Cantik Cantik Berbahaya

Cantik Cantik Berbahaya
Pesta Aziel Nugraha


__ADS_3

Semua orang menghela nafas berat begitu mendengar letak permasalah yang memicu Aurora menangis, Youlbert menatap tak suka pada Aurora selain tukang tidur ternyata Aurora tukang mengadu pikirnya.


"Sudah - sudah, kan Youlbert sudah meminta maaf dan tidak bermaksud seperti yang Aurora pikirkan." Hibur Kalvaro pada putrinya yang masih sesenggukan.


"Youlbert, kemari sayang." Panggil Keren kepada ponakan gantengnya.


"Yah aunty." Jawab Youlbert dengan langkah yang terus mendekati Keren.


"Pergilah main dengan Alexa dan Adel, mereka pasti sudah menunggumu untuk bermain." Ucap Keren lembut.


"Tapi bagaimana dengan Aurora ?" Tanya Youlbert dengan menatap saudari sepupunya.


"Nanti Aurora menyusul kalian bermain, okay." Jawab Keren memberi pengertian.


"Baiklah, aku pergi dulu yah aunty." Timpal Youlbert yang langsung meninggalkan mereka begitu saja.


"Sudah berhenti menangis yah, anak bunda nanti yang satunya beda sendiri kalau terus menangis." Hibur Keren kepada putrinya tidak lupa tangannya mengusap pelan punggung putri cantiknya.


"Bunda." Panggil Aurora dengan suara serak.


"Lihatlah, sepertinya ia mencontoh sikap ibunya waktu kecil." Bisik tuan Kenzo kepada istrinya.


"Hati - hati jika berbicara." Sindir Keren karena posisinya tidak terlalu jauh dengan sang daddy, membuat ia bisa mendengar suara bisikan tuan Kenzo.


"Tapi apa yang daddy katakan memang benar, dulu kau mudah sekali menangis." Tidak ingin terpojok tuan Kenzo segera menjawab sindiran daddynya.


"Sudahlah, Keren mau pergi istirahat dulu sama Aurora, ayo sayang kita ke kamar, dan tolong pantau cucu - cucu daddy yah." Pamit Keren dengan menarik lengan sang suami.


Keren dan Kalvaro segera meninggalkan ruangan tersebut, mereka memilih untuk istirahat lebih dahulu sebelum kembali bergabung lagi dengan yang lain. Tidak lupa Aurora mereka letakan dikamar anak - anak yang sudah disediakan.


Tuan Kenzo dan nyonya Keyren tampak saling memandang satu sama lain, sebelum beranjak dan ikut bergabung dengan para cucu lainnya.


⬇️⬆️


Malam harinya tampak suasana begitu ramai dengan suara anak - anak yang begitu aktif, bahkan Aurora sudah bangun dan ikut bermain dengan saudara sepupu lainnya.


"Aurora, aku membelikanmu ini." Ucap Youlbert dengan menyerahkan boneka kecil.


"Tidak mau." Jawab Aurora dengan gengsi tinggi.


"Yah sudah, aku akan memberikan ini pada Adel saja." Ketus Youlbert dengan berbalik badan, ia berniat menghampiri saudari sepupunya yang satu Adel.


"Hei, serakan kepadaku, tadi katanya mau diberikan kepadaku." Sebal Aurora dengan menarik paksa boneka kecil itu.


"Dasar tidak tahu malu." Sebal Youlbert dalam hati.

__ADS_1


"Alexa, ayo bermain." Teriak Youlbert.


"Kau harus memanggil aku kakak." Jawab Alexa dengan berkacak pinggang.


"Tidak mau, kau dan aku hanya beda 3 bulan saja Alexa jadi hal itu tidak diperlukan." Jawab Youlbert enggan, ia tidak ingin memanggil saudara sepupunya dengan awalan kakak / adik.


"Tidak bisa seperti itu, jika mau bermain denganku maka harus memanggil aku kaka." Kekeh Alexa, sifat dominannya sudah mulai keluar.


"Tidak akan, aku akan bermain dengan yang lain saja kalau begitu." Ketus Youlbert sama kerasnya.


"Aku lelah." Keluh Adel kepada kakaknya.


"Istirahat dulu ayo, jangan sampai sakit." Ucap Alexa lembut kepada adik bungsunya.


"Hmm." Jawab Adel.


setelahnya tidak lama tampak Keren memasuki ruangan bermain, ia mengedarkan pandangannya dan tatapannya jatuh pada ketiga putrinya yang tampak sibuk dengan kegiatan masing - masing, tidak lupa ia juga mengawasi beberapa keponakannya yang sedang aktif.


