Cahaya Diujung Senja

Cahaya Diujung Senja
part 23. bertemu tanpa sengaja disekolah


__ADS_3

dengan semangat senja mengendarai sepeda motornya pergi ke sekolah. Dengan kecepatan sedang ia menikmati perjalanan pagi membelah kemacetan kota jakarta.


"lho itu kan mobil caca"


batin senja saat ia melihat mobil caca melintas mendahului sepedamotornya.


Senja menambah kecepatan laju motornya namun ternyata kecepatan motor butut itu tak mampu mengejar kecepatan laju mobil caca.


"sial..!!" umpatnya saat mobil caca tak lagi terlihat dari pandangan mata.


senja kembali meneruskan perjalanan menuju sekolah. Sebenarnya ia merasa rindu sekali dengan caca. Karena setelah mereka jalan berdua ke sebuah pantai waktu itu, mereka tak pernah lagi bertemu.


Senja sempat mendatangi caca ke tempat kerja. Namun ia tak pernah bisa menemui caca karena caca selalu saja disibukkan dengan tamu-tamu nya.


sepedamotor senja mulai memasuki area sekolah. Ia memarkirkan sepeda motor ditempat parkir seperti biasa.


"wo...." panggil senja saat melihat sadewo berjalan sedikit tergesa-gesa.


"apa nja" sahut sadewo yang hanya melirik sekilas ke arahnya.


"kenapa sih dewo? tumben banget jalannya buru-buru gitu" gumam senja bingung.


sadewo terus saja berjalan tanpa menghiraukan senja yang membuntuti langkahnya.


"wo, kamu mau kemana?"


Tanya senja sedikit berteriak.


"mau setor dulu nja. Kamu tunggu di kantin ya !" balas sadewo berteriak.


"setor??? Setor apaan pagi-pagi gini"


batin senja semakin bingung.


Senja berjalan ke kantin sekolah mengikuti instruksi yang tadi sadewo berikan. Satu persatu siswa dikantin itu mulai berhambur pergi masuk ke dalam kelas masing-masing. Bel tanda masuk sudah berbunyi membuat kantin itu menjadi nampak sepi. Kini hanya tinggal senja seorang diri yang masih duduk setia menunggu sadewo yang tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.


"kemana sih sadewo?" senja melirik arloji ditangannya yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


akhirnya senja memutuskan untuk masuk kedalam kelas karena saat ini ia sudah terlambat satu jam untuk mengikuti pelajaran dan semua itu karena sejak tadi ia menunggu sadewo.


Senja menyusuri koridor kelas yang nampak sepi. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah mobil putih yang terparkir dihalaman sekolah.


"caca ?? Itukan mobil caca " lirih senja menatap mobil itu tajam.


karena melihat mobil yang sangat familiar itu, senja mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam kelas dan memilih untuk mencari dimana caca berada.


Sesekali senja mengintip ke kelas-kelas lain mencoba mencari caca yang ia fikir berada disana. namun tak kunjung ia temui wanita yang sejak beberapa hari lalu ia cari-cari.

__ADS_1


"senjaaa....!!!"


Terdengar teriakan suara bariton yang dilontarkan untuk memanggil nama siswa yang sejak tadi masih berkeliaran diluar kelas. senja benar-benar dibuat terkejut oleh suara bariton yang dipekikkan oleh guru wali kelasnya siapa lagi kalau bukan bu butet. seketika senja menghentikan aksinya saat teriakan yang begitu familiar itu memekakan telinga senja yang sudah bersiap untuk mengintip ruangan terakhir yaitu ruang kepala sekolah.


"ngapain kamu masih disini ???!" tanya bu butet dengan nada tinggi.


Senja hanya menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal karena ia tak tau harus menjawab apa dari pertanyaan yang bu butet lontarkan.


Mendengar nama seseorang yang ia kenal dipanggil oleh seorang guru dari luar ruangan kepala sekolah, caca segera mengakhiri pembicaraannya dengan kepala sekolah bersalaman lalu bergegas keluar dari ruangan itu.


Benar saja, saat caca baru saja keluar dari ruang kepala sekolah. Sudah terlihat senja yang sedang mendapat kultum oleh seorang guru wanita dengan tubuh gendut dan rambut ikal sebatas bahu.


.


"caca "


panggil senja saat melihat caca menampakkan diri muncul dari balik pintu ruang kepala sekolah.


Caca mengangguk merasa namanya dipanggil. Namun ia tak berani bersikap akrab karena saat ini dihadapan senja sedang berdiri seorang guru yang terlihat sedikit garang.


"caca caca !! Kamu lupa siapa nama saya !"


