
Setelah mendapatkan jawaban atas apa yang di rasakan nya akhir-akhir ini,Calvin semakin yakin bahwa ia memang benar benar menyukai bahkan mencintai gadis yang selama ini tanpa sengaja memberikan warna warna baru di dalam hidupnya,.
Moodnya pagi ini sedang sangat bagus,,jadi ia berangkat sekolah lebih awal dari biasanya,,kini ia tengah menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan dan di atas meja itu sudah ada Steven Dady calvin tengah meminum kopi dengan sepiring buah-buahan yang sudah di potong dadu,,aneh memang namun begitulah Dady Steven dan Calvin sudah memaklumi itu semua ...
"Pagi dadyyyy"Steven sampai tersedak mendengar sapaan dan mendapatkan senyum manis Calvin,"pa-pagi boyyy"dengan tersenyum konyol,,ia berpikir anaknya ini kerasukan apa sepagi ini sudah rapih dan lebih anehnya biasanya Calvin Hanya akan duduk diam tanpa menyapa dan memberikan senyuman semanis itu,,bagus memang namun cukup aneh bagi Steven,,,namun ia setelah itu tersenyum senang,,anak semata wayangnya itu sedikit demi sedikit berubah lebih baik...
"Boyy,,apa ada upacara khusus hari ini, atau ada ujian di sekolah?,tumben pagi-pagi udah rapih."Calvin menelan terlebih dahulu sarapannya sebelum menjawab pertanyaan dari Dady nya itu,"enggak kok dad,Calvin lagi pengen aja berangkat pagi pagi hehe, emangnya kenapa?" menggelengkan kepalanya ia tak mau menanyai lebih lanjut atau ia akan terkena serangan jantung bila terus melihat tingkah aneh dan senyum manis Calvin,,bukan tidak menyukai hal itu namun belum terbiasa...
Merasa dadynya itu tak mengajukan pertanyaan lagi Calvin bangkit dari duduknya,,"yaudah Calvin berangkat dulu yah dad,,mau mengejar cinta,,ehhh ilmu maksudnya hehehe,,"Steven mengusap dadanya dan mengatur nafasnya melihat tingkah konyol putranya itu lalu tersenyum,,"kamu emang anak Dady calvin,,karena sifat bobrok kamu sama seperti Dady bahkan lebih parah,,,hahhhh bangga rasanya"guman Steven seraya terkekeh,,
(kan memang bapak yang aneh anaknya bobrok malah bangga heran deh😅)
Skip
Sudah 10 menit Calvin masih berada di parkiran sekolah nya sembari terus merapikan rambutnya,,dan membuat Roby bergidik ngeri,"vin loe kenapa sih gue perhatiin dari tadi senyum-senyum sendiri sambil rapihin rambut,kesambet apa gimana?".
  Calvin yang mendengar itu menoleh pada lalu tersenyum "gue gak papa lagi bagus aja mood gue hari ini"Robby sampai bergidik ngerti ia semakin yakin ada sesuatu pada sahabatnya ini,,namun belum sempat Robby mengatakan isi pikirannya sebuah suara menginstruksi kan perhatian keduanya dan juga membuat senyum Calvin hilang tergantikan dengan wajah datar dan dingin..
__ADS_1
  "Selamat pagi Calvin sayang,,tumben pagi pagi udah ada di sekolah?,pasti mau nemuin aku yah"sapa orang itu dengan nada bicara yang akan membuat orang yang mendengar nya ingin muntah..
  Bukannya menjawab Calvin malah memilih pergi dan samasekali tak melihat ke arah orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Clara bugar William,.
  Robby yang lagi-lagi,menyaksikan pengabaian yang Calvin lakukan pada kating di depannya ini sontak tertawa geli ia heran perempuan ular di depannya ini tak kapok akan kejadian beberapa bulan yang lalu 'sungguh sangat tebal wajahnya' pikir robby.
  "Kak,kan gue udah pernah bilang klo loe gak mau reputasi loe rusak,,jangan deketin Calvin,,percuma dia gak bakalan mau sama cwe modelan kayak lo,,,Lo itu cwe seharusnya loe gak ngelakuin hal rendah kayak gini cuman buat dapetin cwo,."
  Setelah mengatakan itu Robby segera pergi menyusul Calvin yang lumayan sudah agak jauh,, sementara itu Clara yang masih menahan malu karena lagi-lagi ia di permalukan oleh Calvin,,namun setelah itu ia tersenyum miring rasa ingin memiliki calvin pada dirinya semakin kuat ,,.
   Skip
Â
 Calvin masih tersenyum sampai ia tak menyadari beberapa teman wanita satu kelasnya hampir mimisan karena melihat ketampanan Calvin yang berkali kali lipat saat dia tersenyum,namu tak lama senyum itu hilang karena terkejut saat Robby tiba-tiba menepuk pundaknya..
 Robby tertawa saat menyadari ia tak sengaja membuat Calvin terkejut,"hahahaha AWWWS,sialan Calvin kenapa Lo hobby banget mukul kepala gue"rutuk Robby seraya mengusap kepalanya yang tadi di pukul Calvin secara tiba-tiba.
__ADS_1
  "Salah loe sendiri kenapa ngagetin gue,,"setelah mengucapkan itu Calvin masuk kedalam kelasnya tanpa memperdulikan Robby yang masih menggerutu karena rasa sakit di kepala,.
 Setelah sampai di tempat duduknya Calvin menopang dagunya di meja menghadap ke arah kanannya menatap bangku tata yang masih kosong,ia masih menunggu tata,,ia berpikir kenapa tata belum datang tapi dia melihat jam dan ia sadar ia datang terlalu pagi,,namun tak apa ia rela menunggu..
  Robby akhir nya mengerti mengapa sahabatnya itu berprilaku aneh sejak sampai ke sekolah ternyata tebakan Robby dan Steven kemarin benar bahwa Calvin jatuh cinta pada tata,"cieee,,apa gue bilang kan waktu awal masuk loe pasti bakal suka sama tata,,sok-sok an bilang amit-amit nah sekarang cuman liat bangkunya aja udah senyum-senyum sendiri kek orang gila".
Namun hal itu tak di hiraukan oleh Calvin ia masih di posisi yang sama menopang dagu sembari tersenyum melihat ke arah meja tata,ia sungguh tak sabar bertemu dengan pemilik meja tersebut.
Hingga waktu bell masuk tiba namun tata tak kunjung datang dan hal itu membuat Calvin gelisah,karena tata tak biasa nya datang terlambat.
"Selamat pagi anak-anak"
"Selamat pagi pakkk"
"Baik buka buku kimia kita lanjutkan pelajaran sebelumnya,oh iya untuk ketua kelas tolong beri keterangan 'sakit' pada absen tatia"
"Baik pakk"saut sang ketua kelas
__ADS_1
Setelah mendengar informasi bahwa tata nya tak masuk sekolah karena sakit,,hal itu membuat hati Calvin tak tenang,