CALVIN PUTRA DEWANTARIO

CALVIN PUTRA DEWANTARIO
11


__ADS_3

"bang san,,,,tata pengen pulang".


sandre yang tengah sibuk mengupas apel pun menghentikan kegiatan nya lalu menoleh ke arah tata "sabar ya sayang seminggu lagi Abang janji Tata udah di rumah".


tata yang mendengar itu menekuk wajahnya "gak.mau pokoknya tata mau pulang hari ini, pokoknya tata mau pulang hari ini ,,yaaa Abang yaa,,tata bosen di rumah sakit terus lagian Tara udah sehat kok,,yaa Abang yaa,,".


sandre yang mendengar itu menghela nafas lelah,,sandre tipe orang yang tak suka bila perkataan di tentang sudah di pastikan amarahnya itu akan cepat sekali meledak,


namun ia tak bisa apa-apa bila sudah berhadapan dengan adik kesayangannya ini,


"tapi tata kan,baru sembuh tata lupa kata dokter tadi Hem, seengknya tata harus istirahat total 1 Minggu ingetkan".


Tata yang mendengar perkataan sandre pun semakin menekuk wajah nya "pokoknya tata mau pulang hari ini titik gak ada koma-komaan gak ada nawar nawaran pokoknya tata mau pulang hari ini abangggggg,,kalo gak pulang hari ini tata gak mau ngomong lagi sama Abang".


sandre yang mendengar perkataan tata pun seketika berubah cemas,hal seperti ini yang paling ia takuti bahkan jika ibunya sendiri yang mengatakan hal ini ia tak akan terganggu sampai seperti ini..


bukan karena apa-apa tata sudah seperti cahaya hidup nya semenjak kelahiran nya hidup sandre di penuhi dengan warna kebahagiaan.


jadi saat mendengar perkataan tata yang demikian ia takut ,.


satria yang sederi tadi menyaksikan perdebatan antara kakak dan adiknya itu hanya tersenyum hal langka baginya melihat begitu banyak perubahan ekspresi pada wajah sandre,hanya dengan tata lah sandre terlihat seperti manusia yang mempunya hati,bukan di tutupi dengan tampang datar seperti manusia tanpa hati.


ia mengingat dengan jelas senyuman yang begitu hangat dan tak di tahan, terlihat di wajah dingin sandre beberapa tahun yang lalu saat tata lahir.


semenjak hari itu pula ia merasakan kehangatan diri sandre pada dirinya walaupun tetap dengan wajah begitu datar namun ia tau sandre juga sangat menyayangi dirinya.


lamunan satria buyar saat mendengar teriakan tata.


"ABANG JAHAT hwua,,katanya hikss bakal nurutin yang tata mau hikss Abang bohong hikss,".


sandre yang mendengar tangisan tata mulai keluar pun panik"iya,iya sayang tata pulang hari ini tapi jangan nangis lagi yahh,,plis Abang mohon yahh diem yah,,iya Abang kabulin iya iya hari ini tata pulang yaah".

__ADS_1


tata tersenyum kecil saat mendengar sandre akhirnya menuruti permintaan nya ia sangat tahu Abang nya ini pasti akan langsung menuruti keinginan saat ia sudah mengeluarkan tangisan seperti ini..


"bener yah Abang janji?!"sandre yang mendengar itu cepat cepat menganggukkan kepalanya"iya,sayang Abang janji,tapi jangan marah lagi yah sama abang" tata yang mendengar itu langsung berhambur kepelukan sandre.


"makasih abangggggg,,tata sayang Abang muah, hehe".sandre yang mendengar itu mengembangkan senyum nya kata-kata ini lah yang sangat ia sukai.


sementara itu,di sebuah rumah terlihat dua orang remaja pria yang masih lengkap menggunakan seragam sekolah nya tengah terduduk di ruang tamu..


namun salah satu pria terlihat menghela nafas lelah"udah dong Vin,jangan gitu terus gue tau loe sedih tapi jangan kayak gini terus,Lo udah mirip kek mayat idup tau gak"


Calvin menghela nafas "Lo gak tau rasanya saat Lo sadar jatuh cinta sama orang itu tapi pas mau ngungkapin orang nya ilang kek jemuran tante Vina".


Robby yang yang tadinya memasang raut wajah kasihan pun seketika meledakan tawanya saat mendengar perkataan akhir Calvin.


sungguh di saat wajahnya menampilkan raut keputusasaan masih sempat sempatnya melontarkan kata-kata yang mengundang tawa.


Calvin yang mendengar suara tawa Robby pun mengangkat wajah nya,da melempar wajah Robby menggunakan bantal sofa,Robby yang tak menyadari sebuah bantal yang akan mendarat sempurna di wajahnya pun terjatuh dari duduknya di pinggiran sofa.


