Bunga Jam Empat

Bunga Jam Empat
Bag 3 : flash back : rahasia Kekuatan


__ADS_3

Bunga ayu lestari. Adalah anak dari keluarga konglomerat yang kaya raya. Ibu dan ayah nya adalah seorang pengusaha di berbagai bidang. Tidak hanya ibu dan ayah nya, seluruh keluarga besar bunga adalah seorang pengusaha.


Setiap pengusaha pasti memiliki rival di usah nya. Ada kalanya rival itu berkompetisi dengan benar ada pula rival yang berkompetisi dengan tidak benar. Rival yang berkompetisi dengan benar ialah rival yang berkompetisi dengan jujur serta tidak ada unsur kecurangan sedangkan rival yang ber kompetisi dengan tidak benar adalah kebaikannya rival benar.


Keluarga besar Bunga adalah konglomerat. Tapi sebenarnya kakek dan nenek buyut nya memiliki latar belakang orang biasa bukan konglomerat.


Pencapaiannya sebagai konglomerat tidak lah mudah, banyak halang rintangan yang menghadang. Tentu pula mereka banyak rival nya tapi banyak pula sahabat nya.


Pencapaiannya sebagai konglomerat di usia yang muda membuat rival yang dulu nya sahabat dekat dengan kakek dan nenek buyut Bunga merasa iri hati dan dengkri. Berbagai cara telah rival ini lakukan agar mereka tidak bahagia. Sampai sampai ia datang kepada perdukunan.


Rival keluarga pak Hartawan ( kakek dan nenek buyut Bunga). Telah kalut serta pikiran nya yang di penuhi dengan iri hati membuat nya menghalakan segala cara agar keluarga pak Hartawan tidak bahagia.


Semua anak pak Hartawan meninggal dunia. Harta dan asetnya ludes buat bayar hutang di bank tapi dengan keteguhan motivasi dan semangat nya pak Hartawan dapat bangkit lagi dari keterpurukan.


Rival pak Hartawan belum cukup puas sampai keluarga pak Harawa benar benar musnah dari dunia.


Di satu sisi pak Hartawan menghadapi serangan dari rival nya dengan ilmu agama. Pak Hartawan berkonsultasi dengan para Ulama dan Kiyai Kiyai sepuh yang telah mumpuni ilmu nya.

__ADS_1


Pertarungan ghaib pun tak bisa di hindarkan lagi. Baik dari sisi pak Hartawan atau pun rival nya telah kehilangan banyak korban. Sampai pada suatu titik dimana dukun yang mengcover rival pak Hartawan menyerah karna tidak ada kemungkinan untuk menang.


Dukun yang membackup rival pak Hartawan mundur tapi tidak dengan dirinya. Sampai ia rela menukar nyawa nya dengan kehancuran keluarga pak Hartawan.


Rival pak Hartawan datang kepada Dukun yang lebih kuat lagi sesuai dengan anjuran Dukun yang pertama. Lebih mengerikan lagi dari Dukun yang pertama sebab Dukun yang satu ini membutuhkan tumbal nyawa nya sendiri sebagai kutukan untuk sasaran agar kutukan tersebut sulit untuk di hilangkan.


Rival pak Hartawan menyetujui nya. Serangkaian bunga melati dan mawar serta berbagai macam bunga di letakkan di atas tubuh rival pak Hartawan. Dengan posisi tertidur sang Dukun mulai memulai ritual pengorbanan. Setelah selsai membaca berbagi mantra, sang Dukun menancapkan keris keramat kedalam jantung rival pak Hartawan. Keris tersebut sangat mengerikan karena siapa pun yang melihat nya pasti akan merasakan rasa merinding dan takut serta bagi orang yg mempunyai indra ke enam akan dapat melihat ada aura warna kehitaman menyelimuti keris tersebut.


