Cantik Cantik Berbahaya

Cantik Cantik Berbahaya
Masalah disekolah


__ADS_3

Mata yang biasa memancarkan kelembutan, kini berubah menjadi setajam pisau, auranya yang terkesan hangat entah menghilang kemana.


"Eh, ada apa ini ?" Tanya Keren begitu tiba dihadapan ketiga putrinya.


"Bunda." Lirih ketiga putri cantiknya.


"Yes baby, Bunda ada disini jangan khawatir. Okay." Ucap Keren lembut, ia berusaha menenangkan putri - putrinya yang sedang terlihat begitu gelisah.


"Loh, kok putri bunda satunya nangis sih, sini sayang katakan pada bunda kenapa menangis." Lanjut Keren lembut dengan menarik salah seorang putrinya, Adel.


"Bunda." Panggil Adel dengan suara yang bergetar.


Keren memejamkan mata mendengar suara putrinya yang tampak bergetar hebat, sepertinya hati putrinya sedang terluka dan penyebab hati putrinya terluka adalah orang asing dihadapannya.


"Jadi ini anak anda, seharus anda mendidik putri anda dengan baik, sekolah ini tidak menerima murid berandalan sepertinya." Sindir wanita dengan paras bule, usianya diperkirakan diatas Keren.


"Sebentar yah." Keren melepas putrinya secara perlahan dan menyembunyikan dibelakangnya, begitu pun Alexa dan Aurora yang tampak bergeser untuk mengampit adik mereka.


"Lantas apa yang menjadi masalah anda disini." Jawab Keren dengan dingin tidak lupa tatapannya kian menajam.


"Masalahnya ada di putri anda, dia melukai putri saya." Teriak wanita bule itu lagi.


"Anak saya tidak akan membuat putri anda terluka, jika putri anda tidak bermasalah." Sinis Keren.


"Jaga ucapanmu, disini sudah jelas putri anda yang bermasalah." Tidak terima wanita bule itu kembali meneriaki Keren dengan tangan yang ia angkat.


"Turunkan tangan anda nyonya, saya tidak akan segan - segan memberi pelajaran untuk orang yang menyinggung istri saya, apa lagi membuat putri saya sampai menangis." Tekan seseorang yang baru saja menghampiri mereka, yah itu Kalvaro ia tadi harus memarkirkan mobil terlebih dahulu hingga membuatnya sedikit terlambat.


"Hahaha, anda mengancam saya, apa anda pikir saya akan merasa takut dengan semua omong kosongmu itu ?" Jawab wanita bule itu lagi.


"Sudahlah sayang, tidak ada gunanya berbicara dengan orang gila, sebaiknya kita segera keruang kepala sekolah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." Bukan menjawab wanita bule itu, Kalvaro mala mengajak istrinya untuk meninggalkan wanita yang ia anggap gila.


"Shit." Umpat wanita bule itu.


"Sudahlah, ayo kita kembali saja kemobil pasti chrisly sudah menunggu kita." Ucap suami si wanita bule tersebut.

__ADS_1


Sedangkan saat ini Kalvaro beserta istri dan ketiga putrinya berjalan menuju keruangan kepala sekolah, mereka ingin mengetahui apa yang menjadi masalah antara ketiga putri mereka dengan wanita bule itu yang sepertinya orang tua dari salah seorang murid disekolah itu.


"Permisi Ms. Loise. Ada yang perlu saya bicarakan." Ucap Kalvaro sopan dan berwibawa.


"Selamat datang tn, nyonya Adhitama, silakan duduk. Apa ada yang bisa saya bantu." Jawab Ms. Loise yang diketahui menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus pemilik dari Kindergarten Global A'School.


"Aku ingin meminta semua rekaman cctv yang bersangkutan dengan putri saya hari ini, saya mendapati salah satu putri saya sedang menangis di lobby sekolah dengan sepasang orangtua yang tampak habis memarahi mereka." Jawab Kalvaro berubah menjadi serius dan dingin, ia tidak akan bersikap ramah jika sudah menyangkut ketiga putrinya.


"Sebentar tn. Adhitama saya membutuhkan sedikit waktu untuk memintanya dari ruang pengawas." Jelas Ms. Loise dengan tenang dan juga ramah.


