Bullying Or Love

Bullying Or Love
Bar bar


__ADS_3

Selamat membaca


~


Prriiiiiitt...


Bunyi peluit terdengar sangat pelan hampir tidak terdengar sebab seluruh siswa berteriak serta bersurak keras atas hasil akhir dari lomba lari jarak pendek antara Alan dan Ghezy


Dan Pemenangnya adalah....


***


Ghezy sedang berjalan kearah teman-teman dan guru killernya untuk mendengar keputusan dari Pak Albert selaku penentu keputusan, sedangkan Alan sudah tergeletak ditanah tidak kuat lagi berdiri untuk mendengar keputusan dari Pak Albert


"Gila...hebat banget tuh cewek padahal tadi udah ketinggalan jauh tapi kok dia bisa menyamakan posisi larinya sama gue. Bener-bener nggak bisa dianggap remeh, tapi gue kok juga jadi kesel sih" gumamnya sambil menatap langit biru dengan panas matahari jam 08.30 yang rasanya menyengat dikulitnya


"Yah aku yakin pasti Alan yang menang iyakan Pak ?" tanya Emma pada sang guru killer


"Pastilah, nggak mungkin Ghezy yang menang tadi kan dia ketinggalan jauh sama si Alan" timpal Sisy


"Heh..Emma, Sisy yang menentukan menang kalah antara Ghezy sama Alan itu Pak Albert, kan Pak Albert yang wasitnya bukan kalian" Beni sedang menunaikan tanggung jawabnya sebagai wakil ketua kelas supaya tidak terjadi cekcok antar teman-temannya


"Bener tuh apa yang dibilang Beni, lagian tadi mereka sampai di finish dengan satu garis lurus yang sama kok" Luna membenarkan


"Sudah diam jangan ribut, saya yang akan memutuskan siapa yang menang. Karena dari yang saya lihat tadi mereka benar-benar berusaha dengan sekuat tenaga untuk berlari tetapi sungguh hasil yang sangat luar biasa. Ghezy sudah tertinggal jauh dari Alan tapi disaat mendekati finish dia berhasil menyamakan posisinya dengan Alan, itu sungguh luar biasa. Dan karena hasil akhirnya adalah sama, maka saya akan merundingkan dengan guru olahraga lain dan juga Bapak Ibu guru yang lain, siapakah antara Ghezy dan Alan yang akan mengikuti Lomba lari jarak pendek tahun ini" ucap Pak Albert panjang kali lebar


"Yah..Pak kenapa nggak dilomba lagi aja sih biar adil" ujar Anna dan diangguki oleh yang lain


"Baiklah saya kira cukup untuk hari ini. Untuk kalian yang tadi berhenti berlari dan membuang tenaga sia-sia sebab tidak mendapat nilai, minggu depan kalian berlari lagi untuk pengambilan nilai" Pak Albert tidak menanggapi keluhan muridnya atas hasil akhir antara Ghezy dan Alan


Haaaaah


"Saya kira cukup jelas, kalian tidak perlu komplain karena salah kalian sendiri kenapa berhenti sebelum mencapai finish"

__ADS_1


"Yahhhh pak" menjawab serentak


"Tidak ada keluhan" ujar Pak Albert tegas "Silahkan kembali kekelas. Sekian terimakasih" ucap Pak Albert kemudian meninggalkan gerombolan siswanya yang sedang menggerutu kesal dengan keputusan akhir dari pelajaran olahraga minggu ini


"Dasar guru killer" ujar Emma


"Udahlah Emm, yuk balik ke kelas" ajak Sandra, kemudian mereka berlalu meninggalkan lapangan diikuti dengan yang lain


"Ghez yuk balik" ajak Luna


"Eh.." Ghezy tersentak "Iya Lun, yuk balik" sambungnya


***


Saat diperjalanan menuju kelas, Ghezy dan Luna berpapasan dengan sang ketua kelas mereka yang membawa banyak buku ditanganya. Tidak tau itu buku akan dibawa kemana


"Eh, udah selesai jamnya Pak Albert mau pada balik kekelas" tegur Anthony


"Iya An. Ngomong-ngomong nih buku mau dibawa kemana terus buat apa, mau ada acara atau.." ucap Luna terpotong


