
Sebagian keluarga mulai menenangkan pak Hartawan tapi itu pun sia sia. Mereka mencoba membawa nya ke tempat tidur atau sofa terdeka tapi pak Hartawan memberontak dan matanya menatap tajam kepada anggota keluarga nya yang mencoba mengalihkan pandangan nya dari istri dan anaknya.
Suatu persatu jatuh dari posisi nya. Para Kiyai terlihat kewalahan membersihkan kutukannya. Pak Hartawan menatap dengan penuh harapan kepada para kiyai yang tersisa.
Waktu terus berjalan, ritual penyucian ( Rukiyah dalam agama islam ) yang di mulai seusai solat Subuh ( 5 pagi ) sampai jam saat ini ( jam 11 siang ) menyisakan 3 Kiyai yang masih tetap pada posisi duduk bersila dan membaca doa.
Aula petemuan dengan dua tingkat milik keluarga pak Hartawan ini mampu menampung kurang lebih 500 orang. Terlihat sangat mewah dengan berbagi arsitektur dari berbagi dunia. Pak Hartawan menatap para Kiyai di lantai dua, dengan pagar setinggi satu meter yang menjadi sekat antara lantai dua dengan pemandangan dasar lantai satu tempat rukiyah berlangsung..
Ketiga Kiyai mulai menghentikan doanya dan beranjak pergi dari tempat Rukiyah tersebut. Pak Hartawan yang memandang mereka dengan penuh harapan bergegas turun dari lantai dua untuk menanyakan kabar dari mereka.
Ketiga Kiya tersebut melangkah melewati deretan orang yang pingsan. Hendak membuka pintu aula, pak Hartawan menceganya dengan nafas yang masih tersendat. pak Hartawan bertanya dengan penuh kesedihan.
" Apa mereka selamat ". Tanya pak Hartawan menyeka air mata nya di pipi nya. Salah satu Kiyai menjawab " insyaallah keadaan nya sekarang lebih baik lagi". Salah satu Kiyai bertanya " dimana kita bisa mengambil air untuk wudhu". Kiyai yang lain menambahkan " benar kami ingin solat dhuha dan dhuhur".
Pak Hartawan tersenyum cerah dan mata nya berbinar binar karena mengetahui bahwa keadaan mereka salamat.
Kemudian mereka melaksanakan solat berjamaah di Masjid terdekat. Pak Hartawan tidak banyak bertanya sebab takut harapan nya menjadi kekecewaan.
Salah satu Kiya memuai pembicaraan " anak bapak memiliki kutukan yang mengerikan, saya yakin kutukan ini memerlukan tumbal nyawa sebagi gantinya." Dengan wajah tersenyum cerah salah satu Kiyai menambah kan " tapi tenang saja kutukan tersebut telah kami netral kan dan kedepannya insyaallah mereka bisa beraktivitas seperti biasanya" . Kiyai yang satunya hanya terseyum senang melihat wajah pak Hartawan yang terlihat bahagia.
Mereka kemudian kembali ke Aula petemuan dan terlihat para Kiyai sedang melaksanakan solat Dhuhur berjamaah di tempat itu. Serta istri pak Hartawan yang sedang hamil tua melambaikan tangannya kepada pak Hartawan dengan di temani anggota keluarga yang lain mereka melambaikan tangannya kepada pak Hartawan. Pak Hartawan lari bergegas menaiki tangga dan meninggalkan ketiga Kiyai tersebut di belakang. Para kiyai terseyum senang melihat nya.
__ADS_1
Pak Hartawan langsung memeluk istrinya dengan erat dan mencium bibir nya dengan penuh nafsu, ketiga Kiyai hanya memalingkan wajahnya sedangkan anggota keluarga nya yang lain tersenyum bahagia.
Pak Hartawan mengalir kan air mata yang cukup deras dan mengatakan ketakutannya ditinggal istrinya. Istrinya tersenyum bahagia dan menyeka air mata di kedua pipi pak Hartawan.
Anggota keluarga yang lain mulai angkat bicara dengan menghanpiri ketiga Kiyai tersebut dan bertanya " apakah kutukan nya telah hilang" tanya nya dengan raut muka serius..
" Kami tidak bisa menghilangkannya, tapi kami telah menghilangkan efek negatif dari kutukan tersebut, misal nya pun efek negatif nya masih ada tapi takan berdampak pada orang lain. Melainkan hanya untuk diri sendiri. " jawab Kiyai.