Lima belas menit lamanya mereka menunggu, akhirnya semua cctv yang menyangkut para nona muda kecil Adhitama berhasil didapatkan, Keren dan Kalvaro tampak begitu serius sedangkan kembar tampak terduduk disalah satu sofa ruang tamu kepala sekolah.


Ketemu.


09.15 ..


Terlihat di sebuah taman depan kelas, Alexa, Aurora dan Adel sedang menikmati sarapan mereka dengan satu boneka panda yang menempel pada tangan Adel.


Boneka itu adalah mainan yang sering ia bawah kesekolah, sekolah mengijinkan muridnya membawa satu mainan kesayangan mereka, tapi hal tersebut tidak dilakukan tanpa alasan.


tiba - tiba datang seorang anak perempuan, ia tampak memegang boneka berbie. Anak perempuan itu tanpak menatap mereka lama meski Alexa, Aurora dan Adel hanya diam saja dan tidak menghiraukan, hingga akhirnya tatapan anak kecil itu jatuh pada boneka panda milik Adel.


Tanpa bertanya atau meminjam, ia berusaha menarik boneka milik Adel, Adel yang sempat merasa kaget segera mempertahankan boneka miliknya.


"Hei, boneka ini milikku." Ucap Adel tampaknya ia mulai merasa sebal.


"Aku ingin boneka ini." Ucap anak perempuan itu lagi.


"Tidak bisa, inikan punyaku." Jawab Adel.


"Aku hanya ingin meminjamnya." Jawab anak itu lagi, dan kembar mengenal anak perempuan itu namanya Chrisly tapi mereka tidak akrap.


"Lepaskan, boneka ini milik adik ku." Teriak Alexa kesal.


"Tidak mau." Jawab Chrisly.

__ADS_1


"Hiya." Kesal karena teguran yang diberikan kakaknya tidak dihiraukan, Aurora segera mendorong bahu Chrisly dengan semua tenaganya.


"Hiks." Tangis Chrisly begitu ia tersungkur.


Alexa, Aurora dan Adel tampak tidak berniat menolong anak itu, mereka mala menatap tanpa minat dan menganggap jika Chrisly adalah anak nakal dan tidak mau menolong anak nakal.


Beberapa teman sekelas kembar yang melihat hal itu hanya diam tanpa menolong Chrisly, karena beberapa dari mereka melihat jelas jika Chrisly yang bersalah.


Tidak lama setelahnya salah seorang guru datang menghampiri Chrisly dan membawa keruang BK, sementara kembar melanjutkan makan mereka yang sempat tertunda.


Sisa jam pelajaran tampaknya Chrisly tidak kembali lagi, dan tidak berpengaruh pada yang lain.


12.30.


Kembar yang sedang menunggu ayah dan bundanya tampak terkejut dengan kedatang sepasang suami istri dengan seorang anak perempuan yang tidak lain adalah mereka orang tua dari Chrisly dan anak perempuan itu adalah Chrisly.


"Oh jadi ini penyebab anak saya menangis." Ucap wanita itu dengan nada yang lumayan tinggi.


Mata wanita itu tertuju pada salah satu anak perempuan, ia menatap galak pada Adel, Adel yang menyadari itu segera menunduk.


"Hei, serakan boneka itu kepadaku." Ucap wanita itu dengan nada memerintah.


"Tidak mau, boneka ini adalah milikku." Jawab Adel.


"Kemarikan bonekanya." Tarik wanita itu, karena tenaga orang tua lebih besar maka boneka pun berhasil direbut.


"Sayang ini untukmu, kembalilah ke mobil." Ucap wanita itu dengan lembut pada putrinya, dan Chrisly setelah mendapatkan apa yang ia mau ia segera berlari kearah mobil.


"Hiks." Tangis Adel melihat bonekanya dibawah pergi.


Alexa dan Aurora berusaha menenangkan adik mereka, dengan mengelus - elus punggung Adel setelahnya mereka mulai berhenti, sementara pasangan suami istri tersebut tampak masih berkacak pinggang dan mengeluarkan kata - kata kasar, hingga kedatangan keren.


Off.


Tangan Kalvaro tampak terkepal, ia sudah terbakar api amarah, tidak pernah sekalipun ia bersifat kasar kepada putri - putri tapi ini ...

__ADS_1


Sementara Keren jangan ditanya lagi wanita itu berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang karena masih ada ketiga putrinya.


__ADS_2