
Sehabis pesta ulang tahun Aziel Nugraha, keluarga kecil Adhitama Nugraha langsung kembali ke Paris, alasannya adalah kembar sudah memasuki taman kanak - kanak dan Keren tidak mengijinkan anak - anaknya untuk bolos sekolah.
"Bunda, ade ngantuk nih." Keluh Adel dengan tampang memelas.
"Mau bunda gendong, atau mau di gendong ayah ?" Tanya Keren lembut.
"Mau sama bunda aja." Jawab Adel dengan melirik sekilas pada kakaknya yang masih berada didalam gendongan bunda.
"Baiklah, kakak bunda mau tidurin ade sebentar bole yah." Ucap Keren lembut ia berahli pada putri tertuanya.
"Iya bunda." Jawab Alexa mengerti, ia segera turun dan duduk dikarpet tidak lupa satu buku mewarnai yang menemaninya.
Adel langsung masuk kedalam gendongan bundanya, ia tampak terlihat lebih manja dari biasanya. Keren tampak sedikit bingung tapi tidak terlalu dipikirkan.
"Aurora sudah tidur ?" Tanya Keren pada suaminya.
"Yah, ia sudah memasuki alam mimpinya." Jawab Kalvaro yang ikut duduk disamping Alexa.
"Alexa, lagi ngapain sayang ?" Tanya Kalvaro pada putri pertamanya.
"Lagi mewarnai ayah." Jawab Alexa yang tampak begitu fokus dengan kuasnya.
"Begitu yah, memangnya kakak lagi mewarnai apa ?" Tanya Kalvaro lagi, ia pura - pura tidak tahu.
"Ini namanya pemandangan ayah, ini ada gunung, ini namanya rumah, ini ehmm pohon besar dan yang terakhir adalah sungai ayah." Jelas Alexa pada ayahnya.
"Ohh seperti itu yah, gambaran kakak bagus banget sih." Puji Kalvaro pada putrinya.
"Iya dong, kan kakak di ajarin sama bunda." Jawab Alexa bangga tidak lupa ia melirik sekilas pada ayah dan bundanya.
"Wah benar begitu bunda, kok gak bilang - bilang sama ayah, kan ayah juga mau belajar." Goda Kalvaro pada istrinya.
"Ayah jangan berisik, ade lagi mau bobo tu." Tunjuk Alexa pada adiknya yang terlihat belum sepenuhnya memasuki dunia mimpi.
"Baiklah - baiklah, sekarang bobo gih besok kan kaka harus sekolah." Nasehat ayah Kalvaro pada putrinya.
"Baik ayah, sebentar yah kakak harus kembalikan ini dulu." Jawab Alexa patuh, ia berjalan kearah sebuah laci yang tidak jauh dan meletakan buku mewarnainya bersama alat - alat pendukung kedalam laci tersebut.
Kalvaro dan Keren tersenyum samar mendapati putri pertama mereka sudah mulai paham akan tanggung jawab, Keren memang secara perlahan mendidik ketiga putrinya mulai dari mengajarkan kata - kata simple tapi cukup berarti seperti maaf, tolong dan terima kasih.
Setelah memastikan semua sudah rapi, Alexa langsung digendong oleh ayah tercintanya karena saat ini tidak mungkin ia minta di gendong bundanya.
__ADS_1
"Apa, Alexa sudah tertidur ?" Tanya Kalvaro dengan suara pelan.
"Yah." Jawab Keren dengan mengangguk - anggukan kepala.
Keren dan Kalvaro perlahan beranjak dari tempat duduk mereka, mereka langsung saja mengarah ke kamar si kembar untuk meletakan Alexa dan Adel.
"Ayo, kekamar." Ajak Kalvaro dengan mengedipkan matanya.
"Ingat kau sudah memiliki buntut 3." Ketus Keren melihat tampang genit semuanya.
"Tapi kita masih sangat muda sayang, jadi tidak ada masalah bukan." Jawab Kalvaro enteng.
⬇️⬆️
Keesokan harinya masih pagi tampak semua sudah ramai, Keren sudah siap dengan pakaian semi formal begitu pula dengan suaminya.
"Dimana anak - anak, apa mereka sudah bangun ?" Tanya Kalvaro kepada istrinya.
"Sudah, sebentar lagi pasti mereka turun tadi Alexa dan Aurora masih menunggu Adel mandi." Jawab Keren yang tampak sibuk menata makanan diatas meja.