Ujar guru tersebut yang tak tau jika caca kini sudah berdiri tak jauh dibelakangnya.


"bukan ibu... Mana mungkin saya lupa dengan nama guru yang paling cantik disekolahan ini "


"lalu kamu manggil siapa?!" tanya bu butet bingung.


"itu...." senja mengarahkan pandangannya kearah belakang bu butet


.


"ehh.. Sudah selesai mbak?" sapa bu butet dengan ramah saat mendapati caca sudah berada disana.


"sudah bu, kalau begitu saya permisi dulu" dengan sopan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya caca berpamitan dengan guru tersebut dan berlalu meninggalkan mereka berdua .


"ca... Nanti kita ketemu ya ! Aku tunggu di taman kemarin. Nanti setelah pulang sekolah" bisik senja .


Caca hanya berlalu lewat dihadapannya sambil melempar senyum. Caca mengisyaratkan lewat tatapan matanya meminta senja untuk segera masuk kedalam kelas. Namun seperti nya senja sulit mengartikan kode yang caca berikan.


senja terus saja memekik memanggil-manggil nama caca karena caca belum memberi jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan.


"kamu ini gak sopan ya ! Dia itu usia nya lebih tua dari kamu ! Seharusnya kamu manggil dia itu mbak, kakak atau tante , bukan hanya panggil caca caca caca. Sok kenal kamu"


ujar bu butet pada senja.


"ayo masuk kelas !!" lanjut titah guru wali kelasnya itu.

__ADS_1


"tapi bu ...." sanggah senja ingin menolak ajakan bu butet karena ia ingin mengejar caca hingga ke halaman sekolah.


"gak ada tapi tapian, dasar kamu ya anak bandel ..." akhirnya bu butet dengan terpaksa menjewer telinga senja dan menggiringnya masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran seperti biasa .


.


Setibanya dikelas, senja sudah tertinggal untuk mengikuti pelajaran dijam pertama. Dan setelah ini jam untuk mereka berolahraga.


Untunglah saat ia masuk kedalam kelas guru yang tadi mengisi pelajaran dijam pertama sudah lebih dulu keluar. Jadi senja tak harus mendapatkan kultum pagi untuk yang kedua kali.


Seluruh siswa sudah berhambur keluar kelas menuju lapangan. Hanya tersisa beberapa orang saja yang masih tertinggal dikelas mereka .


"kamu dari mana aja sih nja?" tanya sadewo tanpa rasa bersalah.


Senja menjentikkan jari nya tepat dikening sadewo setelah pertanyaan konyol itu keluar dari mulutnya. Bukankah keterlambatannya masuk kelas hari ini karena ia menunggu sadewo dikantin tadi pagi??


"aku nungguin kamu dikantin o*on" ketus senja.


sadewo yang sedang mengusap keningnya yang terasa sakit pun hanya bisa nyengir kuda saat mendapati dirinya lah yang menjadi penyebab senja terlambat masuk kelas.


Sadewo baru menyadari bahwa tadi ia sempat meminta senja untuk menunggunya dikantin, namun ternyata ia lupa dan membiarkan senja terus menunggunya.


"ku kira tadi kamu langsung masuk kelas nja setelah bel berbunyi. aku jadi buru-buru langsung ke kelas, sorry deh nja" jawab sadewo yang sebenarnya merasa bersalah.


Namun senja tak begitu mempermasalahkan keterlambatannya karena sadewo. Karena dengan begitu, tadi ia sempat dapat bertemu dengan caca.


"iya gak apa-apa. Lagian kamu tadi buru-buru mau setor apaan?" tanya senja menatap sadewo.


"biasa nja... Setor ke toilet"


"bangsrutttt... Jadi dari tadi aku telat demi nungguin kamu yang lagi pup"


senja merasa murka saat ia tau penjelasan sadewo yang memintanya untuk menunggu dikantin.


lagi lagi sadewo hanya bisa nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk lehernya .


.


didalam kelas kini hanya tertinggal sadewo dan senja. Namun Senja belum juga mengganti seragamnya dengan baju olahraga. Entah menunggu apa namun senja masih terlihat santai saja.


"yaudah yuk kelapangan. Udah ditungguin noh sama guru keenan"


ajak sadewo sambil melirik ke lapangan yang sudah dipenuhi banyak siswa dari kelas mereka..


Entah mengapa sampai detik ini senja tetap saja kesal dengan yang namanya guru keenan. Bahkan ia terus menganggap guru keenan adalah ancaman baginya untuk bisa mendapatkan caca.


.

__ADS_1


.


__ADS_2