
Caca terdiam seraya membalas tatapan mata senja cukup lama. Entah mengapa lelaki yang kini duduk bersamanya itu begitu ingin tahu tentang kehidupan pribadinya.
"hmm... Sorry sorry " senja mengalihkan pandangannya lalu mengusap wajah sedikit kasar.
"kalau kamu gak mau cerita gak apa ca.. Sorry ya atas pertanyaanku yang begitu ingin tau tentangmu lebih jauh"
senja benar-benar merasa tak enak hati saat pertanyaan yang ia lontarkan tak kunjung mendapatkan jawaban dari caca.
Caca tersenyum namun senja tau senyuman itu sangat ia paksakan.
"no problem nja ! siapapun yang ingin berteman dengan aku berhak tau tentangku termasuk kamu"
"ca aku gak memaksa kamu untuk bercerita, sekali lagi maaf ya"
Senja berkata sangat lembut seraya memegang kedua tangan caca tanpa sengaja.
terlihat caca menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya bukan hal mudah bagi caca untuk menceritakan kisah kelam sepanjang hidupnya.
namun caca yakin, mungkin ini saatnya untuk dia bercerita. Karena bagaimanapun keadaannya, senja berhak tau tentang dirinya. Toh senja memang telah mengetahui bahwa profesinya saat ini yaitu sebagai wanita penghibur.
"bukan hal mudah bagi aku yang notabenenya hanya seorang gadis desa yang tak memiliki pendidikan tinggi apalagi sampai bergelar sarja"
terlihat caca terkekeh dengan terpaksa. Sedangkan senja menganggap bahwa tak ada yang perlu ditertawakan dari cerita caca.
" Ternyata hidup di kota besar tak semudah yang aku bayangkan nja. Semua nya sulit, bahkan untuk mencari pekerjaan pun yang aku rasa begitu sulit"
Terlihat caca memejamkan mata seraya menghela nafas panjang untuk melanjutkan ceritanya.
caca menyelipkan rambut ke belakang telinga sambil menatap senja dalam setelah ia bercerita cukup banyak tentang hidupnya.
"apa kamu menyesal telah mengenal wanita sepertiku?" tanya caca.
Senja tersenyum seraya menggelengkan kepala.
"aku tak pernah menyesal ca. Bahkan mengenalmu merupakan hal terindah dalam hidupku" senja membalas tatapan sendu itu dalam-dalam. Hingga tatapan mereka saling bertemu cukup lama.
karena tatapan yang saling bertemu itu membuat mereka berdua dihampiri rasa gugup seiring dengan degupan jantung yang berdetak begitu cepat.
Bahkan senja baru saja dibuat meleleh dengan tatapan yang caca berikan.
.
.
"kamu kenapa hari ini bolos sekolah?" tanya caca memecah kehengingan setelah perasaan saling gugup menghampiri mereka.
Caca mencoba mengalihkan pembahasan tentang kehidupan pribadinya dengan membahas masalah senja hari ini.
Bahkan kali ini caca terlihat seperti seorang guru yang sedang menyidang anak muridnya.
"aku gak bolos ca. Hari ini aku free" senja tertawa sambil menjawab pertanyaan caca.
__ADS_1
"mana ada anak sekolah free dijam segini?"
cetus caca mengalihkan pandangannya.
Senja hanya bisa tertawa melihat caca yang memang berbeda dengan wanita yang lain.
"kamu tau gak ?? Bagaimana lelahnya kedua orangtuamu dalam bekerja, dan semua itu mereka lakukan agar dapat melihat anak-anaknya dapat sekolah setinggi-tingginya. Dan sekarang?! Kamu malah seenak nya bolos sekolah seperti ini !! Apa kamu tak ingat bahwa ada keringat orang tua yang sedang kamu peras disana !"
kultum caca pada senja . usia mereka yang berbeda, membuat caca terkadang tak tau harus menganggap senja sebagai apa. Apakah sebagai adiknya sendiri atau sebagai seorang teman yang mampu memberi kenyamanan.
Caca membayangkan bagaimana jika apa yang saat ini senja lakukan terjadi pada adik-adiknya didesa. tak pernah terfikirkan oleh caca bagaimana nasib nya jika ia disini sibuk bekerja, namun disana gemilang sesuka hati untuk masuk sekolah. Namun caca yakin gemilang anak yang rajin dan penurut. Caca yakin adik-adiknya tak akan mengecewakan semua usaha dan kerja kerasnya.
Senja hanya terdiam, merenungi setiap perkataan caca. Meski ia tau bahwa sang papa tak pernah berkeringat dalam bekerja. Namun ia pun tak tau sesulit apa pak bara untuk mengelola perusahaannya.
