
"bangsrutttt, kamu bikin aku malu aja wo" umpat senja sambil menonyor kepala sadewo dari belakang pada sadewo yang mulai melajukan motornya menuju sekolah.
"ha ha abis kamu lama banget naik keatas motornya"
"kamu gak sabaran banget sih! Gara-gara kamu aku kehilangan wajah cool ku tadi. sepertinya aku gak jadi traktir kamu wo"
Ucap senja berpura-pura merajuk pada sadewo yang membuatnya malu dihadapan caca.
"jangan gitu dong nja, kan aku tadi hanya bercanda. dosa loh kalo kamu batalin janji mu buat traktir aku"
"heleh.." ucap senja lalu tertawa melihat sadewo yang takut kehilangan makan siang gratisannya nanti.
"jadi semalam kamu menginap dirumah tante tadi nja?" tanya sadewo memecah keheningan mereka berdua.
"iya wo"
"aku fikir semalam kamu ketangkap polisi dan ikut diangkut naik mobilnya" sadewo terkekeh melihat bagaimana senja lari kebirit-birit saat polisi mengejar nya.
"bangsrutt kamu, semalam bukannya menolongku malah kabur begitu saja !"
senja mengingat bagaimana teman-temannya pergi naik motor meninggalkan kejaran polisi yang mengepung mereka. Sedangkaj ia satu-satunya siswa sekolah mereka yang tertinggal disana dan harus lari untuk menghindari kejaran polisi. Untunglah ia bisa selamat dan itu semua atas pertolongan caca .
.
.
Sadewo segera memarkirkan motornya setelah mereka tiba disekolah.
"untunglah pak sapto menjaga mobilku dengan baik" ucap senja saat ia melihat mobilnya masih berbaris rapi dengan mobil-mobil lainnya . Meski semalam mungkin mobil itu hanya sendiri berada diparkiran.
kemarin senja sengaja tak membawa mobil dan menitipkannya pada pak sapto penjaga sekolah untuk menjaga mobilnya. Tak lupa ia memberikan uang sebagai imbalan karena pak sapto melakukan tugas dengan baik.
Begitulah senja yang tak pernah pelit untuk memberi uang pada orang lain yang membutuhkan dan mentraktir teman-temannya makan dikantin hingga membuat sang papa selalu marah karena tagihan kartu kredit senja yang setiap bulan selalu membengkak.
"ayo buruan nja, pagi ini ada pelajaran miss herlina" sadewo menarik lengan dewa yang berjalan dengan santai agar mempercepat langkahnya.
__ADS_1
Baru saja mereka berdua tiba dikelas, miss herlina pun ikut menyusul masuk dan memulai pelajaran.
Senja menompang dagu dengan telapak tangannya sambil mengingat wajah cantik caca yang membuatnya terpesona meski hanya dua kali berjumpa. Ia yakin caca adalah wanita yang baik, hanya saja mereka yang belum saling mengenal akrab hingga caca seringkali berkata ketus kepadanya.
Senja tersenyum saat mengingat wajah caca yang sering sebal dan merajuk atas tingkahnya. Mengingat bagaimana caca menggerakkan bibirnya yang sengaja dibikin menceng namun sangat menggelitik hati senja.
"senjaaa...!!!!"
Miss herlina guru bahasa inggris yang terkenal atas kegalakannya kini mulai memekikan suara memanggil nama yang sejak tadi tak memperhatika penjelasannya.
sadewo menyenggol tangan senja yang masih belum sadar bahwa miss herlina memanggilnya.
"apa sih wo !"
"itu kamu dipanggil miss herlina ****t"
senja menelan saliva nya dan menatap miss herlina yang berjalan kearahnya.
" kamu jelaskan didepan kelas apa yang tadi saya jelaskan, sekarang !!" ucap miss herina saat tiba dihadapan senja.
"kenapa baju mu begitu lusuh dan kotor. apa kamu salah satu anggota tawuran semalam !" ucap miss herlina saat membuntuti langkah senja yang berjalan kedepan kelas.
"enggak miss, tadi sadewo bawa motornya kebut. Jadi kecipratan air dikubangan dan baju kusuh ini karena terkena angin" jawab senja mencoba mencari alasan.
