Bullying Or Love

Bullying Or Love
Jatuh


__ADS_3

Selamat membaca


~


Sebelumnya..


Yang ditanya hanya tersenyum sambil beranjak dari duduk kemudian berlalu dengan santainya meninggalkan Luna tanpa penjelasan satu katapun


**


Ditengah perjalanan Ghezy bertemu dengan Shela. Seperti biasa ia mendapat hinaan dari yang dulu pernah menjadi sahabat sekaligus teman tempat curahan hatinya


"Wah, wah, wah ada cewek peerebut posisi orang nih. Tumben jalan sendirian, tuh mata empat udah nggak mau temenan sama loe ya" Shela berbicara sinis bahkan dia menghadang ruang jalannya Ghezy, sampai-sampai membuat Ghezy harus berhenti dan tidak dapat mengindar


"Kenapa? udah nggak ada yang mau temenan sama loe, uh..kacian. Mangkanya jangan sok-sokan cari perhatian, pake ekting jadi pahlawan segala lagi" sambung Shela


Dengan semua yang dikatakan Shela biasanya ia masih bisa bertahan untuk tidak meladeninya tetapi tidak kali ini, dia dengan santai menjawab semua yang dikatakan Shela dalam satu tarikan nafas ia berkata


"Shela kamu gadis baik, cantik, dan pintar. Aku yakin kamu tidak mungkin tidak menyadari itukan. Harusnya kamu lebih bisa berbicara seperti layaknya gadis pintar dan baik, dengan tidak berbicara yang tidak-tidak seperti yang kamu lakukan sekarang ini" ujar Ghezy memberi arahan kepada Shela


Shela menyeringai "Oh..sekarang udah belajar jadi penceramah ya. Belajar dari siapa hah" ucapnya sambil mendorong pelan bahu Ghezy "Nggak usah sok jadi penasihat gue yah. Gue tahu mana yang bener dan salah, sedangkan loe hanya orang yang selalu menjegal sahabatnya sendiri untuk meraih kesuksesan"


"Shela, aku melakukan semua itu hanya untuk kamu dan juga sekolah kita, nggak ada maksud lain yang seperti kamu bilang tadi" Ghezy mencoba menjelaskan tetapi sepertinya usahanya sia-sia karena Shela sama sekali menelan mentah-mentah apa yang ia katakan


"Untuk diriku, benarkah ?. Bukankah untuk diri kamu sendiri supaya semua orang memujimu dan bangga padamu. Jadi jangan memutar balikan fakta deh Ghez" ia mendorong bahu Ghezy sampai Ghezy hampir terjatuh. Karena sebelum ia terjatuh seseorang menyangga tubuhnya


"Apa-apaan kamu Shel, gimana kalau nggak ada Alan tadi. Bisa-bisa Ghezy terluka karena tindakanmu itu" ucap Beni


Shela malah acuh kemudian berlalu pergi tanpa memperdulikan ucapan Beni kepadanya


Alan dialah yang menolong Ghezy. Saat Shela dengan cerobohnya mendorong Ghezy dengan kencang, pada waktu yang bersamaan Alan dan juga Beni tidak sengaja sedang berjalan mendekat kearah mereka sehingga berada tepat dibelakang Ghezy yang hampir terjatuh dan mengharuskan Alan dengan sigap menyangga tubuh Ghezy sehingga tidak terjatuh membentur lantai (seperti drama aja yah mereka ๐Ÿ˜‚)


"Kamu nggak papa kan Ghez" tanya Beni


Seketika itu menyadarkan keduanya yang sedang menatap satu sama lain. Kemudian merubah posisi mereka karena sedang berada pada posisi yang tidak seharusnya untuk lingkungan disekolah malah kesannya seperti sedang melakoni adegan romantis


"Euh..i-iya nggak papa Ben. Ya udah aku kekelas duluan yah" sahutnya merasakan kecanggungan yang tercipta dengan suasana saat ini


Baru beberapa langkah dia berjalan untuk kembali kekelas ia berbalik badan kearah kedua teman cowok satu kelasnya itu


"Oh iya, makasih udah bantuin aku Al. Aku duluan ya Ben"


"Iya Ghez hati-hati jalannya nanti kesandung batu, jatuh lagi" ujarnya bercanda yang dijawab lambaian tangan oleh Ghezy

__ADS_1


"Dia bahkan nggak ngucapin salam kenal sendiri ke gue yang padahal semua orang pengen kenalan sama gue. Dan sekarang dia manggil nama gue. Ya tuhan gadis macam apa dia ini, benar-benar paling aneh dari kesekian gadis yang ada di dunia" gumam Alan


"Woi Al, yuk anter gue ketoilet dulu. Kebelet banget nih gue" ajak Beni


"Hah..yaudah sekalian gue juga mau buang air juga" sahutnya kelabakan sebab habis sibuk dengan pikirannya sendiri


****


Dikelas...