Bahkan setelah mendengar perkataan caca. Senja merasa kehadiran caca disampingnya memang selalu ia butuhkan. Karena baginya caca tak hanya bisa menjadi sesosok wanita yang asyik namun caca juga bisa menjadi seorang ibu yang selalu menjadi pengingat disaat ia salah arah.
Karena selama ini tak pernah ada satupun orang yang mau memberi nasehat yang menyentuh hati seperti ini kepadanya. Karena semua ucapan caca, Senja semakin sadar bahwa perlakuannya pada pak bara selama ini terlalu berlebihan dan salah.
"aku janji aku gak akan bolos lagi ca" senja tersenyum menatap manik mata caca yang begitu indah.
"baguslah ! Ayo kita pulang"
.
.
mereka berdua kini tiba didepan rumah caca. Senja mengantarkan caca dengan sepedamotor butut miliknya. Namun sedikitpun caca tak pernah memberikan penolakan atas perlakuan manis senja. Karena caca pun tak pernah mendapatkan perlakuan manis yang tulus dari seorang pria yang tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun.
"iya ca, aku janji"
senja tersenyum lalu mengulurkan jari kelingkingnya tepat dihadapan caca. Caca pun meraihnya dengan jari kelingking miliknya seraya tersenyum.
"yaudah aku pulang ya" pamit senja lalu memutar arah motor dan pergi meninggalkan kediaman caca.
caca tersenyum untuk mengiringi kepergian senja karena merasa bahagia atas kebersamaan mereka hari ini.
.
.
Setelah mendapat nasehat dari caca, kini senja benar-benar berubah. Nilai disekolahnya semakin bagus karena memang sebenarnya ia anak yang berprestasi.
banyak laporan-laporan positif yang disampaikan guru disekolah kepada pak bara.
Mendapati perubahan yang drastis dari sang putra pak bara pun turut bahagia.
.
Pak bara dan senja sedang menikmati sarapan sebelum mereka memulai aktifitas mereka masing-masing.
Pak bara memang seorang ayah yang sibuk bekerja. Bahkan sejak dulu ia tak pernh ada waktu untuk keluarga kecuali disaat sedang sarapan atau makan malam seperti ini.
__ADS_1
wajar saja jika kekayaannya membuat siapa saja bertekuk lutut ingin dinikahi olehnya.
Bahkan banyak pula yang mengantri untuk menjadi menantu dari putra semata wayangnya.
"senja..."
panggil pak bara disela-sela sarapan mereka.
"iya pa"
"papa dengar sekarang kamu sudah melakukan banyak perubahan disekolah. Kamu tak pernah lagi bolos sekolah apalagi berkelahi dengan teman sekolahmu disana. Papa sangat bangga denganmu"
kata pak bara memberikan pujian untuk anak lelakinya.
"terimakasih pa" sahut senja.
"apa ada seseorang yang telah merubah hidupmu menjadi lebih baik seperti sekarang ini???" tanya pak bara.
Namun senja enggan menjawab pertanyaan yang bersifat terlalu pribadi seperti ini.
"baiklah... Laik kali kalau kamu sudah siap. Kamu boleh membawanya kemari dan memperkenalkan wanita itu pada papa" lanjut pak bara.
Senja hampir saja tersedak makanan saat mendengar penuturan pak bara.
"yaudah pa, senja berangkat dulu"
Senja pun berlalu meninggalkan pak bara seorang diri.
"tunggu senja !" cegah pak bara.
Senja menghentikan langkah kaki nya saat pak bara mencegah.
senja menoleh kembali ke arah pak bara yang terlihat masih duduk dimeja makan.
"kenapa pa?" tanya senja.
"papa akan mengembalikan semua fasilitas yang waktu itu papa cabut. Mulai hari ini kamu bisa kembali memakai semua fasilitas itu" ungkap pak bara.
senja menggeleng karena realitanya ia merasa lebih nyaman menjadi senja yang sederhana seperti sekarang.
"senja gak butuh semua nya lagi. Senja berangkat dulu"
Senja kemudian berlalu pergi menuju sekolah dengan mengendarai sepeda butut kesayangannya itu.
Pak bara hanya mengulas senyum melihat senja kini benar-benar berubah. Kini senja sudah bisa bersikap lebih dewasa .
Entah wanita seperti apa yang sudah berhasil meluluhkan hati keras senja yang seperti batu. Sungguh pak bara benar-benar merasa penasaran dengan siapakah wanit itu
.
.
__ADS_1