CALVIN PUTRA DEWANTARIO

CALVIN PUTRA DEWANTARIO
07


__ADS_3

   Robby memijat kepalanya yang dirasakan sangat pusing saat melihat sahabat satu satunya itu mondar mandir tak jelas sejak 30 menit setelah mereka sampai di rumah Calvin,,niat hati ingin bermain game untuk melepas pusing dan penat karena ujian semester,,sekarang malah semakin pusing saat melihat Calvin yang seperti ini sudah berulang kali penyebabnya kenapa namun hanya di abaikan begitu saja oleh Calvin..


    "Ngapa sihh Vin?!,mondar mandir Mulu dari tadi,,pusing gue liatnya," and yah masih di abaikan begitu saja,,rasanya Robby sangat ini melempar pisau pada Calvin,ia pun menghela nafas lalu berdiri menghampiri Calvin...


    "CALVIN ANAKNYA OM STEVEN KAMPRET!!!!!" Calvin yang mendengar teriakan Robby pun terlonjak kaget dan melihat ke arah samping kanannya lebih tepat nya ke arah Robby degan repleks ia memukul kepala Robby,"AWWWS,,sialan loe Vin,sakit ****!"Calvin yang mendengar ringisan Robby pun tertawa"salah loe sendiri kenpa teriak di kuping gue,,,gue gak tuli kali,".


     "Si kampret!,gue dari 30 menit lalu manggilin loe ya, dari sofa,,tapi loenya ga nyaut-nyaut makanya gue sampe treak di kuping camplang loe"Calvin yang mendengar penjelasan Robby pun meringis seraya terkekeh,"hehehe,,, sorry-sorry,soalnya ada yang lagi gue pikirin dari sekolah malah gue mikirinnya,,makanya sampe ga denger loe manggil2 gue"...


   "Emang nya apa yang loe pikirin?,saat Calvin  akan menjawab sebuah suara mengharuskan ia menelan lagi kata katanya yang sudah berada di ujung lidahnya,"Hey guys!!,,,"Calvin hanya menghela nafas mendengar perkataan Dadynya,sungguh tak ada kesan wibawa dan menyeramkan sepeti ayah'orang lain,,malahan dadynya itu terkesan bobrok.


   "dady stevvv,"sapa Robby seraya bersalaman ala lelaki,,Calvin hanya bisa pasrah bila Robby dan dadynya itu sudah bersatu maka dia lah yang akan terbully..


      "Haii Robby,,Lagi ngomongin apa sih,dari tadi Dady perhatiin kayaknya serius banget",,tanya Steven pada kedua remaja lelaki di depannya ini,"ini nih dad,,dari sepulang sekolah Calvin kerjaan nya mondar mandir gak jelas,,Robby tanya malah gak jawab-jawab",perhatian Steven sekarang sepenuhnya ke arah anak semata wayangnya itu karena baru kali ini ia melihat Calvin berpikir begitu keras..


   "Calvin,,ada apa?,kalau ada masalah cerita sama Dady,klo gak sama Robby,,jangan di pendam sendiri nak"dsn di angguki oleh Robby seolah mengiyakan apa yang baru saja Dady Steven katakan dan  yah di saat seperti ini lah sifat seorang ayah yang Steven miliki pasti keluar,,ia akan menjadi orang yang serius apabila ia melihat anak semata wayangnya dalam masalah...


     Calvin menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dadynya ia sangat hafal jika dadynya sudah memanggil namanya begitu pasti dadynya tengah serius dan apa yang di minta harus Calvin lakukan walaupun tak ada nada tegas atau paksaan namun ia sangat hafal tabiat dadynya itu..

__ADS_1


   "Dad,,kalo hati kita berdetak semakin cepat saat kita berada di dekat seseorang dan merasakan nyaman jika dekat dengan orang itu,,serta akan merasa kosong  apabila orang itu jauh dari sisi kita,.itu artinya apa ya dad?",Robby dan Dady Steven menghela nafas jengah mereka kira Calvin memiliki masalah serius ternyata hanya hal seperti ini,..


     "Sa'ae loe tutup galon,,puitis Amad kata kata loe,,sampe merinding gue dengar loe ngomong gitu,,"Calvin mendengus sebal saat mendengar perkataan Robby,,"eh!, playboy cap tutup botol,,gue gak ngomong sama loe yah!!" Robby merolling kedua bola matanya jengah,"suka-suka gue lah,,mulut mulut gue,,nga-__"


   "Udeh-udeh,heran deh cogan,,kenapa sih ribut Mulu,,akur gitu kali kali,,"Calvin dan Robby memutar bola matanya malas saat mendengar perkataan Dady Steven yang begitu narsis,,"dan jawaban dari pertanyaan kamu tadi Vin,,kalo menurut Dady kamu jatuh cinta sama orang yang kamu maksud itu,emm WHAT WHAT,,anak kesayangannya dady udah punya gebetan nih ceritanya cewe apa cwo Vin?",Robby yang mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Steven pun sontak tertawa..


    Sedangkan Calvin semakin menekuk wajahnya saat mendengar kalimat terakhir dari dadynya dan tawa Robby,"isssh dadyyyy,,Calvin masih normal!!,masih doyan cewe,,hissh tau lah !!"setelah mengatakan itu Calvin berlalu menaiki tangga menuju kamarnya..


