Bullying Or Love

Bullying Or Love
Kekasih


__ADS_3

Selamat membaca


~


Disebuah resto yang terlihat mewah, nampak dari desain luar memang seperti resto bintang lima.


"Kenapa sepi begini sih" Alissa bertanya tanya. Benar, Alissa dia yang sekarang berada diresto tersebut untuk menemui kekasihnya. Tetapi ia bingung dan heran kenapa resto tersebut terlihat sangat sepi yang padahal setiap hari sangatlah rame dipenuhi pengunjung, ditambah lagi lampu yang hampir semua dimatikan hanya lampu kelap-kelip yang membantu penerangan disekitarnya sehingga dia berjalan dengan sangat hati-hati, kalau tidak bisa saja ia tersandung sesuatu dan terjungkal jatuh membentur lantai atau barang yang lain.


"Baby, kamu disini kan ?" teriak Alissa "Bab, ini nggak lucu yah. Jangan bercanda kamu"


Alissa semakin dalam melangkahkan kakinya di resto tersebut. Tak tau sudah sampai sudut mana dia berjalan. Dengan langkah waspada serta ketakutan yang menyelimuti pikirannnya saat ini. Bagaimana tidak takut jika berada di tempat yang sepi juga dengan cahaya yang remang-remang, tentu saja otak akan berfikir hal yang negatif dan tidak-tidak.


"Ya tuhan berikanlah hamba keberanian" gumamnya dalam hati meminta bantuan pada sang pencipta. Mungkin dia berteriak keras dalam hati agar diberi keberanian seperti biasanya yang notabene tak kenal takut


(by the way guys siapa sih yang nggak takut sama dedemit)


"Hei kalian mahluk halus enyah kalian dari sini, izinkan Alissa Sahira bertemu dengan kekasihnya. Huuuaaaa tuhan aku takut sekali"


"Sayang, kamu udah dateng kan ? Please jangan aneh-aneh ya, kamu udah bikin aku ketakutan kayak gini. Awas aja yah!" sebisa mungkin mencoba berbicara untuk mengurangi rasa takutnya.


Tiba-tiba


"Sayaaaaaang. Aww" teriaknya histeris karena tiba-tiba ia tersandung sesuatu dan terjeramah jatuh ke lantai "Ah..ssshhh sakit sekali" desisnya ngilu yang mendapati sikunya nyeri karena terbentur lantai.


Lip lip byarrr

__ADS_1


Lampu yang sebelumnya terlihat remang-remang sekarang sudah terang menampakkan suasana resto yang bisa dibilang dihias dengan nuansa yang romantis. Sepertinya memang sengaja didesain dengan banyak bunga, lilin, lampu redup yang disertai lampu kecil kelip-kelip bagaikan kunang-kunang. Dan meja kursi diberi hiasan yang terlihat sangat elegan.


"Sayang, astaga kamu nggak apa-apa kan ? Maaf, aku sungguh tidak bermaksud membuat kamu terjatuh kesakitan begini" khawatir seorang laki-laki yang membantu Alissa berdiri. Dia berperawakan tinggi, tampan, hidung mancung, dan kulitnya putih bersih yang tak lain ialah pacar dari Alissa.


"Aw, kamu ini ya. Sakit tau siku aku, bodo ah aku mau pulang aja. Kamu nyebelin udah bikin aku ketakutan setengah mati sampai jatuh juga kayak sekarang" kesalnya "Besok pagi bangun tidur pasti sakit semua badan aku, harus pergi ke tukang pijit kalo gini. Gara-gara kamu sih" tangannya reflek memukul bahu kekasihnya.


"I'm so sorry baby, aku sungguh tak bermaksud membuatmu terjatuh dan kesakitan seperti ini" ujarnya mencoba merengkuh Alissa yang ditolak habis-habisan.


"Kamu juga ngapain pake acara matiin lampu segala, aku takut. Otak aku mikir yang negatif mulu tadi, kalo sampe aku di culik gimana"


Mencoba memeluk Alissa lagi yang tak lagi ditolak kemudian berkata "Maaf sayang, maaf" menyesal karena ia memang tidak bermaksud mencelakai kekasihnya


"Jangan lagi yah. Aku nggak mau nanti kamu nyesel kalo terjadi sesuatu sama aku" ucapnya membalas memeluk kekasihnya manja


"Em, Iya nggak akan lagi. Promise"


"Menurut kamu" senyum mengembang di wajah kekasih tampannya "Surprise!, ini aku yang sewa dan suruh dihias kayak gini sayang buat dinner kita, eh kamu malah nggak sengaja jatuh tadi. Maaf banget ya, udah ayo kita duduk dulu obatin luka kamu"


"Baby dinner kita, tunggu deh. Biasanya juga rame sama pengunjung lain, nggak perlu harus sewa tempat kayak gini"


"Udah bawel banget sih, duduk dulu aku obati siku kamu" ucapnya menggandeng tangan Alissa menuju tempat duduk kemudian ia menghilang sejenak dan kembali membawa kotak P3K tentu saja untuk mengobati siku Alissa yang berdarah


"Pasti sakit banget, maaf sayang" sesalnya wajahnya ditekuk penuh penyesalan


"Nggak papa yang penting kamu obatin pasti nanti sembuh" ujar Alissa menenangkan agar kekasihnya tidak merasa bersalah lagi

__ADS_1


"Ya tapi kan.." belum selesai denģan kata-katanya mulutnya sudah dibungkam dengan sebuah kecupan oleh bibir yang selama ini selalu membuatnya bertekuk lutut mengaguminya


"Aku bilang nggak apa-apa sayang, di obati nanti pasti sembuh. Sudah jangan merasa bersalah lagi yah"


"Sayang kamu tadi, em i-itu.." kikuk wajahnya seketika penuh rona merah terkejut akan ciuman yang diberikan Alissa padanya. Karena sebelumnya Alissa tidak pernah mengizinkan kekasihnya mencium dirinya dibibir dan tentu saja saat ini kekasihnya sungguh terkejut dengan tindakannya saat ini


"Apa?, kamu biasanya yang pengen cium aku duluan. Sekarang nggak usah sok kaget gitu dong" sebal Alissa sebab dia sendiri juga malu setengah mati saat ini


"Sayang, apa aku boleh em..maksudku apa aku mulai sekarang diperbolehkan menciummu" tanya kekasih Alissa menggoda


"TIDAK ! cukup sekali saja dan itu tadi" jawabnya tentu saja malu


"Tapi itu tidak cukup sayang" keluhnya


"Baby, kamu jangan mulai ya. Aku bisa aja nggak izinin kamu meluk aku sekalian" tegasnya


"WHAT!"


-


Hay, hay guys untuk kalian yang setia baca karya aku yang baru pemula ini. TERIMAKASIH BANYAK support kalian. Aku baru bisa up sekarang karena kalian pasti taulah ya Pelajar SMA kayak aku ini diwaktu sekarang banyak banget tugas sekolah, jadi aku sempet-sempetin ketik karena akhir tahun ini aku super-super sibuk banget. Dan juga kan mau Ujian Akhir Semester jadi harus belajar dan mempersiapkan dengan matang. So gitu aja ya guys


Selamat membaca genkz


Have a nice day all

__ADS_1


Salam hangat


Bye 🖐


__ADS_2