
#BUKAN_PENGANGGURAN_BIASA
#Part_08
Satu minggu berlalu...
Suasana masion sangatlah mewah karena Ardi sengaja menyiapkan pesta besar-besaran supaya istrinya senang akan anniversary yang ke satu tahun pernikahannya. Ia juga sengaja mengundang rekan bisnisnya supaya bisa melihat kelakuan mertuanya dan beberapa polisi juga berjaga untuk keamanan acara. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan dari keluarga istrinya.
Ibu: kalian sudah siap? Ibu gak sabar buat menghadiri acara ulang tahun pernikahan atasan kalian yang begitu mewah.
Mbak Laila: Baik, Bu. moga saja si miskin gak datang, nanti malu-maluin kita saja.
Ibu: Ibu juga gitu dn kalau mereka datang, kita anggap gak kenal sama dia atau kita permalukan dia didepan umum?
Mas Adi: ide bagus tuh, Bu!
Ardi yang membacanya hanya tersenyum miring dan menoleh pada tamu yang mulai berdatangan untuk menghadiri acara mewahnya.
"Selamat atas pernikahan yang kesatu tahun nya, Tuan," sapa beberapa tamu membuat Ardi tersenyum.
"Terima kasih kalian sudah datang, nikmati jamuan saya," senyum Ardi sehingga orang-orang itu tersenyum manis.
"Mas Ardi!"
Ardi tersenyum melihat istrinya mendekat dengan dress putih dengan sebuah liontin putih di lehernya membuat wanitanya begitu cantik sekaligus anggun.
"Ada apa, Sayang?"
"Kata Bibi ada kripik pedas, mana?" tanya Nadia penasaran sambil menatap sekeliling nya membuat Ardi paham kalau istrinya itu dibohongi supaya bisa di dandani tanpa banyak bicara.
"Nanti Mas kasih, kamu tenang dulu ya," senyum Ardi sehingga Nadia cemberut membuat Ardi gemes, ingin sekali ia menerkam istri gemesnya tersebut tapi ia harus ingat kalau acara sebentar lagi acara akan dimulai.
Tak lama, orang-orang yang ditunggu pun datang membuat Nadia langsung menggenggam tangan suaminya, ia takut dihina lagi.
__ADS_1
"Kalian ngapain kesini? eh, kalung siapa yang kau curi?" tanya Rania hendak menyentuh liontin Nadia tapi ditahan oleh Ardi.
"Jangan menyentuh punya istri saya, kau gak bakalan sanggup menggantinya," ketus Ardi membuat Rania tertawa sehingga beberapa orang menoleh kearah mereka. Ardi tersenyum tipis karena semuanya sesuai dengan rencananya, ia ingin orang-orang berfokus pada mereka saat ini.
"Kalung itu murahan, kalian aja miskin dan gak bakalan mampu beli yang mahal," ejek Ibu tajam membuat Ardi tertawa pelan.
"Kalung itu seharga 1 pesawat, mana sanggup anda membelinya," sinis Ardi dingin lalu pergi sehingga mereka tertawa.
"Selamat pagi, para tamu yang terhormat. saya sangat senang kalian semua menghadiri acara Anniversary sang pengusaha kaya bersama istrinya yang anggun. Setelah 2 tahun menyendiri, Tuan Muda sudah muncul kembali. silahkan kita sambut Tuan Ardian Wijaya berserta istrinya Nyonya Nadia," ucap MC itu sopan sehingga Ardi langsung menaiki panggung membuat keluarga Nadia membulatkan mata karena kaget.
"Ma, Ap-Apa ini mimpi?" gagap Mbak Laila kaget sekali.
"Ibu gak tau," balas Ibu tergagap kaget.
Sedangkan Adi menelan saliva saat Ardi memperkenalkan diri dihadapan semuanya, ia benar-benar tak menyangka kalau lawannya adalah pria berkuasa dan memiliki kekuasaan sekaligus kekayaan yang begitu banyak sekali.
