Bullying Or Love

Bullying Or Love
Priiiittt


__ADS_3

Selamat Membaca


~


Kring..kring...


Bel masuk berbunyi, hari ini pelajaran pertama sampai jam ketiga adalah pelajaran olahraga untuk kelasnya Ghezy. Setelah belajar diperpustakaan Luna dan juga Ghezy segera menuju kelas untuk mengambil seragam olahraganya di lemari loker pribadi siswa lalu mengganti seragam batik sekolahnya dengan seragam yang digunakan pada saat jam pelajaran olahraga


Sehabis mengganti seragam yang tentunya di ruang ganti untuk siswi, mereka langsung terjun ke lapangan bergabung dengan yang lain dan memulai pemanasan terlebih dahulu untuk melemaskan otot-otot tubuh mereka


"Ghez, kamu tebak hari ini Pak Albert ngasih kita materi olahraga apa?" tanya Luna pada Ghezy yang ada di depannya karena posisi mereka semua sekarang berbaris seperti pasukan lomba gerak jalan


"Yang aku baca kemarin dibuku PJOK sih hari ini bakal Lari jarak pendek, tapi nggak tau deh Pak Albert kan terkadang nggak sesuai urutan Bab dibuku" jawab Ghezy yang meregangkan tubuhnya kekanan dan kekiri


"Iya juga sih"


***


Sehabis pemanasan semua murid berteduh dan menunggu sang guru mata pelajaran datang yang tak lain adalah Pak Albert guru killer di SMP Nusa Bakti


"Ya ampun hawanya panas banget sih" ujar Emma sambil mengibaskan tangannya


"Mungkin karena ada gadis nggak tau diri itu kali Emm, mangkanya hawanya jadi panas gini" sahut Sandra


"Betul kata Sandra Emm, tadi sebelum dia datengkan hawanya adem banget"ucap Sisy dengan nada yang dibuat-buat


"Bener juga yah, Ghez gara-gara loe nih hawanya jadi panas" siswi lain ikut menimbrung


"Iyah bener tuh, dasar"


Dan sekarang semua anak-anak mulai menyalahkan Ghezy dengan teriknya matahari hari ini. Sedangkan yang membuat suasana supaya Ghezy merasa tidak nyaman hanya menyeringai puas karena rencananya berhasil


Emma memiliki rencana untuk menjatuhkan Ghezy didepan Alan, entah kenapa dia memiliki pemikiran sejahat itu kepada Ghezy yang padahal tidak ada sangkut pautnya dan tidak dekat dengan Alan


Ghezy yang sekarang disudutkan oleh teman-temannya hanya cuek tidak mau menanggapi karena dia paham jika dia menjawab atau melawan itu akan membuat keadaan semakin buruk. Maka lebih baik dia diam dan masabodo saja


"Ben, ada apa sih..sampe cewek-cewek pada gaduh gitu?" tanya Alan pada Beni


"Halah paling juga ngebuli si Ghezy" jawab Beni


"Ghezy, yang mana orangnya? emang kenapa sampe dia di buli"


"Tuh..cewek yang duduk di deket pohon sama si Luna" tunjuk Beni mengarahkan pandangan Alan kepada Ghezy


"Itukan cewek yang nabrak gue" gumam Alan menyipitkan matanya mengamati Ghezy dari jauh


"Dia selalu dibuli sama anak-anak karena..."


"Woi, Ben" penjelasan Beni terpotong sebab sang ketua kelas memanggilnya

__ADS_1


"Kenapa?" jawab Beni


"Loe panggil Pak Albert yah, gue mau kumpulan Osis dulu nanti sekalian lo izinin" ucap Anthony


"Oke"


"Oh iya murid baru, salam kenal gue Anthony" mengulurkan tangan


"Iya salam kenal, gue Alan" ucapnya sambil menerima uluran tangan Anthony diakhiri dengan tos khas para cowok


"Yaudah gue tinggal, gantiin gue bentar Ben. Jadilah wakil ketua yang bijak" ucap Anthony kepada wakilnya yaitu Beni


"Iye-iye udah sono loe" usir Beni


Alan tersenyum melihat kedua wakil kelas itu, kemudian dia mengalihkan pandangannya kembali pada gadis yang menabraknya saat hari pertamanya di SMP Nusa Bakti


"Memang benar kalo aku berfikir dia itu gadis aneh, secara saat semua anak menyudutkannya dia hanya diam saja bahkan terkesan cuek" gumam Alan dalam hati


"Woi, ngelamun aja loe. Ikut gue manggil Pak Albert yuk..takut gue kalo sendiri" ajak Beni


"Lah..kenapa emang?" tanya Alan heran


"Gimana ya, ah..udah ntar loe juga tahu sendiri" jawab Beni sambil bergidik ngeri


Alan mengeryitkan keningnya "Let's go men" ucap Beni sambil mengayunkan tangannya


