Bunga Jam Empat

Bunga Jam Empat
Bag : 6. Masa kini (1)


__ADS_3

Tiyas yang datang terlambat ke tempat kerja di kejutkan oleh kedatangan pemilik cafe yang masih muda, tegas dan berwibawa.


" EHMMMM". Sura dehem dari pemilik cafe yang begitu keras semakin membuat panik pikiran Tiyas.


Tiyas teringat sewaktu awal cafe di beli oleh nona muda ini. Wanita yang terlihat sangat cantik dengan tubuh yang ramping serta kulit yang putih mulus. Semula ia mengira wanita ini wanita yang kurang tegas dan pastinya baik hati ( klo telat ga di marahi ). Tapi anggapan itu berubah bahkan lebih baik pemilik sebelum nya yang asli orang cina.


Ingatannya akan sikap tegas pada salah satu karyawati nya yang ketahuan berhubungan mesra dengan salah satu barista nya. Membuat nya mengigit jari nya sebab hal sepele seperti itu harus menanggalkan seragam cafe nya.


"Aduh gawat nihh. Apa aku harus melepas seragam ini dan cari pekerjaan baru ". Batin Tiyas ketakutan.


Bunga menatap tajam Tiyas dengan ekspesi yang terlihat marah, walaupun terkesan di buat buat tapi bagi yang belum mengenal Bunga dengan benar akan mengira bahwa ia sedang marah.


Bunga yang mulai membuka mulutnya sekan akan mengeluarkan nada tinggi membuat Tiyas mempersiap kan mental nya untuk mendengar marahan nona mudanya ini.


Terlihat wajah Tiyas yang tegang menghampiri meja tempat duduk Bunga. Dengan sedikit menundukan kepalnya Tiyas mempercepat langkah nya untuk sampai di meja nona muda itu.


" Pfftttt"..


" Hahhahahah"


"HAAHAHAHAAHA "


Suara ketawa Bunga yang menjadi jadi membuat Tiyas bertanya tanya ap yang sedang terjadi.


Wajah Tiyas pun tidak tegang lagi dan hanya terlihat penasaran dengan apa yang ia lihat serta dengar.


" Kak, Tiyas. Kak boleh datang terlambat kok, ini kusus buat kak kokk, ssssssttttt". Jari telunjuk Bunga menempel pada bibirnya.


" Nona tapi kenapa saya di beri hak istimewa tersebut".


" Saya tau kak, kak Tiyas punya anak kecil dan kaka sibuk mengurus keperluan mereka sebelum berangkat sekolah".


Mata Tiyas berbinar binar dan menganguk pelan.

__ADS_1


" Tapi ingat, saya gak mau tau laporan keuangan dan statistics penjual harus beres sebelum 8 hari. Kita akan menjadikan nya target mingguan dan segala pengeluaran serta pemasukan kita bukukan tiap minggu".


" Ingat kak Tiyas. Saya akan membuka cabang baru di kota sebelah jadi pesiapkan dengan matang segala sesuatu yang di perlukan".


Tiyas tidak menduga akan keluar sebuah pandangan yang besar pada seorang wanita muda yang masih belum genap berusia dua puluh tahun. Terlebih lagi Tiyas masih terkejut dengan pengertian nona muda di hadapan nya.


Tiyas hanya bertanya tanya dalam batinnya "sejak kapan dia tau latar belakang ku".


Setelah usai dengan candaannya mereka membahas rencana pembukaan cabang baru di kota sebelah. Tiyas yang bekerja sebagai manager cafe sangat antusias dalam memberikan setiap masukanya.


Pikiran Bunga semakin terbuka akan kekurangan nya serta persiapannya. Jika pun ia memiliki backing dana dari orang tua nya. Bunga tidak ingin menjadi maja dengan bantuan mereka.


"Dilihat dari hutang nona, serta dana yang di perlukan. Paling tidak nona butuh waktu kurang lebih 2-3 tahun untuk membuka cabang baru di kota sebelah ". Ucap Tiyas sambil menjabarkan setiap keperluan nya untuk membuka cabang baru.


Bunga terlihat kecewa tapi matanya berbinar binar seolah menunjukan hasrat yang dalam pembukaan cabang baru di kota sebelah.


Obrolan mereka terus berlanjut sampai waktu yang cukup lama. Pembahasan Tiyas yang begitu mendetail dan lugas sangat mudah di pahami bagi Bunga. Bunga pun mendengar setiap ucapan Tiyas dengan fokus dan penuh semangat.


Tiringggg tringgg tringgg (sfx : alaram)


" Kka Tiyas, ak pergi dulu yah, ada janji dengan temen ku d lantai bawah". Ucap Bunga sambil mematikan alaramnya.


" Okk siap BOSSS". Tiyas mengacungkan salah satu ibu jarinya sambil melengkungkan bibir nya.


************************


Bunga turun dari kantor cafe dan menuju ke ruang dapur.


Terlihat 3 orang koki yang sangat sibuk menyiapkan pesanan nya. Suara bising pengorengan dan aroma harum maskan dapat tercium dengan jelas.


"Om Danu. Seperti biasa yah". Celuk Bunga di depan ruang dapur.


"asiapppp nona ". Jawab mas Danu dengan senyum yang merekah di bibirnya.

__ADS_1


Di sebuah meja dengan nomor 7 di dekat kaca dengan di depan nya terlihat pemandangn jalan. Seorang wanita dengan celan kulot dan jaket hodie nya mantap ramainya suasana jalan perkotaan.


Wajah wanita tersebut terlihat sangat lesu dengan wajah yang ia sanggah dengan kedua tangga nya..


Bunga yang tau itu temannya. Memilih jalan memutar agar tidak terlihat olehnya. Dengan langkah yang pelan Bunga mengejutkannya..


"Dorrr" ucap nya sambil merangkulnya dari belakang.


Wanita tersebut terkejut dan menyapa Bunga dengan wajah penuh lemasnya, " yoo, Bunga".


Bunga yang duduk di depan nya tertawa terbahak bahak..


"HAAHAHAHAHAH".


" Pasti ini nih, pasti. Harga saham lagi turun kan atau perusahan lagi ga dapat profit" ucap Bunga dengan tersenyum ceria nya.


Wanita tersebut menganggukan kepalanya pelan dengan tatap kosong ia manatap Bunga dengan jelas.


Bunga mencoba menghibur nya dengan berbagai candaannya serta mengingatkan nya saat kegembiraan mendapatkan undang untuk hadir di rapat pemegang saham.


"Masalah tidak seperti biasanya ". Celtuk wanita tersebut dengan air mata yang menggenangi mata nya.


Bunga yang hendak berbicara terhentikan saat melihat pesanan sudah datang.


" Nona roti panggang dua porsi dengan dua coffee late". Ucap salah satu karyawati nya.


Tanpa menawarkan wanita itu langsung melahap cepat satu porsi roti panggang khas timur tengah itu. Sambil meminum coffee late


Ia makan dengan lahap nya.


Bunga tersenyum cerita dan wanita itu mulai angkat bicara soal masalah nya. Obrolan panjang ia ucapkan. Ngalor ngidur ga jelas ia sampaikan yang intinya hanyalah hal yang sama.


Bunga mentap jam di dinding cafe tepat nya di atas loket pesannan. Terlihat jam menunjukkan pukul 15:45.

__ADS_1


" Sebentar lagi kekuatan ku aktif, aku akan tau apakah Tantri ini bohong atau tidak ". Batin Bunga sambil mendengarkan cerita temanya itu.


__ADS_2