
Flash back off
Weekend day..
Libur masa sekolah. Weekend day, Bunga bersama keluarganya biasanya menghabiskan hari weekend nya dengan pergi ke tempat wisata bersama sanak keluarga lainnya. Tapi di sebab kan oleh kesibukan yang padat kedua orang tua nya. Bunga hanya bisa merasakan kebersamaan hanya dengan makan pagi bersama.
Terlihat sebuah meja makan yang memanjang dengan kursi di sekeliling nya. Terlihat orang tua bersama satu anak nya sedang menyantap makanan.
" Bunga". Sang ayah yang telah usai menyantap makan menyapa anak nya.
Bunga yang telah usai menyantap makanannya menjawab " ada apa pi ".
Ayah Bunga mengabil nafas dalam dalam sebelum berbicara, setelah menghempaskannya ia mulai berbicara " Bunga, lusa kita akan pindah ke tempat kelahiran mu dulu. Bisnis Papa di sana banyak masalah. Papa ga mau bolak balik ke Jakarta hanya untuk mengurus nya. Sayang waktunya, waktu yang seharusnya kita gunakan untuk weekend bersama justru ter hambat sebab urusan pekerjaan ".
Ibu bertanya" apa sudah tidak bisa di handle lagi Pah". Ibu bertanya dengan sedikit penasaran.
Ayah Bunga tersenyum kecut dan sedikit menganggukan kepalanya..
Bunga yang terkejut menjawab " wait, bukan bisnis Papa yah di kota sebelah udah di handle Om Roy. Ap harus kita pindah, kan papa bisa tetap disini dan Papa tetap menghendle dengan ponsel atau kalo urgent banget Papa bisa kesana sebentar seperti biasanya".
" Bunga masalah nya tidak sesepele yang kamu pikirkan, Om Roy juga punya bisnis sendiri, kesibukan Om Roy terbagi jadinya. Walaupun disana ada karyawan Papa, tapi masalah nya sangat rumit, dia belum mampu mengatasinya". Sambung ayah.
Ibu menambah kan " Bunga, ap kamu gak ingin mengenang tempat kelahiran mu, disana banyak makanan enak loh, terlebih lagi ada taman yang sangat terkenal di sana. Eh iya, kamu juga bisa membuka cafe di sana, ada kenalan mami yang mau menjual rukonya dengan harga miring ".
Bunga menjawab dengan malas dengan nada kesal," gak lah males Pah, disini Bunga udah punya sahabat terbaik dan bisnis Bunga di sini lagi rame ramenya. Utang Bunga dengan Papi bentar lagi lunas. Bunga pastiin 1 bulan lagi Bunga lunasin. Bunga masih ingin terus memantau perkembangan nya, Pah ".
Ayah Bunga yang hendak membalas perkataan bunga terhenti saat Bunga lekas pergi dari meja makan. Kedua orang tua nya tersebut terlihat melanjutkan pembicarannya tentang perpindahan mereka.
***********************
Bunga yang masih syok dengan perkataan ayahnya pergi ke taman belakang rumah nya.
Terlihat banyak macam bunga dengan kolam ikan nila yang tangah nya ada air mancurnya. Dengan berbagi jenis bunga jam empat yang bermacam macam warnanya mendominasi taman indah tersebut.
"Hufft"
Bunga menghela nafasnya dan berbicara sendiri " kenapa sih harus pindah*".
__ADS_1
Bunga menatap ponselnya yang tiba tiba berdering.
" Tringggg, Tringggg, tring " ( sfx : suara alaram ).
Bunga menatap ponselnya yang terlihat agenda yang telah ia jadwal di jauh jauh hari.
Tertulis di dalam ponselnya ( 12 april menyapa seluruh karyawan restoran ). Pikiran Bunga akan ajakan kedua orang tua nya teralihkan dengan agenda yang ada dalam ponselnya.
" Aku hampir saja lupa, ini kan jadwal nya berkunjung ke cafe untuk menyapa seluruh karyawan ku ".
Bunga bergegas mengambil tas, helm dan menaruh beberapa buku catatan ke dalam tas nya. Seperti telat mau berangkat sekolah Bunga bergerak dengan lincah nya menyiapkan segala keperluan nya di cafe.
