
Seorang gadis lusuh ditahan di depan pintu masuk toko dengan kesal.
"Hei! Aku punya uang untuk membayar pakaian disini!" ketus Qin Aouxue dengan kesal.
Tiba-tiba saja, seorang pria langsung menghampiri mereka dengan antusias. Pria itu langsung tersenyum kepada wanita yang menjaga pintu masuk itu dengan ramah.
"Aku akan membawanya masuk, itu benar bukan, Sayang?" ujar pria itu yang bertanya kepada Qin Aouxue dengan kedipan mata dengan tanda bahwa dia sedang menggoda Qin Aouxue.
Qin Aouxue sangat jijik dengan pria itu, dia pun langsung menendang pria itu dengan kasar.
"Siapa yang mau masuk bersamamu?" ucap Qin Aouxue dengan amarahnya.
"Hei! Kau harusnya senang karena aku mengajakmu masuk ke dalam dasar wanita rendahan!" ketus pria itu dengan kesal.
"Apakah kamu tidak mengetahui siapa diriku?" tanya pria itu dengan mulai menyombongkan dirinya.
Qin Aouxue hanya bersikap acuh tak acuh dengan tidak peduli terhadap semua perkataan yang keluar dari pria itu, "Apa aku harus peduli?" ucap Qin Aouxue dengan nadanya yang mulai meremehkan pria di depannya.
"Sialan! Cepat usir wanita rendahan itu dari sini!" teriak pria itu dengan amarahnya.
Namun, baru saja dia mengatakan hal tersebut. Seorang gadis cantik baru saja keluar dari toko itu dengan dirinya yang merasa tidak senang, "Siapa yang berani mengusir orangku?" tanya Xiao Meimei dengan tegas.
Semua mata pun tertuju padanya, semua pria langsung terkesima saat menatap gadis cantik yang baru saja keluar dari toko pakaian itu.
Sedangkan pria yang saat ini marah, dia belum melihat sosok dari Xiao Meimei hingga dirinya berani mengatakan, "Siapa kau yang berani beradu argumen denganku?" ketusnya bertanya dengan dirinya yang langsung menoleh ke arah belakang.
Dia berpikir bahwa gadis lusuh seperti Qin Aouxue hanya merupakan budak dari seorang pebisnis biasa karena penampilannya yang sangat kotor dan kusam.
Namun, apa yang dia saksikan di hadapannya membuat keringat dingin langsung membasahi punggungnya dalam waktu singkat.
"Bukankah itu adalah Nona muda dari keluarga Xiao? Sialan, kenapa aku harus berada di posisi ini!" batin pria itu yang mulai ketakutan.
__ADS_1
"Kamu berani?" tanya Xiao Meimei dengan nada dinginnya.
Pria itu langsung tersenyum canggung, dia memberikan hormatnya dengan cara membungkukkan tubuhnya ke arah Xiao Meimei dan melarikan diri dari tempat tersebut.
"Hm, rupanya dia merupakan tokoh yang sangat dikenal masyarakat?" batin Qin Aouxue yang mulai menerka dengan semua hal yang baru saja dia saksikan.
Xiao Meimei langsung menggenggam lengan lusuh Qin Aouxue yang membuat semua orang kebingungan.
"Apakah barusan aku tidak salah lihat? Nona muda keluarga Xiao menggenggam lengan dari budaknya, bukan?" semua orang bertanya-tanya tentang hal tersebut hingga waktu terus berjalan.
Kini, Qin Aouxue telah mengenakan setelan klasik oriental dengan nuansa kuno berwarna putih dan merah, dia keluar dari ruang ganti itu dengan semua gadis yang langsung menatap Qin Aouxue dengan sangat terkejut.
Sedangkan Xiao Meimei tidak kalah terkejutnya, dia dengan mata berbinarnya terus memandangi kecantikan yang terpancar indah dari wajah Qin Aouxue.
Dengan rambut putihnya yang berwarna putih, dengan model rambutnya yang sedikit bergelombang dan potongan yang pendek menambah kesan imut dalam diri Qin Aouxue tentunya, itu benar-benar dapat menarik perhatian dari semua orang disana.
"Ahh! Cantik sekali!" teriak Xiao Meimei dan langsung melompat untuk memeluk Qin Aouxue.
