Cantik Cantik Berbahaya

Cantik Cantik Berbahaya
Kindergarten Global A' School


__ADS_3

Keluarga kecil Adhitama Nugraha memutuskan untuk menetap di Paris selama hampir 2 tahun ini. Hari ini adalah hari pertama untuk Alexa, Aurora dan juga Adel memasuki taman kanak - kanak.


"Ingat, yah jangan nakal nanti sama ibu guru." Nasehat Keren kepada ketiga putri cantiknya.


"Yes bunda, anti tata ama ade nda natal - natal ama bu gulu. ( Yes bunda, nanti tidak nakal - nakal sama bu guru.) " Jawab Alexa mewakili kedua adiknya.


"Good girl, sekarang ayo masuk kedalam kelas, nanti bunda jemput kalau sudah jam makan, ingat yah Alexa, Aurora, Adel untuk memakan bekalnya." Ucap Keren lagi dengan sedikit ancaman dibelakangnya.


"Aik unda. ( Baik bunda. )" Jawab Alexa, Aurora dan Adel dengan suara cadel ketiganya.


Setelah memastikan ketiga putrinya masuk, Keren bergegas kembali kerumah untuk mengambil makanan buat suaminya yang sudah lebih dahulu kekantor karena ada beberapa berkas yang harus segera ditangani.


Keren dan Kalvaro berhasil menjadi pasangan muda yang patut disegani didalam dunia bisnis, bukan hanya berhasil menjadi orang yang patut diperhitungkan. Baik Keren maupun Kalvaro berhasil mendidik ketiga putri mereka sehingga baby Alexa, Aurora dan Adel tumbuh dengan baik dan sehat.


Balik lagi kesekolah.


Begitu masuk kedalam kelas tampak banyak anak berusia 5 - 6 tahun kurang lebih. Alexa menatap kedua adiknya secara bergantian dan tidak lama ketiganya memilih untuk duduk.


"Hallo, selamat pagi anak - anak, apa kabarnya ?." Sapa seorang guru dengan ceria.


"Allo,aik (Hallo, baik.)" Jawab anak - anak yang ada didalam ruangan tersebut, maklum saja beberapa diantara mereka memang masih cadel atau belum bisa menyebutkan semua huruf secara sempurna.


" Okay sekarang ms Molla mau ajak kalian untuk memberi tahu teman - teman namanya siapa dan berasal dari mana, semuanya mengerti ?" Tanya ms Molla.


"Engelti ms. ( Mengerti ms. ) " Jawab anak - anak tampak begitu aktif dan tidak terlalu canggung.


Hingga akhirnya tiba giliran Alexa, Aurora dan juga Adel.


"Allo, nama acu Alexandria Catherine." Sapa Alexa dengan ramah dan tersenyum manis.


"Wah cantik sekali yah teman - teman namanya, seperti orangnya." Puji ms Molla.


"Selanjutnya." Timpal ms Molla.

__ADS_1


"Allo, nama acu Aurora Claire." Sapa Aurora dengan tampak malasnya, ia ingin tidur sebenarnya.


"Aurora, cantik banget yah." Puji ms Molla, dan Aurora hanya tersenyum kecil.


"Baiklah yang terakhir." Lanjut ms Molla.


"Hai, acu Adelaide Charlotte." Sapa Adel dengan ramah bercampur ceria, terlihat lebih excited dibandingkan dengan kedua kembarannya.


"Hallo Adel, manis sekali yah." Sapa ms Molla.


"Baiklah, karena kita sudah selesai berkenalan, ms Molla mau main tebak - tebakan nanti yah menang dapet hadiah." Ucap ms Molla dengan penuh energi sehingga yang lain tampak semakin antusias.


Lain halnya dengan kembar yang mulai bersekolah, saat ini kedua orang tua mereka tengah bermesraan di kantor.


"Bagaimana dengan kembar ?" Tanya Kalvaro kepada istrinya.


"Mereka baik - baik saja, pihak sekolah sudah memberi kabar tadi." Jawab Keren lembut.


"Kau semakin hari semakin tambah cantik." Puji Kalvaro tidak ada bosan - bosannya.


"Mulutku hanya bisa berkata manis kepadamu baby, jadi tidak perlu khawatir bukan." Tidak ingin kalah Kalvaro menjawab Keren dengan alis yang dinaik turunkan.


"Sudahlah, sebaiknya kau selesaikan beberapa dokumen itu, sebentar lagi kembar akan selesai bersekolah dan kita harus menjemput mereka." Peringat Keren disaat Kalvaro mulai menatap dirinya seperti orang kelaparan.


