
Melihat raut wajah kesal dari seorang wanita yang ia tumpangi. Akhirnya lelaki itu pun memperkenalkan dirinya dan meyakinkan caca bahwa dia anak baik-baik tak seburuk yang caca fikirkan.
"tante, perkenalkan namaku senja. Aku beneran anak SMA, bukan seorang penjahat yang berpura-pura menjadi anak SMA. Tadi didepan sana aku dan teman-temanku sedang tawuran. Lalu ada polisi datang mengepung kami, jadi aku berlari menerabas semak-semak yang ada disana dan keluar disana" senja menunjuk tempat dimana ia menyembul keluar dari semak-semak yang ia maksud.
"aku lihat ada mobil lewat, jadi terpaksa aku cegat. aku takut ditangkap polisi tante ! Jadi tante harus tolongin aku" lanjut senja kembali menampakkan wajah memelasnya.
"kalau takut ditangkap polisi kenapa harus tawuran?" ketus caca yang kesal atas alasan lelaki berseragam SMA yang bernama senja itu.
"apakah itu bukan salahsatu tindakan kejahatan??" tanya caca dengan tatapan tidak suka.
"tapi tante, tawuran itukan hal yang wajar bagi siswa SMA. Emang dulu disekolah tante tidak pernah ada yang tawuran??" tanya senja sambil menatap caca.
"boro-boro tawuran, dulu kalau pulang sekolah mereka langsung pergi membantu orang tuanya dikebun. jadi malamnya mereka capek dan langsung tidur gak sempet tawuran seperti mereka" batin caca.
"tante, tante kok malah bengong" senja melambaikan tangannya tepat didepan wajah caca membuyarkan lamunan caca tentang teman-teman sekolahnya dulu.
"jadi kamu mau kemana?" caca mulai memegang stir kemudi dan menatap kedepan .
"aku ikut tante aja"
"kamu gila ya !! Mana mungkin aku bawa kamu pulang. aku belum menikah, mana mungkin aku menyelundupkan kamu kedalam rumah ku !!!" pekik caca pada lelaki yang memang telah lancang dan begitu berani dengannya.
"tapi tante tidak akan ditangkap polisi jika tante menyelundupkan aku, aku bukan narkoba" ucap senja santai tak menghiraukan caca yang berbicara dengan nada ketus .
"tapi apa kata tetangga senja ! Kalau mereka tau mereka bisa menggerebek kita !!!" lagi lagi pekikan suara caca menggema didalam mobil.
"ya kalau begitu nanti kita menikah. Simpelkan?? Toh tante masih gadis aku juga masih bujang, jadi tidak akan ada yang marah??" senja menaik turunkan alisnya sambil membalas setiap perkataan caca dengan santai.
"dasar bocah sinting !!!" umpat caca yang telah berhasil kesal dibuatnya.
__ADS_1
Senja tertawa terbahak melihat caca yang merajuk kesal pada nya. dengan wajah cemberutnya, caca justru terlihat begitu cantik di mata senja.
Caca melajukan mobilnya meninggalkan tempat yang penuh perdebatan antara dirinya dan senja. Tibalah mereka disebuah tempat yang sedang ramai orang disana. Rupanya, disitulah tempat terjadinya tawuran antara dua sekolah yang melibatkan senja didalamnya.
"aduh tante, aku takut ! pasti polisi ngenalin aku" ucap senja seraya menatap kedepan yang penuh keramaian.
Ada beberapa mobil polisi yang memuat beberapa siswa yang berhasil mereka bekuk. Ada juga yang masih beraksi kejar mengejar. Suasana yang begitu hiruk dan kacau karena banyak balok kayu juga bebatuan yang kuranglebih seukuran kepalan tangan berserakan dijalan.
"kamu menunduk, semua akan aman" jawab caca yang merasa iba ketika melihat raut wajah senja yang ketakutan.
Caca tetap mengemudikan mobilnya pelan melewati jalanan ramai itu. Tiba-tiba seorang polisi menghentikan laju mobilnya dan mengetuk kaca pintu mobil meminta caca untuk segera membuka nya.