"Ghez dari mana aja sih, harusnya kamu duluan yang sampe di kelas eh..malah aku yang duluan sampe di kelas" cerosos Luna


"Aku tadi lewat lorong arah ketoilet mangkanya telat" jelas Ghezy karena benar ia tadi ingin pergi ke toilet terlebih dahulu sebelum kembali ke kelas


"Oh, tapi kamu nggak diganggu sama Shela kan. Soalnya arah ketoilet harus lewat depan kelasnya si Shela" tanya Luna khawatir


"E-Nggak kok Lun, udah ah lanjut belajarnya" bohong Ghezy


Kemudian mereka menyelesaikan hari ini dengan banyak sekali tugas, ujian harian, dan perjuangan


(huh..sungguh melelahkan ya genkz ๐Ÿ˜‘)


***


Jovan Alan Subastian


Dialah Alan murid baru di SMP Nusa Bakti yang sekarang ini sedang banyak mengumpat sebab kesal karena mobilnya yang tidak dapat diajak kompromi. Sudah hampir dua jam ia memperbaiki mesin mobilnya tetapi hasilnya nihil, mobilnya tidak mau menyala padahal biasanya baik-baik saja. Karena dia selalu tepat waktu membawanya ke bengkel untuk di service


"Shit !" umpatnya lagi entah sudah keberapa kalinya dia mengatakan itu


"Mending gue telfon kakak aja, biar ngirim jemputan kesini" pikirnya


"Ah..Alan kenapa nggak dari tadi aja sih" gerutunya sambil mengetikan sesuatu di ponselnya


"Haฤบlo kak"


"..."


"Nggak, bukan gitu kak. Ya ampun dengerin dulu dong. Mobil aku mogok nih di deket gedung tua, aku benerin dari tadi nggak nyangkut-nyangkut mesinnya, padahal tadi pagi nggak papa"


"..."


"Kak, aku selau service tepat waktu. Paling mesinnya udah tua mangkanya udah nggak mau dibenerin lagi. Mungkin emang jalannya minta diganti yang baru" ujarnya memberi kode pada kakaknya

__ADS_1


"Kamu itu alasan saja, paling alasan kamu aja supaya dapet mobil baru" sahut kakaknya diseberang sana


"Yah itu salah satunya sih. Tapi beneran kali ini mobil aku mogok dijalan, bukan alasan. Kalo kakak nggak percaya nanti periksa aja sendiri, yang penting sekarang kirim orang buat jemput, udah nggak tahan aku disini gerah mana udah mau petang lagi"


"Iya nanti kakak suruh Roni jemput, kamu kirim dimana lokasinya"


"Awas aja kakak nggak kirim orang untuk jemput. Dan juga, yang cepet keburu gelap nih" Alan bergidik ngeri dengan suasana disekitar yang sangat sepi apalagi didekat gedung tua yang menurut cerita katanya angker


"Oke-oke bawel banget punya adik"


"Ya udah buruan ngapain masih diem aja, panggil si Roni aku mau denger sendiri kakak nyuruh dia" ucap Alan tidak percaya


"Ya ampun nggak percaya amat sih, Ron..Ronii"


"Iya pak"


"Kamu jemput Alan di depan gedung tua jalan Anggrek yah mobilnya mogok disana, sekalian kamu suruh bengkel untuk benerin mobilnya"


"Baik pak, ada yang lain Pak"


"Tidak ada, sudah kamu boleh berangkat sekarang. Karena Alan takut disana sendirian" ejek kakak Alan


"Kurang ajar, udah ah aku tutup" sahut Alan kesal lalu mematikan panggilannya


"Dasar, nyebelin banget sih" gerutunya


Sedangkan yang diseberang sana tersenyum senang karena telah membuat adiknya kesal. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya mendongakkan kepalanya lalu memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiranya yang lelah


-


Ih kalo author udah lari aja dari sana pindah ketempat yang lebih rame daripada harus nunggu di tempat sepi plus udah mau gelap lagi. Oh..Tuhan nggak bisa bayangin deh kalo ada halยฒ aneh yang terjadi. Ihhh...ngeri ๐Ÿ˜ฑ


Kira-kira siapa nih kakaknya si Alan ๐Ÿค—


*


*


Jangan lupa Like dan Komen yah genkz ๐Ÿ‘


Salam hangat kak Lee โœŒ


Heve a nice day ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2