"Baiklah - baiklah, menurut kata nyonya saja." Ujar Kalvaro lemas, niatnya ingin bermersaan bersama sang istri kian pupus.


Kita tinggalkan dengan sepasang orang dewasa yang sedang sibuk dengan tumpukan dokumen penting, saat ini di Kindergarten Global A' School terlihat Alexa bersama kedua adiknya tengah sibuk dengan makanan yang mereka bawah.


"Tata, bagi ayamnya dong, ade masih mau. ( Kakak, bagi ayamnya dong, ade masih mau." Ujar Adel kepada kakak keduanya Aurora.


"Enda mau. ( Enggak mau. )" Jawab Aurora tanpa perasaan, menurutnya bunda sudah menyiapkan sama banyak dan sama jenis jadi untuk apa adiknya meminta lagi, itu sama saja membiarkan adiknya menjadi serakah.


"Pelit." Ledek Adel dengan memeletkan lidahnya.

__ADS_1


"Aulola, adel. inat ata unda a boye natal. ( Aurora, Adel. Ingat kata bunda ga boleh nakal )." Ucap Alexa dengan suara yang terkesan seperti menakut - nakuti kedua adiknya, hingga membuat Aurora dan Adel saling pandang.


Akhirnya baik Alexa, Aurora, Adel kembali melanjutkan sarapan mereka, mereka sesekali terlihat mengobrol dengan yang lain.


"Hallo, bole kenalan tidak ?" Tanya seorang anak laki - laki kepada Alexa.


Alexa tampak menatap lama anak laki - laki yang mengajak ia berkenalan, dan tidak lama kemudian ia menjawab dengan ramah.


"Alexa, ini Aulola dan adel." Jawab Alexa dengan tersenyum ramah, tidak lupa ia ikut mengenalkan kedua adiknya.


"Atu Ian ( Aku riyan.), salam kenal Aleca, Aulora, Adel." Senang karena si cantik baik hati, rianpun memberi tahu namanya.


"Baik ian, cekalang ita teman. ( Baiklah Riyan, sekarang kita teman ) " Lanjut Alexa dengan senyum manisnya.


"Entu. ( Tentu. ) " Timpal Riyan lagi.


Hari pertama mereka bersekolah, mereka sudah menemukan satu teman baru namanya Riyan, Riyan sudah jelas adalah lawan jenis mereka tapi sepertinya tidak masalah bukan, apa lagi usia mereka yang baru 5 tahun tidak akan mengerti yang namanya perasaan berlebihan.


"Alexa epat, unda asti udah nunggu tu. (Alexa cepat, bunda pasti sudah menunggu tuh.) " Teriak Aurora kecil.


"Enda bole belteliat Aulola, alus opan ama yang ebih tua. ( Enggak boleh berteriak Aurora, harus sopan sama yang lebih tua.) " Nasehat Adel dengan sok pintar, tidak lupa tangannya ia letakkan di pinggang menambah kesan lucu.


Alexa yang melihat perdebatan antara kedua adiknya hanya menggeleng - gelengkan kepala, menurutnya yang satu cepat marah dan yang satu lagi sok tahu.


"Ayo, tau atu inggalin." Ancam Alexa sambil berjalan meninggalkan kelas.


"Unggu. ( Tunggu. )" Teriak Aurora dan Adel, hingga berebutan melewati pintu kelas.


Begitu sampai didepan kelas mereka melihat bunda dan ayah mereka, dengan semangat Aurora dan Adel berjalan menuju kearah Keren dan Kalvaro, beda halnya dengan Alexa yang terlihat santai - santai saja.


"Unda, ayah. ( Bunda, ayah. )." Teriak Aurora, Adel menyita perhatian orang sekitar.


Kalvaro yang melihat kedua putrinya berlari segera meratakan tinggi dan menyambut dengan pelukan hangat, matanya juga tetap tajam mengawasi putri pertamanya yang tampak berbicang dengan seorang anak yang umurnya sama seperti kembar atau yang dikenal dengan Riyan.

__ADS_1


"Alexa." Panggil Kalvaro sedikit keras tapi tidak kasar melainkan terdengar begitu lembut.


Alexa yang tidak terlalu jauh segera berjalan mendekat dan meninggalkan Riyan yang sudah dijemput, Alexa tersenyum kecil dan berhambur kepelukan bundanya.


__ADS_2