
"Bagaimana bisa sekolah ini memiliki pengawasan yang tidak benar, bahkan membiarkan orang luar untuk menyakiti siswanya, apa tugas pengawas disekolah ini hingga pengawasan terhadap putri - putriku melemah." Sindir Kalvaro dengan tangan terkepal.
"Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan anda beserta keluarga tuan, saya sebagai pemilik tentu merasa sangat bersalah dengan kelalaian yang anda." Jelas Ms, Loise dengan penyesalan.
"Baiklah, kalau begitu sebagai sangsi saya ingin anak itu dikeluarkan dari sekolah ini, dan satu lagi saya tidak ingin pihak sekolah kembali kecolongan dalam menjaga siswa / inya." Putus tn. Adhitama dan langsung beranjak dari tempat duduk.
"Baik tuan, saya akan melakukan sesuai dengan yang anda inginkan." Jawan Ms, Loise.
"Alexa, Aurora, Adel ayo kembali." Ucap Kalvaro kepada ketiga putrinya.
Alexa, Aurora dan Adel segera berdiri dan mengambil tas mereka masing - masing, setelahnya mereka langsung mendekat kearah sang ayah dan ikut melangkah pergi di susul sang bunda tentunya.
Begitu mereka sampai dimobil, Keren tampak menghela nafas berkali - kali dan melirik sekilas pada ketiga putrinya.
"Bagaimana kalau kita ke mall dulu, dan beli hadiah disana ?" Tawar Kalvaro kepada keempat bidadarinya.
"Setuju." Jawab Keren, Alexa, Aurora dan Adel secara bersamaan.
Kalvaro tersenyum senang, ia tidak akan membuat keempatnya larut dalam kesedihan apa lagi putri bungsunya.
Kalvaro segera mengendarai mobil dengan kecepatan rata - rata, sesekali mereka terlihat bernyanyi bersama dengan musik yang dipasang Kalvaro.
Dua puluh menit dalam perjalanan akhirnya mereka tiba disalah satu mall kenamaan Paris, Alexa, Aurora, Adel memutuskan tidak membawa tas mereka.
Seperti biasa Alexa akan bersama bunda Keren, dan Aurora, Adel akan mengapit ayah mereka Kalvaro.
Alexa tampak tenang dan sesekali tersenyum bersama dengan bundanya, berbeda dengan kedua adiknya yang tampak begitu excited sejak memasuki mall.
"Bagaimana kalau kita membeli baju dulu, ayah sudah lama tidak membelikan putri - putri cantik ayah baju." Ucap Kalvaro dengan berjalan kearah salah satu toko anak.
"Setuju." Jawab Adel, Aurora.
Mereka memasuki toko tersebut dan memilih beberapa pakaian casual untuk si kembar, Kalvaro hanya tersenyum kecil melihat anak - anaknya begitu semangat.
"Ayah, kami sudah selesai." Ucap Adel yang datang menghampiri ayah Kalvaro.
"Baiklah, sekarang kita ke kasir okay." Ajak Kalvaro kepada putrinya.
Kalvaro langsung mendekat kearah Keren yang ternyata sudah lebih dahulu mengantri bersama Alexa, Aurora.
Kalvaro dan Keren saling pandang dan tersenyum bahagia, Keren begitu bangga dengan Kalvaro yang selalu menjadi ayah siaga.
__ADS_1
"Ayah, boleh tidak setelah ini kita ke toko mainan ?" Tanya Alexa dengan mengedip - edipkan mata.
"Tentu saja boleh sayang, sebentar yah kita perlu membayar barang - barang ini dulu." Jawab Kalvaro menerima ajakan putri pertamanya.
Kerennn_ 💙
Penampilan Keren mencuri beberapa perhatian sekitar terlebih lagi anak muda mulai dari yang perempuan sampai laki - laki.
"Lihatlah, sudah memiliki tiga anak tapi badannya tetap bagus." Ucap perempuan A.
"Iya, astaga setelah menikah aku juga harus bisa seperti itu, agar suami tetap cinta hahaha." Jawab temannya.
Bisik - bisik mereka terdengar sekilas ditelinga Keren dan Kalvaro, Kalvaro tampak mengusap puncak kepala sang istri. Kalvaro tidak akan mungkin mengurangi kadar cinta terhadap istrinya, malahan semakin hari semakin bertambah dengan kehadiran ketiga putri mereka hanya waktu saja yang sedikit terbagi.