"ya lagian Lo, gue udah menghayati udah masang muka sedih niat hati mau ngikutin suasana,Lo mau ngelawak pake bawa bawa nama Tante Vina tetangga sebelah yang sering ilang celana dalem di jemuran"


"selera humornya Lo rendah banget,gitu aja ketawa kek liat badak Maen sulap,"Robby yang mendengar itu menghela nafas lelah bisa bisa nafasnya akan habis bila seperti ini terus.


sudah 1 Minggu ini ia banyak menghela nafas bila melihat keadaan Calvin yang makin hari makin dingin dan jangan lupakan sifatnya yang semakin sensitif dan terkadang konyol seperti sekarang.


namun ia juga bingung mau mencari tau kondisi dan keberadaan tata seperti apa lagi semua orang suruhannya sudah ia kencarkan namun tak ada satu pun yang membuahkan hasil.


seberapa kaya kah keluarga tata sehingga bisa menyembunyikan semua informasi tentang nya begitu rapi sehingga keluarga Calvin yang di kenal paling kaya pun tak bisa mengorek sedikitpun informasi.


"yaudah sekarang Lo berdoa aja mudah2han tata baik-baik aja dan mudah-mudahan hari Senin udah masuk sekolah".


"yah,,semoga aja ,,gue udah kangen berat pengen liat muka imutnya itu"Calvin mengucap kan Kalimat terakhir seraya tersenyum..

__ADS_1


Robby yang mendengar itu memutar bola matanya malas 'dasar bucin' ejek nya dalam hati ia tak berani mengatakan nya langsung terlebih suasana hati Calvin tengah naik turun sepeti ini.


Robby kini duduk di sebelah Calvin niat hati ini mengelus punggung nya untuk memberi kekuatan agar Calvin lebih sabar namun keterkejutan Calvin menghentikan nya..


"mau ngapain Lo duduk Deket gue"ucap Calvin seraya sedikit menjauh dari Robby,"jangan macem-macem ya Lo,gue masih inget kelakuan Lo 4 hari yang lalu,jijik gue jauh-jauh Sono".


akhirnya Robby mengerti akan sikap Calvin ia sendiri pun merasa jijik akan dirinya pada saat itu namun sebuah ide terlintas di dalam otaknya.


"ihkk Abang vin-vin,kok gitchu,,sini achu peluk,,achu kangen ",Calvin yang mendengar perkataan itu bergidik ngeri .


"kampret,, jauh-jauh geli gue,,"Calvin berdiri menjauh dari Robby,,Robby pun ikut bangkit dan kini saling kejar dengan Calvin seraya merentangkan tangannya percis seperti banci kurang belaian.


"ikh,Abang Calvin kok jahat sama achu,,sini dong temenin achu,,sini achu pengen cium muka gantengnya" Robby sudah ingin meledakkan tawanya namun ia tahan ia masih ingin menikmati wajah Calvin yang semakin terlihat semakin konyol.


namun tak lama sebuah sepatu mendarat sempurna di kepalanya,dan tubuhnya terhuyung ke belakang mau tak mau wajah tampannya itu mencium lantai Dingin rumah Calvin.


saat Robby bangkit tiba-tiba ada memegangi keningnya yang baru saja terkena sebuah sepatu pantofel,dengan sangat kuat tunggu sepatu pantofel?


"setan banci dari mana loe,,keluar dari tubuh anak gue robby,, "


bukan,bukan Calvin yang melemparkan dan mengucapkan kata-kata itu justru kini Calvin tengah tertawa terbahak-bahak saat melihat hal yang baru saja terjadi..


"hahahaha,,rasain noh banci jadi-jadian,,hahaha sepatu pantofel kesayangan dady",.sungguh hal itu sangat lucu baginya sampai-sampai ia memegangi perutnya.


ya orang yang baru melemparkan dan memegang kening Robby begitu erat adalah dady Steven .


"om ADUH,,duh,lepasin om kening Robby sakit aduh"erang Robby karena sungguh keningnya itu sangat sakit sekarang mungkin ini adalah karma baginya setelah mengerjai Calvin ia sungguh tak akan melakukan hal ini lagi..


Steven yang mendengar hal itu segera melepaskan tangannya dari kepala robby,"yeh dasar kamu yah,om kirain beneran kerasukan banci,abisnya tadi om liat gaya kamu lari ngejar Calvin kayak lagi kerasukan banci,sorry deh".


Robby yang mendengar hal itu mendengus sinis,tak anak tak ayah dua-duanya memang sangat mirip senang sekali melempar kan atau memukul kepala,.

__ADS_1


__ADS_2