Cantik Cantik Berbahaya

Cantik Cantik Berbahaya
Kumpul keluarga


__ADS_3

3 bulan berlalu, kembar menjalani hari mereka dengan baik, bahkan kembar juga terlihat semakin aktif dalam kegiatan sehari - hari, dalam berbicara juga mereka sudah tidak cadel lagi atau bisa dikatakan banyak kemajuan selama tiga bulan ini.


Besok adalah hari ulang tahun saudara sepupu mereka yang keempat , atau anak dari Felix dan Selena, namanya Aziel Nugraha.


"Sayang cepat kita sudah harus berangkat." Ucap Kalvaro dari depan pintu tidak lupa dengan 1 koper besar dan 1 koper sedang yang isinya adalah kebutuhan ia dan istrinya.


"Iya, sebentar." Jawab Keren yang tampak sibuk dengan riasan wajahnya.


"Kau selalu terlihat cantik sayang, jadi tidak perlu khawatir." Ucap Kalvaro lagi.


"Baiklah - baiklah, kamu sudah memeriksa si kembarkan ?" Tanya Keren yang sudah selesai merias wajah.


"Yah, mereka sudah menunggu kita dibawah dengan beberapa ajudan mereka yang menemani." Jelas Kalvaro agar istrinya tidak berkerja.


"Ayo." Ajak Keren dengan menarik pelan lengan kekar suaminya.


Style bunda Keren.



Style ayah Kalvaro Adhitama



Sesampainya dibawah pemandangan yang pertama mereka lihat adalah ketiga nona kecil Adhitama sedang duduk melipat kedua tangan di depan dada mereka masing.


"Putri - putri ayah makin cantik aja." Puji Keren lembut tidak lupa ia memasang tampang polos.


"Bunda sama ayah lama nih, ade kan udah lama nungguin." Rajuk Adel kepada bundanya.


"Baiklah, maafkan bunda yah sayang." Jawab Keren meminta maaf tidak lupa tampang polosnya diganti dengan tampang berkaca - kaca.


"Baik bunda, ade udah maafin bunda jadi jangan sedih yah." Hibur Adel sedikit panik.


"Iya sekarang bunda udah ga sedih lagi, jadi kita berangkat yah." Jawab Keren dengan mengedip - edipkan mata.


"Bunda juga minta maaf yah sama kakak - kakak yang cantik, bunda udah buat nunggu lama." Lanjut Keren kepada Alexa dan Aurora.


"Iya udah kakak udah maafin kok, jadi bunda jangan sedih lagi yah." Ucap Alexa dengan memesang senyum manisnya.


"Aurora juga udah maafin bunda." Timpal Aurora dengan mengangguk - anggukan kepala.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kita harus segera berangkat, jangan sampai ketinggalan pesawat loh guys." Ucap ayah Kalvaro menengahi.


Akhirnya iring - iringan mobil mulai meninggalkan kediaman mereka, 20 Ajudan ikut berpergian ke Canada untuk mendampingi keluarga kecil tersebut apa lagi nyonya dan ketiga nona kecil mereka.


Tadinya Kalvaro mengajak keluarga kecilnya untuk naik jet pribadi, hanya saja sang bunda menolak dengan alasan putri - putri mereka tidak boleh tumbuh dengan manja dan terkesan berlebihan.


Memasuki pesawat tampak Kalvaro mengendong kedua putrinya yaitu Aurora dan Adel, sedangkan untuk Alexa tetap berada dalam gendongan sang bunda.


10 Ajudan berderet mengikuti langkah kaki keluarga kecil tersebut, sedangkan 10 lagi sudah lebih dahulu berjalan di depan.


Ruangan Fist Class hanya tersedia untuk 25 orang , sedangkan sisanya ada yang bussines dan ekonomi.


"Bunda, kakak mau tidur." Ucap Alexa dengan manjanya.


"Baiklah sekarang kakak boleh bobo, nanti bunda bangunin kalau sudah jam makan okay ?" Jawab Keren lembut dan penuh perhatian tangannya juga mengelus - elus rambut putrinya yang mulai memasuki alam mimpi.


Sedangkan Kalvaro tampak sibuk dengan dua putrinya yang sedang saling menatap penuh kekesalan.


"Ade, kakak dulu dong yang bobo kan kakak udah ngantuk." Ucap Aurora dengan tatapan kesal.


"Enggak mau, ade juga mau tidur sama ayah." Jawab Adel tidak ingin mengalah.