"Sarapan apa, hmm ?" Tanya Kalvaro.
"Sup, dan ada roti gandum." Jawab Keren seadanya, mereka hanya akan makan ringan saat pagi hari.
"Tunggu sebentar, aku harus menyiapkan bekal kalian." Ujar Keren yang tampak meninggalkan pak suami di meja makan.
"Selamat pagi ayah." Sapa tiga bidadari cantik yang baru saja turun dari lantai atas.
"Selamat pagi cantik - cantiknya ayah, kemari sayang kita tunggu bunda." Jawab Kalvaro, dan ia beranjak dari tempat duduk untuk membantu tiga putri cantiknya duduk.
"Terima kasih, ayah." Ucap mereka setelah berhasil duduk.
"Bunda mana ?" Tanya Aurora yang tidak mendapati keberadaan bundanya.
"Disini sayang, bunda habis siapin bekal kalian." Saut Keren yang tampak menenteng 4 bekal sekaligus dengan ukuran berbeda.
"Aurora kira bunda kemana." Jawab Aurora dengan polosnya.
"Bunda gak kemana - mana kok, ayo sarapan dulu, nanti takutnya terlambat loh." Ujar Keren kepada ketiga putrinya.
OOTD Bunda Keren.
__ADS_1
Sesudah menghabiskan sarapan, mereka langsung saja menuju ke sekolah kembar Kindergarten Global A'School.
"Sampai jumpa, baik - baik yah sayang, nanti bunda jemput." Ucap Keren begitu mereka tiba di parkiran sekolah.
"Baik bunda, bye bunda, ayah." Jawab mereka kompak.
Setelah memastikan jika ketiga putri mereka sudah masuk, Kalvaro dan juga Keren langsung saja meninggalkan pekarangan sekolah menuju kantor.
"Sayang, bagaimana kabar Bella ?" Tanya Keren kepada suaminya.
"Dia sekarang sudah memasuki sekolah menengah pertama, sepertinya dia cukup betah di Indonesia." Jawab Kalvaro.
"Ohh, kita akan langsung ke kantor ?" Tanya Keren lagi.
"Yah, hari ini kita harus menghadiri rapat bersama klien dari London, kau tidak lupakan sayang ?" Jawab Kalvaro dengan menatap lembut pada istrinya.
"Astaga, aku hampir lupa jika akan bertemu dengan tuan Bernad." Ucap Keren denga menggaruk teguk yang tidak gatal.
"Tidak perlu khawatir sayang, rapatnya sekitar pukul 14.30 jadi kau bisa bersiap - siap dulu." Hibur Kalvaro agar istrinya tidak panik.
"Ohh baiklah." Jawab Keren tampak lega.
Sesampainya mereka dikantor tampak sepasang suami istri langsung sibuk dengan laptop masing - masing, Keren ikut mengurus bisnis suaminya dan dengan kekompakan sepasang suami istri tersebut perusahaan mereka melesat dengan cepat.
"Tuhan, terima kasih engkau mengirimkan aku seorang wanita yang begitu istimewa." Batin Kalvaro yang menatap istrinya penuh cinta.
Semenjak Keren bergabung dalam perusahaannya, ia merasa lebih ringa dalam mengerjakan apapun dan itu semua berkat dukungan sang istri.
Bergulat dengan tumpukan dokumen membuat sepasang suami istri lupa akan waktu, hingga akhirnya bunyi alaram pukul dua belas sebagai tanda jika Kembar stengah jam lagi akan segera keluar dari kelas.
"Sayang, kita harus segera menjemput mereka, sebentar lagi mereka selesai kelas." Ucap Kalvaro yang tampak sudah menutup berkasnya.
"Iya, hampir saja lupa ayoo." Jawab Keren.
Begitu sampai didepan lobby sekolah, mata Keren menangkap keberadaan tiga putrinya yang sedang menunduk dan sepasang orang tua yang terlihat berkacak pinggang.
Keren memicingkan mata curiga dan setelah mobil yang dikendarai oleh Kalvaro berhenti ia segera turun dan berlari untuk menghampiri ketiga putri cantiknya.
Dan yah begitu mendekat betapa kagetnya Keren mendapati salah satu putrinya sedang menangis dengan badan sedikit gemetar.
__ADS_1
Keren segera mempercepat langkah kakinya, matanya tampak memancarkan aura dingin, sepertinya untuk saat ini ia kecolongan.