
"jangan-jangan apaan kampret,gak usah nething deh Lo,gue tadi sempet nanya-nanya sama anak kelas sebelah yang dulu satu kelas sama tata,tapi gak dapet informasi barang sebiji pun,."
calvinpun menghela nafas lega ia kira robby akan menikungnya di tengah jalan.
"Kirain gitu Lo,mau nyoba-nyoba jadi sahabat bang**t,nikung gue di tengah jalan",Robby yang mendengar perkataan Calvin pun mendengus sebal.
"Yakali Vin,gue juga liat-liat kalo mau nikung,,ogah banget gue sama cewe segalak tata,cantik sih tapi gak deh serem takut gue".
Calvin yang mendengar itu menjitak kepala Robby untuk kesekian kalinya,,entah lah Robby sendiri heran mengapa sahabat satu satunya itu hoby menganiayanya.
"Sialan ya Lo!,gimana kalo gue jadi bego,Maen jitak-jitak kepala orang aja".
"Alay banget dah,Lo kan emang udah bego dari Sononya jadi gak ada hubungan klo gue jitakkin pala Lo".
Dan perdebatan itu berakhir karena bell berbunyi menandakan jam istirahat sudah selesai dan pembelajaran akan segera di mulai kembali.
Sementara itu.
Satria kini dalam perjalanan menuju ruangan rawat tata ia sangat bersyukur saat dokter semalam memberitahu bahwa tata sudah melewati masa kritisnya dan bisa di pindahkan ke ruang rawat.
Saat membuka pintu ia melihat kakaknya tengah tertidur dalam duduk dan genggaman tangannya pada lengan tata tak lepas barang sedikit pun.
Satria khawatir akan kesehatan kakaknya juga walaupun terlihat begitu kuat namun ia tau tubuh kakaknya itu tubuh manusia yang memiliki batas, yang sewaktu waktu akan mencapai batas maksimal nya.
Saat hendak membangunkan sandre untuk tidur di sofa,,ia melihat mata tata perlahan terbuka,satria dapat melihat bahwa adiknya itu tengah melihat ke arah dirinya.
Senyum satria pun mengembang ia sangat bersyukur pada Tuhan karena mengabulkan doa-doa nya,ia pun berjalan ke arah ranjang tata,berniat untuk membangun sandre untuk memberitahu bahwa princess mereka sudah sadar.
Namun sebelum tangan nya sampai di pundak sandre tata lebih dulu bersuara
__ADS_1
"J...jangan di bangunin bang,,kasian biarin bang san tidur kelihatan nya dia cape"walaupun dengan suara lirih satria masih dapat mendengar nya.
"Iya sayang,gak bakal Abang bangunin,,gimana perasaan kamu ada yang sakit,mau apa,,apa perlu Abang panggilan dokter?".
"gak perlu bang tata baik-baik aja tapi tata haus,boleh ambilin tata minum?,"
"iya tunggu sebentar yah Abang ambilin minum dulu".
tata melihat kearah sandre yang kini masih terlelap dalamnya dengan masih menggenggam tangannya begitu erat iapun tersenyum pedih,kalau bukan karena dirinya kedua kakaknya itu takkan serepot ini.
ia merasa tak berguna,ia juga tahu penyakit yang diderita nya kini sudah hampir mencapai batas akhir,sudah tak berguna melakukan apapun pada akhirnya ia akan mati.
iya sudah tak kuat lagi menahan rasa sakit nya bila tiba-tiba menyerangnya namun ia tak bisa mengeluh ia tak ingin membuat orang-orang yang ia sayang bersedih,jadi sebisa mungkin ia harus terlihat baik baik saja.
ia pun mengelus rambut sandre ia dapat merasakan bahwa rambut kakaknya itu yang selalu terasa lembut kini sedikit kasar ia tahu kakaknya itu pasti lupa mengurus dirinya sendiri saat dirinya tak sadarkan diri.