"Baiklah - baiklah, kenapa kedua putri cantik ayah jadi berantem, sekarang keputusannya adalah kakak sama ade harus bobo bersama, nanti ayah yang jagain okay." Lerai Kalvaro dengan penuh kesabaran, tutur katanya yang tetap lembut membuat ia semakin mempesona.


Beberapa jam didalam pesawat dilewati dengan berbagai macam drama mulai dari Aurora dan Adel yang berebut ingin tidur bersama ayah mereka, sampai masih banyak lagi. Dan akhirnya mereka tiba di bandara Canada Internasional.


Kalvaro memilih untuk mengendong kedua putrinya yang belum lama tertidur kembali, sama halnya dengan Keren yang tetap mengendong putrinya.


Begitu keluar dari bandara sudah ada 10 ajudan Felix yang menjemput mereka dengan 10 mobil jeep.


"Selamat datang tuan, nyonya Adhitama." Sapa salah seorang dari mereka.


"Terima kasih untuk sambutan kalian, sekarang kita langsung saja ke kediaman tuan Felix." Jawab Kalvaro dengan ramah namun terkesan tegas.


"Baik tuan." Jawab ajudan lagi.


Satu persatu tuan putri mulai sadar dari mimpi indah mereka, mata Adel dan Alexa mengerjap lucu mendapati wajah ayah dan bunda mereka.


"Sudah bangun, hmm." Ucap Kalvaro lembut.


"Iya ayah, kita sudah sampai yah ?" Tanya Adel dengan suara bangun tidurnya.

__ADS_1


"Masih dijalan sebentar lagi sampai kok." Ucap Kalvaro lembut.


"Yes, ketemu dede bayi." Ujar Alexa tampak senang.


Adik bayi yang dimaksud adalah putra kedua / bungsu Aeron dan Sarah, saat ini putra bungsu Aeron baru berusia 6 bulan, namanya Yasahiro Nugraha Lie.


Begitu sampai di mension milik keluarga kecil Felix, Selena, kembar tampak disambut penuh kegembiraan.


Tampak yang lain sudah lebih dahulu tiba.


"Hallo semua, Adel sudah sampai." Sapa Adel dengan senyum centilnya.


"Hallo Adel, apa kabar ?" Jawab Youlbert dengan ramah.


"Tentu saja aku dalam keadaan sehat." Ucap Adel dengan wajah soknya.


"Aku pikir .." Ucapan Youlbert terhenti kalah melihat kakak sepupu tertuanya.


"Kau tidak boleh mengatai adikku Youlbert." Ucap Alexa dengan aura dominannya, tidak lupa ia menatap tajam kepada sepupunya untuk memperingati jangan macam - macam.


"Kenapa aku harus lahir keempat, seharusnya aku lebih dahulu lahir." Sebal Youlbert, ia harus menurut pada kakak sepupunya yang menyebalkan dan sok berkuasa pikirnya.


"Itu sudah menjadi takdirmu Youlbert." Timpal seseorang yang tidak lain adalah Aurora.


"Aku pikir kau ketinggalan dipesawat." Ledek Youlbert kepada sudari sepupunya.


"Kau mendoakan aku yang tidak - tidak yah, aku akan melapor kepada ayahku." Teriak Aurora tidak terima dan segera berlari mencari ayahnya dengan mata berkaca - kaca.


Youlbert ikutan panik melihat Aurora yang berlari, ia turut mengejar saudar sepupunya yang sudah sedikit lebih jauh darinya.


"Aurora bukan seperti itu." Teriak Youlbert yang tidak dihiraukan..


"Ayah, ayah hikss." Teriak Aurora mulai mendrama.


Suara Aurora terdengar begitu nyari ia terus berlari mencari ayahnya untuk mendapatkan pembelaan, ah sungguh baru tiba tapi sudah membuat ulah.


Kalvaro dan Keren yang sedang berbicang dengan nyonya besar Keyren , tuan besar Kenzo tampak memicingkan mata melihat Aurora yang sudah banjir air mata.


"Hei, putri ayah kenapa, hmm ?" Tanya Kalvaro yang langsung menyambut putrinya.


"Huaa, Youlbert bilang aku ketinggalan didalam pesawat ayah hiks dia hikss." Tangis Aurora dengan mengadu.

__ADS_1


"Bohong paman, Youlbert hanya bercanda saja mengatakan seperti ini "Aku pikir kau ketinggalan dipesawat." tapi Aurora membuat drama besar." Timpal Youlbert dengan tatapan kesal.


"Astaga, lihatlah baru saja mereka lengkap tapi sudah ada masalah kecil seperti ini." Lirih nyonya Keyren tampak sakit kepala dengan cucu - cucunya.


__ADS_2