"gue lagi" ucap sadewo saat dirinya terlibat dalam alasan yang senja berikan.
miss herlina tak melanjutkan ucapannya karen malas memperkeruh suasana. Meski ia tau bahwa mobil senja berbaris diparkiran dan berdampingan dengan mobilnya, namun senja malah menjadikan sadewo sebagai alasan kacau penampilannya hari ini.
Senja menjelaskan secara rinci semua yang tadi miss herlina jelaskan. Meski tadi ia tak memperhatikan penjelasan miss herlina, namun baginya yang dulu pernah tinggal diswiss, untuk menjelaskan semua tulisan berbahasa inggris itu adalah hal yang sangat mudah.
.
.
"jadi ke kantin kan nja??" sadewo mengingatkan senja saat pelajaran miss herlina telah selesai.
__ADS_1
"huu kalo makan aja, kamu gak pernah lupa" senja menonyor kepala sadewo membuat sadewo tertawa dan tak membalasnya agar senja tak mengurungkan niatnya untuk mentraktir makan dikantin. Senja semalam meminta sadewo untuk menjemput dirinya dirumah caca dengan iming-iming makan siang gratis saat dikantin sekolah. Dengan sigap sadewo meng'iya'kan permintaan senja karena hari ini ia bisa mengurangi uang jajan jika senja akan mentraktirnya.
"kamu kok bisa pintar bahasa inggris sih nja?" tanya sadewo saat mereka berjalan menuju kantin sekolah.
"aku lhoo, pintar semuanya gak cuma bahasa inggris saja"
"heleh... Aku serius lho, bagi-bagi resep nya sapatau aku bisa ketularan pintar sepertimu" sadewo terkekeh, berharap nantinya bisa bersaing dengan senja.
"jadi kamu mau tau resepnya?? aku kasih tau nih ya... Dulu Kamus bahasa inggris itu aku bakar lalu abunya aku bikin kopi dan aku minum. Jadilah aku yang pintar seperti sekarang ini"
senja menahan tawa saat ia memberikan resep konyol itu pada sadewo.
"kamu yakin nja?? Kamus ku cuma ada satu, nanti kalo aku bakar dan aku gak pintar sepertimu apa kamu mau tanggung jawab membelikanku kamus baru ??"
"lho kenapa harus aku yang belikan? Yasudah,nanti aku akan belikan kamu kamus baru tapi kita kembali kekelas dan gak jadi makan, boros wo kalo kamu dua duanya" senja memberikan dua pilihan pada sadewo yang sudah pasti ia tau apa jawabannya.
"ogahhh nja, akusih mendinggg pilih makannn"
mereka berdua tertawa karena jawaban sadewo tepat sasaran sama persis dengan yang tadi senja pikirkan. dalam fikiran sadewo tidak akan pernah jauh jauh dari makan makan dan makan. Wajar saja jika tubuhnya lebih gembul dari teman-teman yang lain.
begitulah senja yang tak pernah menunjukkan pada teman-temannya bahwa dia siapa. ia sengaja menutup diri tentang asal usul nya yang berasal dari keluarga berada agar teman-temannya tetap nyaman berteman dan tak sungkan untuk bergaul dengannya.
Mereka berdua tiba di kantin dan segera memesan makanan
"bu aku pesan es jeruk sama mie ayam bakso " ucap sadewo tanpa rasa canggung.
"tapi jangan ngutang lagi ya wo. Catatan bon mu sudah berbaris panjang seperti hendak upacara ini lho" ucap ibu kantin menyinggung sadewo yang tak kunjung membayar hutang dikantinnya.
"iya bu, hari ini senja yang akan traktir"
sadewo menaruh lengannya pada pundak senja.
"pantes kamu pesannya banyak banget, biasanya es tawar sama sosis bakar doang" ledek bu kantin yang memang sudah sangat akrab dengan mereka berdua.
"ehh si ibu mah, buka buka kartu aja" sadewo terkekeh malu karena biasanya ia selalu menghemat pengeluaran uang jajannya.
__ADS_1