Bunga keluar rumah dan mengambil motor matic Honda pca , sebelum pergi Bunga menatap wajah dalam kaca sepionnya dan melengkungkan bibirnya agar terlihat ceria.
"Grenggg grenggg grennngg" ( sfx : suara motor starter)
Pintu gerbang di buka oleh seorang pria berbaju satpam. 'Grekk truuuuttt ( sfx : suara orang membuka gerbang dan mendorong nya)
"Mau kemana non", tanya satapam bertubuh gemuk dengan senyum cerianya.
"ASIAPPPPPP NONAA KUUUHH". Jawab Pak Agung dengan lantang kerasnya..
Bunga tersenyum simpul melihat gelagat pak Agung dengan sikap hormat nya dan kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
********************************
Seseorang datang di awal pagi ke sebuah cafe yang baru saja buka. Terlihat beberapa pelayan cafe sedang membersihkan lantai, meja, kursi dan kaca. Kebanyakan dari mereka adalah karwayati hanya koki dan barista nya saja yang laki laki.
Dengan dress polos dengan warna setengah putih dan abu abu serta rambut yang terurai, Bunga menatap jam tangan di lengan kirinya.
Bunga berjalan perlahan, karyawati yang tengah sibuk membersihkan cafe tidak sadar akan kedatangan Bunga. Bunga menghampiri salah satu dari mereka dan menyeggol pinggulnya dengan pinggul nya seraya tersenyum ceria " pagi Dian" .
Dian yang sedang membersihkan meja terkejut dengan mengelus dada nya.
" NONA, pagi juga " jawab Diana dengan nada tinggi serta ekspesi seyum yang di paksakan.
__ADS_1
Bunga memang wanita yang usil, jail dan asyik. Itulah caranya mendekati orang asing yang baru bagu baginya. Walaupun cara tersebut kerap sekali menghadirkan efek tidak suka pada sebagian dari mereka.
Tidak hanya pada Dian, Bunga bersikap seperti itu kepada seluruh karyawati di cafe nya. Kadang menggelitik pinggul mereka atau mencubit pipi mereka jika itu karyawan nya Bunga akan memukul pelan ke salah satu lengan nya.
Setelah usai usil dengan karyawati nya Bunga pergi menuju kantor cafe yang terletak di lantai 2 cafe tersebut.
Hanya satu karyawati yang bertugas di kantor cafe tersebut dan kerja nya adalah memberikan laporan keuangan serta pengembangan yang di perlukan.
" Tiyas, seperti nya belum datang". Ucap Bunga sambil melihat laporan keuangan cafe dalam komputer nya.
Selesai melihat laporan keuangan Bunga menatap keluar jendela di lantai dua. Dari jendela tersebut dapat terlihat pemandangan perkotaan dengan gedung pencakar langit serta jembatan layang yang terlihat cukup dekat dengan cafe.
Sambil menatap suasana pagi di perkotaan Bunga mengela nafasnya.
"Huffft"
" Seperti ap sih masa lalu ku di kota sebelah itu. Apakah itu penting bagi ku".
Bunga yang pikiran nya terisi oleh ajakan orang tuanya untuk pindah sedikit terkejut mendengar langkah kaki tergopoh gopoh menaiki tangga.
"Hmmm, itu pasti Tiyas. Beri kejutan ahhh". Bunga tersenyum jahat dan sekarang pikiran nya teralihkan dari ajakan orang tua nya menjadi pikiran untuk mengerjai orang.
" Aduh gawat nih, udah jam segini. Bisa gawat kalo nona tau ak datang terlambat ". Ucap Tiyas dengan rona wajah penuh ketakutan.
Saat Tiyas membuka pintu kantor terlihat seseorang wanita dengan dress nya sedang membaca beberapa berkas di atas meja.
" EHEMMMM, ". Suara dehem Bunga yang keras serta rona wajah yang terlihat begitu marah ia tampil kan.
" Mati ak nona ad di sini ". Batin Tiyas ketakutan.
Untuk readers
****Jangan lupa tinggal lin jejak yah..
Kiritik dan sarannya saya tunggu loh agar krdepannya penulis lebih baik lagi dalam menulis..
Salam literasi****..
__ADS_1