Kutukan pun dapat terkirim kepada keluarga pak Hartawan. Semua anak pak Hartawan meninggal semua pada awal petempuran alam gahib di awal. Setelah beberapa bulan tersebut istri pak Hartawan mengandung dan saat masa masa kehamilan rival tersebut tidak melakukan penyerangan lagi. Hal tersebut membuat pak Hartawan sedikit terlena dalam meningkatkan keamanan spiritual nya. Pak Hartawan semula hendak menghentikan perlindungan ghaib dari para Kiyai tapi hal tersebut di larang oleh mereka. Sebab mereka tau betapa gilanya rival pak Hartawan.


Kutukan pun sampai pada sasaran yaitu istri dan anak pak Hartawan. Pak Hartawan sontak terkejut sebab ia mengira rivalnya telah menyerah ternyata tidak sesuai dengan pikiran nya.


Niat rival pak Hartawan adalah menyiksa pak Hartawan agar hidupnya sengsara sebab ditinggalkan semua orang yang ia kahasihi dan sayangi sebelum membuat gila pak Hartawan. Tentu hal tersebut tidak berhasil sebab pak Hartawan di cover oleh para Kiyai yang mumpuni ilmu ghaib nya.


Pertenpuran alam ghaib pun berlangaung sengit. Serangkaian doa para Kiyai panjatkan untuk menangkal serangan ghaib tersebut. Namun naas kutukan tersebut tidak sepenuhnya hilang sebab pak Hartawan mengendurkan petahanan nya di awal. Hal tersebut membuat kutukan tetap ada pada istri dan anak nya.


Hal tersebut membuat hati pak Hartawan sangat sedih sebab ia telah melakukan kesalahan yang sama seperti saat awal yaitu membut kedua anak dan ayah ibu meninggal. Pak Hartawan mulai merenung dan membulatkan tekadnya untuk tidak gagal lagi menyelamatkan istri dan anaknya.

__ADS_1


Pak Hartawan menambah jumlah Kiyai untuk menjaga dan melindungi istri dan anaknya. Berbagai jenis rupa kiyai dari seluruh Nusantara berhasil pak Hartawan kumpulan kan. Dari yang berwajah hitam atau putih hadir dalam sebuah aula besar tempat pertemuan keluarga besar pak Hartawan. Jumlah kiyai ini pun sangat banyak, kurang lebih seratus Kiyai hadir..


Para Kiyai membentuk lingakran dengan istri pak Hartawan yang tertidur ditengah tengah nya. Bagi mereka yang memiliki indera ke enam bisa melihat aura hitam menyelimuti tubuh istri pak Hartawan dan itu sangat hitam pekat.


Serangkaian doa dari kitab agama Islam mereka bacakan. Terlihat banyak sekali para kiyai yang mengeluarkan banyak keringat dari tubuh nya bahkan sampai membasahi tubuh nya sampai sampai tidak dapat di bedakan lagi apakah itu keringat atau orang yang habis mandi.


Beberapa kiyai kehilangan kesadaran karena mereka masing mendapat perlawanan yang cukup serius dari kutukan tersebut. Para kiyai mulai berjatuhan saat membaca doa ayat suci dalam kitab islam.


Hanya terlihat sedikit sekali yang masih tetap pada posisi duduk bersila. Terlihat para kiyai yang jumlah nya kurang lebih seratus terkelepai tumbang dari posisi nya..


Raut muka pak Hartawan mulai pucat dan ia semakin ketakutan akan kehilangan istri dan anak nya. Sebagian keluarga pak Hartawan menyaksikan hal tersebut dan menenangkan pak Hartawan tapi pak Hartawan sedikit pun tidak dapat mendengar kan perkataan mereka sebab pikiran nya terpenuhi oleh keadaan istri dan anaknya.


Satu per satu kiyai tumbang, hingga jumlah Kiyai yang tetap pada posisinya dapat di hitung dengan jari. Pak Harawan semakin panik tidak karuan. Tatapnnya mulai kosong dan air mata mulai mebanjiri matanya hingga isak tangis keluar dari mulutnya dan meneteskan banyak air mata.


**Haloo para readers.


Jangan lupa yah, tinggal kan jejak dan serta dukung nya.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya agar penulis lebih baik lagi**.


__ADS_2