" Mungkin itu akan menjadikan anak dalam janin tersebut memiliki Kekuatan yang sepesial nantinya, tapi itu juga memiliki efek negatif yang patut di perhatikan" Kiyai yang lain menambah kan.
" Insyaallah keadaan nya sudan lebih baik, hubungi saja kami bila ada sesuatu yang aneh terjadi " jawab Kiyai tersenyum simpul.
Seusai merukiyah para kiyai meninggalkan ruang aula masing. Sesuai dengan kesepakatan di awal. Pak Hartawan menjanjikan akan memberikan donasi yang cukup besar kepada setiap kiyai yang membantu proses penyucian anaknya. Lebih dari 40 pondok pesanteren mendapatkan donasi dari pak Hartawan masing masing mendapatkan kurang lebih 50 juta dan untuk ketiga kiyai yang dapat bertahan sampai akhir masing masing mendapatkan 100 juta serta mendapatkan kepercayaan lebih untuk kedepannya dalam menjaga keluarga pak Hartawan dari serangan ghaib.
10 tahun berlalu.
Anak dari pak Hartawan telah dewasa menjadi wanita yang cantik. Umur nya masih sangat muda tapi sangat pelupa sekali. Berbagai kelebihan spiritual ia miliki seperti terbukanya indra ke enam, bisa merasakan kehadiran bencana di sekitar nya dan membaca pikiran orang lain.
Kedua orang tua Lastri ( anak pak Hartawan ). Tidak terlalu ambil pusing akan kelebihan anaknya melainkan bersyukur atas anugerah yang luar biasa yang Allah berikan kepada anaknya.
Kedua orang tua nya tidak mempermasalahkan kelebihan Lastri. Sampai pada suatu kejadian dimana Lastri tidak lagi mengingat kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya sedih bukan main sebab anak semata wayang nya tidak bisa mengingat kedua orang tua nya.
__ADS_1
Keadaan nya ber tambah parah. Pandangan anak nya mulai kosong dan ia menjadi terasingkan di rumah yang besar dan mewah. Kerap kali ia mengis karena tidak tau apa apa dan seperti kehilangan sesuatu yang berharga.
Pak Hartawan semakin khawatir. Kemudian memangil ketiga kiyai yang telah menyelamatkan anaknya dulu.
Ketiga Kiyai tersebut datang dan mendengarkan keluhan pak Hartawan. Pak Hartawan mendapatkan pencerahan dari ketiga Kiyai tersebut. Dari yang mereka sampaikan, pak Hartawan dapat menyimpulkan bahwa kelebihan anaknya itu memberikan efek negatif yaitu memakan ingatan dan kenangan di setiap waktu.
Ketiga Kiyai tersebut meminta agar dibuatkan sebuah taman yang sangat besar untuk anaknya bermain. Dengan mengisi setiap sisi taman dengan bunga jam empat yang mendominasi nya. Dan meminta pak Hartawan untuk selalu mengadakan kegiatan amal untuk anak yatim dan duafa setiap seminggu sekali di taman tersebut. Para Kiyai pun menyarankan untuk membantu anaknya menulis buku keseharian ( dairy ) agar ingatan nya tetap bisa di ingat kembali.
Pak Hartawan tidak ambil pusing akan maksud Kiyai yang ia percayai. Ia langsung melaksanakan nya tanpa berpikir panjang. Ia yakin maksud dari para kiyai tersebut adalah baik dan terbaik untuk nya dan anak nya.
Pak Hartawan telah mengelontorkan dana yang sangat banyak kira kira 2 M lebih untuk membuat sebuah taman yang sangat besar seluas kurang lebih 2 hektar dengan kolam, pohon rindang, berbagai macam bunga dari seluruh dunia serta Bunga jam empat yang mendominasinya.
Pak Hartawan adalah kakek buyut dari ayah nya Bunga, sedangkan Lastri adalah nenek dari Bunga.
Kelebihan Bunga sama persis seperti nenek nya dan kekuatan supranatural nya pun sangat berkaitan dengan neneknya.
***Haloo readers*
Jangan lupa yah, tinggal in jejak, kritik dan sarannya agar krdepan penulis lebih baik lagi
.
__ADS_1
Salam literasi**..