
bola mata senja ikut melirik ke lapangan mengikuti gerakan mata sadewo.
memang seluruh siswa kelasnya sudah berkumpul disana kecuali dirinya dan sadewo.
"kamu duluan aja wo. Aku mau dikelas aja"
kata senja yang merasa malas untuk mengikuti pelajaran olahraga apalagi saat ia melihat guru keenan juga sudah berada disana.
"loh kenapa nja?"
Tanya sadewo yang telah dibuat bingung karena biasanya olahraga merupakan pelajaran yang paling diminati oleh senja.
"bilang aja aku sakit perut"
Senja mendorong tubuh sadewo agar segera keluar kelas dan pergi kelapangan.
"baiklah" jawab sadewo lalu berjalan setengah berlari menuju lapangan meninggalkan senja.
.
.
"wo kenapa kamu hanya sendirian?"
tanya guru keenan saat melihat sadewo tiba dilapangan.
"oh itu senja sakit perut pak" sahut sadewo sedikit gugup namun ia berhasil menyampaikan alasan sesuai instruksi yang tadi senja berikan.
"yasudah kamu segera masuk barisan, sebelum olahraga kita lakukan pemanasan terlebih dahulu"
Guru keenan mulai membimbing pelajaran olahraga sedangkan senja tetap menunggu pelajaran itu didalam kelas hingga usai.
.
Sadewo yang kini telah mengganti pakaian kembali menemui senja didalam kelas.
"nja.." panggil sadewo yang baru saja menjatuhkan pant*at nya duduk dikursi sebelah senja.
"heemm." sahut senja yang sibuk memainkan handphone nya.
"aku tadi lupa beri tahu kamu kalau dikelas kita ada murid baru" ungkap sadewo.
"terus ??" jawab senja cuek sambil terus memainkan handphone.
"ya gak terus terus nja. Aku kan cuma kasih info ke kamu" balas sadewo kesal dengan respon senja yang begitu acuh.
"makasih infonya. Btw tuh anak baru cewek apa cowok?" tanya senja sebatas ingin tahu.
"cewek nja . Beehhh anak nya cantik banget nja. Aku yakin kamu pasti suka kalau kamu sudah melihatnya" ungkap sadewo secara berlebihan.
__ADS_1
"aku?? kamu kali yang akan suka dengannya" sanggah senja , yang tak membenarkan ucapan temannya itu.
"kalau aku sih kaya nya enggak bakal tergoda nja. Soalnya nina tetap dihati dan tak kan terganti. Cintaku tak kan tergoyahkan meskipun nina belum merespon rasa cinta itu" sadewo terkekeh sendiri melihat dirinya begitu pandai merangkai kata.
"akupun begitu, tak kan tergoyahkan!" sahut senja.
"kamu yakin?? Nja tapi cewek ini lebih muda loh daripada tante itu" sadewo mencoba meyakinkan senja.
"biarin aja.. Toh cinta tak pernah memandang usia" sahut senja sambil tersenyum membayangkan wajah cantik caca .
"huhhh dasar yaa bocah tengil. Ini nih korban cinta buta" umpat sadewo meledek senja.
"kurang asem kamu ya ngatain aku bocah tengil" senja menyentil kening sadewo membuat sadewo nyengir kesakitan.
.
obrolan mereka berdua tiba-tiba terhenti saat sadewo menatap ke arah pintu kelas. Terlihat seorang gadis bertubuh mungil dengan geraian rambut hitam sebahu tengah berdiri di ambang pintu. tatapan mata senja pun secara otomatis mengikuti kemana arah tatapan sadewo terpaku yang membuat obrolan asik mereka tak lagi dilanjutkan.
Kini tatapan ketiga orang itu saling bertemu. Namun gempita lebih fokus menatap kearah senja yang sejak pelajaran pertama tadi tak terlihat dikelas mereka.
Begitupun dengan senja yang menatap lekat kearah gempita hingga tatapan mereka berdua saling bertemu dengan jarak yang berjauhan karena saat ini senja berada dibangku paling belakang.
Senja memalingkan tatapannya saat sadewo berdehem seolah memberi kode pada senja.
"apaan sih wo !" ucap senja.
