Bullying Or Love

Bullying Or Love
Lo nggak inget gue ?


__ADS_3

Selamat membaca


~


Tadi Beni menemani Alan mengambil tugas tambahan dari Pak Darma, dan sekarang ini mereka sedang berdiri di depan ruang guru mengamati setiap soal yang tertulis di selembar kertas putih dan terlihat sangat penuh oleh soal cerita yang pastinya sangat memusingkan kepala.


"Gila ini bukan toleransi namanya, orang dikasih tambahan tugas banyak gini. Sama aja kayak hukuman dong kalo gini mah" gerutu Alan dia mendapatkan tambahan tugas dari Pak Darma karena telat mengumpulkan kedepan, setelah meneliti setiap tulisan Alan yang dikiranya memang asli hasil kerjanya sendiri, bukan mencontek milik orang lain


"Al itu mah mending daripada disuruh muter lapangan yang segede lapangan sepak bola, mana panas-panas lagi. Kalo gue sih milih dikasih tugas tambahan kayak gini" ucap Beni


"Iya sih iyanya, masalahnya gue nggak bisa ngerjain soal kayak beginian. Otak gue nggak nyampe coy"


"Haha masalah ngerjain mah gampang, lo mau nggak gue kasih tau cara paling cepet nyelesaiin nih tugas ?" tanya Beni dia memiliki ide di kepalanya untuk membantu teman sebangkunya ini menyelesaikan soal tugas yang sulitnya minta ampun dari guru disiplin itu. Bahkan dia sendiri baru membaca saja sudah pusing kepalanya dan hanya ada satu orang yang bisa menyelesaikan 10 soal esai susah ini (Ngomong-ngomong Pak Darma guru Matematika ya genkz)


Alan mengeryit bingung "Cara? Emang gimana cara yang lo rencanain sekarang" tanyanya kemudian


Beni menyeringai lalu ia berkata "Ikut gue"


Sedangkan Alan menurut saja karena ia sudah tidak punya cara lain selain mengikuti ide Beni, entah apa yang di rencanakan olehnya saat ini.


***


Di Perpustakaan


Disinilah Beni dan Alan berada sekarang, diperpustakaan tempat anak anak cerdas sedang belajar dengan banyak tumpukan buku di samping kanan dan kirinya.


"Ben disini, ngapain lo ngajak gue kesini" tanya Alan dengan nada berbisik pelan


"Yaelah Al, lo tu ***** apa gimana sih. Tentu saja nyelesaiin tugas dari Pak Darma lah, masak di perpus mau makan" kesalnya karena Alan tidak paham apa yang dimaksudkannya


"Iya tapi, ngapain harus kesini sih. Emang kita bakal dapet jawabannya disini apa"


Beni menghembuskan nafas kasar sambil menggelengkan kepalanya, heran dengan temannya yang kelewat oon ini "Al lo lihat kan disini itu tempat belajar, dan yang belajar disini itu anak-anaknya cerdas semua. Soal kayak begituan menurut mereka mah pasti kecil, jadi minta tolong aja ke mereka untuk ngerjain tuh soal-soal dari Pak Darma. Biar cepet kelarnya dan lo nggak perlu uring-uringan lagi. Sekarang paham kan lo maksud gue apa" jelas Beni


"Oh..gitu rencana lo. Pinter juga ya lo ternyata" senyum Alan mengembang sempurna seperti sedang memenangkan hadiah lotre saja


"Tapi mending kita minta tolong ke Ghezy aja deh. Gue nggak yakin kalo siswi yang lainnya bakal bener jawab nih soal, karena Ghezy yang paling pinter di sekolah ini"


"Ternyata tuh cewek bukan paling pinter di kelas aja, tapi juga paling pinter di sekolahan ini. Gila hebat bener tuh cewek, olahragannya oke di pelajaran oke juga. Salut gue sama tuh cewek" gumam Alan

__ADS_1


"Udah yuk, kita cari Ghezy" ajak Beni kemudian mereka mengelilingi setiap sudut perpustakaan untuk menemukan siswa paling berprestasi di SMP Nusa Bakti


"Duduk dimana sih tuh anak, biasanya di deket jendela" ujar Beni sambil celingukan mencari keberadaan Ghezy


"Hari ini nggak kesini paling" Alan menebak saja, dia membuntut di belakang Beni ikut mencari gadis penolong untuk menyelesaikan tugas tambahannya


"Nggak mungkin, dia setiap hari bakal kesini untuk ngisi otaknya yang udah kelewat pinter itu dengan pengetahuan baru. Mustahil dia bolong sehari nggak kesini" Beni yang sudah sangat mengenal bagaimana kebiasaan Ghezy kalo sedang ada waktu luang.