***


"Okey, selamat pagi anak-anak hari ini materi kita lari jarak pendek. Sebelum itu kalian sudah pemanasan atau belum" tanya sang guru killer


"Sudah pak" jawab siswa siswi bersamaan


"Baik, karena lari jarak pendek ini kalian harus saling memperebutkan nilai terbaik atau tertinggi saya harap kalian semua sudah mempersiapkan diri dengan baik. Dan sudah sarapan dari rumah, jangan sampai pada saat dipertengahan kalian berlari, nanti pingsan karena asam lambung kalian meningkat seperti halnya Shela waktu itu" ujar Pak Albert memberikan pengarahan


"Lomba lari ini akan dimulai dari tiang bendera dan berakhir disana pula dengan 2 kali putaran, tidak ada yang boleh mencari jalan pintas dan melewati garis dipinggir lapangan karena saya tidak akan melewatakan satupun anak dari pengamatan saya, Paham"


"Siap PAHAM"


"Baiklah saya kira penjelasan saya cukup sampai disitu karena saya rasa kalian sudah bukan anak balita lagi untuk mengerti apa yang saya katakan, tidak ada pertanyaan. Dan kamu anak baru saya harap kamu tidak membuat masalah dipelajaran saya ya"


"Siap, iya Pak" jawab Alan


"Sekarang ayo menuju keposisi kalian masing-masing" perintahnya


"Baik Pak" menjawab serentak


"Ghez, tumben Pak Albert sesuai sama Bab dibuku" ucap Luna


"Mungkin..."

__ADS_1


Sebelum Ghezy menyelesaikan kalimatnya Pak Albert sudah menyela terlebih dulu


"Ghezy, kamu jalur pertama" ujar Pak Albert


"Baik Pak" dia mengiyakan saja karena guru yang satu ini tidak bisa dibantah


"Ih..padahal kan nomor absen pertama aku, kok malah gadis nggak tau diri itu sih" bisik siswi yang memang nomor absen pertama yang bernama Anna


"Anna saya dengar kamu mengatakan apa" ujar Pak Albert


"Eh..hehe nggak kok Pak, saya nggak ngomong apa-apa sumpah" sahut Anna gelagapan


"Ini saya lakukan karena Ghezy pernah menjuarai lomba lari sebelumnya jadi saya ingin melihat dia masih bisa dicalonkan atau tidak. Karena sebentar lagi kita akan mengikuti lomba tingkat kabupaten. Dan saya mau anak didik saya kembali menjuarai lomba lari lagi di tahun ini"


"Wow..jadi sekolah kita ikut lagi Pak" tanya Emma


"Iya, sudah sekarang ayo mulai. Setelah Ghezy baru diikuti dengan nomor absen masing-masing"


Semua sudah berada pada posisi masing-masing Ghezy berada dijalur pertam kemudian diikuti Anna, Beni, Emma, Alan, dan Luna lalu siswa yang lain


"Bersedia, Siaaap, YAK!" Priiiiitttt


Setelah peluit disiulkan oleh Pak Albert semua siswa mulai berlari untuk memperebutkan posisi pertama tapi tidak dengan Ghezy dan Alan entah kenapa keduanya berlari dengan santai padahal ini lomba lari. Semua teman mereka sudah berlari dengan sekuat tenaga bahkan keduanya sudah tertinggal jauh


"Aku harus menunjukkan keahlianku pada Pak Albert, supaya aku bisa mengikuti lomba lari itu" ucap Alan pada dirinya sendiri


Saat putaran kedua dimulai, pada saat itulah Alan dan juga Ghezy baru berlari dengan kencang tetapi posisi yang terdepan diambil oleh Alan, semua teman mereka sudah mereka tinggal dibelakang bahkan seluruh siswa sampai berhenti berlari untuk melihat ketegangan antara Alan dan juga Ghezy. Pak Albert sendiri sampai berdiri dari duduknya karena terkejut akan keahlian kedua siswa dan siswi itu yang menggunakan trik cerdik


"Gila, mereka kok bisa yah ngalahin kita padahal tadi aku lihat mereka masih jauh banget loh" ujar Anna


"Mulai cari muka lagi tuh cewek" ucap Emma kesal


"Ya ampun, Ghez kamu hebat banget" ucap Luna dengan nada dibuat sedramatis mungkin


Mereka kembali mengamati kedua sejoli yang berlari tanpa sadar jika mereka sedang berlomba sendiri. Dan saat mendekati garis finish Ghezy dan juga Alan semakin berlari kencang sekali sehingga posisi mereka sekarang sama


"Ayo Ghez..kamu pasti bisa" teriak Luna pada sahabatnya


"Alan...Alan..ayo Al"


"Yah..yah..dddaann Pprriiiiitttttt "


Pemenangnya adalah...


-


Salam hangat 🤗


Have a nice day all

__ADS_1


__ADS_2