1 jam berlalu...
"Mas, aku ngantuk banget," lirih Nadia jujur sehingga Ardi menoleh.
"Bibi, tolong antar Nadia ke kamar dan sekaligus buatkan susu hangat buat Nadia,"
"Baik, Tuan Muda,"
Nadia langsung mengikuti maid tersebut karena pengen sekali tidur dikamar.
"Selamat pagi, Tuan Ardian!"
Semuanya menoleh pada 2 polisi yang mendekat sehingga semuanya penasaran. "Itu dia!" jelas Ardi menunjuk kearah Adi membuat pria itu kaget.
"Pak, lepasin saya! saya salah apa?" berontak Adi kesal.
"Anda ditangkap karena sudah korupsi uang perusahaan milik Tuan Ardi, sekarang ikut saya ke kantor polisi untuk meminta keterangan," jelas Polisi itu membawa paksa Adi membuat Mbak Laila panik sekali.
__ADS_1
"Pak, lepasin suami saya!" isak Mbak Laila memohon tapi tak diubris oleh kedua polisi tersebut. "Br3ngs3k kau, Ardi! kau gak ada hati!".
"Gak ada hari dari mana? selama ini kamu hina saya sampai mengelapkan dana perusahaan, kau juga memotong gaji karyawan saja dan tak memberikan uang lembur sama mereka semua. Saya seperti ini karena kamu dan suami mu itu duluan," sinis Ardi tajam, pria itu lalu melirik pada Ibu mertuanya yang diam berbeda dengan Rania yang tersenyum padanya, membuat Ardi ngeri.
"Setelah acara selesai kalian pulang karena saya tak suka menampung orang-orang sombong kayak kalian," ketus Ardi lalu pergi.
"Ibu, aku gak menyangka kalau Mas Ardi itu kaya banget," jelas Rania setengah berbisik supaya tak didengar oleh siapapun.
"Kamu harus miliki suami Kakak mu itu, apalagi orang kaya harus memiliki penerus sedangkan Kakakmu itu mandul," jelas Ibu membuat Rania menoleh.
"Apa gak berbahaya, Bu?"
"Gak bakalan kok, ancam saja Kakak mu itu supaya mau menerima kamu sebagai madunya nanti, setelah menikah kamu bisa singkirkan dia," jelas Ibu membuat Rania tersenyum senang.
Tanpa mereka sadari seseorang tersenyum sinis memerhatikan kedua orang itu dan segera menelpon seseorang.
"Dia merencanakan sesuatu, Bang. Abang harus berhati-hati," balas Kevin lalu mematikan ponsel, ia langsung saja pergi untuk berangkat kuliah karena ia sengaja menunda berangkat, ia ingin sekali melihat acara Abangnya.
*
Setelah seharian berpesta, Ardi mendekati istrinya yang tertidur pulas. Ia membuka jas hitam berserta kemeja putihnya lalu meletakkannya keatas sofa. Ia paling suka beristirahat dengan bertelanjang dada karena lebih enak.
"Mas gak bakalan kasih kamu madu, Sayang. Mas bakalan buat mereka menderita," lirih Ardi berbaring lalu memeluk istrinya tersebut gemes.
Perlahan Nadia menggeliat kecil dan mulai membalas pelukan suaminya itu membuat Ardi terkekeh kecil. "Semoga kita dikasih kepercayaan menjaga baby," lirih Ardi mengusap kepala Nadia lembut. Nadia malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ardi sehingga pria itu terkekeh pelan dan mencium kening Nadia sekilas.
Ia lalu mulai memejamkan matanya karena mengantuk sekali, ditambah acara tadi sangatlah melelahkan. Ia juga harus ekstra menjaga istrinya karena takut keluarga istrinya berbuat macam-macam setelah mengetahuinya orang kaya.
Bersambung...
Saya gak up dulu ya. soalnya sibuk dunia nyata. Apalagi kondisi sekarang lagi demam hehe...
Bye all
__ADS_1