Setelah selesai, Qin Aouxue dan Xiao Meimei bergandengan tangan dan berjalan keluar dari toko pakaian dan membuat semua orang menjadi kebingungan.
"Bukankah itu adalah gadis yang merupakan budak dari Nona muda Xiao? Dia bahkan sangat cantik dan imut! Sialan aku jatuh cinta terhadap seorang budak!" ucap semua orang yang hampir menyamai perkataan kagum dari setiap mulut yang melihat Qin Aouxue.
Qin Aouxue berjalan di tengah kota. Saat ini, mereka berdua adalah pusat perhatian di kota Han. Semua mata pria tertuju kepada mereka berdua hingga saat seorang pria langsung menghadang mereka dengan seorang pria lainnya di belakang mereka.
"Halo, Mei'er! Lama kita tidak bertemu?" ucap seorang pria yang langsung menyapa Xiao Meimei.
Xiao Meimei nampak risih, Qin Aouxue pun dengan inisiatif langsung menundukkan kepalanya dan menarik Xiao Meimei untuk melewati kedua pria yang berada di depannya.
"Sepertinya dia risih dengan kehadiran kalian! Kami pergi dulu!" ucap Qin Aouxue dengan berani.
"Siapa kau?" tanya pria itu dengan kesal.
__ADS_1
"Aku bukan siapa-siapa!" jawab Qin Aouxue dan mereka berdua pun berlalu pergi dari sana.
"Sialan! Berani-beraninya pergi dengan semudah itu dari hadapanku, seorang putra mahkota!" ketus pria itu dengan kesal.
Kedua pria itu pun pergi dari tempat itu dengan cepat.
Sebuah Paviliun Pil terlihat di depan mata Qin Aouxue dan Xiao Meimei, itu benar-benar membuat Xiao Meimei tersenyum bahagia.
"Kita sudah sampai!" serunya dan langsung menarik Qin Aouxue berlari masuk ke dalam paviliun pil tersebut.
Baru saja mereka masuk ke dalamnya, seorang wanita muda menyambut kedatangan Xiao Meimei dengan bahagia, dia memeluk Xiao Meimei dan pandangannya terhenti saat menyadari bahwa Xiao Meimei datang ke sana bersamaan dengan seorang gadis cantik.
"Hei, kamu datang kemari bersama temanmu? Bukankah kamu berkata akan pergi ke sini seorang diri?" tanya wanita muda itu dengan penasaran.
"Oh, benar! Dia temanku! Dia bernama, eh aku juga belum mengetahui siapa namamu?" ujar Xiao Meimei yang mulai memperkenalkan tentang Qin Aouxue meskipun dia baru menyadari bahwa dia belum mengenal nama dari gadis yang dia anggap sebagai temannya itu.
"Namaku Qin, Qin.. Qin Chen! Uhuk! Maksudku, namaku adalah Qin Aouxue!" ucap Qin Aouxue dengan terbata-bata.
"Huft! Hampir saja!" batin Qin Aouxue dengan tenang.
"Kalo begitu, Xue'er salam kenal! Namaku Su Zhiyu!" ucap wanita muda itu dan langsung memeluk Qin Aouxue dengan sangat bersemangat.
Wajah Qin Aouxue memerah, itu karena pelukan yang dia dapatkan adalah pelukan yang benar-benar membuatnya merasa bahagia. Pria mana yang akan merasa biasa saja jika wajahnya ditempatkan di antara dua aset yang besar? Itu benar, aset milik Su Zhiyu terbilang besar hingga membuat Qin Aouxue malu karenanya.
"Kalian pasti lelah! Bagaimana jika kita pergi makan dulu ke dapur?" tanya Su Zhiyu yang langsung mengajak agar mereka pergi ke dapur untuk makan siang.
Qin Aouxue dan Xiao Meimei tersenyum dan segera bergegas untuk mengekor di belakang Su Zhiyu yang akan membawa mereka ke dapur.
Saat mereka bertiga sampai di dapur, seorang wanita lainnya terlihat menatap Qin Aouxue dengan sinis.
"Kenapa kamu datang kemari?" ketus wanita itu dengan kebencian.
__ADS_1