"iya sayang sama-sama,gimana ada yang sakit yakin gak perlu manggil dokter"tata yang mendengar pertanyaan yang sama dari mulut satria pun tersenyum"iya Abang gak perlu tata udah lebih baik kok sekarang".
ternyata elusan yang tata lakukan di kepala sandre membuat sang empunya terbangun.
sandre perlahan membuka matanya saat sudah terbuka sempurna ia terkejut melihat tata tengah tersenyum hangat padanya "tata gangguin tidur Abang yah?",sandre masih belum percaya pun mengucek matanya berulang kali.
"jangan di kucek Abang nanti matanya merah"sandre mengabaikan perkataan tata dan langsung memeluk tata dengan erat.
"tata sayang!!,ini beneran kamu kan,, princess nya Abang?!,Abang gak lagi mimpikan!"satria yang mendengar nada bahagia yang di lontarkan sandre pun ikut tersenyum,namun ia juga khawatir bukan karena apapun.
masalah nya sandre terlalu erat memeluk tata dan ia juga bisa melihat tata hampir kehilangan napasnya ia pun. buru-buru melerai pelukan sandre pada tata.
"seneng sih seneng bang,,tapi Jan gitu juga meluknya,,tata sampe gak bisa nafas noh Lo meluk kek mau bunuh orang" tersadar akan kecerobohan nya sandre pun segera melepaskan pelukannya dan melihat tata yang meraup udara dengan raut.
__ADS_1
"ya ampun,maafin Abang sayang,,Abang khilaf soalnya terlalu seneng liat kamu udah bangun,ada yang sakit Abang panggilan dokter yah ".saat akan beranjak tangan sandre di tahan oleh tata
"iya Abang gak papa tata baik baik aja gak perlu manggil dokter ".
sandre pun menghela nafas lega,.
sandre pun tersenyum senang akhirnya cahaya hidupnya princess nya membuka matanya kembali ia terus berdoa mudah2han ada keajaiban dari Tuhan.
supaya adiknya bisa kembali sembuh dan terbebas dari rasa sakit yang kini tengah tata rasakan,kalau bisa ia sangat ingin menggantikan posisi tata sekarang ,namun hal itu hanyalah sebuah keinginan.
sudah tiga hari Calvin tak mendapatkan kabar apapun mengenai tata dan sudaj tiga hari pula Robby melihat Calvin seperti tak memiliki semangat hidup.
"udah sih Vin jangan terlalu di pikirin berdoa aja mudah2han tata baik-baik ,,berdoa aja mudah2han tata bisa cepet cepet balik lagi sekolah".
Calvin pun mengangguk dan menghela nafas secara bersamaan"iya Robby tapi tetep aja hati gue gak tenang sebelum tau kondisi tata sekarang gimana".
"yaudah nanti gue bantu cari tau kalo sampe besok tata masih belum masuk sekolah gue siap kok jadi detektif Canon demi Abang Calvin tersayang"Robby mengatakan itu seraya akan memeluk Calvin.
Calvin pun segera menghindar dan bergidik ngeri"jijik gue sialan,jauh jauh,gue masih normal,masih doyan melon gak doyan batang gue".
Robby yang melihat Calvin seperti itu semakin gencar untuk mengerjai Calvin"ah sayang,,kok gitu sih Ama achu"
Calvin semakin bergidik ngeri"jauh jauh,Lo kemasukan apaan sih Robby jadi ngeri gue jangan deket-deket Lo,jauh-jauh Sono".
Robby tak kuasa menahan tawanya saat melihat ekspresi Calvin yang benar-benar terlihat sangat konyol,"hahahaha,ikh abang Calvin kok gitu sama achu,hati achu sakit loh bang"dan jangan lupakan gaya ngondek khas seorang banci.
sebenernya Robby sendiri pun ingin muntah mendengar perkataan nya sendiri namun di satu sisi ia juga senang karena melihat Calvin seperti itu Calvin dapat melupakan sejenak rasa khawatir nya.
Robby juga berdoa mudah2han cepat cepat mendapatkan kabar tentang tata ia tak bisa melihat Calvin seperti itu terus menerus seperti ini..
__ADS_1