"katanya tak akan tergoyahkan, tante caca tetap number one. Tapi nyatanya.._"
Senja segera meraih tangan sadewo mengajak nya keluar kelas.
"hai gempita" sapa sadewo gombal saat mereka berdua berjalan dihadapan gempita.
sedangkan senja memilih untuk berpura-pura acuh dan bersikap dingin pada murid baru dikelasnya itu.
.
"kamu kenapa sih nja?" tanya sadewo saat senja mulai melepaskan pegangan tangannya.
"kenapa apa nya??" jawab senja.
"ooh kamu cemburu ya karena tadi aku menyapa anak baru itu" ledek sadewo ditengah perjalanan mereka menuju kantin.
"hahh sejak kapan aku cemburu? Kamu itu yang kegenitan !! Menurunkan martabat sebagai cowok " sahut senja.
"YaAmpun seperti nya senja gak inget gimana sikap genitnya kalau sudah bertemu tante caca?? " batin sadewo.
"kalau mulai suka gak usah malu untuk mengakuinya kali nja. Daripada sama tante-tante yang seleranya belum tentu bocah tengil kaya kamu" ujar sadewo.
"bodo amat"
__ADS_1
Sadewo tertawa terbahak-bahak melihat senja begitu kesal.
mereka berdua memesan makanan seperti biasa dan memilih tempat duduk andalan dipojok belakang.
Senja dan sadewo mulai menikmati makanan yang telah mereka pesan.
"nja, kamu belum tau kan kalau murid baru itu namanya gempita" ucap sadewo ditengah-tengah makan mereka.
"dia cantik kan nja, belum lagi katanya dulu dia murid paling pintar nja disekolahnya"
"hemm" sahut senja yang malas meladeni sadewo yang mulai berlebihan untuk memuji orang.
"apa kamu yakin gak mau mengenal dia lebih dekat nja. Aku bisa bantu loh nja kalau kamu mau dekati dia, asal kamu Jangan memasang wajah cuek dan es mu itu kalau didepan dia"
Timpal sadewo melanjutkan ucapannya.
"sudah??? Sudah selesai memuji-muji anak baru itu??" tanya senja menatap wajah sadewo yang masih sibuk mengunyah.
"gak usah berlebihan deh wo. Sudah ku bilang aku tak kan tergoyahkan. Sejak pandangan pertama saja aku sudah tak tertarik" senja menarik sudut bibirnya.
"kamu yakin? Tatapan kamu tadi beda loh nja" sadewo balik menatap senja seraya mengerutkan dahinya.
"ah itu perasaanmu aja wo. Yaudah aku duluan ! Jangan lupa nti bayarin punyaku juga"
Senja berlalu meninggalkan sadewo yang masih sibuk makan. Sebelum ia pergi, senja menepuk bahu sadewo pelan seraya terkekeh karena melihat ekspresi sadewo yang tiba-tiba berubah dengan wajah yang menjadi pucat saat ia meminta untuk dibayarin sekalian.
"kok jadi aku yang bayar nja" sahut sadewo dengan mulut yang penuh dengan makanan. namun senja sudah tak mendengar perkataan sadewo karena ia sudah terlanjur pergi meninggalkannya.
.
.
"kak kakak jadi jemput pita kan?"
tanya gempita dari balik telepon.
"iya. Kakak sudah menunggumu didepan gerbang" jawab caca.
"oke kak, sebentar lagi pita kesana"
Caca segera mengakhiri panggilannya. Didalam mobil caca celingukan..matanya kesana kemari mengamati satu persatu siswa yang keluar gerbang, kali ini ia bukan lagi mencari gempita melainkan cowok tengil yang sudah beberapa kali ia temui.
ya... Siapa lagi lelaki itu kalau bukan senja. Seorang lelaki yang usianya jauh lebih muda namun mampu memberi warna dalam hidup caca.
"kak...!" panggilan gempita dari pintu kaca mobil yang terbuka seketika membuat caca terlonjak kaget.
"kamu ini bikin kakak kaget aja ta"
ujar caca.
__ADS_1
"kakak nyariin siapa sih?? Sampai gak sadar kalau aku sudah berdiri disini"
Gempita pun ikut menengok kekanan dan kekiri karena menyadari bahwa sang kakak sedang memfokuskan pandangannya kearah lain.