Yah waktu luang, karena hari ini di pelajaran Pak Darma hanya Alan yang telat mengumpulkan tugas kedepan dan tidak ada yang kena hukum olehnya. Maka dari itu di jam ketiga Pak Darma memberikan bonus anak didiknya untuk mengistirahatkan otak mereka. Biasanya mereka akan mengikuti 3 jam pelajaran Matematika yang sungguh menguras tenaga dan pikiran. Betapa bersyukurnya hari ini yang entah dapet angin dari mana guru disiplin itu memberikan bonus mengosongkan 1 jam pelajaran untuk mereka istirahat.


"Beni, Alan" panggil Luna "Ngapain kalian disini, tumben" herannya


"Woii, huh syukur ketemu juga lo. Mana Ghezy?" tanya Beni to the point


"Ghezy, noh ada di atas lagi ambil buku (menunjuk lantai atas perpustakaan) Ada apa emangnya?"


Belum Beni menjawab Ghezy menuruni tangga dengan tiga buku yang berhalaman tebal ditangannya (pasti berat dan capek banget bacanya😄)


"Loh Ben, kamu disini" tanya Ghezy sesudah sampai di hadapan mereka bertiga


"Iya, gue nyari lo Ghez. Sibuk banget yah, nggak bisa gitu minta bantuannya sebentar"


"Nih si Alan dia tadi dikasih tugas tambahan sama Pak Darma, tapi ni anak nggak bisa ngerjainnya" jelas Beni


"Kamu emang nggak bisa ngerjain juga Ben?"


"Ghez, kalo gue bisa ngapain juga minta bantuan lo sih. Ada ada aja tau nggak" kesal Beni


"Yaudah duduk dulu dong, sini (menepuk meja didepannya) duduk dikursi depan situ" tunjuknya pada bangku yang ada di depannya


"Al, buruan duduk sono" mendorong Alan agar duduk berhadapan dengan Ghezy


"Iyak, nggak usah dorong dorong juga kali Ben" timpal Luna


"Al, mana soalnya" tanya Ghezy


"Hah?, em..ini ada sepuluh soal dan itu soal cerita semua" ujar Alan yang sangat kaku "Pusing kepala gue lihatnya" ceplosnya kemudian tanpa sadar


Ghezy tersenyum, tanpa banyak bicara dia mulai mengerjakan soal per soal dengan sangat serius tanpa menoleh kanan kiri, bahkan dia mengabaikan obrolan orang-orang yang ada disekitarnya saat ini

__ADS_1


"Eh Lun, temenin gue ke atas yuk cari buku novel. Gue jarang kesini jadi nggak tau deh dimana kumpulan buku novel ditata" ajak Beni yang memang tidak tau menau setiap sudut perpustakaan


"Yee ogah, ngapain juga gue nemenin lo. Yang ada bakal gatel-gatel ntar gue deket sama lo" jawab Luna sewot


"Lunaa, jangan mulai deh. Ini di perpus loh nanti kena marah Bu Jenna diusir dari sini mau ? Kalian ini juga, selalu aja berantem. Ntar pada saling suka tau rasa deh"


"Idih ogah" jawab Beni dan Luna barengan


"Udah sana anterin, nanti nggak berhenti-berhenti ngomong dia" Beni yang dibilang seperti itu hanya cuek saja


"Yuk, jadi nyari novelnya nggak" Luna merengut kesal karena ritual bucinnya terganggu oleh Beni (ritual bucinnya Luna adalah membaca novel romatis yang bikin baper)


"Galak amat sih jadi cewek. Yaudah lo jalan dulu gue kan nggak tau di rak sebelah mana"


Luna berdecak kesal kemudian beranjak lalu memimpin berjalan duluan sedangkan Beni mengekor dibelakang.


Diantara Alan dan Ghezy mulai tercipta suasana canggung, itu bagi Alan karena Ghezy sedang fokus pada soal-soal yang ada di depan matanya saat ini.


"Nih cewek apa beneran nggak inget udah nabrak gue, mana marah-marah nggak jelas lagi. Tapi kalo dilihat dari deket gini lumayan juga nih cewek, manis" gumam Alan dalam hati "Ah..ngomong apasih gue" menepuk pipinya agar sadar dengan perkataan yang hanya dia dan tuhan yang dapat mendengar


Ghezy mengeryit, dia merasa heran dengan orang yang ada dihadapannya saat ini "Al, kamu kenapa ?" tanyanya


"Hah? n-nggak papa, emang gue kenapa"


"Nggak papa kok pipi ditampar sendiri sih, dasar aneh" gerutunya


Selang beberapa menit


"By the way, lo beneran nggak inget sama gue" tiba-tiba bertanya


"Inget, oh..maksudnya nama kamu. Aku inget nama kamu Alan kan"


"Yadeh, terserah" pasrahnya


"Jadi ini cewek beneran nggak inget pernah nabrak gue. Oke bakal gue ingetin lo karena udah marah-marah nggak jelas ke gue waktu itu" Alan


"Emang aku harus inget apa sih. Aneh banget tiba-tiba tanya kayak gitu. Dasar cowok kaku" Ghezy


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2