
...Es yang begitu dingin dan tebalpun akan mencair bila terus menerus terkena hangatnya sinar matahari begitu pula dengan hati sebeku apapun hati pasti akan mencair juga akan hangatnya sebuah perhatian yang begitu tulus...
...~uknown~...
Calvin menyusuri koridor untuk menuju kearah kelasnya yang berada di kelas 11 IPA 2,dengan tampang andalan nya mood nya hari ini bertambah buruk saat harus bertemu kembali dengan gadis yang memukulnya tempo hari..
Namun langkahnya terhenti saat akan memasuki ruang kelas yang baru saja ia temukan saat mendengar suara yang memanggil namanya dari arah belakang tubuhnya..
"Vinn,woy,,tungguin elah.."Calvin memutar bola matanya jengah saat tau siapa yang memanggil dengan suara bas yang melengking khas seorang Roby galenda putra,sahabatnya dari sekolah dasar...
Calvin tak memperdulikan Roby yang sudah berada di sampingnya, ia berlalu masuk kedalam ruang kelasnya,.
Oh God,,
apa yang di lihatnya sekarang membuat moodnya bertambah hancur saat tatapan nya tertuju pada seseorang yang berada di meja paling pojok tengah asik dengan dunianya sendiri...
Roby yang melihat sohibnya menghentikan langkahnya dan menatap sesuatu pun mengikuti arah pandangan Calvin,,Roby terkejut sekaligus memikirkan kedepannya akan bagaimana saat tau orang yang berhasil mengusik dan menghancurkan mood Calvin berada satu kelas dengan Calvin dan dirinya..
__ADS_1
''Udeh ini mah bakal ada perang dunia dah gak akan ada yang namanya kelas tentram nan adem'' ucap roby di dalam hatinya ia sungguh mengenal Calvin bagaimana tabiat nya bila di usik ataupun di ganggu bahkan ia baru kali ini melihat ada seorang gadis yang dengan beraninya memukul Calvin,.
di saat gadis sepertinya mendekati Calvin karena parasnya yang begitu tampan dan juga termasuk anak konglomerat di Indonesia,beda halnya dengan gadis mungil namun sialnya berparas cantik dan imut itu mengejar Calvin dalam maksud melesatkan pukulan,,sungguh gadis yang unik.
Melihat Calvin yang belum mengalihkan pandangannya Roby pun menepuk pundak Calvin pelan"kagak usah di liatin terus viinn,,apa jangan jangan Lo demen yah sama tata?"goda Roby yang berhasil mengalihkan pandangan Calvin kearahnya dengan menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya siapa yang Roby maksud.
.
Yah Roby hanya menghela nafas mendapat respon dari Calvin ia sudah biasa dengan Calvin yang irit bicara teman nya ini memang seperti ini.datar dan irit bicara bila sedang di muka umum, namun ia bersyukur karena Calvin akan lebih banyak bicara padanya dan pada ayah Calvin...
"Itu loh,,yang kemaren mukul muka lo,sampe bibir Lo sobek,,,gila ga nyangka gue kita se kelas sama dia,atau mungkin dia emang jodoh loe vin, hahaha"Roby terus menggoda Calvin karena sangat langka ia bisa melakukan itu mengingat dirinya lah yang sering di bully oleh Calvin..
Calvin yang mendengar itupun menunjukkan raut wajah mual lalu berdecih sinis ke arah Roby"cih..amit amit dah gue suka,,apalagi harus berjodoh sama tuh cewe jadi-jadian,,"setelah mengatakan itu Calvin pun berlalu untuk mencari meja yang masih kosong untuk di duduki oleh dirinya dan Roby.
Roby yang mendengar jawaban Calvin pun tersenyum miring "Halah!!,,jangan sampe Lo jilat ludah Lo sendiri Vinn!""Roby mengatakan itu sedikit berteriak karena Calvin sudah berada lumayan jauh dari tempat berdiri,Calvin tak menanggapi teriakan Roby ia masih sibuk mencari bangku yang kosong..
Saat menemukan meja dan bangku yang masih kosong berada di belakang di barisan,Calvin segera berjalan ke arah meja itu dan mendudukkan dirinya,,namun saat menoleh ke samping kanan tepatnya ke arah meja yang berada di pojok sebrang mejanya pun berdecih dan mendengus sebal....
__ADS_1
Di sebelahnya terlihat gadis mungil yang menelungkup kan wajahnya pada lipatan tangannya yang tak lain adalah tata..
Gadis yang tempo hari memukul wajahnya secara tiba tiba dan,gadis yang sama yang menabraknya di koridor pagi tadi,,sungguh entah hari yang buruk atau mungkin nasibnya yang sedang sial saat ini..
Roby sampai di meja yang di duduki Calvin lalu mendudukkan dirinya di samping Calvin Dan menoleh ke arah kanan Calvin,,Roby lagi lagi mengulum senyum nya saat mengetahui siapa yang duduk di sebrang meja Calvin..
"Tuhkan,,apa gue bilang Lo itu sama tata emang jodoh,,, hahaha"Calvin yang mendengar perkataan Roby pun hanya mendengus kesal "bacot nji*g,diem ga Lo kalo ga mau diem gue tendang Lo dari sini"
"Hahaha,,,,santai dong bos,,kalo ga merasa kagak usah marah juga kali,,makin yakin deh gue kalo Lo itu beneran jodoh sama tata,,"bukannya berhenti Roby malah makin gencar menggoda Calvin, menurut nya menggoda Calvin seperti ini adalah kesenangan tersendiri..
namun seketika ia terdiam dan tersedak air liurnya sendiri saat melihat tatapan Calvin yang menajam,wajah yang sudah terlihat sangat menyeramkan,pertanda bahwa ia sudah benar benar marah...
Roby pun langsung terdiam dan mengalihkan pandangannya kearah manapun asal tidak melihat ke arah Calvin yang begitu menyeramkan,,sekonyol apapun Calvin menurutnya bila sudah marah akan sangat menyeramkan di bandingkan dengan ibu kosan nya yang menagih uang sewa kos.
Calvin yang merasa Roby tak menggodanya lagi pun menolehkan pandangannya kesetiap sudut kelas barunya sekaligus melihat teman teman barunya,,namun lagi lagi tatapannya terkunci pada seorang gadis yang tengah duduk sendirian di pojok,,ia mulai ingin tahu mengapa gadis itu selalu sendiri,dilihat dari penampilannya bukan tidak mungkin untuk mendapatkan seorang teman...
Namun lagi lagi Calvin harus menggeleng kan kepalanya merasa apa yang di pikirannya adalah salah dan mencoba untuk tidak peduli ia masih berpegang teguh pada pendiriannya..
__ADS_1