Anthony tersenyum "Nggak apa Ghez, udah hafal aku sama dia. Ini mau aku bawa keruang Osis, soalnya nanti buat panduan meeting" jelasnya


"Oh nanti ada rapat Osis, By the way ngebahas soal apa An" tanya Luna lagi


"Kepo yaa hehe, pokoknya ada nanti juga tau sendiri" jawab Anthony


"Yaudah An kamu lanjutin deh, kita juga mau balik kekelas dulu. Semangat An bye" Ghezy menepuk bahu Anthony kemudian menarik tangan Luna agar berhenti memberi pertanyaan lainnya lagi karena jiwa keponya sedang kumat, jika tidak dihentikan maka nggak ada habisnya


"Iya makasih semangatnya" teriak Anthony pada Ghezy yang dibalas dengan anggukan dan senyuman


***


After pelajaran olahraga tadi pagi dengan matahari yang terik. Tidak tahu kenapa hari ini baru jam delapan matahari sudah seperti memanggang daging saja

__ADS_1


Karena itu sekarang satu kelas yaitu kelasnya Ghezy sudah dikantin, sehabis bel istirahat berbunyi mereka semua langsung menuju kantin untuk menyegarkan tenggorokan mereka dan otak mereka yang hampir terbakar oleh matahari


"Ya ampun Lun, udah nanti kembung perut kamu kebanyakan minum" ucap Ghezy merampas gelas ditangan Luna


"Ghez aku rasa dari tadi aku minum nggak lega deh tenggorokan aku" Luna menyangga kepalanya sambil mengelus lehernya yang tidak berhenti haus ingin diguyur dengan air es yang segar


"Mangkanya habis olahraga itu minum air biasa aja nggak usah pake es batu, jadinya merasa haus terus kan"


"Ah..jadi kesel deh sama Pak Albert. Minggu depan suruh lari lagi, padahal kan tadi udah satu putaran dan apa dia nggak sadar kalo lapangan disekolah kita itu luas banget. Udah kayak lapangan sepak bola lagi" kesal Luna


"Ya udah daripada nggak dapet nilai, mending lari lagi. Emang kamu mau nggak lulus karena ada nilai yang kosong" ucap Ghezy


"Enggak lah, siapa yang mau nggak lulus. Aku malah pengen cepet-cepet lulus biar nggak ketemu lagi sama geng bar bar nya Emma"


"Ih..Luna nggak boleh gitu ah, emang kamu juga nggak mau gitu ketemu aku lagi" Ghezy memasang wajah cemberut sedih atas perkataan sahabatnya itu


"Bukan gitu sayangku, aku cuma udah nggak betah aja sama tiga serangkai Tukang Buli itu" ujar Luna sambil memeluk Ghezy karena posisi mereka yang berdampingan jadi mudah untuk mereka berpelukan seperti sekarang ini


"Pasti bakal rindu banget aku sama kamu Ghez, saat kita udah nggak bisa sama-sama lagi" lanjut Luna


"Tuh..kan jadi sedih gini kamu sih Lun, aku jadi nangis nih" kesal Ghezy sambil menghapus matanya yang sudah menganak sungai"Bisa dong, nanti kita ketemu kalo ada waktu luang. Well, kamu mau lanjut sekolah dimana Lun" tanya Ghezy pada sahabatnya


"Kenapa? aku nggak mau jawab, nanti kamu ngikutin aku. Aku kan nggak mau ketemu kamu lagi"


"Tadi bilang bakal rindu sekarang nggak mau ketemu aku lagi. Lagian kalo aku tahu kamu lanjut sekolah kemana pun, aku nggak mungkin ngikutin kamu kok" ujar Ghezy


"Loh, kenapa emang nggak bisa ngikut aku" tanya Luna heran dengan ucapan sahabatnya


Yang ditanya hanya tersenyum sambil beranjak dari duduk kemudian berlalu dengan santainya meninggalkan Luna tanpa penjelasan satu katapun


-


Salam hangat genkz ✌

__ADS_1


Have a nice day 🤗


__ADS_2