"Astaga mereka begitu romantis, aku mendoakan kehidupan mereka selalu bahagia dan harmonis." Ucap seorang perempuan B.
"Tentu aku juga sama, semoga kita bisa ikut merasakan kebersamaan seperti itu yah." Jawab temannya.
Kasir.
"Totalnya 2,870 $ tuan." Ucap seorang gadis yang menjadi kasir.
"Pembayaran berhasil, terima kasih sudah mempercayakan tempat kami, sampai berjumpa lagi." Ucap kasir tersebut ramah.
"Terima kasih kembali." Balas Keren karena Kalvaro sudah lebih dahulu berjalan bersama ketiga putrinya.
Keluarga kecil tersebut langsung saja bertolak menuju toko mainan yang menjadi incaran anak - anak.
"Kalian boleh memilih mainan sesuka hati kalian, tapi ada batasannya yah girl." Ucap Kalvaro kepada ketiga putrinya.
Mereka mulai menyusuri setiap lorong mainan, Alexa, Aurora, Adel tampak begitu senang dan juga sesekali terlihat serius ketika harus memilih.
"Adel, menurutmu mana yang lebih cantik ?" Tanya Aurora kepada adiknya, dengan memperlihatkan dua boneka berbie yang tampak menggunakan dua gaun berbeda.
Adel yang ditanya oleh kakaknya tampak kebingungan, dua - duanya terlihat cantik dimatanya, tapi karena ia menyukai gaun princess berwarna pink ia memilih yang.
"Menurutku yang ini saja." Jawab Adel dengan menunjuk boneka disamping kanan.
"Baiklah, terima kasih." Jawab Aurora dan memasukan salah satu kotak boneka kedalam trolly.
__ADS_1
Sementara Alexa bersama Keren, Alexa tampak kebingunan melihat ada 2 mobil - mobilan yang bisa dikendarai olehnya.
Alexa menatap bundanya bersama mobil tersebut, ia lalu terlihat tersenyum kemudian terlihat sedih lagi.
"Kenapa, hmm ?" Tanya Keren mendapati putrinya terlihat gelisah.
"Aku, em bunda apa boleh aku membeli ini ?" Tanya Alexa dengan mengedip - edipkan mata.
"Alexa mau yang mana, hmm ?" Tanya Keren pada putrinya.
"Yang ini." Jawab Alexa dengan menunjuk sebuah mobil berwarna abu.
"Tentu saja sayang, tunggu sebentar yah." Ucap Keren kepada putrinya.
"Iya bunda." Jawab Alexa menurut.
"Permisi, bisa bantu saya membungkus ini letakan saja dikasir saya ingin memilih yang lain lagi." Ucap Keren dengan lembut kepada salah seorang pegawai yang menghampiri mereka.
"Baik nyonya." Jawab pegawai tersebut.
Setelah Alexa, dan bundanya Keren kembali melihat - lihat yang lain.
"Sayang, ayo kita cari ayah, dan adik." Ajak Keren kepada putrinya.
"Ayo bunda." Jawab Alexa dengan mengaitkan tangannya.
Keren bersama Alexa tampak berjalan menyusuri toko mainan tersebut untuk mencari Kalvaro beserta Aurora, Adel. Tidak lama merekapun menemukan tiga orang yang dicari - cari.
"Ayah." Panggil Alexa.
"Hai, apa sudah selesai ?" Tanya Kalvaro kepada putri pertamanya.
Alexa tidak menjawab tapi ia mengangguk - anggukan kepala sebagai bentuk tanggapan, ia juga tersenyum karena mendapatkan mainan yang ia inginkan.
Satu hari mereka berkelanan di mall, akhirnya Keren memutuskan mengajak keluarga kecil mereka untuk kembali pulang kerumah.
"Terima kasih ayah, bunda." Ucap Alexa dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.
"Terima kasih ayah, bunda." Aurora dan Adel tampak tidak ingin ketinggalan mengucapkan terima kasih kepada ayah dan bunda.
Keren, Kalvaro tersenyum hangat melihat kekompakan kembar mereka merasa bahagia dengan acara dadakan tersebut meskipun harus diawali dengan kepahitan.
__ADS_1
Terima kasih sudah mengikuti perjalanan kembar sampai usia 5 tahun, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan dari yang maha esa.
Biarkan yang baik menjadi contoh, dan yang kurang baik menjadi pembelajaran, happy family all.