   "BOYYY,,JANGAN LUP-__"sebelum Steven menyelesaikan perkataan Calvin terlebih dahulu memotong perkataan nya,"IYAAAAA,,NANTI CALVIN BAWA KE RUMAH,,DADY BERISIK HISS",tak sopan memang,,namun begitulah seorang Calvin bila sudah merajuk..


   Steven terkekeh saat mendengar teriakan anaknya itu,namun ia masih penasaran siapa yang mampu mencairkan hati Calvin,Steven juga yakin orang itu adalah orang yang sama yang mampu merubah Calvin sedikit demi sedikit menjadi lebih baik lagi,,saat tengah berpikir tak sengaja ekor matanya melirik ke arah Robby sahabat karib Calvin yang kini masih tertawa,"Robby,,,om mau tanya serius sama kamu,,dan om harap kamu jawab jujur pertanyaan om,,ini tentang Calvin!"


   "Robby tau kok om siapa yang di maksud sama Calvin"..


     Sementara itu di rumah kediaman HADINATA,,kini 3 saudara itu tengah berkumpul di taman belakang rumahnya seperti biasa bersantai bersama,,.


   Namun seorang gadis cantik yang kini duduk di antara kedua kakaknya tengah termenung memikirkan sesuatu,,dan hal itu di sadari pula oleh kedua kakaknya itu terutama kakak tertuanya yang sangat sensitif dan tahu bagaimana luar dalam nya adik perempuan kesayangan itu..

__ADS_1


   Ia pun melirik ke arah adik kembarnya dan ternyata pemikiran keduanya sama,"tata sayang "ya gadis yang tengah termenung tadi adalah tata,,"tata gak papa kok bang san"sembari tersenyum manis namun hal itu malah semakin membuat sandre curiga,"tata,,kamu Taukan kamu gak bakalan bisa nyembunyiin apapun dari Abang,muka kamu itu gampang di tebaknya,,jadi cerita sama Abang ada apa"..


    Tata menarik nafas lalu melirik ke kedua kakaknya yang kini tengah menatapnya intens menunggu tata menjawab pertanyaan sandre,, walaupun satria terlihat tak peduli karena tak mengatakan apapun namun di lihat dari responnya semua orang pun tahu sebenarnya ia sama ingin tahunya seperti sandre..


     "Abang,,,mmmm,,,tata lagi suka sama seseorang,,ta-_..."


   "Ga ada pacar-pacaran ya tata!!,loe masih kecil,SMA aja masih kelas 10, gue aja yang udah kuliah belum punya pacar la-__..."


  "Ihh,,,bang io,,tata gak ngomong sama bang io,,tata ngomongnya sama bang sandre wlekk,"sandre yang mendengar itu menggeleng kan kepalanya,"tata,,jangan kayak gitu sama Abang gak baik hmm,Loe juga Satrio biasain klo ngomong sama keluarga pake logat yang sopan,,mau koleksi miniatur Naruto Loe gue bakar  lagi"sontak saja Satrio menggeleng kan kepalanya sungguh Satrio rela tak di beri uang jajan dari pada koleksi miniatur Naruto miliknya di bakar lagi oleh sandre seperti saat ia membuat tata menangis,..


    Sandre menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya,"emangnya siapa yang tata suka,, waaaaah berarti little princess Abang udah gede ya sekarang,,bilang sama Abang siapa yang udah berani rebut hati little princess nya Abang ini hemm"


   "Ituloh Abang,,yang waktu itu pernah tata ceritain yang waktu pendaftaran mukanya tata pukul hehe,,,"sandre terkekeh saat mendengar perkataan adik kesayangannya itu yang begitu frontal percis seperti ibunya,,"hoalah,,calvin anak pemilik sekolah kamu itu kan,,?",,.


  "Iya bang,,tapi tata takut,,tata juga bingung 😕" saat mengatakan ekspresi tata berubah murung dan sandre sangat tak menyukai hal itu,"bingung kenapa sayang hmm,,bilang sama Abang",tata menghela nafas"tata bingung Calvin itu punya perasaan apa gak sama tata tapi tata yakin sih dia Suka sama tata hehe",tata menjeda kalimat nya saat mendapatkan jitakan kecil dari satrio,"hisssh,bang-sat 'rioo sakitttt!!!,tata juga takut kalo misalnya nanti udah punya hubungan sama dia takut buat dia sakit hati,Abang juga taukan maksud tata itu apa,,Abang juga taukan alesan tata selama ini gak mau punya temen/sahabat,,tata cuman takut tata-_..hiksss...."


     Tata tak mampu melanjutkan perkataannya,ia menangis saat mengingat kondisi nya kini,,sandre dengan sigap membawa tata kedalam pelukannya dan menyuruh Satrio untuk mengambil obat penenang tata bila tata terkena serangan panik seperti ini,,"shuttttss,,tata sayang udah yah jangan di pikirin lagi tata pasti sembuh Abang yakin,,,kalo soal Calvin Abang yakin dia juga suka sama kamu,, shuttttss udah yah jangan nangis lagi"..

__ADS_1


      Tak lama Satrio pun datang membawa nampan yang berisi air dan obat milik tata,setelah tata meminum obatnya tangisnya kini mulai mereda,,.


     tak lama terdengar nafas teratur di dalam pelukan sandre pertanda tata mulai tertidur,,hati Satrio dan sandre seperti teremas-remas saat melihat kondisi adik kesayangan mereka seperti ini,namun mereka tak bisa melakukan apapun selain meminta pada Tuhan agar tata bisa sembuh seperti sedia kala...


__ADS_2