Dalam ruang bermain mereka tidak dibiarkan sendiri, ada beberapa ajudan yang selalu mengawasi pergerakan beberapa balita aktif tersebut.


"Ehm, waktunya makan malam." Ucap Keren lembut.


Mata anak - anak tampak mengedip lucu menyadari keberadaan Keren di depan pintu, Alexa berjalan menuju kearah bundanya meminta untuk digendong.


"Bunda." Panggil Alexa dengan suara yang begitu lembut.


"Kakak cape." Jawab Alexa.


"Yah sudah, kita ganti baju dulu yuk ke kamar." Ajak Keren pada putrinya.


"Hmm." Jawab Alexa dengan singkat, ia kemudian menatap bundanya dan kedua adiknya secara bergantian.


"Adik bagaimana ?" Tanya Alexa bingung.


"Ayah disini sayang, nanti ayah yang gendong adik." Ucap seorang ayah tidak jauh dari jangkaun Alexa.


"Kita deluan yah ayah." Pamit Alexa dengan cengiran khusus.


Sementara yang lain sudah berada dalam gendongan orangtua mereka masing - masing, mereka meninggalkan ruang main anak menuju kamar yang sudah disiapkan.


⬇️⬆️


Keesokan harinya tampak suasana mension milik Felix dan Selena begitu ramai dengan dekoran anak - anak yang terlihat begitu menarik perhatian.


"Felix, semalam kau kemana saja ?" Tanya Kalvaro pada kakak iparnya..

__ADS_1


"Ada beberapa masalah diperusahaan, aku harus menanganinya secara langsung kemarin " Jawab Felix.


"Aku mengira kau membuat adonan lagi." Canda Kalvaro.


"Sepertinya satu saja sudah cukup, kau dan Keren bagaimana. Kapan memberikan kembar adik ?" Tanya balik Felix.


"Tidak ada adik untuk kembar, aku masih cukup trauma dengan kata melahirkan." Jawab Kalvaro tegas, bayang - bayang istrinya kesakitan bahkan belum sepenuhnya hilang.


"Keputusan yang baik, lagi pula mengurus tiga putri itu sepertinya sedikit kesulitan." Ujar Felix lagi.


"Mereka bertiga adalah anak yang manis dan penurut." Jelas Kalvaro mengenai ketiga putrinya.


"Aku cariin ternyata disini, mau makan dulu ?" Tanya Keren kepada suaminya.


"Aku masih kenyang, kamu ingin sesuatu ?" Jawab Kalvaro dengan tatapan penuh kehangatan.


"Tidak juga, kak bagaimana dengan kesehatanmu ?" Jawab Keren dan berahli pada kakaknya.


"Aku baik - baik saja, bagaimana denganmu ?" Jawab Felix lembut tidak lupa menanyakan kondisi kesehatan adiknya.


"Aku sehat, kau jangan terlalu berkerja keras yah." Nasehat Keren penuh kelembutan.


Felix mengangguk - anggukan kepala, ia tersenyum mendapati adik cantiknya tumbuh dengan baik bahkan ia begitu bersyukur adiknya menikah dengan orang yang tepat.


"Aku tinggal dulu, aku harus menyambut beberapa tamu penting." Pamit Felix.


Keren tersenyum senang menatap punggung kakak posesifnya yang sudah mulai menghilang ditengah banyak orang.


"Semua sudah menemukan letak kebahagian masing - masing." Ucap Kalvaro dengan lembut.


"Tentu, aku senang sekali." Jawab Keren.


"Bagaimana dengan kembar, apa yang mereka lakukan ?" Tanya Kalvaro pada istrinya.


"Bermain dengan sepupu mereka tentunya, Alexa juga terus menempel dengan baby Hiro." Jelas Keren.


"Sepertinya kita perlu membuat adik bayi untuk Alexa, bagaimana menurutmu." Goda Keren pada suaminya.


"Maaf sayang, permintaanmu kali ini tidak aku terima." Jawab Kalvaro dengan tampang serius.


"Baiklah - baiklah." Jawab Keren dengan terkekeh, sungguh ia tidak serius juga dan memiliki kembar sudah lebih dari cukup.


"Ayo kita bergabung dengan lainnya." Ajak Keren pada suaminya.


Acara ulang tahun Aziel berjalan dengan meriah, bahkan acara tersebut berlangsung dengan kemewahan dimana semua souvenir adalah barang - barang mahal.

__ADS_1


Hadiah berhamburan diatas meja, bahkan satu meja besar yang disediakan tidaklah cukup jadi banyak yang diletakan di bawah lantai.


__ADS_2