung oleh kami, Xiao Meimei!" ujar seorang pria yang saat ini menajamkan pandangannya menatap ke arah gadis yang berada di bawah Qin Aouxue.


"Xiao Meimei? Sepertinya dia seorang bungsu dan sebenarnya apa yang sedang terjadi?" batin Qin Aouxue penasaran.

__ADS_1


__ADS_2