
Seorang remaja pria terlihat tengah berjalan mondar mandir di depan sebuah ruangan rawat rumah sakit, terlihat dari raut wajahnya bahwa kini ia tengah khawatir sekaligus takut akan apa yang terjadi pada orang yang ada di dalam ruangan di belakang nya..
"SATRIA!!,,"panggil se orang remaja pria yang baru saja datang mengalihkan fokus remaja pria yang tadi tengah mondar mandir,
...Bugh!...
baru saja dia membalikkan badannya secara tiba-tiba ia mendapat kan pukulan telak di pipinya,
",KENAPA BISA SAMPE MASUK UGD!!,bukannya udah gue bilangin jagain dia baik -baik!,ke-_-_"
...Clek...
... Suara pintu ruangan. Di buka menghentikan pertanyaan beruntun yang sandre layangkan pada satria,....
Di Satu sisi satria bersyukur karena sandre tak memukulinya di sisi lain dia juga sangat takut dan khawatir akan keadaan adik kesayangannya,.
Ia takut terjadi sesuatu yang patal karena si juga sangat terkejut saat ia baru masuk ke dalam kamar tata ia sudah menemukan tata tergeletak tak berdaya di atas lantai dengan darah segar yang terus keluar dari hidungnya.
Satria terus berdoa di dalam hatinya agar adik kesayangannya itu bisa cepat sadar..
"Dok,,bagaimana keadaan adik saya ?!"dokter yang mendengar perkataan sandrepun tersenyum kaku,,.
"Keadaan nona tata sekarang cukup mengkhawatirkan,bila terus seperti ini nyawanya Tak akan bisa bertahan lam_-"
Sandre yang mendengar perkataan dokter naik pitam dia menarik kerah baju dokter tersebut,satria yang melihat itu panik ia bukan panik akan sandre namun,.
__ADS_1
Ia panik akan keselamatan dokter nya karena sandre bila sudah marah ia tak segan-segan menyakiti orang tersebut tak pandang pangkat umur dan profesi..
"Bang,,,bangg,,sabar bang,,kendallin diri lo!" Satria berusaha melepaskan cengkraman sandre dari kerah baju yang dokter yang sudah terlihat pucat pasi dan ketakutan,.
Sandre pun akhirnya luluh dan melepaskan cengkraman nya di kerah baju sang dokter namun ia masih melayangkan tatapan tajamnya.
"Jangan asal berbicara!!!,,adik saya baik baik saja!!,,anda bukan tuhaan!! Yang mengatur lama atau tidaknya hidup seseorang !!!",.
"M-maaf kan..s-saya tua-n,s-saya hanya memprediksi m-menurut medis sesuai d-dengan keadaan nona tata,",
Setelah melihat keadaan perlahan mulai tenang satria menghembuskan nafas leganya,lalu melirik ke arah dokter yang terlihat tidak sepucat tadi,"lakukan apapun saya tak peduli seberapa uang yang harus saya keluarkan asalkan adik saya bisa kembali pulih!",.
setelah mengucapkan hal itu sandre berlalu memasuki ruangan rata tanpa memperdulikan dokter dan beberapa suster yang sejak tadi menyaksikan kemarahan nya.
Satria yang melihat hal itu hanya menghela nafas baginya sudah biasa dengan kelakuan sandre tak ada yang bisa merubah perilaku nya bahkan orang tua mereka sendiri,ah ya hanya princess kecil mereka lah yang dapat melunakkan hati sandre hanya dengan tata lah sikap lembut sandre terlihat,.
"Maaf kan sodara saya dokter,,lalu apakah ada cara untuk mengembalikan kondisi tata agar bisa pulih kembali?!"
Sang dokter menghela nafas,"untuk sekarang saya belum bisa mengakibatkan apapun,,namun saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan nona tata,kalau begitu saya permisi"
Satria hanya mengangguk kan kepalanya,ia ingin menangis namun untuk apa hal itu percuma tangisan tak akan membuat keadaan adik kesayangannya pulih kembali,.
