
Aku terlahir di keluarga seorang pengusaha, dari nenek dan kakek ku baik dari pihak ibu dan ayah ku adalah pengusaha. Tidak heran jika aku memiliki harapan dan keinginan bahkan memiliki hobi berbisnis.
Menghasilkan duit sendiri tentu menyenangkan bisa berbagai dengan saudara yang membutuhkan itu sangat membahagiakan. Tidak perlu mengadahkan tangan kepada orang tua untuk bersedekah.
Aku memiliki bisnis di kota dari usaha ku selama kurang lebih 2 th menabung. Aku memiliki cafe dengan menu sesuai kesukaan ku. Jadi bisnis ini menyenangkan karena aku meyukai nya heheh..
Selain bisnis disini pula aku mendapat sahabat yang istimewa dan sepesial karena tidak lah mudah memiliki teman yang benar-benar teman.
Aku memiliki geng, hahaha sahabat lah, konco kentel lah, apa aja bisa kami lakuin bareng. Sering nongkrong bareng, temen bisnis gua lah pokoknya..
__ADS_1
Yang pasti kami habisin waktu bareng dan suka banget ngaco tentang masalah percintaan yang ga jelas anak anak SMA yang labil.
Jika senggang dan tidak nongkrong bareng temen biasanya aku menulis diary dan melihat statistics dari cafe ku. Meskipun aku beli dengan uang ku sendiri tapi tetap saja orang tua ikut andil menambahkan kekurangan nya dan kekurangan itu ak bertekad melunasinya sebagi hutang supaya kedepannya aku tidak menjadi wanita yang manja.
Pesan dari kedua orang tua ialah untuk disiplin waktu dan komitmen dalam segala hal. Lebih dari itu adalah menjaga kesehatan dan wajib nih, wajib banget kususon buat aku yaitu menulis buku dairy keseharian atau moment penting.
Alasan nya sebab kelebihan dan kekurangan ku sendiri yaitu aku memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain, lebih tepat nya aku bisa membaca pikiran orang lain di waktu jam empat sore ke atas. Dan efek saat aku bisa membaca pikiran tersebut memory kenangan atau ingatan tentang kejadian pada 3 hari sebelum nya akan hilang serta aku lupakan. Makanya orang tua ku mewajibkan aku menulis buku diary.
Iya kali, aku harus bicara tanpa memandang lawan bicara ku. Tentu itu perbuatan yang tidak sopan dan terkesan menyepelekan orang lain. Apa lagi lingkungan keluarga ku yang memiliki adab dan kedisiplinan yang tinggi. Salah dalam bicara saja bisa jadi buah bibir keluarga besar ku.
__ADS_1
Sikap kedua orang tua ku terhadap kemampuan supranatural ku ialah biasa saja. Awalnya aku takut untuk angkat bicara mengenai permasalahan ku ini, tapi lama kelamaan sikap pelupa dan rasa tidak nyaman karena mengetahui isi hati orang dan dapat tau mana teman yang benar-benar teman. Membuat ku sakit hati karena tidak ada teman yang tulus. Terlebih lagi saat kemampuan supranatural ini muncul 7 tahun yang lalau aku baru pindahan sekolah di Jakarta. Membuat ku angka bicara untuk bercerita tentang kemapuan supranatural ku ini kerana perasaan ku terasa frustasi pada saat itu.
Alasan kedua orang tua ku begitu tenang dan biasa saja tidak lain karena nenek buyut dari ayah ku juga memiliki kemapuan yang sama dengan ku. Mereka tau betul bagaimana cara untuk menghilangkan atau meredakan efek negatif pelupa ku tersebut dengan syarat harus merasakan cinta agar mereka bisa memberikan pengkal pelupa pada diri ku.
Bagi ku wanita yang hobi jalan jalan dan nongkrong di cafe itu terlalu berat. Mencari cinta terasa membosankan dan tidak menarik bagi ku. Yang menyita isi pikiran ku ialah bisnis dan membantu orang yang hidup tidak seberuntung ak.
******Untuk para readers :
**Jangan lupa kritik dan sarannya agar author bisa lebih baik lagi dalam karya nya..
__ADS_1
Salam inspirasi******