"selamat malam nona, maaf menggangu perjalanannya. Apakah nona melihat siswa berseragam SMA masih berkeliaran dijalan sana?" ucap polisi tersebut ramah seraya menunjuk arah tempat caca datang.
Dibawah sana hati senja berdetak lebih kencang bahkan seperti akan terlepas dari tempatnya. Belum lagi Tubuhnya yang gemetar juga keringat dingin yang bercucuran. Dibawah sana Senja banyak-banyak memanjatkan doa untuk keselamatannya.
"maaf pak. Saya tidak melihat ada nya siswa dari arah sana. Kalau boleh saya tau ini ada apa ya pak? " tanya caca mencoba membuat polisi tersebut untuk tidak mencurigainya.
haaahhhhh
senja menghela nafas lega saat mobil caca terbebas dari pemeriksaan polisi yang tadi sempat mengejarnya.
Senja menelan salivanya kasar saat ia melihat sesuatu yang membuat jantungnya kembali berdetak kencang, namun kali ini lebih tepatnya 'berdebar kencang'.
Bagaimana tidak? Ketika senja berada dibawah bagian kursi depan samping kemudi, ia melihat ke arah caca yang sedang mengemudikan mobil dengan pakaian mini dan begitu seksi. Hingga membuatnya melihat sebagian paha yang hampir semua nya terbuka. senja menelan saliva nya berulang kali. Bagi senja, malam ini ia ketiban rezeki karena melihat paha putih mulus dan seksi yang membuat sijoni didalam celana menjadi memiliki tegangan tinggi.
"hei, sudah aman ! kenapa kamu masih aja berdiam diri disana" ucap caca saat ia rasa mobilnya telah jauh dari tempat tawuran itu terjadi.
Mendengar ucapan caca. Seketika membuat semua fikiran kotor dalam otak senja menjadi buyar. Senja segera bangun dan kembali duduk dikursi semula sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya yang telah mendapatkan pemandangan yang begitu menyegarkan.
__ADS_1
"mata kamu kenapa? " tanya caca melihat keanehan senja setelah bangkit dari persembunyiannya.
"enggak. Tadi kelilipan debu dibawah sana" ucap senja sambil mengucek matanya secara bergantian.
"heh !! Kamu kira mobilku sekotor itu !!" caca merasa tak terima saat senja bilang ada debu didalam mobilnya.
"iya iya tante maaf " ucap senja sambil tersenyum lebar agar caca tak marah dan menurunkannya ditengah jalan.
"kamu ketakutan banget ya, lihat tuh keringat mu sebesar-besar jagung" caca tertawa melihat wajah senja yang ketakutan juga basah keringat.
"wah berarti ini enak dong dibuat popcorn" senja membalasnya dengan candaan.
"hiss jorok !"
senja tertawa mendengar caca yang selalu saja mendengus kesal, padahal ia berusaha untuk menjadikan suasana dimobil itu menjadi bersahabat.
"dibawah sana panas te, jadi wajar keringatku sebesar-besar jagung. Tante juga sih !! Sudah aku di suruh jongkok dibawah, ditutup sama jaket lagi. Kan jadi gerah banget " lanjut senja menceritakan kejadian saat ia berada dibawah sana.
"ya kalau gak gitu, kamu pasti ditangkap sama polisi tadi"
caca mulai mengemudikan mobilnya masuk ke halaman rumah. Rumah yang tak begitu besar namum cukup untuk nya yang hanya tinggal seorang diri.
caca segera menaruh mobilnya di garasi yang hanya beratap baja ringan membuat para tetangga bisa melihat siapa saja yang keluar dari mobilnya.
senja dan caca turun bersamaan.
caca segera membuka pintu dan menyuruh senja segera masuk sebelum ada tetangga yang lihat ia menyelundupkan lelaki yang bukan muhrimnya masuk kedalam rumah. Karena dijam-jam seperti ini, biasanya banyak bapak-bapak yang sedang berkeliling ronda atau hendak pergi ke masjid untuk melakukan ibadah.
.
__ADS_1
.