"Sayang.... princess nya abang,,buka matanya Abang sekarang di sini,,ayo bangun jangan tidur lama-lama,,nanti klo kamu bangun Abang janji bakal turutin apapun yang tata mau,,"tak ada jawaban apapun hanya suara dari alat-alat yang menempel pada tubuh tata hanya kesunyian yang menyauti perkataan sandre..
Siapa pun yang mendengar perkataan lembut sandre tadi tak akan percaya bahwa pria berhati dingin yang memiliki sikap acuh dan tak bisa tersentuh berkata lembut dan terlihat rapuh,.
Begitu juga yang di lihat oleh satria sosok Kakak yang begitu berwibawa dan di disiplin padanya kini terlihat begitu rapuh di hadapan adik perempuan mereka cahaya hidup dalam keluarga nya..
__ADS_1
"Bang.."sandre menoleh kearah satria dia tatapan bertanya,"bunda sama ayah perlu kita kasih tau gak bang soal keadaan tata?",
"Gak usah,,gue gak mau mereka khawatir,,tutup semua mulut supaya informasi keadaan tata gak sampe ketelinga bunda gue gak mau bunda kena serangan panik kayak yang udah-udah,,"
"Iya bang,,yaudah gue pulang dulu ngambil keperluan Lo sama tata,"sandre menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Sementara itu di tempat lain,,calvin terlihat tengah melamun sehingga tak menyadari bel istirahat telah berbunyi,bahkan saat Robby kembali ke kelas pun Calvin masih pada posisi yang sama melamun sambil menatap meja tata
"Vin"sudah 3x Robby memanggil Calvin namun nihil ia tak mendapatkan jawaban sama sekali,
"CALVIN BUDEG ANAKNYA DADY STEVEN"teriak Robby di telinga Calvin yang menyebabkan dirinya mendapat pukulan di pipinya secara tak sengaja.
"Ayam-ayam,,sialan ya Lo rob,,kenapa pake teriak di kuping gue nyelo aja kali gue gak budeg"kesal Calvin sambil memegangi kuping nya yang berdengung.
"Sialan udah keberapa kali Lo nampol pipi gue,,gimana klo kadar kegantengan gue nurun,,lagian Lo gue panggilan dari tadi gak nyaut-nyaut,mikirin apaan emngnya Lo"
Calvin kembali termenung ia memikirkan bagaimana keadaan tata sekarang,ia bingung ingin bertanya pada siapa sedangkan tak ada yang tau nomor dan dimana rumah gadis itu,ia sungguh khawatir.
Robby yang melihat Calvin kembali hanya menghela nafas Calvin lebih menyebalkan bila sudah melamun seperti ini raganya ada di hadapannya namun otak nya entah lah Robby pun tak tau keberadaan nya dimana.
'emang susah yah klo manusia lagi jatuh cinta Ampe lupa dunia sama lupa daratan'batin Robby namun ia juga bisa memaklumi sahabatnya itu baru kali ini jatuh cinta.
"Rob,,Lo tau rumahnya tata gak?"Robby yang awalnya sedang melamun terkejut saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Calvin,"gue gak tau vin,setau gue tata anaknya gak bersosialisasi sama lingkungan sekitarnya jadi pada gak ada yang tau dimana rumah tata".
"Terus gue harus gimana,,gue gak bisa kayak gini,rasa khawatir di hati gue gak ilang sebelum tau keadaan dia kayak gimana",
"Iya gue faham apa yang Lo rasain tapi mau gimana lagi gak ada yang tau bahkan guru juga taunya tata cuman sakit itupun tadi kakaknya yang mendadak kesekolah".
__ADS_1
"Bentar-bentar,Lo tau dari mana tadi kakaknya kesekolah bahkan gue gak tau dia punya kakak jangan-jangan".,